p-Index From 2021 - 2026
9.532
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia MEDIA MEDIKA INDONESIANA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Jurnal Bidan Prada Jurnal Keolahragaan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education Paediatrica Indonesiana Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Health Promotion and Behavior Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Public Health Perspective Journal Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Jurnal Pengabdian Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies International Journal of Health and Medicine Jurnal Info Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Determinan Growth Faltering (Guncangan Pertumbuhan) pada Bayi Umur 2-6 Bulan yang Lahir dengan Berat Badan Normal Dyah Umiyarni Purnamasari; Martha I Kartasurya; Apoina Kartini
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2009:MMI VOLUME 43 ISSUE 5 YEAR 2009
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.897 KB)

Abstract

Growth faltering determinants among 2-6 years old infants born with normal birth weightBackground: Poor growth in infants can be indicated by a decrease in WAZ score, and is started at the age of 3-6 months. Growth faltering can lead to growth failure. Therefore it is important to investigate growth faltering determinants to solve the growth problems.Methods: This case controls study was conducted at Kangkung subdistrict, Kendal district. Cases were the subjects who had growth faltering, and controls were the subjects who had normal growth. Thirty six subjects were included in each group. The determinant variables investigated were non-exclusive breastfeeding, no-colostrum feeding, formula feeding, early complementary food feeding, pacifier used, diarrhea, upper respiratory tract infections and lack of mother’s allocation time for caretaking. Analyses were conducted by bivariate and multivariate logistic regression.Results: Based on the results of bivariate logistic regression analyses, the determinants of growth faltering were: Non-exclusive breastfeeding (OR=3.30; 95%CI:1.15-9.52; PAR=0.61), formula feeding (OR=2.96; 95%CI:1.03-8.53 PAR=0.38), early complementary food feeding at ≤3 months (OR=16; 95%CI: 1.78-143.15) and upper respiratory tract infections (OR=3.35; 95%CI: 1.23-9,10; PAR=0.48). No-colostrum feeding, pacifier used, diarrhea, and lack of mother’s allocation time for caretaking were not the determinants of growth faltering. Multivariate logistic regression analyses showed that non-exclusive breastfeeding (OR=3.43; 95%CI: 1.15-10.17) and upper respiratory tract infections (OR=3.09; 95%CI: 1.09-8.73) were the main determinants of growth faltering.Conclusions: The main determinants of growth faltering among infants aged 2-6 months at Kangkung sub-district were nonexclusive breastfeeding and upper respiratory tract infections. It is recommended to promote exclusive breast-feeding and prevent upper respiratory tract infections among infants.Keywords: Growth faltering, non-exclusive breastfeeding, upper respiratory tract infections, infants, normal birth weight ABSTRAKLatar belakang: Gangguan pada pertumbuhan bayi ditunjukkan dengan penurunan skor Z menurut indeks BB/U, dan pada umumnya dimulai pada umur 2-6 bulan. Gangguan tersebut bila tidak ditangani lebih lanjut akan menjadi growth failure (kegagalan pertumbuhan). Oleh karena itu perlu diketahui faktor determinan growth faltering agar dapat dilakukan pencegahan dan penanggulangan masalah tersebut.Metode penelitian: Penelitian observasional dengan disain penelitian kasus-kontrol, yang dilakukan di Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Subyek adalah bayi yang mengalami growth faltering, dan kontrol adalah bayi yang mengalami pertumbuhan normal. Jumlah subyek masing-masing kelompok kasus dan kontrol adalah 36 subyek. Variabel yang diamati meliputi tidak diberikannya kolostrum, pemberian ASI tidak eksklusif, susu formula, MP-ASI dini, penggunaan kempongan, kejadian diare, ISPA danalokasi waktu asuh ibu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik bivariat dan multivariat.Hasil: Berdasarkan analisis regresi logistik bivariat, determinan growth faltering adalah: pemberian ASI tidak eksklusif (OR=3,30; 95%CI: 1,15-9,52; PAR=0,61), susu formula (OR=2,96; 95%CI: 1,03-8,53 PAR=0,38), MP-ASI dini umur ≤3 bulan (OR=16; 95%CI: 1,78-143,15) dan ISPA (OR=3,35; 95%CI: 1,23-9,10; PAR=0,48). Variabel tidak diberikannya kolostrum, penggunaan kempongan, kejadian diare dan alokasi waktu asuh ibu yang kurang bukan merupakan faktor determinan. Analisis regresi multivariat menunjukkan bahwa pemberian ASI tidak eksklusif (OR=3,43; 95%CI: 1,15-10,17) dan kejadian ISPA (OR=3,09; 95%CI:1,09-8,73) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian growth faltering.Simpulan: Determinan growth faltering utama pada bayi umur 2-6 bulan di Kecamatan Kangkung adalah Pemberian ASI tidak eksklusif dan kejadian ISPA. Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif dan pencegahan terhadap ISPA pada bayi.
