Claim Missing Document
Check
Articles

RE-DESIGN FASILITAS OLAHRAGA BERKUDA DI TOMPASO MINAHASA. Organic Architecture Nangoy, Windy M.; Wuisang, Cynthia E. V.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17273

Abstract

Olahraga adalah salah satu kebutuhan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Olahraga berkuda merupakan salah satu cabang olahraga yang memacu sportivitas dan kreatifitas bagi sumber daya manusia. Sulawesi Utara sudah sejak lama menjadi daerah yang selalu turut ambil bagian dalam olahraga berkuda di Indonesia. Tompaso merupakan daerah yang dikenal dengan olahraga berkuda ini. Mengacu dari hal ini maka dihadirkan wadah untuk memfasilitasi dan menunjang berbagai macam kegiatan yang menyangkut olahraga berkuda. Mulai dari stadion pacuan kuda, peternakan kuda, bahkan sekolah berkuda. Stadion pacuan kuda yang memiliki penunjang dengan fasilitas yang bagus menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang mempunyai minat akan olahraga berkuda. Tema “Arsitektur Organik” yaitu sebuah langkah untuk merancang, mendesain bangunan yang menghadirkan keselarasan dengan lingkungan sekitar dari beberapa konsep-konsep yang akan diterapkan. Penerapan akan bangunan yang selaras antara bangunan tempat melakukan kegiatan, dan alam, melalui desain yang harmonis antara lokasi, bangunan, interior, dan lingkungan menjadi komposisi yang dipersatukan dan kemudian saling berhubungan. Dengan penggunaan strategi tersebut diharapkan desain yang ada bisa memiliki keunikan tersendiri tanpa mengabaikan fungsi ruang bahkan bangunan sesungguhnya.Kata Kunci : Olahraga Berkuda, Stadion Pacuan Kuda, Arsitektur Organik
REDESAIN PASAR TRADISONAL BERSEHATI MANADO. Arsitektur Tropis Pesisir Bataha, Danisa W. M.; Kumurur, Veronika A.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17274

Abstract

Pasar tradisional Bersehati merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Manado, dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, perekonomian masyarakat dan pasar tradisional juga merupakan sumber pendapatan pemerintahan daerah melalui pajak terhadap pedagang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dan pertumbuhan ekonomi di kota Manado, pasar tradisional Bersehati sudah mulai tersaingi oleh keberadaan pasar-pasar modern. Masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern.Dan setelah dilakukan evaluasi terhadap pasar Bersehati yang menjadi masalah adalah lingkungan pasar tradisional yang  kumuh, kusam, jorok, bau, bangunan yang sudah mulai rapuh serta sistem utilitas yang kurang baik, membuat para pembeli merasa kurang nyaman ketika berbelaja di pasar tradisional Bersehati.Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka perlu dilakukan desain ulang (redesain) terhadap bangunan pasar tradisonal bersehati. Mengingat pasar tradisional Bersehati yang memiliki peranan penting di Kota Manado. Dalam perancangan objek ini menggunakan pendekatan kajian tipologi objek, kajian tematik, kajian tapak serta kajian lingkungan. Proses perancangan objek yang digunakan adalah proses desain yang dikembangkan oleh Jhon Ziesel (1981), dimana proses desain merupakan suatu pengulangan secara terus menerus dari siklus “imajinasi-presentasi-test”. Serta mengaplikasikan tema Arsitektur Tropis Pesisir pada bangunan pasar tradisional Bersehati, yang diharapkan mampu menghasilkan sebuah desain yang memberikan kenyamanan baik bagi para pembeli dan penjual pasar tradisional Bersehati.Kata Kunci: Redesain, Pasar Tradisional, Bersehati, , Arsitektur Tropis Pesisir
YOUTH CENTER DI MANADO. Arsitektur Regionalisme Mawu, Gabriel; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17628

