Claim Missing Document
Check
Articles

PERBAIKAN STASIUN KERJA MENURUNKAN AKTIVITAS LISTRIK OTOT DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAJIN UKIR KAYU DI DESA BATUAN GIANYAR BALI Putu Dyah Wulandari Putri; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.55 KB)

Abstract

IMPROVEMENT OF WORK STATION REDUCE MUSCLE ELECTRICAL ACTIVITY AND MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS AMONG WOOD CRAFTSMEN IN BATUAN VILLAGE GIANYAR BALIThe role of humans in the industrialized world as a source of labor is still dominant in the work, especially in the manual activities. Manual work, particularly with regard to the strength and endurance of humans in their worklead to problems namely ergonomic problems, including back pain, neck pain, pain in the wrists, elbows and feet called musculoskeletal disorders. In addition, unergonomicworking conditionsincrease theelectrical activity of musclesthat measured bysurfaceelectromyography. This studyaimed to reducemuscleelectrical activity andmusculoskeletal complaintsthroughimprovement of workstationbased on ergonomic. Treatment by subject design was used in this experimentalstudyamongwoodcraftsmeninBatuanvillage GianyarBaliwith atotal 10 male subjects. Theelectrical activity of muscleswere measured when working in conventional working condition (1stPeriod) andwith improved work stations(2ndPeriod). While, musculoskeletal complaintswere measuredbefore andafterworkingwitha conventionalworking conditions(1stPeriod) and with improved work stations(2ndPeriod). Datameasurement resultsbetween the twoperiodswere analyzedwithPaired Samples t TestandWilcoxonSigned RanksTest.Dataresultsshowed thatTrapeziusmuscleelectricalactivitydecreased by17.44% andErector Spinaemuscleelectrical activitydecreased by12.28% afterwork station improvement and the averageof musculoskeletal disordersalso decreased by 8.9as measuredafterworkingin the 1stPeriodand2ndPeriod. It was concluded thatimprovement of work stations based onergonomiccan reducemuscleelectrical activityand musculoskeletal complaintsamong woodcraftsmenin Batuanvillage GianyarBali.
PERBEDAAN TINGKAT KONSENTRASI PADA MURID SMA ANTARA DUDUK DAN DUDUK-BERDIRI-STRETCHING PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA I Komang Bintang Satria Mahaputra; Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S. Psi. M. Erg; dr. Putu Adiartha Griadhi, M. Fis
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P18

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran SMA di Indonesia pada umumnya berlangsung selama delapan jam sehari dengan waktu istirahat sebanyak dua kali. Posisi duduk yang terlalu lama dapat menimbulkan masalah seperti nyeri punggung bagian bawah, kelelahan, dan bisa membuat siswa mengantuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara duduk dan duduk-berdiri-stretching terhadap konsentrasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian two period cross-over pre and post-test group design. Sumber data berasal dari siswa/siswi SMA Negeri 1 Singaraja kelas X pada tahun 2018 yang berjumlah 36 orang. Subjek akan dibagi menjadi dua kelompok dimana setiap kelompok berjumlah 18 orang dan akan menjalani dua kali sesi eksperimen. Setiap kelompok akan bergantian dalam mendapatkan perlakuan dan tidak mendapatkan perlakuan. Dengan metode ini setiap kelompok akan menjalani dua kali eksperimen. Analisis data dibagi menjadi tiga analisis yaitu analasis efek periode dengan uji Mann-Whitney, analisis efek sisa dengan uji Wilcoxon, dan analisis efek perlakuan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok duduk-berdiri-stretching memiliki tingkat konsentrasi lebih baik dengan rerata penurunan nilai konsentrasi lebih rendah yaitu -1,19±3,25 dibandingkan kelompok duduk dengan rerata penurunan nilai konsentrasi 1,47±2,19 dengan nilai p = 0,001 yang menunjukan perbedaan yang signifikan antar posisi-belajar. Kata kunci: Konsentrasi belajar, duduk, duduk-berdiri-stretching
GAMBARAN POSTUR DAN KARAKTERISTIKNYA PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UMUM Celine Setiawan; I Putu Adiartha Griadhi; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P03

