p-Index From 2021 - 2026
4.154
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Buletin Udayana Mengabdi ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Widyanuklida Journal of Marine Research Jurnal Akuntansi AKUNESA BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Jurnal Simetris Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Religio : Jurnal Studi Agama-agama WARTA Tajdida Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis JHP17 (Jurnal Hasil Penelitian) Jurnal Kelautan Tropis KLIK (Kumpulan jurnaL Ilmu Komputer) (e-Journal) Ishraqi Profetika Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan JURNAL ILMU BUDAYA Journal of Elementary Education Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Journal of Accounting and Management Innovation Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE) Journal of Industrial Engineering Management Paradigma Omni-Akuatika Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Bina Praja JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Serambi Engineering Patria Artha Technological Journal KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Barometer Arthavidya Jurnal Ilmiah Ekonomi PROSIDING SEMINAR NASIONAL LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) MANDALA Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis Unistek: Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Accounting and Management Innovation Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Pustaka Aktiva : Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Valuta
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Keganasan Bakteri Vibrio pada Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Desrina Desrina; Arief Taslihan; Ambariyanto Ambariyanto; Suryaningrum Susiani
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.702 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.11.3.119-125

Abstract

Tiga belas isolat bakteri Vibrio yang terdiri atas 6 spesies diuji keganasannya pada ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) sehat yang berukuran panjang 9 – 13 cm dan berat 20 – 30 g. Ke enam spesiesbakteri Vibrio yang diuji adalah Vibrio alginolyticus (6 isolat), V. vulnificus (2 isolat), V. ordalii (2 isolat) V. fluvialis, V. anguillarum dan V. mectnikovii masing masing 1 isolat. Bakteri Vibrio ini berasal dari ikan Kerapu sakit dan air tambak dari berbagai tempat di Indonesia. Uji keganasan dilakukan dengan menyuntikkan suspensi bakteri sebanyak 0,5 ml x 109 CFU/ml secara intramuskular di bagian dorsolateral. Jumlah ikan yang disuntik adalah 5 ekor/isolat. Ikan kontrol (5 ekor) disuntik dengan 0,5 ml PBS steril. Ikan dipelihara selama 2 minggu didalam akuarium (vol air 40 L) yang dilengkapi dengan aerator. Jumlah ikan yang mati, waktu kematian serta gejala klinis yang terlihat dicatat. Untuk memastikan sebab kematian dan mengkonfirmasikan keberadaanbakteri vibrio yang disuntikkan, ikan yang mati dibedah dan bakteri diisolasi dari ginjal dan luka pada tubuh. Pada akhir penelitian semua ikan yang masih hidup dibunuh dan bakteri diisolasi dari ginjal. Bakteri hasil uji keganasan diidentifikasi dengan metoda biokimia. Semua isolat menyebabkan kematian pada ikan uji kecuali V.metchinovkii dan tidak ada ikan kontrol yang mati. Kultur murni isolat yang disuntikkan direisolasi dari semua ikan yang mati. Berdasarkan jumlah ikan uji yang mati dan waktu kematian isolat terdapat 4 isolat yang ganas yaitu V.anguillarum, V. ordalii (S) dan V. fluvialis (S) dan V. alginolyticus 8 (J). Gejala klinis ikan yang sakit sama yaitu nafsu makan berkurang, berenang miring dan lemah, ginjal pucat warna tubuh gelap. Beberapaisolat menyebabkan luka di punggung yang berkembang jadi borok.Kata kunci: keganasan, Vibrio, Kerapu, ikan, penyakit.Thirteen isolates of Vibrio which consists of 6 spesies were tested its virulency on healthy fishes, Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) with size 9 – 13 cm (tota length) and 20 – 30 g (weight). Those sixspecies of Vibrio were Vibrio alginolyticus (6 isolate), V. vulnificus (2 isolate), V. ordalii (2 isolate) V. fluvialis (1 isolate), V. anguillarum (1 isolate) and V. mectnikovii (1 isolate). These Vibrio were isolated from sick Kerapu and water pond from various places in Indonesia. The test was done by intramuscular injection of bacteria suspension i.e. 0,5 ml x 109 CFU/ml on the dorsolateral of the fish. The number of injected fish were 5 fish/isolate, while control fishes were injected with 0,5 ml of sterile PBS. The fishes were grown for 2 weeks on 40 L aerated aquariums. Mortality of the fish, time as well as clinical simptoms were recorded. The occurence of injected bacteria was confirmed by isolating the bacteria from the kidney and wound of the dead fishes At the end of the experiment all the live fishes were killed and bacteria on its kidney were isolated. All thebacteria were identified by using biochemical method. The results showed that all isolates have caused mortality on the fish except V. metchinovkii as well as control fishes. Four other isolates were found to be virulence. Clinical simptoms of sick fishes were the same i.e. lack of feeding activity, abnormal swimming activity and weak, pale kidney, and dark colouration of the skin. Several isolates have caused wound on the back of the fish as well.Key words: virulency, Vibrio, Kerapu, fish, diseases.
Asexual Reproduction of Black Sea Cucumber from Jepara Waters Retno Hartati; Muhammad Zainuri; Ambariyanto Ambariyanto; Sri Redjeki; Ita Riniatsih; Ria Azizah; Hadi Endrawati
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 24, No 3 (2019): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.263 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.24.3.121-126