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi mempermudah para masyarakat untuk mengakses informasi yang dinginkan baik itu informasi dari dalam daerah kota  Manado ,dari luar daerah ataupun luar negeri. Secara tak langsung hal  ini tentunya mendorong masayarakat khusunya para remaja sebagai generasi muda untuk lebih berkreatifitas lagi dalam mengekspresikan bakat dan talenta mereka, seperti dalalm bidang seni ataupun olahraga, karena pada masa itu mereka cenderung ingin mencoba hal-hal baru dan mengembangkannya sesuai yang mereka lihat di media informasi. Karena itu dibutuhkan tempat yang mampu dijadikan pusat untuk memfasilitasi minat dan bakat para remaja di Manado secara terpadu serta aman bagi perkembangan fisik dan emosional remaja yaitu Youth Center di Manado. Adapula dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi di Manado yang telah mepengaruhi gaya hidup serta sosial budaya masyarakat termasuk para remaja.  Dimana sebagian besar masyarakat lebih cenderung megesampingkan dan melupakan gaya kedaerahan yang menjadi ciri khas dari kota Manado, karena masyarakat lebih mengenal gaya dari luar negeri, baik itu gaya arsitektur maupun gaya hidup sehari-hari. Karena itu perancangan Youth Center di Manado dengan konsep Regionalisme dimaksudkan untuk mendesain bangunan Youth Center di Manado yang lebih mampu memfasilitasi semua aktifitas pemuda-pemudi untuk berekspresi di bidang seni dan olahraga masa kini dengan menghadirkan bangunan dengan teknologi serta perancangan arsitektur masa kini yang mengadopsi gaya kedaerahan lokal di Manado, dan secara tak langsung telah menghadirkan bangunan yang mampu mengekspresikan ciri khas dari kota Manado sendiri. Kata kunci : Remaja, Youth Center di Manado, Arsitektur Regionalisme 
KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO. Geometri Modular Wongkar, Rocky B.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17988

Abstract

Di kota Manado telah menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat terutama di permukiman yang semakin padat dan menyebabkan rawannya resiko bencana kebakaran. Dalam hal ini sering terjadi pada kawasan-kawasan  padat seperti di pusat kota pertokoan, perkantoran, rumah makan, pasar, pemukiman penduduk (kumuh). Kebutuhan kota akan dinas pemadam kebakaran tidak terpenuhi karena kekurangan Petugas pemadam kebakaran. Akibat dari kondisi tersebut, begitu terjadi kebakaran, warga langsung panik dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.Dinas pemadam kebakaran memiliki kantor sebagai pos unsur pelaksana pemadam kebakaran. Kantor tersebut berguna sebagai tempat parkir kendaraan pemadam kebakaran serta penyimpanan sarana dan prasarana dinas pemadaman kebakaran, pusat informasi dan pengaduan, serta lokasi operasi komando pemadam kebakaran.Berdasarakan pendekatan, tema Geometri modular maka kantor dinas pemadam kebakaran di manado ini di rancang. hasil desain merupakan konsep perancangan tapak dan ruang luar, konsep ruang dalam, konsep perancangan bangunan juga konsep-konsep lainnya yang diperlukan pada pengembangan objek rancangan.Perancangan gedungkantor dinas pemadam kebakaran di manado ini di laksanakan dengan pertimbangan – pertimbangan atau konsep – konsep dasar perancangan yang mengacu pada tipologi,tema dan eksisting site.sedangkan desain berdasarkan proses perancangan lima langkah,permulaan,persiapan,pengajuan usul evaluasi dan tindakan.sehingga di capai bentuk arsitektur yang ideal yang memenuhi kebutuhan sesuai dengan  fungsi layanan dinas pemadam kebakaran di kota Manado. Kata Kunci: Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Di Manado, Manado, Geometri Modular
MANADO HIGH RISE RESIDENTIAL. Hi-Tech Architecture Ngadiman, Leonard J.; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18387

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu pertumbuhan jiwa yang semakin pesat di Kota Manado mengakibatkan tingginya permintaan untuk kebutuhan hunian atau tempat tinggal, di masa yang akan datang ketersediaan lahan akan semakin sedikit sehingga prospek hunian vertikal  dimasa depan terjamin. Dijaman yang modern ini manusia semakin mencari hal hal yang praktis. Tingginya tuntutan akan efisiensi waktu dan sumber daya membuat semakin banyaknya muncul penemuan penemuan yang membantu hidup manusia. Dalam perancangan High Rise Residential, tema yang diangkat adalah High Tech Architecture. Istilah high tech disini merujuk pada penggunaan sistem teknologi yang digunakan pada suatu bangunan. Arsitektur high tech menggabungkan elemen-elemen dari industri berteknologi tinggi dan sistem teknologi ke dalam desain bangunan yang mencakup struktur dan material yang maju dan mutakhir, sistem mekanikal dan elektrikal yang otomatis serta merepresentasikan bangunan yang bercitra high tech.Kata Kunci : High Rise Residential, High Tech Architecture,
PASAR 45 PEDESTRIAN MALL. Arsitektur Kolonial Belanda Bella, Kyoto M.; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19305