Abstract

ABSTRAK Postur adalah posisi yang dapat menopang tubuh saat duduk, berdiri, atau berbaring. Postur yang baik didapatkan dari adanya keselarasan antara bagian tubuh dengan otot-otot, sehingga distribusi beban tubuh tersebar merata. Postur yang buruk dapat menyebabkan distribusi beban tubuh menjadi tidak merata, serta dapat merubah penampilan seseorang dan juga dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri leher dan punggung. Namun tidak semua orang memiliki postur yang baik, dan tidak semua orang sadar akan pentingnya memiliki postur yang ideal. Sebagai calon praktisi kesehatan, mahasiswa rumpun kesehatan khususnya kedokteran seyogianya sadar akan pentingnya memiliki dan mempertahankan postur tubuh yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan postur dan karakteristiknya pada mahasiswa kedokteran umum.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 105 orang. Data penelitian adalah data primer yang dikumpulkan dari subjek yang berasal dari mahasiswa kedokteran umum Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai karakteristik pada subjek seperti postur terhadap riwayat kelainan anatomis, riwayat cedera, riwayat kelaianan selain pada sistem muskuloskeletal, jenis tas yang digunakan, persepsi diri, dan aktivitas fisik. Jenis tas, persepsi diri, dan aktivitas fisik memiliki gambaran yang cukup signifikan pada sampel. Karakteristik postur pada mahasiswa kedokteran umum lebih jelas terlihat pada aspek jenis tas, persepsi diri, dan aktivitas fisik. Kata kunci: Postur, Karakteristik Postur
GAMBARAN KEBUGARAN AEROBIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PESERTA SENAM JANTUNG SEHAT USIA 20-40 TAHUN DI KOTA DENPASAR Putu Seriari Ambarini; I Putu Adiartha Griadhi; I Dewa Ayu Inten D. P
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P12

Abstract

Kebugaran aerobik yang buruk dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, sehingga penelitian mengenai faktor-faktor yang memepengaruhi kebugaran aerobik penting dilakukan. Tujuan yang diinginkan yakni menentukan apakah terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, status gizi, serta aktivitas fisik terhadap kebugaran aerobik. Metode yang digunakan adalah analitik cross sectional yang melibatkan 100 peserta senam jantung sehat di Lapangan Renon Kota Denpasar usia 20-40 tahun pada bulan April sampai September 2018. Kebugaran aerobik dilihat dari nilai VO2maxnya, nilai VO2max diukur dengan metode 3-minutes step test. Teknik pengumpulan sampel dengan metode consequtive non-random sampling. Analisis data dilakukan dengan program statistik komputer secara bertahap dengan analisi univariat dan bivariat. Faktor yang berhubungan dengan kebugaran aerobik pada peserta senam jantung sehat di Lapangan Renon Kota Denpasar adalah status gizi (p= 0,001) dan aktivitas fisik dengan nilai P = 0,020. Faktor usia (p = 0,984) dan jenis kelamin (p = 0,095) tidak memiliki hubungan dengan kebugaran aerobik. Kata Kunci: kebugaran aerobik, status gizi, aktivitas fisik, 3-minutes step test
HUBUNGAN FAKTOR PENGHALANG BEROLAHRAGA TERHADAP TAHAP PERILAKU OLAHRAGA BERDASARKAN MODEL TRANSTEORI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI DENPASAR Yogi Haditya; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.548 KB)

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit-penyakit NCDs. Penanganan terbaik obesitas yang paling sederhana dan murah adalah olahraga. Namun terdapat dua hal yang mempengaruhi mau tidaknya seseorang berolahraga yaitu apakah terdapat faktor penghalang dan bagaimana perilaku berolahraganya saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional dan subjek penelitian mahasiswa PSPD FK UNUD pada semua angkatan. Responden di acak dengan metode two stages cluster sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan 58 pertanyaan untuk mengetahui persepsi halangan subjek untuk berolahraga dan menilai tahapan perilaku berolahraga yang sedang dialami. Terdapat 150 orang responden yang masuk menjadi sampel penelitian dari 180 kuesioner yang dibagikan. Data kemudian dianalisis menggunakan metode Chi square untuk menguji hubungan faktor penghambat dan perilaku berolahraga dan didapatkan Prevalence Ratio (PR) 8.5 dengan p=0.04 (signifikan). Sedangkan jika dilihat dari kelompok jenis kelamin dan perilaku berolahraga didapatkan PR 5.4 dengan p=0.045. Mahasiswa yang memiliki faktor penghambat memiliki risiko 8.5 kali lebih besar berada pada tahap awal perilaku berolahraga (prekontemplasi dan kontemplasi) dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki faktor penghambat. Sedangkan mahasiswa perempuan 5.4 kali lebih besar memiliki kecenderungan untuk memiliki perilaku berolahraga prekontemplasi dan kontemplasi dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki.
TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA PERMAINAN FINGER PAINTING DAN MERONCE DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KOTA DENPASAR I Nyoman Ari Suryawan; Ari Wibawa; I Putu Adiartha Griadhi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.686 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i01.p08

