Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Proliferasi Lapisan Endometrium Mencit (Mus musculus) Salahuddin, Muhammad Soleh; Safitri, Erma; Yunita, Maya Nurwartanti; Susilowati, Suherni; Hamid, Iwan Sahrial; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.497 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss1.2019.49-54

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak kedelai untuk meningkatan proliferasi lapisan endometrium dalam proses perkembangan organ uterus pada mencit (Mus musculus) betina. Kelompok kontrol (K) tidak diberi perlukaan. Kelompok P1 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 12,5mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 25mg/kgBB. Kelompok P3 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 37,5mg/kgBB. Kelompok P4 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 50mg/kgBB. Perlakuan dilakukan setiap hari sekali selama empat belas hari. Hasil uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Ketebalan endometrium kelompok P2, P3, dan P4 berbeda secara nyata (p<0,05), dengan kelompok kontrol (K), dan kelompok kontrol (K) tidak berbeda nyata dengan kelompok P1 (p>0,05), serta kelompok P1 tidak berbeda nyata dengan kelompok P2 (p>0,05). Kandungan senyawa fitoestrogen yaitu isoflavon berupa daidzein dan genistein bekerjasama dalam mengoptimalkan proliferasi lapisan endometrium pada uterus mencit (Mus musculus) betina. Daidzein bekerja sebagai senyawa estrogenik untuk berikatan dengan reseptor estrogen pada uterus dan genistein bekerja sebagai penghambat pertumbuhan lapisan endometrium yang berlebih pada jumlah tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kedelai (Glycine max) efektif untuk peningkatan proliferasi lapisan endometrium pada uterus mencit betina.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak n-Heksana dan Kloroform Daun Sirsak (Annona muricate L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro Lake, Werenfridus Kono; Hamid, Iwan Sahrial; Saputro, Amung Logam; Plumeriastuti, Hani; Yustinasari, Lita Rakhma; Yunita, Maya Nurwartanti
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.135 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss1.2019.60-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun sirsak terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi diproses dengan metode maserasi terlebih dahulu dengan n-heksana kemudian kloroform. Aktivitas antibakteri diukur secara in vitro dengan menggunakan metode difusi agar menggunakan paperdisk. Aktivitas antibakteri diuji dengan analisis variansi (ANOVA) dengan nilai signifikansi 0,5% untuk mengetahui pengobatan mana yang memiliki efek atau berbeda secara signifikan dengan dosis masing-masing 300 mg/ml, 250 mg/ml, 200 mg/ml, 150 mg/ml, 100 mg/ml dan menghasilkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat berturut-turut 16,70 mm; 14,05 mm; 11,45 mm; 9,85 mm; 3,00. Hasil pemeriksaan aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak n-heksana dan kloroform dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 250 mg / ml dengan diameter zona hambat 14,05 mm. Ekstrak dengan aktivitas tertinggi ditentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum (MIC). Ekstrak kloroform daun sirsak dari bakteri Staphylococcus aureus yang berada pada konsentrasi 100 mg/ml dengan zona hambat 3,00 mm.
Isolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus pada Susu Kambing Peranakan Etawah Penderita Mastitis Subklinis di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi Hayati, Laila Nur; Tyasningsih, Wiwiek; Praja, Ratih Novita; Chusniati, Sri; Yunita, Maya Nurwartanti; Wibawati, Prima Ayu
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.094 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.76-82

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan mastitis subklinis pada Kambing Peranakan Etawah (PE) yang menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar akibat turunnya produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Staphylococcus aureus pada susu kambing PE pederita mastitis subklinis di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Sampel yang digunakan berupa susu kambing PE yang diambil pada bulan Desember 2018 di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Metode sampling yang digunakan yaitu metode purposive sampling dimana kriteria kandang yang menggunakan bahan baku kayu dan bambu, umur kambing PE 2-3 tahun, kambing yang aktif diperah dan terbukti positif 3 dan 4 mastitis subklinis melalui uji CMT. Sampel yag didapat sebanyak 17 kemudian dianalisis laboratorik di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Banyuwangi. Tahap isolasi pada media MSA dan dilanjutkan tahap identifikasi dengan menggunakan pewarnaan Gram, uji katalase, uji manitol, uji koagulase dan uji VP. Diperoleh hasil yaitu terdapat 16 (94.1%) sampel positif Staphylococcus aureus.
Deteksi Residu Antibiotik Oksitetrasiklin pada Susu Kambing Peranakan Etawah di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi dengan Uji Bioassay Prameswari, Ratna Ajeng; Sarudji, Suryanie; Praja, Ratih Novita; Tyasningsih, Wiwiek; Yunita, Maya Nurwartanti; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.627 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.112-118

