Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LUWUK SELATAN, KABUPATEN BANGGAI, SULAWESI TENGAH Kowal, Rolando Rischi; Rogi, Octavianus H.A.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Luwuk Selatan merupakan salah satu Kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang Kabupaten Banggai tahun 2012-2032, yang direncanakan sebagai penyedia peruntukan lahan permukiman baru. Jika ditinjau dari kondisi fisik lahan, Kecamatan Luwuk Selatan tidak semua lahannya dapat di kembangkan sebagai lahan permukiman. Karena kondisi morfologi yang mendominasi di Kecamatan Luwuk Selatan adalah lebih banyak kondisi morfologi perbukitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Luwuk Selatan serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan dengan lahan peruntukan permukiman di Kecamatan Luwuk Selatan, berdasarkan rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Banggai 2012-2032. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (sistem informasi geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Dari hasil analisis yang di lakukan, diperoleh bahwa kemampuan lahan yang mendominasi adalah kemampuan lahan sedang dan kesesuaian lahan yang mendominasi adalah kesesuaian lahan untuk perkebunan. Untuk lahan peruntukan permukiman yang direncanakan terdapat ketidaksesuaian dengan hasil analisis kesesuaian lahan. Karena lahan yang sesuai rencana peruntukan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan hanya 228,04 Ha/41,64 % dan yang tidak sesuai atau terjadi penyimpangan peruntukan lahan permukiman adalah 319,58 Ha/58,32 % dari total luas rencana peruntukan lahan permukiman yang direncanakan seluas 547,62 Ha dari total luas Kecamatan Luwuk Selatan.Kata Kunci: Kemampuan Lahan, Kesesuaian Lahan, Peruntukan Lahan, Permukiman.
KAJIAN KERENTANAN FISIK BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN TOMOHON UTARA Haribulan, Renhard; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan negara Indonesia di garis katulistiwa menjadikannya memeliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, akibatnya negara ini menjadi sangat rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Kerentanan tanah longsor sering terjadi pada kondisi lereng curam, adanya bidang luncur (kedap air) di lapisan bawah permukaan tanah dan terdapat tanah di atas lapisan kedap jenuh air. Terdapat 2 variabel/faktor penentu kerentanan longsor yaitu faktor alami dan faktor manajemen seperti tragedi bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Tomohon Utara pada awal 2014, mengingat Kecamatan Tomohon Utara sendiri hampir semua berada di daerah perbukitan hal ini yang membuat daerahnya begitu rentan terhadap bencana longsor. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana longsor dan mengkaji tingkat kerentanan longsor terhadap lahan terbangun pemukiman Kecamatan Tomohon Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan superimpose (overlay), data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kerentanan bencana longsor kemudian di overlay lagi dengan peta lahan terbangun dan tidak terbangun sehingga dapat menetepkan kawasan ? kawasan rentan longsor di kawasan lahan terbangun pemukiman. Hasil studi di ketahui bahwa seluas 628,14 Ha atau 14,8% dari luas Kecamatan Tomohon Utara berada di tingkat kerentanan tinggi dan seluas 118,48 Ha atau 2,8% termasuk kedalam klasifikasi lahan terbangun tingkat kerentanan longsor tinggi yang artinya hampir sebagian besar daerah pemukiman yang berada di Kecamatan Tomohon Utara berada di daerah rentan longsor.Kata kunci: bencana, rentan longsor, Kecamatan Tomohon Utara, Sistem Informasi Geografis
STASIUN KERETA API TRANS SULAWESI DI MOLIBAGU. Folding Architecture Sidadu, Febrianto; Rate, Johannes Van; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Kereta Api Trans-Sulawesi di Molibagu adalah sebuah prasarana transportasi bagi calon para penumpang digunakan sebagai tempat untuk menunggu atau menurunkan penumpang bagi pengguna jasa kereta api yang melintasi jalur Trans - Sulawesi di Molibagu. Molibagu terletak tepat berada di tengah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2015 -2019, Molibagu merupakan daerahyang akan di lalui oleh jalur kereta api Trans - Sulawesi.Folding architecture sebagai tema perancangan merupakan suatu proses menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk konfigurasi melalui suatu proses lipatan. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode proses lipat, potong, tekan.Kata Kunci : Molibagu, Stasiun kereta api, Folding.