Abstract

Finger Painting and meronce could enhance fine motor in children aged 4-6 years. Children in this period was good physical or psychological development. This study aimed to find out difference of finger painting and meronce to improved fine motor development of preschool children in early childhood in Denpasar. This study used Quasy Experimental Design with pre and post test with control Group Design. The samples were divided into three groups with 14 children each group. The sampling technique was random sampling. Statistical test used one-way ANOVA. The results obtained p = 0,000 (p <0.05) which showed no difference between playing finger painting and meronce to improve motor development of preschool children. This study showed between finger painting and meronce were effective to improve motor development of preschool children with p = 0.192 in LSD post hoc test. The conclusion ofthis study was Finger Painting Game can enhance the fine motor development of preschoolers. Meronce game could enhance fine motor development of preschoolers. Finger Painting and Meronce games were equally effective on improving fine motor of preschoolers. The results of this study could be useful to stimulate the fine motor developmentof preschool children. Key Words: Finger Painting, Meronce, fine motor
INTERVENSI BALANCE STRATEGY EXERCISE LEBIH BAIK DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS DARIPADA ISOTONIC QUADRICEPS EXERCISE DENGAN BEBAN 1 KILOGRAM PADA LANSIA Gusti Agung Gede Rama Wintara; I Putu Sutha Nurmawan; I Made Muliarta; I Putu Adiartha Griadhi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.446 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i01.p02

Abstract

Balance is an ability to maintain the center of gravity when stationary and when moving. An experimental study conducted with Pre and Post Test Two Group Design to compare Balance Strategy Exercise and Isotonic Quadriceps Exercise with a 1 kilogram load in improving dynamic balance for elderly aged over 60 years. A sample of 26 peoples divided into two groups. Independent Samples T-test found the average difference in improvement of dynamic balance in Balance Strategy group was 6,00 and the Isotonic Quadriceps group was 2,69 with p=0,000 (p<0,05). BalanceStrategy Exercise can be summed better in improving dynamic balance rather than Isotonic Quadriceps with a load of 1 kilogram in elderly aged over 60 years at Pitra Village, Penebel District, Tabanan. Keywords: Dynamic Balance, Balance Strategy Exercise, isotonic Quadriceps Exercise, Functional Gait Assessment
HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN IMT DENGAN KEKUATAN OTOT GENGGAM PADA REMAJA PUTRI USIA 15-17 TAHUN DI SMK KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR I Gusti Agung Ayu Narita Savitri; I Made Niko Winaya; I Made Muliarta; I Putu Adiartha Griadhi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 3 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i03.p10

Abstract

Kekuatan otot genggam adalah salah satu elemen penting dalam melakukan aktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persentase lemak tubuh dan IMT dengan kekuatan otot genggam pada remaja putri usia 15-17 tahun di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analytic yang dilakukan pada April 2019. Sample diambil dengan teknik Simple Random Sampling dengan sampel berjumlah 85 orang. Uji hipotesis yang digunakan adalah Chi Square Test dan didapatkan hasil nilai p 0,002 untuk hubungan kekuatan otot genggam dengan persentase lemak tubuh, dan p 0,024 untuk hubungan dengan IMT, atau p<0,05. Prevalence Ratio remaja memiliki kekuatan otot genggam kategori lemah adalah 4,073 [95% CI 1,629-10,186] untuk kategori persentase lemak overweight dan obesitas dibandingkan kategori good dan acceptable serta 2,771 [95% CI 1,128-6,808] untuk perbandingan kategori IMT obesitas dan gemuk dengan kategori normal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan kekuatan otot genggam, dan hubungan antara IMT dengan kekuatan otot genggam pada remaja putri usia 15-17 tahun di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Kategori overweight dan obesitas memiliki risiko 4,073 kali lebih tinggi berkategori otot genggam lemah dibandingkan kategori persentase lemak good dan acceptable, dan kategori IMT gemuk dan obesitas memiliki risiko berkategori kekuatan otot genggam lemah 2,771 kali lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang berkategori IMT normal. Kata Kunci : persentase lemak tubuh, IMT, kekuatan otot genggam
PENGARUH PEDAL EXERCISE DAN PEREGANGAN OTOT BETIS LEBIH EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN NILAI AMBANG NYERI OTOT BETIS PADA PEMOTONG KAIN DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN Ni Putu Ayu Sasmita Sari; I Made Niko Winaya; I Putu Adiartha Griadhi; I Putu Gede Adiatmika
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.878 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i01.p10