Abstract

Black sea cucumber or Lollyfish are trade name for Holothuria atra, one species of family Holothuriidae abundance in Jepara waters, especially in Panjang Island.  They inhabit on the seabed, in shallow waters on reefs and sand flats or in Seagrass meadows. Beside reproduce sexually, H. atra also do fission (biology), i.e. able to reproduce asexually by transverse fission. Monthly survey has been conducted for three months to determine frequency of fission among H. atra population in Panjang Island waters. In total 891 individu of H. atra inhabit in seagrass meadow mixed with rubble were examimed. In fissiparous sea cucumber, transverse fission are followed by regeneration and in this research identified from external observations. The fission state was divided into three category, i.e. closed wound (Category 1), little regeneration either posterior or anterior part (category 2), moderate regeneration either posterior or anterior part (category 3).   The result showed that the fission frequency was highest during end of rainy season in April (13,21%) and decreased during May (4,61%) and June (4,86%). Body regeneration seem happened fast, since the new individu sea cucumber at category 1 was low but high as category 3. The regeneration were related with the condition of environment.
Identifikasi Sand Dollar dan Karakteristik Habitatnya di Pulau Cemara Besar, Kepulauan Karimunjawa Jepara Anastasia Dian R; Retno Hartati; Ambariyanto Ambariyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 10, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.018 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.10.1.1-10

Abstract

Sand dollar (Echinoidea, Echinodermata) memiliki bentuk tubuh ireguler, pipih dan tidak mempunyai lengan. Sand dollar banyak ditemukan di daerah Intertidal, terutama pada daerah berpasir. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis Sand dollar dan karakteristik habitatnya di Pulau Cemara Besar Kepulauan Karimunjawa Jepara. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2003. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Kelautan Teluk Awur, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode survey. Walaupun hasil penelitianmenunjukkan hanya satu spesies Sand dollar yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Laganum laganum, namun terdapat 10 variasi corak pada permukaan aboralnya. Sand dollar yang ditemukan pada sisi barat pulau lebih banyak dibandingkan yang ditemukan pada sisi timur, hal ini diduga karena adanya perbedaan karakteristik habitat. Karakteristik habitat Sand dollar di sisi barat adalah 48% pasir berflora dengan dengan kandungan bahan organik rata-rata 3,88%. Sedangkan karakteristik habitat di sisi timur 52% hamparan pasir dengan dengan kandungan bahan organik rata-rata 2,88%.Kata kunci : Sand dollar, variasi corak, habitatSand dollar (Echinoidea, Echinodermata) have an irregular body shape, thin and they do not have any arms. These animals can be found in intertidal area with sandy bottoms. The present study aims to investigate the natural populations of Sand dollar at Cemara Besar island, Karimunjawa and its relation with its habitat. This study was done on September – October 2003, and samples were analysed at Teluk Awur Marine Laboratory, Jepara. The results showed that there was only one single species of sand dollar found in the area, i.e. Laganum laganum. Within this spesies there were 10 variation of aboral surface pattern. There was also differences on the Sand dollar abundance between west and east side of the island, where higher number of sand dollars were dound at west side os the island. It also found that the bottom habitat of west side consists of 48% sand with flora, and 3,88%. While at east side consists of 52% sand and an average of 2,88% organic content.Key words : Sand dollar, aboral surface pattern, habitat
Land Subsidence Affects Coastal Zone Vulnerability (Pengaruh Penurunan Tanah Terhadap Kerentanan Wilayah Pesisir) Pra Luber Agung Wibowo; Agus Hartoko; Ambariyanto Ambariyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 3 (2015): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.446 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.3.127-134