OFFICE PARK DI MANADO (UNFOLDING ARCHITECTURE) Mailoor, Felicia M.; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas-fasilitas penunjang perdagangan dan jasa di Sulawesi Utara menyebabkan perlunya suatu sarana atau wadah yang dapat menampung dan mengorganisir serta mengembangkan kegiatan dalam bidang perkantoran atau bisnis di Kota Manado. Semakin berkurangnya ruang terbuka hijau di tengah kota, menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan dalam perkembangan pembangunan yang terjadi di Kota Manado dewasa ini. Ditinjau dari hal diatas maka Kota Manado memerlukan sarana atau wadah yang dapat mengembangkan kegiatan perkantoran, maka dihadirkan Office Park sebagai wadah atau sarana yang dapat mengorganisir kegiatan perkantoran dan perniagaan dengan fasilitas-fasilitas pendukung. Dengan menghadirkan “park” dalam objek, akan menghadirkan nuansa yang baru dalam pembangunan objek sejenis dan dapat berkontribusi pada pembangunan daerah hijau di tengah kota. Tema Unfolding Architecture akan dipakai sebagai acuan dan strategi perancangan. Dengan menghadirkan bentuk yang meliuk pada bentuk objek memberikan daya tarik yang lain dari bentuk objek yang sama pada umumnya dan dapat menghadirkan bentuk objek yang lebih atraktif.Kata Kunci: Office, Park, Unfolding.
KREMATORIUM MODERN DI KAWASAN REKLAMASI BOULEVARD Ambiguity In Architecture Sumangkut, Josias D.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dewasa ini dan lajunya pembangunan gedung membuat lahan yang ada semakin menipis. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya lahan pemakaman yg bergeser dari fungsinya, maka tak jarang orang lebih memilih cara praktis seperti di kremasi atau pembakaran jenazah. Di kota Manado, penyelesaian pemakaman jenazah secara dibakar hanya dilakukan oleh agama – agama tertentu yang masih melakukan cara pembakaran dengan cara tradisional ataupun memakai tungku kayu bakar. oleh karena itu diperlukan suatu wadah kremasi modern yang bisa di gunakan oleh semua kalangan agar bisa mewadahi dan mengurangi pemakaian lahan yang berlebihan yang di sebabkan oleh pemakaman konvensional. Wadah yang dimaksud yaitu Krematorium Modern di Kawasan Reklamasi Boulevard. Sebagai arahan desain, dipakai pendekatan konseptual dengan tema Ambiguity In Architecture dengan penerapan Metafora didalamnya. Lokasi tapak yang berbatasan langsung dengan laut memberikan suatu visual yang diambil dan di implementasikan kedalam olahan tapak dan bentuk bangunan. Hasil rancangan yang ada di olah terus menerus dengan mengeliminir kekurangan – kekurangan pada rancangan sebelumnya sehingga menghasilkan objek rancangan yang tepat dan sesuai dengan maksud dan tujuan perancangan.   Kata kunci : Kremasi, Ambiguity, Metafora.