Abstract

ABSTRACT Stands work attitude in a long time cause muscle complaints on fabric cutters worker. The purpose of this studyis knowing whether effect of pedal exercise and stretching calf muscles more effective to increase threshold of calfmuscle pain on the fabric cutters worker. Measurement of the value of pain was measured using a sphygmomanometerThis study is experimental research using Pre Test and Post Test Control Group Design. These samples included 20people who were divided into group treatment and group control. Group treatment was given pedal exercise andstretching calf muscles, while Group control without treatment. Hypothesis test by paired sample t-test in group treatmentis p=0.000 with a mean difference 30.00±16.99, that mean is it can increase threshold of calf muscle pain, while incontrol group is p=0.758 with a mean difference 1.00±9.94, that mean is it can’t increase threshold of calf muscle pain.At different test between treatment group and control group using independent sample t-test was obtained p=0.000(p<0.05). Based on these results, it can be concluded that pedal exercise and stretching calf muscles more effective toincrease threshold of calf muscle pain. Keywords: pedal exercise, stretching, calf muscle pain, fabric cutter
PENAMBAHAN BALLISTIC STRETCHING PADA LATIHAN KNEE TUCK JUMP LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN VOLI LAKI-LAKI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Made Dwi Apri Pramana; I Putu Sutha Nurmawan; I Putu Adiartha Griadhi; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.214 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i01.p06