Abstract

Pasar 45 merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Manado yang telah ada sejak tahun 1830. Pasar tersebut menjadi pusat kegiatan komersial yang dilakukan tidak hanya oleh masyarakat seputar Kota Manado, tapi juga dari seluruh distrik di Minahasa, Gorontalo, dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Transaksi dagang antara masyarakat lokal dan para pedagang dari Eropa (seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda) pernah terjadi pada distrik ini. Sedangkan masyarakat keturunan Cina dan Arab adalah para pedagang yang menetap dan bertransaksi langsung dengan masyarakat lokal dalam hal menyediakan kebutuhan sandang dan pangan. Pasar 45 merupakan titik awal pertumbuhan ekonomi saat itu.             Penerapan pedestrian mall akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kawasan perdagangan Pasar 45 di Kota Manado dengan pertimbangan Kota Manado sebagai kota ekowisata yang merupakan bagian dari misi Kota Manado dan misi membangun kota yang memiliki “daya saing” dengan berorientasi pada peningkatan daya tarik investasi. Kawasan Pasar 45 di Kota Manado akan menjadi lebih baik dengan penerapan pedestrian mall sehingga para wisatawan lokal maupun mancanegara akan merasa nyaman berbelanja di kawasan.            Pemilihan tema disesuaikan dengan objek rancangan. Tema yang diangkat pada rancangan berupa tema Kolonial Belanda. Latar belakang pemilihan tema rancangan dikarenakan agar bangunan dapat mengankat kembali kesan kota tua yang berada di Kota Manado, yang dahulu merupakan kota dengan jajahan Kolonial Belanda.Kata Kunci : Pasar 45, Pedestrian Mall, Kolonial Belanda
REDESAIN PASAR TRADISIONAL REMU DI SORONG. Arsitektur Vernakular Pabunnak, Ira; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20446

Abstract

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Perkembangan suatu daerah dapat di lihat dari beberapa indikator di antaranya infrastruktur yang tersedia. Suatu daerah yang berkembang sangat baik jika diikuti dengan infrastruktur yang memadai, maju tidaknya ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari pasarnya.Kota Sorong merupakan wilayah kota yang pada hakekatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi kota itu sendiri maupun wilayah di sekitarnya, mempunyai pusat pertokoan dan pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan pasar yaitu Pasar Tradisional Remu namun pasar tersebut kurang tertata dengan baik, kawasan tersebut menjadi pusat tujuan belanja bagi penduduk di seluruh wilayah Remu Selatan. Keadaan inilah yang menyebabkan dampak ketidaknyamanan masyarakat dalam berbelanja. Maka ada beberapa infrastruktur dan fasilitas yang harus di desain kembali.Berdasarkan masalah yang terdapat pada Pasar Tradisional Remu di Sorong, maka perlunya dilakukan Redesain Pasar Tradisional Remu dengan perencanaan penataan ulang pasar dari kondisi yang didasarkan pada realita dari permasalahan yang ada. Penataan ulang pasar merupakan jawaban. Sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan tema “Arsitektur Vernakular” karena objek perancangan terletak di Kota Sorong Papua Barat maka akan di terapkan budaya dari daerah setempat.Kata Kunci: Kota Sorong, Pasar Tradisional Remu, Redesain Pasar, Arsitektur Vernakular.
MANADO CONCERT HALL. Optimasi Akustik dalam Ruang Punuh, Gratia S.; Suryono, .; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23692

Abstract

Fasilitas concert hall secara umum mempunyai masalah yang cukup kompleks, bukan hanya dalam ruang lingkup sosial tetapi juga membahas desain bangunan yang membutuhkan penyelesaian yang optimal. Maka sangat perlu diperhatikan juga desain pada ruang utamanya, semakin optimal desain akustik suatu ruang maka semakin optimal pula pesan dan makna yang tersampaikan kepada pendengar. Untuk itu, pemilihan material pada elemen interior dan perabot sangat berperan pada kualitas akustik suatu ruang. Dengan desain arsitektural yang baik, suara-suara yang diinginkan dapat dinikmati dengan sempurna dan suara-suara yang mengganggu pendengaran dapat dihindarkan contohnya pada bangunan khususnya di ruang utama. Di Kota Manado saat ini, peminat seni sudah sangat berkembang pesat khususnya dalam seni musik. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas terhadap seni musik di Manado, maka perlu diadakan wadah yang dapat menfasilitasi hal tersebut, karena kota Manado sampai saat ini belum mempunyai standar gedung dengan akustik yang memadai. Sehingga, wadah itu diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan seni musik di kota Manado. Jadi, kesimpulannya penerapan arsitektural akustik pada Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan yang modern serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan akustika bangunan. Kata kunci: Concert Hall, Akustik, Kota Manado.
MUSEUM BAHARI KOTA MANADO . Waterscape Architecture Poluakan, Gloria M.; Punuh, Claudia S.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23701

