Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Arifin Kamil; Hanny Poli; Hendriek H. Karongkong
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i2.5249

Abstract

ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA DI KECAMATAN TERNATE SELATAN, KOTA TERNATE Triah D. Sarihi; Andy A. M. Malik; Hendriek H. Karongkong
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Ternate adalah pusat pemerintahan Kota Ternate. Kota ini sebagian besar memiliki geologi perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan depan pantai. Geologi kepulauan Ternate pegunungan dengan lava yang berfungsi baik terletak di pulau Ternate. Pulau Ternate memiliki kemiringan aktual terbesar di atas 40% yang meruncing ke arah puncak Gunung Gamalama yang terletak di Pulau tersebut. Kawasan Ternate Selatan merupakan salah satu subkawasan di Kota Ternate yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsoran. Berdasarkan RTRW Kota Ternate Tahun 2010-2030 tentang Daerah Cenderung Bencana, Kota Ternate memiliki daerah rawan kejadian bencana yang terdiri dari daerah rawan longsor, tsunami, gempa bumi, lontaran gunung berapi, dan daerah rawan banjir yang tersebar di seluruh kota Ternate. Informasi Bencana Daerah Kota Ternate Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan ada tiga kelemahan intens di pulau ini lebih spesifiknya, letusan Gamalama, banjir magma dingin, longsoran, dan bahaya gelombang pasang. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi pola pemanfaatan lahan yang ada berdasarkan tingkat kerentanan bahaya longsoran di Kecamatan Ternate Selatan dan menganalisis pola pemanfaatan terbangun/tidak terbangun berdasarkan kerentanan bahaya longsor di Kecamatan Ternate Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk membedah bagaimana usulan pengendalian pemanfaatan ruang pada daerah rawan longsor dengan melihat penyusunan peta bencana longsor yang ditunjukkan dengan tingkat kerentanannya. Analisis ini juga digunakan untuk memberikan usulan penanganan daerah yang rawan longsor. Tingkat kerawanan longsoran memiliki tiga kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi. Kerentanan tinggi terhadap longsor adalah 60,60 ha atau 4%, Kerentanan Sedang 1632,69 ha atau 94% dan Kerentanan rendah 26,69 atau 2%. pemanfaatan lahan di sub-lokal Ternate Selatan untuk lahan terbangun dengan luasan rawan longsor 31,04 ha dan lahan tidak terbangun dengan tingkat rentan longsor tinggi 29,56 ha dari luas wilayah sub-kawasan. Kata Kunci: Bencana Longsor, Pemanfaatan Lahan, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN EKSISTING DENGAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) PULAU TERNATE Rahmat D. Abdullah; Raymond D. CH. Taroreh; Hendriek H. Karongkong
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dalam penggunaan lahan merupakan hal yang tak terhindarkan dalam proses pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang cepat dan meningkatnya permintaan akan lahan sering kali mengakibatkan konflik kepentingan dalam penggunaan lahan, serta ketidaksesuaian antara penggunaan lahan dan rencana tata ruang. Kesesuaian lahan merujuk pada sejauh mana suatu area lahan cocok untuk tujuan tertentu. Permukiman mencakup lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik di perkotaan maupun pedesaan, berfungsi sebagai tempat tinggal dan kegiatan yang mendukung kehidupan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan yang ada dengan rencana pola ruang RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Pulau Ternate. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan metode spasial. Analisis penggunaan lahan dilakukan melalui tumpang tindih (overlay) antara data spasial, seperti peta, dengan data atribut. Hasil penelitian mengidentifikasi dua hal utama. Pertama, dari penggunaan lahan yang sudah ada, terlihat bahwa penggunaan lahan perkebunan mencakup area terbesar dengan luas 1753 ha atau 47.59%, sementara penggunaan lahan bakau merupakan yang terkecil dengan luas 3.45 ha atau 0.09%. Kedua, melalui analisis overlay, terdapat beberapa ketidaksesuaian antara kondisi penggunaan lahan yang ada dan rencana pola ruang RDTR Pulau Ternate untuk periode 2022-2042, yang meliputi total luas 601.37 ha. Ketidaksesuaian ini menggambarkan perbedaan antara kondisi penggunaan lahan yang ada dengan rencana penggunaan lahan yang telah dirancang dalam RDTR Pulau Ternate. Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, Kesesuaian, RDTR
MANADO ART CENTER. Complexity and Contradiction in Architecture Rachel M. Solang; Alvin J. Tinangon; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24064