HOTEL PARIWISATA DI MANADO (Aquascape Arsitektur) Mesakh, Christine I.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Pariwisata adalah bangunan yang menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya juga sebagai tempat yang menyediakan sarana rekreasi sehingga dapat menarik minat para turis lokal maupun mancanegara. Hotel ini lebih mengacu pada fasilitas rekreasi dimana pengunjung yang datang bertujuan untuk bersantai dan menikmati pesona alam yang ada. Kota Manado adalah salah satu kota yang dikenal dengan potensi laut yang baik, karena memiliki keindahan laut dan taman bawah laut yang keren.  Manado kedepannya memiliki Visi Misi 2015 yaitu “Manado sebagai kota Ekowisata” (Manado Model City for Ecotourism) yang menjadi tujuan Pariwisata. Tema "Aquascape Arsitektur" diambil agar tercipta sebuah hotel yang unik dan baru bagi pengunjungnya, dengan penerapan fenomena air dalam bentuk arsitektural. Desain hotel memanfaatkan potensi laut pantai malalayang dimana pada daerah tersebut memiliki flora dan fauna laut yang tak kalah dengan Bunaken, sehingga massa hotel di desain berada di darat dan di atas air sehingga mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda. Kata Kunci :Hotel Pariwisata, Manado, Aquascape Arsitektur
HOTEL RESORT DI DANAU SENTANI KABUPATEN JAYAPURA “ EKOLOGI SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN” Kusumawati, Chotijah M.; Moniaga, Ingerid L.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jayapura merupakan salah satu wilayah yang ada di Provinsi Papua, Kabupaten Jayapura memiliki potensi yang besar dalam sektor  pariwisata. Kekayaan objek wisata yang ada di Kabupaten Jayapura antara  lain wisata alam, peninggalan sejarah dan budaya. Salah satu kawasan objek wisata yang terkenal di Kabupaten Jayapura yakni Danau Sentani yang terletak di Distrik Sentani Timur. Danau Sentani merupakan lokasi terpilih dalam perancangan Objek Hotel Resort di  Danau Sentani Kabupaten Jayapura. Dengan penerapan Ekologi Sebagai Pendekatan Desain, perencanaan dan perancangan memperhatikan nilai-nilai ekologi yakni alam sekitar Danau Sentani sebagai pendekatan desain, sehingga tidak merusak kondisi alam di Danau Sentani dan menjaga ekosistem danau, sehingga dapat menarik wisatawan di Kabupaten Jayapura.   Kata kunci : Ekologi,Danau Sentani, Kabupaten Jayapura
REST AREA TRANS SULAWESI ANTAR PROVINSI ARSITEKTUR BIOMIMICRY Tandjung, Adrian A.; Prijadi, Rachmat; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Trans Sulawesi merupakan satu-satunya jalur transportasi darat yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Utara dengan Provinsi lain yang ada di pulau Sulawesi. Melihat betapa pentingnya jalan Trans Sulawesi ini maka seharusnya telah memiliki fasilitas yang memadai bagi para pengguna jalan.Jarak jauh dan perjalanan yang relatif lama sangat memungkinkan seseorang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ketempat tujuan masing-masing. Kepadatan kendaraan terkadang membuat pengemudi kelelahan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecelakaan.Selain karena kepadatan arus kendaraan, kelelahan juga terjadi akibat perjalanan yang cukup jauh, dimana pengendara tidak mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan untuk perjalanan tersebut. Untuk mengurangi kecelakaan dan menghilangkan lelah setelah menempuh perjalanan tersebut kebijakan yang diambil adalah dengan cara membangun tempat-tempat istirahat sesuai dengan jarak/interval dengan mempertimbangkan ketahanan pengemudi dalam berkendaraan. Untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan pengguna rest area, maka pendekatan tema perancangan yang dipilih adalah Arsitektur Biomimicry. Dengan penerapan tema ini pada bangunan, diharapkan akan muncul bentuk-bentuk bangunan yang tereksplorasi berdasarkan konsep adaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga muncul wujud bangunan benar-benar merupakan hasil penyesuaian diri dengan keadaan sekitar serta memberikan perasaan senang dan nyaman bagi para pengguna rest area. Kata kunci :Trans Sulawesi, Perjalanan, Istirahat, Adaptasi.