Abstract

Vast development of urban cities in coastal area has caused rapid degradation of the environment. Coastal zone vulnerability is mainly influenced by sea level rise, land subsidence, storm surge, sediment transport, socio-economic and coastal management policies. Present study investigates the main factor influences coastal vulnerability of developing coastal urban city at north coast of Java. Two factors were observed in the study; firstly land subsidence was observed by geodetic and leveling methods. Secondly, tidal inundation was measured by field work and participatory mapping. Tidal inundation model was performed using spatial model. Physical vulnerability model was conducted by scoring and weighting. The results show that Average rate of land subsidence between 2003-2014 is -0,021 (0,0-0,091) m.yr-1. Tidal inundation in 2014 covering 1286.29 hectares, where the highest impact happened at brackish water pond (969.63 ha). Tidal inundation prediction on 2031 will inundate ​​1786.76 ha, which the largest tidal inundation is in the residential area (646.85 ha). Coastal zone vulnerability in the research areas predominantly was influenced by land subsidence, and classified in moderate vulnerable. Land subsidence happened due to most of research areas are consists of alluvial plains morphology units that are still in consolidation process. Land subsidence conditions strongly influence the extent of tidal inundation in the future. Keywords: land subsidence, tidal inundation, vulnerability, coastal zones Pesatnya perkembangan kota di daerah pesisir menyebabkan degradasi lingkungan secara cepat. Kerentanan wilayah pesisir sangat dipengaruhi oleh kenaikan permukaan laut, penurunan tanah, gelombang badai, transport sedimen, kebijakan sosial ekonomi dan manajemen pesisir. Penelitian ini meneliti faktor utama yang mempengaruhi kerentanan pesisir pada pengembangan kota pesisir di pantai utara Jawa. Dua faktor yang diamati dalam penelitian ini; pertama penurunan tanah diamati dengan metode geodetik dan leveling. Kedua, genangan rob diukur dengan survei lapangan dan pemetaan partisipatif. Model genangan rob dilakukan dengan menggunakan model spasial. Model kerentanan fisik dilakukan dengan scoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat penurunan tanah antara tahun 2003-2014 adalah -0.021 (0,0-0091) m.th-1. Genangan rob pada 2014 seluas 1.286,29 ha, dimana dampak tertinggi terjadi di area tambak (969,63 ha). Prediksi genangan rob pada 2031 akan menggenangi 1.786,76 ha, dimana genangan rob terbesar berada di area perumahan (646,85 ha). Kerentanan wilayah pesisir di wilayah penelitian dominan dipengaruhi oleh penurunan tanah, dan diklasifikasikan dalam kerentanan sedang. Penurunan tanah terjadi karena sebagian besar daerah penelitian terdiri dari unit morfologi dataran aluvial yang masih dalam proses konsolidasi. Kondisi penurunan tanah sangat mempengaruhi luasan genangan rob di masa depan. Kata kunci: penurunan tanah, genangan rob, kerentanan, kawasan pesisir
Fluktuasi Kandungan Proksimat Kerang Bulu (Anadara inflata Reeve) di Perairan Pantai Semarang Anthony D Arnanda; Ambariyanto Ambariyanto; Ali Ridlo
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 10, No 2 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.525 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.10.2.78-84