Abstract

Indonesia adalah tanah yang kaya. Berbagai keragaman suku, bahasa, bangsa, dan kebudayaan memenuhi tanah air. Setiap provinsi bahkan kabupaten/ kota memiliki kebudayaan menarik yang wajib diperkenalkan ke masyarakat luas bahkan hingga ke jenjang internasional. Selain itu kreativitas yang dimiliki manusia pada umumnya tidak hanya melalui seni kognitif seperti prestasi-prestasi akademik, melainkan juga segi afektif yang sangat erat dengan optimalisasi penggunaan otak kanan, sehingga seni menjadi sebuah gaya hidup bahkan menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.Perkembangan seni, seprti pelaku seni yang ada di Manado ini memerlukan suatu wadah agar seni dan kebudayaan yang merupakan identitas bangsa dapat terpelihara dengan baik. Sebuah wadah yang dapat menjawab segala keutuhan para pengguna seni baik itu pelaku seni maupun penikmat seni. Sehingga seni dapat terpelihara dengan baik, dinikmati, dan dapat dibawa luas hingga ke jenjang internasional, agar bisa menarik para wisatawan untuk mengunjungi bahkan mempelajari seni milik tanah air.Manado Art Center dengan penerapan Complexity and Contradiction ini hadir untuk menjawab segala kebutuhan para pelaku seni tanpa mengesampingkan estetika dalam pembangunan pada iklim tropis seperti di Indonesia ini.Metode yang digunakan merupakan kriteria yang telah tentukan berupa analisis sebelum pemecahan masalah, sintesis outpun secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis, secara bertahap dan berulang-ulang suatau rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Manado Art Center seperti, rencana tapak, layout, denah, tampak, dengan konsep bangunan sesuai penerapan Complexity and Contradiction in Architecture.             Kata kunci : Manado, Art Center, Complexity And Contradiction In Achitecture, Seni.
HOTEL RESORT di TAHUNA. Arsitektur Metafora Juneyver Lemeng; Esli D. Takumansang; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24616

Abstract

Tahuna Baraat merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Pariwisata di Tahuna Barat mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Objek wisata yang beragam menjadi salah satu potensi dalam sektor pariwisata di Tahuna Barat sehingga tergolong primadona dalam menghasilkan devisa Negara. Keindahan yang menakjubkan dari pulaupulau dan pantai-pantai yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Sangihe diprediksi akan semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Penekanan desain pada hotel resort ini adalah arsitektur metafora yang mengambil ide-ide bentukan dari makhluk hidup di alam yang kemudian diterapkan pada denah, ornament, bentuk jendela atau pintu, bentuk atap, material dan warna. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Hotel Resort, tipe dan syarat hotel, sejarah dan perkembangan hotel, pedoman perencanaan hotel resort dan tinjauan arsitektur metaforaa. Akhirnya, seluruh hasil kajian dituangkan dalam bentuk program ruang dan konsep-konsep perancangan yang diaplikasikan ke dalam desain yang dipresentasikan ke dalam bentuk gambar-gambar arsitektur.Kata Kunci : Metafora , Hotel, Tahuna, Resort.
PUSAT KEGIATAN LANSIA. Arsitektur Perilaku Candle D. P. Lang; Fela Warouw; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25049