Hipotiroidisme pada Wanita Usia Subur (WUS) di Daerah Pertanian: Penelitian di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Suhartono Suhartono; Sri Djokomoeljanto; Suharyo Hadisaputro; Hertanto Wahyu Subagio; Apoina Kartini
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2010:MMI VOLUME 44 ISSUE 1 YEAR 2010
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.499 KB)

Abstract

Background: Hypothyroidism can cause infertility, spontaneous abortion, fetal growth-development disorders, placental abruption and prematurity. Exposure to pesticides, both of organochlorines and organophosphate, can cause hypothyroidism. The aim of the study was to examine the prevalence of hypothyroidism in WCA in agricultural areas.Methods: A cross-sectional study was conducted in two hundred and eight women of WCA who were randomly selected from four villages and TSH levels were examined. The TSH cut-off point for the diagnosis of hypothyroidism was 4.5 μIU/mL. In a sub-sample, fT4 levels, UEI and thiocyanate in urine, were also examined. Result: The mean level of TSH was 3.66 (±5.330) μIU/mL, the lowest value was 0.05, and the highest was 60 µIU/mL; the median was 2.38 μIU/mL; the mean FT 4 (n=89) was 16.207±3.0438 pmol/L; UEI median value (n=41) was 288.0 mcg/L; while the mean of urinary thiocyanate levels (n=41) was 1.468±1.25 mcg/mL. There were 47 WCA (22,6%) with hypothyroidism, 46 of which (97.9%) are sub-clinical hypothyroidism.Conclusion: The prevalence of hypothyroidism in WCA was 22.6% and almost all women had sub-clinical hypothyroidism. Pesticide exposure is suspected as a risk factor for hypothyroidism in this population.ABSTRAKLatar belakang: Hipotiroidisme merupakan keadaan, di mana kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pada WUS, hipotiroidisme dapat menyebabkan infertilitas, abortus spontan, gangguan tumbuh-kembang janin, placental abruption dan bayi lahir sebelum waktunya. Pajanan pestisida, baik dari golongan organoklorin maupun organofosfat, dapat menyebabkan hipotiroidisme. Penelitian ini bertujuan mengkaji berapa besar prevalensi hipotiroidisme pada WUS yang bertempat tinggal di daerah pertanian.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. 208 WUS dipilih secara acak dari empat desa dan dilakukan pemeriksaan kadar TSH. Diagnosis hipotiroidisme ditegakkan berdasarkan kadar TSH 4,5 µIU/mL. Pada sebagian WUS (sub-sampel) dilakukan pemeriksaan kadar fT4, UEI dan kandungan tiosianat dalam urin. Hasil: Rerata kadar TSH adalah 3,66 (±5,330) µIU/mL, nilai terendah 0,05, nilai tertinggi 60 µIU/mL sedangkan median TSH 2,38 µIU/mL; rerata fT 4 (n=89) adalah 16,207±3,0438 pmol/L; nilai median UEI (n=41) adalah 288,0 µg/L; rerata kadar tiosianat urin (n=41) adalah 1,25±1,468 µg/mL. Didapatkan 47 WUS (22,6%) dengan hipotiroidisme, 46 di antaranya (97,9%) adalah hipotiroidisme sub-klinik.Simpulan: Prevalensi hipotiroidisme pada WUS sebesar 22,6%, hampir semuanya hipotiroidisme sub-klinik. Pajanan pestisida patut dicurigai sebagai faktor risiko pada WUS di daerah pertanian yang diteliti ini.