Abstract

Kerang bulu, Anadara inflata Reeve, merupakan kerang yang paling banyak ditangkap di perairan Semarang. Kerang ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, namun belum banyak informasi mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam kerang ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fluktuasi kandungan proksimat dari kerang Bulu yang diambil di perairan Semarang. Kandungan proksimat yang diukur adalah protein, lemak, karbohidrat, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein berkisar antara 6,79 % - 11 92 %; kadar lemak berkisar antara 4,2 % - 6,16 %, dan kadar karbohidrat berkisar antara 2,3 % - 4,35 %. Sedangkan kadar air terendah terdapat dalam kerang bulu berukuran 20,0 – 30,0 mm sebesar 77,55 % dan kadar air terbanyak terdapat dalam kerang berukuran 50,10 – 60,0 mm sebesar 82,64 %; dan kadar abu berkisar antara 1,27 % - 2,08 %. Pada penelitian ini tidak terjadi fluktuasi kandungan proksimat. Perbedaan kandungan proksimat dalam kerang bulu pada ukuran maupun waktu sampling yang berbeda diduga karenabeberapa faktor, diantaranya adalah umur, ukuran tubuh, siklus reproduksi, serta faktor lingkungan.Kata kunci: kerang Bulu (Anadara inflata Reeve), fluktuasi, proksimatKerang bulu, Anadara inflata Reeve, is known as the most caught species of cockle around Semarang waters. This bivalve is also known as the largest number of cockle being consumed, however, there is only limited information available on its nutrition content. The aim of this study is to investigate proximate content of Kerang Bulu (A. inflata) caught in Semarang waters. Proximate content being analyzed were protein, lipid, carbohydrate, ash and water content. The result showed that the protein content were ranged between 6,79 % - 11,92 %; lipid content were ranged between 4,2 % - 6,16 % and carbohydrate content were between 2,3 % - 4,35 %. While the minimum water content in 20,0 – 30,0 mm is 77,55 %, and the maximum watercontent in 50,10 – 60,0 mm is 82,64 %; and the ash content were between 1,27 % - 2,08 %. The differences on the proximate content within different size of the cockles and differences of time sampling probably dueto differences of age, body size, reproduction cycle, and environmental factors.Key words : Kerang bulu (Anadara inflata Reeve), fluctuation, proximate content
Are Zooxanthellae Really Sensitive? Response of Zooxanthellae Size Exposed to Several Pollutants Ambariyanto Ambariyanto; Diah Permata Wijayanti; Munasik Munasik; Puji Eka Purnama; Mu’alimah Hudatwi; Ni Made Ernawati; Alferd Y. Ko'ou
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 23, No 1 (2018): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.935 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.23.1.19-24

Abstract

Pollution is one of the important issues faced by marine resources including zooxanthellae, which is known to be very sensitive to environmental changes. Some pollutants have been reported to have adverse effects on zooxanthellae, however, their sensitivity in regards to changes on cell size of these algae has not been widely explored. This study examined the effects of pollutants on the sensitivity of zooxanthellae through changes in size. Zooxanthellae were isolated from corals Porites lutea, Acropora aspera, and Montipora digitata collected from Panjang Island, Jepara, Indonesia. These algae were exposed to pollutants i.e. heavy metals (Cu, Cd, Pb) and nutrients (ammonium and phosphate) at concentrations of 5,10,15 ppb and 5,10,15 μM, respectively. Zooxanthellae size were measured five hours after pollutants exposure. The results showed that all treatments reduced the size of zooxanthellae. Algae isolated from P. lutea are the least affected by pollutants and the highest percentage cell size reduction was found in phosphate treatment. However, reduction on the size of algae were not statistically significant. These results indicate that in relation to reduction in the size, zooxanthellae are not sensitive to pollutants. Keywords: Zooxanthellae, pollutants, sensitivity, size reduction
Hidrodinamika Gelombang pada Terumbu Karang di Pulau Panjang, Jepara Suryono Suryono; Ambariyanto Ambariyanto; Munasik Munasik; Denny Nugroho Sugianto; Raden Ario; Ibnu Pratikto; Nur Taufiq-Spj; Syahrial Varrel Canavaro; Tiara Anggita
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i3.36368