KAJIAN SEBARAN & KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI PERKOTAAN TONDANO Karouw, Claryta Jeanette V.; Moniaga, Ingerid L.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan amanat UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, di dalam wilayah kabupaten atau perkotaan harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30% dari luas wilayah. RTH yang dimaksud adalah RTH publik dan RTH privat dengan proporsi masing-masing 20% dan 10%. Baik RTH publik maupun privat memiliki fungsi utama sebagai fungsi ekologis dan fungsi tambahan diantaranya sosial & budaya, ekonomi, dan estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sebaran ruang terbuka hijau dan menganalisis ketersediaan ruang terbuka hijau di Perkotaan Tondano. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis spasial. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri PU No: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH perkotaan yaitu RTH Publik dan RTH Privat. Tahapan analisis data dilakukan secara bertahap yaitu 1) memetakan sebaran RTH dengan menggunakan ArcGIS 10.3, 2) menghitung persentase luas RTH menggunakan rumus persamaan RTH 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting sebaran RTH di Perkotaan Tondano, terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu RTH Publik yang terdiri atas, Taman Kota, Hutan Kota, Jalur Hijau Jalan, Sabuk Hijau, Sempadan Sungai, Sempadan Danau, Pemakaman, Pertanian, dan RTH Privat berupa, Pekarangan. Ketersediaan RTH Perkotaan Tondano sudah melebihi amanat Undang-Undang yaitu seluas 1787,17 ha atau sebesar 79,2% (>30%) dari keseluruhan luas wilayah perkotaan. Perkotaan Tondano memiliki luas RTH Publik sebesar 1321,92 ha atau 58% (>20%) dan RTH Privat yaitu 465,25 ha atau 20% (>10%).Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Ketersediaan, Sebaran
MUSEUM SENI DI TALAUD. Simbolisme Arsitektur Batara, Chandrika O.; Prijadi, Rachmat; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Museum Seni di Talaud merupakan suatu wadah atau tempat yang terpusat dari seluruh karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat yang diturunkan, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budaya yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud.Tema perancangan yang digunakan ialah Simbolisme Architecktur dimana tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik dan menggunakan hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Selain itu karya arsitektur yang hadir harus bisa menunjukkan keunggulan tapak, baik melalui site planning maupun bentuk serta tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud, lokasi pengembangan daerah terletak pada penulis mengambil lokasi di Perkantoran Kabupaten Kepulauan Talaud.Dengan adanya Museum Seni di Talaud ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Kabupaten Kepulauan Talaud, Museum Seni, Simbolisme Arsitektur
Co-Authors . Suryono Adrian A. Tandjung, Adrian A. Afrilia G. Karundeng Agus I. Laoli, Agus I. Almiritia Dalip, Almiritia Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andika E. Bawontea Andy A. M. Malik Angelina E. S. Sihotang Arifin Kamil Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Batara, Chandrika O. Candle D. P. Lang Capriati C. Pandeirot, Capriati C. Chandrika O. Batara Chotijah M. Kusumawati Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia S. Punuh Claudio A. A. Laatung Cynthia E. V. Wuisang Danisa W. M. Bataha Deddy Erdiono Dien, Raymond Apolinaris Elisabet Bela, Elisabet Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Gabriel Mawu Gloria M. Poluakan Gontung, Anatasya T. Gosal, Lisa Christie Gratia S. Punuh Hanny Poli Hanny Poli Hapili, Tri Pratama C.S. Haribulan, Renhard Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Ira Pabunnak Johannes Van Rate John C. Jitmau Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Judy O. Waani Judy O. Waani Juita Rerung Julianus A. R. Sondakh Juneyver Lemeng Kalalo, Loudy M. B. Kalalo, Loudy M.B. Karouw, Claryta Jeanette V. Kowal, Rolando Rischi Kristania M. Lahu Kyoto M. Bella Lakat, Ricky M.S. Leonard J. Ngadiman Leonardo A. Kumayas Lintang, Ridho A. Mailoor, Felicia M. Malik, Andy A. M. Maun, Jofran I. Michael M. Rengkung Micky Kapoh Missela E. Paseki Octavianus Hendrik Alexander Rogi Onthoni, Margaretha K. P. Peggy Egam Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Priscilia R. Lalenoh Putri N. Watulingas R. Rahman Rachel M. Solang Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Rahmat D. Abdullah Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Taroreh Rocky B. Wongkar Septian K. Rantung Shelany Suselo Sidadu, Febrianto Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryono Takaheghesang, Miranda Cicilia Tesalonika M. Wungow Triah D. Sarihi Vero A. Lamia, Vero A. Veronika A. Kumurur Verry Lahamendu Vicky H. Makarau Windy M. Nangoy Windy Mononimbar Wokas, Efraim N.