Pemberian Cairan Karbohidrat Elektrolit, Status Hidrasi dan Kelelahan pada Pekerja Wanita Mardiana Mardiana; Apoina Kartini; Baju Widjasena
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2012:MMI VOLUME 46 ISSUE 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.123 KB)

Abstract

Carbohydrate electrolyte solution improve hydration status and decrease fatigue among women workersBackground: Heat exposure cause dehydration and fatigue if water intake is insufficient. Carbohydrate electrolyte drinks consumption maintans workers hydration status and prevent fatigue. Women workers at ironing department in garment industry are at risk of dehydration and fatigue because of the heat exposure.Objective: To determine the effect of carbohydrate electrolyte solution on hydration and fatigue status among women workers.Method: This quasy experiment was conducted in pre post test control group design. Population of this study was women workersaged 18-35 years in ironing department of garment industry. Thirty-three subjects were selected by inclution criteria. Subjects were given three treatments, without intervention, drink water and carbohydrate electrolyte solution. Body weight and fatigue of the subjects were measured on the third, fourth, and fifth intervention days before and after each treatment. Body weight was measuredusing digital scales. Fatigue was measured by reaction timer to flash light. Data were analyzed using paired t test, Wilcoxon test, and Ancova.Result: Body weight decreased 0.1?0.2 kg after work without intervention and drinking water, while increased body weight of 0.1?0.1 kg after given carbohydrate electrolyte. Reaction timed to flash light decreased 12.2?49.0 milliseconds after given carbohydrate electrolyte solution increased 14.9?62.3 and 26.4?33.8 milliseconds after drinking water and without intervention respectively. Drinking carbohydrate electrolyte solution improved hydration status and decreased fatigue status before and aftercontrolled for energy and fluid intake, vitamin B1 and B6 intake.Conclusion: Carbohydrate-electrolyte solution improved the hydration status and decreased fatigue among women workers.Keywords: Carbohydrate-electrolyte solution, hydration status, fatigue, women workers ABSTRAKLatar belakang: Paparan panas selama bekerja dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan jika asupan cairan tidak cukup. Penambahan cairan karbohidrat elektrolit selama bekerja diduga dapat mencegah dehidrasi dan kelelahan. Pekerja wanita di bagian ironing perusahaan garmen terpapar panas sehingga berisiko dehidrasi dan kelelahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian cairan karbohidrat elektrolit terhadap status hidrasi dan kelelahan pada pekerja wanita.Metode: Desain penelitian nonrandomized pre-post test control group design. Populasi adalah pekerja wanita perusahaan garmen berusia 18-35 tahun di bagian ironing. Subyek berjumlah 33 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Subyek mendapat tiga perlakuan, yaitu tanpa intervensi, pemberian air minum dan karbohidrat elektrolit. Subyek diukur berat badan dan kelelahan sebelum dan setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut untuk setiap perlakuan. Pengukuran berat badan menggunakan timbangan injak digital. Kelelahan diukur melalui kecepatan dalam merespon cahaya dengan menggunakan alat reaction timer. Data dianalisis menggunakan paired t test, Wilcoxon, repeated measure, dan uji Ancova.Hasil: Pada kondisi tanpa intervensi dan pemberian air minum terjadi penurunan berat badan (0,1?0,1 kg) setelah bekerja, sedangkan pada pemberian karbohidrat elektrolit terjadi peningkatan berat badan sebesar 0,1?0,2 kg. Waktu reaksi rangsang cahaya menurun sebesar 12,2?49,0 millidetik setelah pemberian karbohidrat elektrolit dan meningkat sebesar 26,4?33,8 millidetik pada kondisi tanpa intervensi serta 14,9?62,3 millidetik pada pemberian air minum. Pemberian cairan karbohidrat elektrolit memperbaiki status hidrasi sebelum dan setelah dikontrol dengan asupan energi dan cairan serta menurunkan kelelahan sebelum dan setelah dikontrol dengan asupan energi, cairan, vitamin B1, dan vitamin B6. Simpulan: Pemberian cairan karbohidrat elektrolit dapat memperbaiki status hidrasi dan menurunkan kelelahan