Abstract

Posisi Pulau Panjang berada di sisi barat garis pantai pesisir kota Jepara, menjadikannya sebagai penghalang (barrier) terhadap gelombang yang akan menghantam pesisir Jepara. Pulau Panjang dikelilingi oleh gugusan terumbu karang.  Keterpaparan (exposure) terumbu karang oleh hidrodinamika gelombang yang melewatinya  perlu dikaji. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian mengenai hidrodinamika gelombang pada terumbu karang di perairan  Pulau Panjang. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai gelombang yaitu gelombang signifikan (Hs), periode gelombang signifikan (Ts) adalah bervariasi. Nilai gelombang (Hs dan Hs) tinggi, akan  mengakibatkan terumbu karang pada sisi  barat, timur laut dan tenggara  Pulau Panjang lebih menerima keterpaparan  (ekposure)  oleh hidrodinamika  gelombang yang melewatinya. Pada hidrodinamika  gelombang lebih rendah, maka terumbu karang  yang terlindung dari keterpaparan (ekposure) gelombang adalah yang berada pada  sisi timur, barat daya, dan barat laut. Hasil interpolasi (Krigging) didapatkan hasil nilai Hs tertinggi berkisar antara 0,503-1,00. Arah datang gelombang dominan dari timur pulau Panjang, kemudian setelah melewati terumbu karang ada di sisi timur ,timur laut, dan utara  Pulau Panjang maka energinya menjadi berkurang, sehingga terumbu karang yang  ada di sisi barat, barat daya, dan selatan dari Pulau Panjang posisinya lebih aman dari keterpaparan (ekposure) oleh hidrodinamika gelombang yang melewatinya. Gelombang yang datang akan mengalami perubahan karakteristik (panjang, periode, tinggi gelombang) setelah melewati terumbu karang, sehingga  gelombang yang menuju pantai akan semakin berkurang seiring dengan perubahan kedalaman. Tingkat keterpaparan (ekposure) terumbu karang yang ada pada sisi timur,timur laut dan utara  di Pulau Panjang  oleh gelombang cukup tinggi, hal ini diduga yang menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan terumbu karang yang ada diperairan  Pulau Panjang.  The position of Pulau Panjang is on the west side of the coastal coastline of the city of Jepara, making it a barrier against waves that will hit the coast of Jepara. Panjang Island is surrounded by clusters of coral reefs. The exposure (exposure) of coral reefs by the hydrodynamics of the waves that pass through them needs to be studied. The modeling results are then generated into a shapefile map to be overlaid with a shapefile map of changes in coral reefs by interpolation method with Kriging block. The results showed that the wave value, namely the significant wave (Hs), the period of the significant wave (Ts) varied. High wave values (Hs and Hs) will result in coral reefs on the west, northeast, and southeast sides of Panjang Island receiving more exposure (exposure) by the hydrodynamics of the waves that pass through them. At lower wave hydrodynamics, the coral reefs that are protected from wave exposure are those on the east, southwest, and northwest sides. The results of interpolation (Kriging) obtained the highest Hs values ranging from 0.503 to 1.00. The direction of the dominant wave coming from the east of Panjang Island, then after passing through the coral reefs is on the east, northeast, and north of Panjang Island, the energy is reduced, so that the coral reefs on the west, southwest, and south sides of Panjang Island are safer from exposure (exposure) by the hydrodynamics of waves that pass through it. The incoming waves will experience changes in characteristics (length, period, wave height) after passing through the coral reef so that the waves towards the coast will decrease along with changes in depth. The level of exposure to coral reefs on the east, northeast, and north sides of Panjang Island by waves is quite high, this is thought to be one of the factors causing damage to coral reefs in the waters of Panjang Island. 
STUDI FILOGENETIK IKAN KARANG GENUS PSEUDOCHROMIS DAN PICTICHROMIS DI PERAIRAN INDO-PASIFIK Analis Finansi Twindiko; Diah Permata Wijayanti; Ambariyanto Ambariyanto
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.873 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i3.6948