Abstract

Pusat Kegiatan Lansia merupakan sebuah tempat yang mewadahi berbagai kegiatan yang dikhususkan bagi para lansia. Di kota Manado sangat jarang ditemui fasilitas yang dikhususkan untuk lansia. Hal ini tidak seimbang dengan terus bertambahnya jumlah penduduk lansia dari tahun 2011 – 2016. Inilah yang melatar belakangi perancangan Pusat Kegiatan Lansia di Manado. Persoalan desain dari perancangan ini adalah bagaimana merancang sebuah fasilitas yang dikhususkan untuk para lansia dengan mempertimbangkan perilaku dari lansia. Dan tujuan perancangan adalah untuk merancang sebuah objek (Pusat Kegiatan Lansia) yang bisa memfasilitasi berbagai kegiatan para lansia dengan mempertimbangkan perilaku dari lansia. Metode perancangan yang digunakan merupakan metode perancangan Glass box dari J. Christopher Jones. Melaui metode desain ini dapat di ketahui bagaimana proses pengumpulan data, analisis, sintesa, sampai pada hasil dari desain itu sendiri. Kemudian digabungkan pendekatan Arsitektur Perilaku. Hasil yang diperoleh yaitu desain Pusat Kegiatan Lansia dengan pendekatan Arsitektur Perilaku yang di aplikasikan pada rancangan bangunan itu sendiri. Penerapan tema berdasarkan aspek fisiologis dan psikologis dari lansia. Kata Kunci: Pusat Kegiatan Lansia, Fasilitas Lansia, Arsitektur Perilaku, Aspek Fisiologis, Aspek Psikologis
PUSAT SENI PAPUA DI KOTA NABIRE. Iconic Micky Kapoh; Surijadi Supardjo; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28808

Abstract

Pusat Seni Papua di Kota Nabire merupakan suatu wadah atau tempat terpusatnya seluruh kegiatan seni daerah Papua. Karya-karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat, baik yang pernah ada dan tak terlihat lagi sekarang, maupun yang terwariskan / masih membudaya sekarang ini, semuanya diidentifikasi, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budayawan yang ada. Lokasi dari wadah ini terletak di Kabupaten Nabire.Pada perancangan ini digunakan Tema Iconic. Tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik. Dalam hal ini aspek visual menjadi sangat spesifik untuk membantu menampilkan karakter tertentu dari sebuah benda hasil karya seni. Selain itu karya arsitektur yang terhadirkan harus bisa mengimplementasikan konsep desain, memaksimalkan hasil kajian tema Iconic dari budaya lokal, bahkan bisa menggarap unic genius loci (keunggulan tapak/lokasi), baik melalui site planning maupun olahan bentuk dan tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Nabire, lokasi pengembangan daerah terletak pada Distrik Nabire dan penulis mengambil lokasi di Jl. Yos Sudarso Distrik Nabire.Dengan adanya Pusat Seni Papua di Kota Nabire ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di kota Nabire. Kata Kunci : Pusat Seni, Kota Nabire, Iconic
MUSEUM SENI DI TALAUD. Simbolisme Arsitektur Chandrika O. Batara; Rachmat Prijadi; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29212

Abstract

 Museum Seni di Talaud merupakan suatu wadah atau tempat yang terpusat dari seluruh karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat yang diturunkan, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budaya yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud.Tema perancangan yang digunakan ialah Simbolisme Architecktur dimana tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik dan menggunakan hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Selain itu karya arsitektur yang hadir harus bisa menunjukkan keunggulan tapak, baik melalui site planning maupun bentuk serta tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud, lokasi pengembangan daerah terletak pada penulis mengambil lokasi di Perkantoran Kabupaten Kepulauan Talaud.Dengan adanya Museum Seni di Talaud ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Kabupaten Kepulauan Talaud, Museum Seni, Simbolisme Arsitektur
PASAR MODERN LIRUNG Di KABUPATEN TALAUD. Arsitektur Kontemporer Andika E. Bawontea; Vicky H. Makarau; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31012

Abstract

Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri perdagangan dan jasa, pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kabupaten Talaud sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan “Pasar Moderen Lirung di Kabupaten Talaud, yang mengacu dari  kebutuhan akan barang dan jasa sebagai penunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Berangkat dari tujuan perancangan objek ini maka tema yang digunakan adalah Arsitektur Kontemporer yang diharapkan dapat menciptakan sesuatu objek yang baru dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas di pasar modern. Dengan hadirnya perancangan pasar modern di talaud ini, dapat menunjang keperluan masyarakat akan barang dan jasa, serta menambah pendapatan daerah. Pasar modern ini mampu menampung masyarakat kabupaten talaud dalam mencari kebutuhan sehari-hari, karna pasar ini dirancang sesuai dengan standard kebutuhan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Arsitektur, Kontemporer, Pasar  modern Lirung di Kabupaten Talaud
TONDANO WALK, Biofilik Desain Missela E. Paseki; Ingerid L. Moniaga; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34583