Co-Authors - Mukhfi - Suyatno Adriana Rizki Novita Agnes Styfani Meko Ahmad Syauqy Alfan Afandi Alfi Fairuz Asna Anggray Duvita Wahyani Ani Margawati Anies Anies Anna Herdina Antono Suryoputro Ari Suwondo Ari Yulistianingsih Aulia Medina Sulistyowati Ayu Silvia Ayun Sriatmi Azkia, Bardiatul Bagoes Widjanarko Baju Widjasena Bintang Agustina Pratiwi Budhi R, Kamilah Budiyono Budiyono Cahaya Asdhany Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahyo Setiawan Camelia Nurjannah Chairunnisa, Syifa Al Janna Christin Desi Anggreyenti Christin Desi Anggreyenti Dea Indartanti Dewi, Putu Lina Paramitha Dhea Salisa, Merisha Dian Fajriyah Pangestika Dian Ratna Sawitri Dina Rahayuning Pangestuti Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Dini Indah Fauziah Distrika Philani Diwian Jaya Putra, I Putu Okta Donny Kristanto Mulyantoro dr. Antono Suryoputro, MPH., Ph.D Dwi Sutiningsih Dyah Krisnawati Dyah Primasari Dyah Umiyarni Purnamasari Efa Nugroho Eka Putri Rahmadhani Elisa Henny Eni Rumiyati Erizka Marwita Triyonate, Erizka Marwita Etika Hasna Dina Putri Etika Ratna Noer Eva Novianingsih Farid Agushybana Ferdian, Nizaar Ferry Ardhiansyah Fifiantyas Amalia Fillah Fithra Dieny Firmansyah Kholiq Pradana PH Fitry, Febriana Ramadhani Fristiwi, Pingkan Ghodiq Ufthoni Gunawan, Novia Riansari Habibah Abidin Hapsari, Kanya Hapsari, Rani Ayu Hendrawati, Menik Hendrixus Eko Surani Putro Heni Irawati Heri Gunawan Hermawati, Bertakalswa Hertanto Wahyu Subagio Hesti Ardini Rakhmiditya Hidayati Hidayati Ida Nurmawati Ilmiati, Fatia Indri Mulyasari Insani, Raudya Kamillia Intan Claudina Jamhari Jamhari Jasman - - Jatu Safitri Cahyahati Jauharany, Firdananda Fikri Jayawarsa, A.A. Ketut Kamilah Budhi Rahardjani Karisma, Putu Ayu Khikmah Wati Kusworo Adi LA MANI, LA Laksmi Widajanti Latifahanun, Este Lestari, Rizky Aprilianti Lidiyawati Lidiyawati Linda Meliati Liyana Putri Afifah Lu lu atul Khodijah M. Zen Rahfiluddin Ma'rifah Tri Citra Mahalul Azam Mandati, Dewi Anjani Mardiana Mardiana Mardiana Mardiana Martha Irene Kartasurya Martini - - Martini Martini Martini Martini Maya Erisna Merisha Dhea Salisa Mexitalia Setiawati Miftahul Mualimah Mochamad Abdul Hakam Mohammad Zen Rahfiludin Muflihatul Muniroh Muhtar, Muhammad Solihuddin Muniroh, Muflihatul Mursid Raharjo Musdalifah Nor Amini Naila Fauziatin Naili Farida Naintina Lisnawati Natalia Kristiani Nidya, Indriana Rahma Novia Luthviatin Novie Susanto Nunung Wulandari Nurjazuli Nurjazuli Nurul Dewi Anggraeni Nurul Laili Hidayati Rizqie Olivionita, Vita Onny Setiani Oqi Bintang Hapsari Ossie Happinasari Prastika Yulianasari Putra, I Putu Okta Diwian Jaya Putri Tiara Nur Mahardika Putu Ayu Karisma Rafika Farianita Ragil Sri Pamungkas rahmuniyati, merita eka Rasipin Rasipin Rasnasuri, Dita Ratna Indriati Retno Widyaningsih, Retno Rhisma Nasita Sianti Rhosidatus Salamah Rieny, Elzha Geniz Rizki Putri Anjani Rohma Yuanita Rohmatul Bariroh Al Faiqoh Ronny Aruben Rudi Pangarsaning Utami Rukman, Pingkan Fristiwi Runjati S. A. Nugraheni S. Fatimah Pradigdo S.A Nugraheni S.A. Nugraheni Safitri, Vania Arthamevia Sania Lailatul Rahmi Saraswati, Rizki Septia Sarman Sentha Kusuma PJ Septo Pawelas Arso Sianti, Rhisma Nasita Silvia Agus Widyaningtyas Sinta Lestari Sinta Wati Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Pradigdo Siti Fatimah-Muis, Siti Soakakone, Minnalia Sofwan Indarjo Solly Aryza Sophia Rose Sri Achadi Nugraheni Sri Djokomoeljanto Sri Winarni Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Sulistyawati Sulistyawati Supriyana Supriyana Suroto Suroto Susi Yunita Haryanti Sutopo Patria Jati Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Syamsulhuda BM Talitha Rahma Nur Aini Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tri Joko Vania Retno Nurastrini Wa Ode Asma Isra Wahyu Ratri Sukmaningsih Widya Widya Wulandari, Nunung Yusfina Modesta Rua Yusniar Hanani Darundiati Zahroh Shaluhiyah Zhafira, Shabrina Nuril