Abstract

Indo-Pasifik merupakan kawasan perairan yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Salah satu keanekaragaman tertinggi di perairan Indo-pasifik adalah spesies ikan karang. Pseudocrhomis adalah salah satu spesies ikan karang yang tersebar luas di seluruh perairan Indo-Pasifik. Di dalam suatu kawasanyang memiliki keanekaragaman jenis melimpah, terdapat banyak spesiesyang bersaing untuksumber daya yang terbatas dalam bertahan hidup. Perbedaan kondisi lingkungan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan karakter morfologi, anatomi dan filogenetik dari suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan Genus ikan Pseudochromis di sebagian perairan Indo-Pasifik dengan melihat perbedaan kedalaman dan perbedaan warna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksploratif. Sedangkan untuk analisis molekuler melalui ekstraksi DNA dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), elektroforesis, sekuensing dan yang analisis filogenetik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pohon tersebut terbagi dalam lima clade dengan jarak genetik terdekat 0% dan jarak genetik terjauh 16,4%. Perbedaan kedalaman dan warna pada ikan tersebut tidak terlalu signifikan sebagai petunjuk dalam menentukan spesies baru.   Kata Kunci : Pseudochromis, Polymerase Chain Reaction (PCR), Pohon Filogenetik, Lokus 16S, Lokus Control Region
Respon Kecepatan Angin Terhadap Variabilitas Klorofil-a di Laut Filipina Dan Maluku Bagian Utara Bayu Munandar; Anindya Wirasatriya; Denny Nugroho Sugianto; Ambariyanto Ambariyanto; Sunaryo Sunaryo
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i3.38273

Abstract

Suplay massa air di Laut Filipina dan Maluku bagian utara berasal dari Samudera Pasifik. Variabilitas klorofil-a (chl-a) dapat dipengaruhi oleh suplay massa air dari suatu wilayah atau pengaruh interaksi atmosfer dan laut. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan pengaruh interaksi atmosfer-laut terhadap variabilitas chl-a secara spasial dan temporal. Data yang digunakan yaitu data citra satelit dengan periode 2003-2019 dan argo float. Hasil menunjukkan chl-a di Laut Filipina selalu berada dibawah 0,1 mg/m3 di sepanjang tahun dan Laut Maluku bagian utara mengalami peningkatan saat musim timur (0,27 mg/m3). Kenaikan chl-a di Laut Maluku bagian utara diikuti dengan kenaikan kecepatan angin (musim timur) yang menyebabkan Ekman Mass Transport (EMT). EMT bergerak kearah timur laut yang membawa massa air menjauhi pantai dan terjadi proses coastal upwelling. Coastal upwelling inilah menjadi faktor utama peningkatan chl-a di Laut Maluku bagian utara. Sebaliknya, kenaikan kecepatan angin di Laut Filipina tidak membangkitkan EMT dan tidak meningkatkan chl-a.  Chl-a yang stabil di sepanjang tahun di Laut Filipina membuktikan kecepatan angin kuat tidak terlalu dominan untuk mempengaruhi variabilitas chl-a. Rendahnya chl-a kemungkinan disebakan oleh massa air dari Samudera Pasifik yang dibawa oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Water mass supply in the Philippine Sea and northern Maluku derived from the Pasific Ocean. The variability of chlorophyll-a (chl-a) was affected by the supply of water mass from the area or the impact of air and sea interactions. This study aimed to define the effect of air-sea interaction on the spatial and temporal variability of chl-a. The required data in this study was satellite image data with the period 2003-2019 and argo float. The results showed that chl-a in the Philippine Sea was always below 0.1 mg / m3 throughout the year and the northern Maluku Sea increased during the eastern monsoon (0.27 mg / m3). The increasing of chl-a in the northern Maluku Sea was followed by the increasing of wind speed (east monsoon) which impacted the Ekman Mass Transport (EMT). EMT moved to the northeast carrying the water mass away from the coast and turned up coastal upwelling process. Coastal upwelling was the main factor of chl-a increasing in the North Maluku Sea. In otherwise, wind speed increasing in the Philippine Sea caused vertical mixing (west monsoon) but did not increase chl-a. The stable value of chl-a throughout the years in the Philippine Sea verified that strong wind speeds are not too dominant to affect the variability of chl-a.. The low chl-a was probably caused by the water mass from the Pacific Ocean that carried by Indonesian Through Flow (ARLINDO).
Kontribusi Lamun Enhalus acoroides Terhadap Kelimpahan Perifiton Di Perairan Legon Boyo, Karimunjawa Hendrayana Hendrayana; Ambariyanto Ambariyanto; Delianis Pringgenies; Mujiyanto Mujiyanto
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i2.27346