Abstract

Keberadaan sebuah tempat perbelanjaan dalam suatu kota selalu menjadi tempat yang paling menarik dan mudah diingat karena termasuk tempat yang sering dikunjungi oleh warga kota tersebut. Tempat ini biasanya terletak di jalan-jalan utama dan pusat-pusat kota sehingga dapat menimbulkan image baru pada sebuah kota. Bahkan tidak jarang kuantitas dan kualitas tempat perbelanjaan dapat memberikan gambaran tingkatan kemakmuran warga kota tersebut. Strategi penataan ruang di wilayah kabupaten Minahasa mewujudkan kebijakan penataan ruang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) menjadi pusat pelayanan utama di Kabupaten Minahasa yang terintegrasi dengan sistem kota-kota di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota wilayah Kabupaten Minahasa yaitu Tondano. Tondano memiliki iklim udara yang sejuk dengan pemandangan bentang alam perairan yakni danau Tondano dan petak sawah yang membentang indah membelah wilayah perkotaan Tondano. Pola ruang perkotaan Tondano berbentuk grid atau petak-petak dengan garis-garis jalan yang saling memotong sehingga berbentuk kotak-kotak yang teratur.Hasil dari objek ini adalah pusat perbelanjaan yang memberikan suasana baru bagi masyarakat kota Tondano yang ingin memenuhi kebutuhan berbelanja dan bersantai (refreshing). Sehingga Tondano Walk bisa menjadi suatu magnet atau daya tarik tersendiri bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara untuk menikmati fasilitas perbelanjaan modern yang rekreatif dan healthy.Kata Kunci: Kota Tondano, Pusat perbelanjaan, Biofilik Desain
Co-Authors . Suryono Adrian A. Tandjung, Adrian A. Afrilia G. Karundeng Agus I. Laoli, Agus I. Almiritia Dalip, Almiritia Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andika E. Bawontea Andy A. M. Malik Angelina E. S. Sihotang Arifin Kamil Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bataha, Danisa W. M. Batara, Chandrika O. Bella, Kyoto M. Candle D. P. Lang Capriati C. Pandeirot, Capriati C. Chandrika O. Batara Chotijah M. Kusumawati Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dien, Raymond Apolinaris Elisabet Bela, Elisabet Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Gontung, Anatasya T. Gosal, Lisa Christie Hanny Poli Hanny Poli Hapili, Tri Pratama C.S. Haribulan, Renhard Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Johannes Van Rate John C. Jitmau Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Judy O. Waani Judy O. Waani Juita Rerung Julianus A. R. Sondakh Juneyver Lemeng Kalalo, Loudy M. B. Kalalo, Loudy M.B. Karouw, Claryta Jeanette V. Kowal, Rolando Rischi Kristania M. Lahu Kumaseh, Martalita M. Kumurur, Veronika A. Laatung, Claudio A. A. Lakat, Ricky M.S. Leonardo A. Kumayas Lintang, Ridho A. Mailoor, Felicia M. Malik, Andy A. M. Maun, Jofran I. Mawu, Gabriel Michael M. Rengkung Micky Kapoh Missela E. Paseki Nangoy, Windy M. Ngadiman, Leonard J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Onthoni, Margaretha K. P. Pabunnak, Ira Peggy Egam Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Poluakan, Gloria M. Priscilia R. Lalenoh Punuh, Gratia S. Putri N. Watulingas R. Rahman Rachel M. Solang Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Rahmat D. Abdullah Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Taroreh Septian K. Rantung Shelany Suselo Sidadu, Febrianto Sonny Tilaar Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryono Takaheghesang, Miranda Cicilia Tesalonika M. Wungow Triah D. Sarihi Vero A. Lamia, Vero A. Verry Lahamendu Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Wokas, Efraim N. Wongkar, Rocky B.