Abstract

Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dan terletak di Teluk Manado sehingga masuk dalam kategori waterfront city dengan garis pantai sepanjang 18,7 km. Hal ini membuat letak Kota Manado sangat strategis akan kebaharian. Museum bahari adalah suatu bangunan/lembaga yang mengoleksi hal-hal yang berkenaan dengan kelautan, baik itu benda-benda bersejarah, tokoh-tokoh bahari maupun biodiversitas (keanekaragaman hayati) laut. Pada era modern ini, angka jumlah pengunjung museum di Indonesia terjadi penurunan hingga sebesar 8,5% sejak tahun 2006 (Sumber Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar,2009) dan setelah dilakukan evaluasi ditemukan bahwa teknik penyajian koleksi museum yang terkesan tidak menarik. Waterscape Architecture adalah perancangan dengan menerapkan unsur air didalam merancang suatu objek. Unsur air menjadi pokok dalam melakukan konsep bahkan desain tentang objek yang dimaksud. Konsep ini akan dapat menarik pengunjung karena kadang dijumpai di museum-museum lainnya. Dalam penerapannya, konsep ini haruslah ada sentuhan air baik dari landscape, eksterior dan bahkan interior dari museum bahari ini. Kata kunci: Manado, Museum Bahari, Waterscape Architecture
RELOKASI KANTOR BUPATI KABUPATEN MINAHASA: Arsitektur Perilaku Kumaseh, Martalita M.; Tilaar, Sonny; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i1.66164

Abstract

Kabupaten Minahasa merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu Kota Tondano dan memiliki luas wilayah kabupaten 1.025,85 km². Pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Minahasa sebanyak 329.391 jiwa. Dengan Kantor Bupati yang terletak pada pusat kota Tondano yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa ini sehingga mengharuskan Kabupaten Minahasa memiliki Kantor Bupati yang menunjang serta sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku di Kabupaten tersebut. Dengan menunjang beberapa perturan dan standar yang berlaku diantaranya RTRW Kabupaten Minahasa dan Perbup Minahasa didapati bahwa letak Kantor Bupati Minahasa saat ini sudah tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Minahasa dimana menurut RTRW Kabupaten Minahasa kompleks perkantoran berlokasi di Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, sedangkan Lokasi Kantor Bupati Minahasa saat ini berada di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, yang merupakan kompleks pertokoan menurut RTRW yang berlaku sehingga perlu dilakukan relokasi untuk Kantor Bupati Minahasa ini untuk membangun Kantor Bupati yang mewadahi dan menunjang aktivitas pemerintahan serta pelayanan masyarakat yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku dengan penggunaan tema Arsitektur Perilaku yang mengutamakan kenyamanan pengguna gedung untuk menunjang aktivitas yang akan dilakukan di dalamnya. Kata Kunci: Relokasi Kantor, Kabupaten Minahasa, Arsitektur Perilaku.
Co-Authors . Suryono Adrian A. Tandjung, Adrian A. Afrilia G. Karundeng Agus I. Laoli, Agus I. Almiritia Dalip, Almiritia Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andika E. Bawontea Andy A. M. Malik Angelina E. S. Sihotang Arifin Kamil Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bataha, Danisa W. M. Batara, Chandrika O. Bella, Kyoto M. Candle D. P. Lang Capriati C. Pandeirot, Capriati C. Chandrika O. Batara Chotijah M. Kusumawati Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dien, Raymond Apolinaris Elisabet Bela, Elisabet Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Gontung, Anatasya T. Gosal, Lisa Christie Hanny Poli Hanny Poli Hapili, Tri Pratama C.S. Haribulan, Renhard Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Johannes Van Rate John C. Jitmau Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Judy O. Waani Judy O. Waani Juita Rerung Julianus A. R. Sondakh Juneyver Lemeng Kalalo, Loudy M. B. Kalalo, Loudy M.B. Karouw, Claryta Jeanette V. Kowal, Rolando Rischi Kristania M. Lahu Kumaseh, Martalita M. Kumurur, Veronika A. Laatung, Claudio A. A. Lakat, Ricky M.S. Leonardo A. Kumayas Lintang, Ridho A. Mailoor, Felicia M. Malik, Andy A. M. Maun, Jofran I. Mawu, Gabriel Michael M. Rengkung Micky Kapoh Missela E. Paseki Nangoy, Windy M. Ngadiman, Leonard J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Onthoni, Margaretha K. P. Pabunnak, Ira Peggy Egam Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Poluakan, Gloria M. Priscilia R. Lalenoh Punuh, Gratia S. Putri N. Watulingas R. Rahman Rachel M. Solang Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Rahmat D. Abdullah Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Taroreh Septian K. Rantung Shelany Suselo Sidadu, Febrianto Sonny Tilaar Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryono Takaheghesang, Miranda Cicilia Tesalonika M. Wungow Triah D. Sarihi Vero A. Lamia, Vero A. Verry Lahamendu Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Wokas, Efraim N. Wongkar, Rocky B.