Abstract

Kelimpahan perifiton dipengaruhi oleh kerapatan lamun karena pada semakin tinggi kerapatan lamun maka kecepatan arus akan berkurang sehingga dapat meningkatkan laju penempelan perifiton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kerapatan lamun Enhalus acoroides dengan kelimpahan perifiton di Perairan Legon Boyo, Karimunjawa Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni, September dan Desember Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perifiton yang ditemukan pada lamun Enhalus acoroides di Perairan legon sebanyak 10 jenis dan jenis Baciliarophyceae merupakan jenis perifiton paling banyak ditemukan. Kelimpahan terbesar terjadi di musim peralihan yaitu sebesar 2.146 sel/l. Keanekaragaman jenis perifiton di lamun E. acoroides memiliki nilai antara 0,26-1,43 (Keanekaragaman rendah-sedang), keseragaman dengan nilai 3,61-5,82 (keseragaman tinggi) dan dominansi dengan nilai 0,68-1,12 (dominansi sedang-tinggi). Hasil analisis regresi hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan perifiton sebesar 79,13% yang menunjukkan hubungan kuat. Dengan demikian kerapatan lamun berpengaruh terhadap kelimpahan perifiton pada lamun. Periphyton abudance is influence by Seagrass densit. The aim of the research was to determaine Enhalus acoroides seagrass density and periphyton abudance correlation in Legon Boyo, Karimunjawa waters. Descriptive method and purposive sampling used in the research. The result show perphyton found as 10 kinds ang Baciliarophyceae clases are most of periphyton found. The most abundant periphyton in the transitional season is 2,146 cells/l. Periphyton species diversity in E.acoroides seagrass has a value between 0.26-1.43 (low-moderate diversity), uniformity with a value of 3.61-5.82 (high uniformity) and dominance with a value of 0.68-1.12 (moderate-high dominance). Correlation relationship with periphyton abundance was 79.13%, which showed a strong relationship. This value show of seagrass density influence periphyton abudance in seagrass.
Co-Authors - Desrina, - A Sabdono A Sabdono A. Khaerul Anam Haeril Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Hamid A. Toha Afrinal Pilly Agus Hartoko Agus Indarjo Agus Perdana Windarto Agus Trianto Agustina L.N. Aminin Aisyah, Nurfahana Siti Aji Wahyu Anggoro Alferd Y. Ko'ou Ali Djunaedi Ali Ridlo Analis Finansi Twindiko Anastasia Dian R Andi Gilang Permadi Andreas Wahyu Gunawan P Andrianus Sembiring Anggi Arumsari Anggi Rahmadani Kusumaningtyas Angra Syafira Savana Rahmadanty Anindya Wirasatriya Anthony D Arnanda Anwar Musadad Arief Taslihan Arief Taslihan Arinda Roosma Asep Erik Nugraha Awan Setia Dharmawan Azafilmi Hakiim Azri Maya Monica Baiq Satrianingsih Bayu A Pranoto Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bayu Munandar Beni setyawan Budhi Kuncoro Jati Candhika Yusuf Christopher P. Meyer Cristiana Manullang Darmanto Darmanto Dedy Hartama Delianis Pringgenies