Abstract

Muscle power was defined as the combination between speed and strenght of muscle contraction and enters in the fitness components. Plyometrics exercises can be used to improve the skills of volleyball players. This study was an experimental study using research designs pre test and post test control group design. The sampling technique inthis study with a simple random sampling. The total sample of 20 person so in one group consisted of 10 person. The first group was given additional ballistic stretching on knee tuck jump exercise. The second group was given knee tuck jump exercise. Measurements of leg muscle power using vertical jump test. Normality test p > 0.05 and homogeneitytest p > 0.05. The results showed an increase in leg muscle power in first group amounted to 14.30 cm and in second group an increase of 7.70 cm. Paired samples t-test p value = 0.000 (p <0.05) in first group and p = 0.000 (p < 0.05) in second group. Test increase explosive power leg muscle after exercise in both groups using independent sample t-test obtained first group and second group where p = 0.000 (p <0.05) with an increase in the percentage of 30.95% in the first group and 16.73% in the second group. From the research done can be concluded that the addition of ballisticstretching on knee tuck jump exercise is more effective than knee tuck jump exercise in increasing explosive power leg muscle in male volleyball players Medical Faculty Of Udayana University. Keywords: muscle power, ballistic stretching, knee tuck jump, vertical jump test.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Parama Swari Khrisna Adela Nathania Adiputra, LMIS. Handari Agung Istri Dewi Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Andy Sirada Ari Wibawa Ari Wibawa Arisandy Achmad Aryaning Dwi Antyesti Bagus Komang Satriyasa Bambang Widayanto Bertha Melyana Catherina . Celine Setiawan Cindy Anastasia Okhotan Clarin Hayes Clorinda Chandra D A inten Damha Al Banna Dedi Silakarma Dewa Agung Gina Andrini Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dharshinee Suresh Kumar Dionisius Wora Ditha Subagiantara Djuliana, Salsabila Fernanda Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S. Psi. M. Erg Eka Oktafianti Eko Wibowo Ellisa Koeswanto Felicia Holil Fendy Nugroho Frida Angelina Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gede Desy Darmawan Gusti Agung Gede Rama Wintara I Dewa Ayu Inten D. P I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Gd Mediastama I Gede Wahyu Adi Raditya I Gede Widyatmika Pratama I Gusti Agung Ayu Narita Savitri I Gusti Ayu Mega Purwani I Gusti Ayu Surya Nirmala I Gusti Putu Adietha Chandra Putra I Ketut Suyasa I Ketut Wedarthana Aditya Prana I Komang Bintang Satria Mahaputra I Made Ady Wirawan I Made Ari Sastrawan I Made Dhita Prianthara I Made Dwi Apri Pramana I Made Dwi Ariyuda I Made Jawi I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made, Muliarta I Nengah Sandi I Nyoman Adi Putra I Nyoman Agus Pradnya Wiguna I Nyoman Ari Suryawan I Nyoman Baktiyasa I Nyoman Sutarsa, I Nyoman I P G. Adiatmika I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Meika Semara Putra I Putu Prisa Jaya . I Putu Sutha Nurmawan I Wayan Sugiritama I Wayan Weta Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Bagus Gede Danny Ananta Ida Bagus Ngurah Ida Bagus Ngurah Ida Sri Iswari IKW. Suryawan Imakulata Magi Loda indah adiputra Indira Juhanna Indira Juhanna Indira Vidiari J Indira Vidiari J Indira Vidiari Juhanna Indira Vidiari Juhanna Indra Lesmana Ireene Hillary Artauli Sinurat J. A. Pangkahila James W H Manik Jawi, Made Joanne Ingrid Robot Jonathan David Rajaratnam Peter K Tirtayasa K tirtayasa Kadek Nindia Dwi Pratiwi Putri Ketut Tirtayasa Kevin Kusuman Khaerul Anam Komang Dhyanayuda P. Komang Satrya Wirawan Komang Trisna Bayu Suta Krismawati, Luh Dwi Erna Kristina Puspadewi Kusuma Sri Whisnu Puteri Kusumaningrum, Cornelia Ayu Leandra Erdina Usmany Lia Arista Wijaya Lidia Valentin Lilik Evitamala Liowina Adlin Hokky LMIS. Handari Adiputra Luh Made Indah S.H. Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Luh Made Indah Sri Handari Luh Made Indah Sri Handari Adiputra LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Ratna S Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M. Ali Imron M. Irfan Made Aditya Yogi Guntara Made Hendra Satria Nugraha Made Krisna Dinata Made Kristira Yanti Made Widnyana Manuela Serrano, Christina Zita Maria Imaculata Date Marta Wangsadinata Wong Md Ayu Puspita Citra Novelia Mezzi Wulandari Arenza Moh. Ali Imron, Moh. Muh Irfan Muh Irfan Muh. Ali Imron Muh. Ali Imron Muh. Irfan Muh. Irfan Muh. Irfan Muhammad Ali Imron Muhammad Ali Imron Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Munawwarah, Muthiah Muthia Munawaroh Muthiah Munawaroh Mutiah Munawarah N. Adiputra N. Adiputra Ni Kadek Utari Warmadewi Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Sri Padmiswari B Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Indri Sagita Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Ayu Sasmita Sari Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nilam Sari Nur Basuki Nurpratiwi, Resti Oktovianus Fufu Oktovianus Fufu Olivia Theodora, Olivia Pande Made Indra Premana Putu Astawa Putu Ayu Sita Saraswati Putu Dyah Wulandari Putri Putu Dyah Wulandari Putri Putu Gupta Arya Gumilang Putu Rina Indahsari Putu Satriya Yudha Permadi Putu Seriari Ambarini Rahita, Dewa Ayu Agung Mas Berliana Rahma Cempaka Putri Reza Fatchurahman Risna Dea Pramita Rita Maria S Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana Santi Bery Hastuti Sienny Muliaty Sumali Suadnyana, Ida Ayu Astiti Sugijanto - Sugijanto - Suryawan, IKW. Susanto, Vennesa Vitari Maureen Susy Purnawati Sutjna, Dewa Putu Tirtayasa, Ari Tjokorda Gde Bagus Mahadewa Triyanto Nugroho Ummaiya, Fadilla Vennesa Vitari Maureen Susanto Virgilya S Wahyu Gunarto Wahyuddin, Wahyuddin Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wirawan, IMA. Yogi haditya Yohanes Seran