Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : E-JURNAL LINGUISTIK

TRANSLATION OF FIGURATIVE SENSES IN BIANGKELADI INTO ENGLISH IN THE MASTERMIND Taopan, Talita Kum; Sudipa, I Nengah; Gde Sosiowati, I Gusti Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.107 KB)

Abstract

ABSTRACTSome textual materials are occasionally using figurative language. Figurative language is used in any form of communication, such as in daily conversation, articles in newspaper, advertisements, novels, poems, etc. The aim of this study is to analyze the translation procedures applied in translating figurative senses taken from a short story entitled Biangkeladi and translated into The Mastermind. Based on the analysis, there are two common procedures applied; there are transposition and modulation. By considering the figurative senses, the translator should have more attention to choose the lexicon used in TL and the lexicon used is appropriate to convey the meaning in TL ABSTRAKBeberapa teks ada kalanya menggunakan gaya bahasa majas, yang digunakan dalam berbagai ragam komunikasi, seperti dalam percakapan sehari- hari, dalam tulisan artikel, Koran, majalah, novel, puisi dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis prosedur penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan tulisan bergaya bahasa majas yang diambil dari sebuah cerita pendek berjudul Biangkeladi dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa sumber dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai bahasa target. Dari hasil penelitian, terdapat dua prosedur penerjemahan yang dipakai, yaitu Transposition dan Modulation. Dengan memperhatikan penggunaan gaya bahasa majas, seorang penerjemah akan memilih kata yang tepat untuk digunakan pada bahasa target dan kata yang digunakan dapat mengimplementasikan arti dari bahasa sumber
KESANTUNAN BAHASA PEREMPUAN PADA NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI Astrini Utami, Ni Nyoman; Simpen, I Wayan; Gde Sosiowati, I Gusti Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.705 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dari prinsip kesantunan oleh tokoh perempuan pada novel Tempurung karya Oka Rusmini dan mencari faktor-faktor yang mendorong tokoh perempuan untuk melanggar serta menaati prinsip kesantunan. Tempurung merupakan novel yang didominasi dengan tokoh perempuan dan dengan latar belakang kebudayaan Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat.Data yang sudah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode padan. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran dan penaatan pada maksim permufakatan, maksim kesimpatisan, maksim penerimaan, maksim kesederhanaan, maksim kebijaksanaan, dan maksim kedermawanan. Faktor-faktor yang mendorong pelanggaran prinsip kesantunan yaitu, keinginan untuk meminimalisir pilihan dari penutur untuk petutur, menuturkan tuturan secara langsung, jarak sosial, dan memberikan kerugian pada orang lain. Sementara faktor-faktor yang mendorong untuk menaati prinsip kesantunan yaitu, menambahkan keuntungan, keinginan untuk memberikan penghargaan, meminimalisasi penghargaan untuk diri sendiri, dan menghargai keputusan orang lain atau petutur. ABSTRACTThis study isaimed at determining the application of the politeness principle by female characters in the novel Tempurung by Oka Rusmini and finding the factors that encourage female characters to violate and apply the principal politeness. Tempurung is a novel dominated by female characters with the background of the culture of Bali.This study used qualitative approach. Observation method and note taking technique were used in collecting data, while the identity method was conducted to analyze the data. The result of data is presented by using informal method. The results showed that there were violations and compliance of tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Factors that encourage the violation of the politeness principle are the desire to minimize the other’s or addresses’s option, the direct speech, social distance, and inflicting damage on the others. While factors that female characters obey the politeness principle are to maximize benefit to others, maximize appreciation to others, minimize appreciation to self, and respect the descisions of others.
Co-Authors Aeniaska, Nanda Putri Agus Yuda Renanda Sanditha Anak Agung Gde Bagus Rama Putra Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Anggelliya, Ni Putu Cahya Arya Prawira Kusuma David Samuel Latupeirissa Dewa Ayu Dian Astawa Putri Efraim Aero Eka Putri, A.A. Sg. Istri Adisti Gres Rewung Kadmaerubun Gusti Ayu Indah Lestari I Gede Bagus Ariwangsa Rahmastra I Gede Pariasa I Gusti Agung Istri Aryani I Gusti Ayu Mahatma Agung I Gusti Ayu Mahatma Agung I Ketut Artawa I Ketut Darma Laksana I Ketut Oka Ribawa I Komang Sumaryana Putra I Komang Sumaryana Putra I Made Budiarsa I Made Exis Wijaya I MADE RAJEG I Made Sena Darmasetiyawan I Made Winaya I Nengah Sudipa I Nyoman Arya Wibawa I Nyoman Udayana I WAYAN PASTIKA I Wayan Simpen Ida Ayu Made Puspani Ida Bagus Putra Yadnya Kadek Adi Eka Wijaya konflik Sri Purnami Luh Ayu Deviana Sintya Luh Putu Laksminy Made Diah Padmawati Made Dody Aryawan Made Ratna Dian Aryani Made Sri Satyawati Matradewi, Ni Ketut Widhiarcani Miina Norvik Ni Kadek Diah Darmayani Ni Ketut Sri Rahayuni Ni Ketut Widhiarcani Matradewi Ni Luh Kade Yuliani Giri Ni Luh Ketut Mas Indrawati Ni Luh Nyoman Seri Malini Ni Luh Putu Yurikayani Ni Made Ayu Aprilia Gayatri Ni Made Ayu Widiastuti Ni Made Utari Handayani Ni Nyoman Astrini Utami Ni Nyoman Ayu Sanjiwani Ni Putu Alma Meyla Putri Ni Putu Devi Lestari Ni Putu Intan Gustianingsih Ni Putu Santi Ashari Rahayu Ni Wayan Evitayani Ni Wayan Sukarini Nissa Puspitaning Adni Putu Ayu Asty Senja Pratiwi Putu Gita Andriyani Putu Indry Prabhaswari Putu Lirishati Soethama Putu Rara Enika Sarash Putu Wahyu Widiatmika Putu Weddha Savitri S.A.I. Maharani Suarnanda, Ni Kadek Dea Nirmala Taopan, Talita Kum Tri Wulandari Widiatmika, Putu Wahyu Wulandari, Putu Gita Putri