Deni Darmawan Denny Nugroho Sugianto Dessy Agustina Sari Dewi Indriani Dewi, Rafiqa Diah Permata Diah Permata W Diah Permata W Diah Permata Wijayanti Didit Purnomo Dwi Haryanti Dzatihanani, Rifanatus Sarah Eduard Meirenno Tielman Efelina, Vita Eka Maya Kurniasih Eko Ahadi Eko Nurcahya Dewi Endang Supriyantini Ernani Hadiyati Ervia Yudiati Fadli Zainuddin Fahrizal Amir Fanji Helvi Permana Fauzan . Febriana Angelia Purba Gazali Salim H. Anwar, Nur Rahmah Hadi Endrawati Hadinata, Jaya Tata Hakiim, Azafilmi Hendrawan, Raffly Hendrayana Hendrayana Hilda Aprilia, Hilda Hoerunisa, Ica Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ika Okta Kirana Indra Gunawan Intan Primayanti Ita Riniatsih Ita Widowati Jauhari Arifin Jebul Suroso Jidan Ahmad Danil Johan Irmansyah Julian Ransangan Justin Cullen Karisma, Dwi Pratika Kiki Fatmawati Kris Linggardini Lies Yulianto Lisa F. Indriana Lubis, Ega Khairunnisa Luchman Hakim Lutfi Despon Suprapto M. S. Adhiarsya Perdana Mada Triandala Sibero Made Sumarwati Mahadika Fanindhita Sany Makoto Tsuchiya Martina Indah Puspitasari, Martina Indah Masruroh, Dwi Mariana Mea Pradnawati Mei Olani Eka Purnomo, Mei Olani Eka Mhd Ridhon Ritonga Michael Abbey Mirsa Septiana Mutik Mohamad Anas Mohammad Zaki Suaidy, Mohammad Muhaeminullah Muhaeminullah Muhamad Umar Fahad Muhammad Dailami, Muhammad Muhammad Firdaus Muhammad Ilham Muhammad Jihaddien Daffa Muhammad Nabil Riyanto Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muinudinillah Basri, Muinudinillah Muinudinillah, M. Mujiyanto Mujiyanto Muslimin Muslimin Musrifin, Arif Yanuar Mu’alimah Hudatwi Ni Kadek Dita Cahyani Ni Made Ernawati, Ni Made Ni Putu Dian Pertiwi Noer Sasongko Nofitasari, Dwi Villa Normawati Normawati, Normawati Nugraeni, Christine Dyta Nugroho, Mulyanto Nur Achmad Nur Indah Jaya Nur Taufiq S.P.J. Nur Taufiq-Spj Nurhudaya, Nurhudaya Nursan Kamaruddin Nurul Asiah OK. Radjasa OK. Radjasa Okprana, Harly P Muhammad Yusuf Permana Ari Soejarwo Poningsih Poningsih, Poningsih Pra Luber Agung Wibowo Prakoso, Lukman Yudho Puji Eka Purnama Qolbi, Fikri Ainul R Pribadi R Pribadi Raden Ario Ramadian Agus Triyono Retno Hartati Retno Murwani Retno Murwani Ria Azizah Ridlwan Kamaluddin Rini Astuti Riyadi Aji Mustofa Rizky Rifatma Jezzi Rizqy Fadhlina Putri Rudhi Pribadi Sa?adah, Zuyyinatus Sarjiya Shinta Oktafien Sigit Sardjono Solikhun Solikhun Solikhun Solikhun, Solikhun Sri Fitria Jayusman Sri Redjeki Sri Sedjati Stefanus M S Sadana Subagiyo Subagiyo Sudarno Shobron, Sudarno Sunaryo Sunaryo Supriadi Supriadi Suranto Suranto Suryaningrum Susiani Suryono Suryono Sutiman B. Sumitro Syahrial V. Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syam, Dzulfikar Tiara Anggita Tiara Anggita Tivannia Pricilla Narke Triyono Triyono Vella Faizal Vincent Theodorus Siringoringo Widianingsih Widianingsih Widodo Widodo Widyanti, Widyanti Winarno Winarno Winasis Winasis Yani Lukmayani Yudistio, Kukuh Zulfiki Hidayat