Abstract

Oksitetrasiklin diketahui sebagai salah satu antibiotik yang sering digunakan dalam menangani kasus mastitis pada hewan ternak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui ada atau tidaknya residu oksitetrasiklin pada susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Sampel susu di koleksi kemudian dilakukan pengujian residu antibiotik dengan metode uji bioassay menggunakan bakteri standar Bacillus cereus ATCC 11778. Penelitian yang dilakukan pada 26 sampel susu yang di ambil secara acak berasal dari ternak kambing perah PE di dapatkan hasil yang negatif. Hal ini di tunjukkan dengan tidak terbentuknya zona hambat di sekitar well yang diisi sampel susu. Berbeda dengan kontrol postif oksitetrasiklin dengan konsentrasi 1 µg/ml yang menghasilkan zona hambatan sekitar 18 mm. Dapat disimpulkan bahwa 100% dari 26 jumlah sampel susu kambing PE yang di ambil secara acak dan di periksa dari Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi tidak mengandung residu antibiotik oksitetrasiklin.
Pengaruh Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Kepadatan Kolagen dalam Proses Penyembuhan Luka Eksisi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Cahya, Rizka Wulan; Yudaniayanti, Ira Sari; Wibawati, Prima Ayu; Yunita, Maya Nurwartanti; Triakoso, Nusdianto; Saputro, Amung Logam
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.313 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.25-30

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap kepadatan serabut kolagen dalam penyembuhan luka eksisi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dua puluh ekor tikus jantan dibagi secara acak menjadi lima kelompok, terdapat kontrol negatif (K-) yang diberikan basis salep, kontrol positif (K+) yang diberikan povidone iodine 10%, kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang diberikan salep ekstrak daun sukun 6,25%; 12,5%; dan 25%. Terapi diberikan sekali sehari selama empat belas hari. Hasil uji nonparametrik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. kelompok kepadatan kolagen P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata (p>0,05), tetapi berbeda nyata dengan kelompok K- dan K+. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sukun efektif untuk meningkatkan kepadatan kolagen dalam proses penyembuhan luka eksisi.
Gambaran Histologi Jaringan Tulang Ekstremitas Biawak Air (Varanus salvator) dengan Metabolic Bone Disease Prameswari, Febriana Hawa; Arimbi, Arimbi; Yunita, Maya Nurwartanti; Plumeriastuti, Hani; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.271-276

Abstract

Biawak air berjenis kelamin betina, berusia tiga bulan dengan berat badan 1.2 kg diambil dari suatu penangkaran, mengalami kelumpuhan selama tiga hari dan didiagnosa menderita metabolic bone disease. Eutanasia dan nekropsi dilakukan untuk mengamati gambar mikroskopis dari jaringan tulang. Sampel tulang diambil dari tujuh tulang ekstremitas yaitu os scapula, humerus, radius, ulna, femur, tibia, dan fibula. Pengamatan mikroskopis menunjukkan aktivitas sel osteoklas yang berlebihan dalam jaringan kompak, jaringan tulang rawan abnormal berada di antara jaringan tulang kompak dewasa, serta beberapa jaringan tulang rawan yang mengandung jaringan lemak. Hal ini menyebabkan tulang kompak kehilangan kepadatan tulang dan membuat struktur tulang biawak air menjadi sulit untuk regenerasi dengan baik sehingga pertumbuhan tulang pada biawak air menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan biawak air kesulitan untuk berjalan atau mengalami kelumpuhan. Pemeriksaan kalsium dan fosfor dalam darah ditemukan ketidakseimbangan.
Carcass Quality and Tetracycline Residues in Broiler Chicken Meat in Banyuwangi Traditional Market Subagyo, Safira Fauziyyah; Harijani, Nenny; Wibawati, Prima Ayu; Effendi, Mustofa Helmi; Chusniati, Sri; Yunita, Maya Nurwartanti
Jurnal Medik Veteriner Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol4.iss1.2021.1-7

Abstract

This study aimed to examine the quality of broiler carcasses in the Banyuwangi traditional market with carcass quality examination based on SNI number 3924-2009 and tetracycline antibiotic residues test based on SNI number 7424:2008. A total of ten broiler chicken sellers as representative of almost all broiler chicken sellers in the Banyuwangi market, with each seller was taken for one carcass in this research. Carcass quality examination used a standart carcasses weight 1,0-1,3 kg. Carcass quality examination was carried out with descriptive analysis with reference to the physical characteristics of SNI (Standarisasi Nasional Indonesia). The bioassay method is used to test for tetracycline antibiotic residue. The result of the carcass quality examination showed that from the whole sample consisting of conformation, disjointed or broken bones and missing parts, discolorations, and cleanliness of broiler carcasses are good enough. The percentage quality of broiler carcasses quality I is 60%, quality II is 30% and quality III is 10%. The examination of antibiotic tetracycline residues in broiler meat showed negative results indicating that no feeds containing additional antibiotics made carcasses in the traditional Banyuwangi market safe for consumption.
Serodeteksi Brucellosis dengan Metode Rose Bengal Test dan Complement Fixation Test pada Sapi Perah di Banyuwangi Wilujeng, Estiary; Suwarno, Suwarno; Praja, Ratih Novita; Hamid, Iwan Sahrial; Yunita, Maya Nurwartanti; Wibawati, Prima Ayu
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.188-195

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeteksi adanya antibodi dari Brucella pada ternak sapi perah betina di Banyuwangi menggunakan uji Rose Bengal Test (RBT) untuk uji cepat dan dikonfirmasi dengan menggunakan Complement Fixation Test (CFT). Sebanyak 84 sampel dari 516 sapi perah betina di Banyuwangi, kemudian diambil secara acak. Sampel yang diambil berasal dari serum sapi perah betina. Hasil penelitian ditemukan dua sampel yang dinyatakan positif Brucellosis dengan uji RBT dan CFT. RBT merupakan uji screening yang dapat memberikan hasil positif palsu, dan kemudian dikonfirmasi dengan uji CFT untuk melihat titer hasil vaksin atau infeksi alam. Hasil positif pada uji RBT memiliki hubungan dengan hasil titer CFT karena titer antibodi pada RBT dapat diukur dari derajat aglutinasi yang terbentuk. Hasil seropositif penyakit Brucellosis di Banyuwangi sebesar 2%.
Pola Pertumbuhan Ayam Broiler Strain Lohmann Berdasarkan Osteometri Tulang Sayap Megawati, Neneng Ismi; Dhamayanti, Yeni; Soeharsono, Soeharsono; Yudhana, Aditya; Yunita, Maya Nurwartanti
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.216-223

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan osteometri serta untuk mengetahui titik osteometri tulang sayap ayam broiler strain Lohmann. Pengukuran tulang sayap dilakukan dengan mengukur panjang, lebar, keliling dan barat tulang dengan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm. Hasil penelitian pola pertumbuhan ayam broiler strain Lohmann tulang sayap pada umur 7, 21 dan 35 hari, diperoleh  hasil yang signifikan  (p<0.05) terhadap nilai rata-rata panjang, lebar (proximal, corpus dan distal), keliling (proximal, corpus dan distal) dan berat pada os scapula, os coracoid dan os clavicula dan tulang-tulang alat penyusun gerak bebas yang terdiri dari os humerus, os radius, os ulna, os metacarpal I, os metacarpal II, os metacarpal III, ossa digiti I, ossa digiti II dexter phalang I dan Phalang II, ossa digiti II sinister Phalang I dan Phalang II  serta os digiti III. Data di analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) selanjutnya diuji menggunakan uji Post Hoc Duncan. Ayam broiler strain Lohmann memiliki titik pertumbuhan maksimum saat berumur 21 hari yang ditunjukkan dengan terlihat ada titik optimal dan di lanjutkan dengan pertumbuhan yang melambat. Pada titik ini memicu pembentukan daging pada ayam broiler strain Lohmann sebelum ayam mencapai batas pertumbuhan.
Toxic Effect of Robusta Coffee Extract (Coffea canephora) on Bali Cattle Spermatozoa After Equilibration Fiqih, Adam Fahmi; Soeharsono, Soeharsono; Plumeriastuti, Hani; Yunita, Maya Nurwartanti; Dhamayanti, Yeni; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol4.iss2.2021.189-192

Abstract

The aim of this study was examine the effect of robusta coffee in bali cattle semen. A total of six cattles cement were given four treatments each P0 without adding Robusta coffee extract, P1 was given an additional 5%, P2 10%, and P3 15%. The results are observed by assessing motility, viability, and abnormalities. The data obtained were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) and continued with the duncan. Based on the analysis of variance in obtaining the results of the study, it was shown motility of P0 was significantly different from P1, P2, and P3 (p<0.05). Viability of P0 (control) different significantly from P1 , P2, and P3 (p<0.05). P3 motility different significantly from P0, P1, and P2 (p<0.05). Addition of robusta coffee extract of 10% and 15% decreased spermatozoa quality.
Co-Authors Agustono, Bodhi Al arif, Mohammad Anam Al-Zuhroh, Tisya Yumn Arimbi Ashari, Lukman Baroroh, Diana Nova Cahya, Nedriana Cahya, Rizka Wulan Chozin, Aminullah Alhady Chusniati, Sri Dayanti, Efin Windi Epy Muhammad Luqman ERMA SAFITRI Erma Safitri Faisal Fikri Faizal Ulhaq Fania Aulia Rahma Farodina Azka Zhafira Fatimatus Zahro, Fatimatus Fiqih, Adam Fahmi Hamid, Iwan Sharial Hani Plumeriastuti Harelas, Genoveva Callista Hayati, Laila Nur Herdiansyah, Akbar Dimas IMAM MUSTOFA Indaka Rachmach Choirunnisa iqbal dwi warsito Ira Sari Yudaniayanti Ivanalee, Angela Swasti Iwan Sahrial Hamid Iwan Sahrial Hamid Kuncoro Puguh Santoso Kuncorojakti, Suryo Kusuma, Agung Jati Kusumastuti, Imbi Lake, Werenfridus Kono Lita Rakhma Yustinasari Megawati, Neneng Ismi Mirza Atikah Madarina Hisyam Moch. Ilham Riza Fahlefi Muhammad Thohawi Elziyad Purnama Murjianingsih, Fitriani Mustofa Helmi Effendi Nenny Harijani Nesa Putri Candra Cahyani Nina Amalia, Nina Ningrum, Indah Puspita Nove Hidajati Novitasari, Seline Putri Nusdianto Triakoso Praja, Ratih Novita Prameswari, Febriana Hawa Prameswari, Ratna Ajeng Prastiya, Ragil Angga Pratika, Selva Primarizky, Hardany Putri, Diana Novita Putrianirma, Rizki Rahmadani, Aurel Aulia Rahmahani, Jola Rahmawati, Anlisia Salahuddin, Muhammad Soleh Salsabila Putri, Elma Santoso, Kuncoro Puguh Saputro, Amung Logam Sari, Shelly Oktania Nurvita Sekarsari, Dara Ayu Pramesti Shabrina Fauzia Prayoga Soeharsono Soeharsono Solikhah, Tridiganita Intan Subagyo, Safira Fauziyyah Suciyono, Suciyono Suherni Susilowati Suryanie Sarudji Suwarno Suwarno Trilas Sardjito Tyasningsih, Wiwiek Wardana, Prasvita Rosa Warsito, Sunaryo Hadi Wibawati, Prima Ayu Widya Paramita Lokapirnasari Widya Paramita Lokapirnasari Wijaya, Achmad Arby Wijaya, Nanik Sianita Wilujeng, Estiary Yeni Dhamayanti Yudhana, Aditya Zhafira, Farodina Azka Zhaza Afililla Zulianti, Brillia