p-Index From 2021 - 2026
9.559
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia MEDIA MEDIKA INDONESIANA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Jurnal Bidan Prada Jurnal Keolahragaan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education Paediatrica Indonesiana Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Health Promotion and Behavior Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Public Health Perspective Journal Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kebidanan Indonesia Jurnal Pengabdian Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Indonesia Sosial Teknologi International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies International Journal of Health and Medicine Jurnal Info Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN OBESITAS PADA REMAJA PUTRI DI SMA THERESIANA 1 SEMARANG Widyaningtyas, Silvia Agus; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.555 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2090

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang terjadi akibat simpanan lemak yang berlebih. Simpanan lemak berkaitan dengan kematangan seksual yang ditandai dengan munculnya menstruasi pertama (menarche) pada remaja putri. Remaja akan mengalami peningkatan komposisi lemak tubuh setelah mengalami menstruasi, apabila tidak dikendalikan dengan benar dapat membawa pada kejadian obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan usia menarche dengan obesitas pada remaja putri di SMA Theresiana 1 Semarang. Metode: Rancangan penelitian cross sectional, sampel berjumlah 71 dipilih secara stratified random sampling dari seluruh kelas X dan XI. Status gizi didasarkan nilai z-score IMT/U dan ditunjang dengan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data usia menarche sampel dan keluarga didapatkan dari kuesioner, data asupan makan (energi, karbohidrat, protein dan lemak) didapatkan dari kuesioner semi quantitative food frequency dan aktivitas fisik didapatkan dari formulir recall aktivitas fisik selama 3 hari. Analisis data menggunakan Rank Spearman, Pearson Product Moment dan regresi linier ganda. Hasil: Sebanyak 14,1% subyek mengalami obesitas. Rata-rata usia menarche subyek 12,1±1,3 tahun dan sebanyak 2,8% berkategori dini (<10 tahun). Tidak terdapat hubungan usia menarche (r=-0,151; p=0,209), asupan energi (r=-0,009; p=0,942), asupan protein (r=0,113; p=0,35) dan asupan lemak (r=-0,024; p=0,844) dengan obesitas. Namun terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan obesitas (r= -0,236; p=0,031) dan terdapat hubungan usia menache keluarga dengan usia menarche subyek (r=0,445; p=0,000). Faktor yang paling berhubungan dengan obesitas adalah aktifitas fisik (p=0,040). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia menarche dengan obesitas pada remaja, namun pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas melalui parameter IMT/U.
HUBUNGAN ASUPAN ISOFLAVON DENGAN KEJADIAN SINDROMA METABOLIK PADA WANITA MENOPAUSE Yulistianingsih, Ari; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.618 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6897

Abstract

Latar belakang: Sindroma metabolik merupakan kumpulan kelainan metabolik dari faktor risiko penyakit jantung, dan menopause dihubungkan dengan peningkatan kejadian sindroma metabolik. Asupan isoflavon merupakan suatu fitoestrogen yang bersifat kardioprotektif. Penurunan konsentrasi indikator stres metabolik oleh isoflavon dapat menjadi salah satu mekanisme dalam mencegah penyakit jantung pada wanita menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan isoflavon dengan kejadian sindroma metabolik pada wanita menopause.  Metode: Rancangan penelitian adalah case control yang dilakukan pada 90 wanita menopause usia 45 – 65 tahun di kelurahan Saripan, kabupaten Jepara. Subyek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dengan jumlah sampel minimal masing-masing untuk kelompok sebesar 45 subyek. Penentuan sindroma metabolik apabila memiliki ≥ 3 kriteria sindroma metabolik, yaitu lingkar pinggang ≥ 80 cm; tekanan darah ≥ 135/85 mmHg; kadar glukosa darah puasa ≥ 100 mg/dL; kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL. Data asupan isoflavon dan makronutrien diperoleh melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data aktivitas fisik diperoleh melalui International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square.Hasil: Rata-rata asupan isoflavon pada kelompok sindroma metabolik dan pra sindroma metabolik adalah 17,8 mg/hari dan 44 mg/hari. Terdapat hubungan terbalik antara asupan isoflavon dengan sindroma metabolik pada wanita menopause (p=0,000; OR=6,8).Kesimpulan: Asupan isoflavon yang kurang merupakan faktor risiko terhadap peningkatan sindroma metabolik pada wanita menopause dengan besar risiko 6,8 kali.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Indartanti, Dea; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.743 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i2.5438

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi yang biasa dialami remaja salah satunya adalah anemia. Anemia adalah keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai normal, yang ditandai dengan lesu, pusing, mata berkunang-kunang, dan wajah pucat, sehingga dapat menyebabkan menurunnya aktivitas dan prestasi belajar karena kurangnya konsentrasi. Metode : Penelitian dilakukan di SMP Negeri 9 Semarang dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek 90 remaja putri yang dipilih secara consecutive sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan metode Cyanmethemoglobin, pengukuran berat badan dengan  menggunakan timbangan injak digital dan tinggi badan menggunakan microtoise. Asupan protein, zat besi, vitamin C, vitamin B12 dan folat sebagai variabel perancu diperoleh dengan metode Semi Food Frequency Questionnaire (FFQ) kemudian dihitung dengan nutrisoft. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square kemudian dilanjutkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.Hasil : Hasil penelitian diperoleh 1,1% subyek memiliki status gizi sangat kurus, 3,3% kurus, 73,3% normal, 15,6% overweight, 6,7% obesitas dan sebanyak 26,7% mengalami anemia. Rerata kadar hemoglobin 12,6 ± 1,29 SD dan rerata nilai z-score berdasarkan IMT/U adalah 0,97 ± 1,18 SD. Dilihat dari asupan diketahui bahwa sebanyak 63,3% siswi yang asupan zat besinya kurang dari kebutuhan, sedangkan asupan protein, vitamin C, vitamin B12 dan folat sebagian besar sudah dalam kategori cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,289). Ada hubungan asupan zat besi (p=0,000) dan asupan folat (p=0,006) dengan kejadian anemia. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik menunjukkan variabel asupan zat besi yang berpengaruh terhadap anemia (p<0,05).Simpulan : Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN ASUPAN ASAM LEMAK JENUH, ASAM LEMAK TIDAK JENUH DAN NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN BOJONGSALAMAN Lidiyawati, Lidiyawati; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.24 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6860

Abstract

Latar belakang. : Risiko hipertensi pada wanita akan meningkat setelah mengalami menopasue yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti penurunan produksi hormon esterogen dan asupan zat gizi termasuk asupan natrium dan juga lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan asam lemak jenuh (SFA), asam lemak tidak jenuh (MUFA,PUFA) dan natrium dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause.Metode : Penelitian observasional dengan desain case-control yang melibatkan 68 wanita menopause usia 46-60 tahun (kasus=34, kontrol=34) di Bojongsalaman, Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Kejadian hipertensi diindetifikasi dari pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Asupan SFA, MUFA, PUFA, natrium diperoleh melalui wawancara dengan Food Frequency Questionaire (FFQ) semikuantitatif. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil : Subyek pada kelompok kasus yang memiliki asupan asam lemak jenuh dan natrium berlebih masing-masing sebesar 94,1% dan 88,2 %. Sebagian besar subyek pada kedua kelompok memiliki asupan PUFA yang baik sedangkan asupan MUFA pada kedua kelompok termasuk kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa asupan SFA berhubungan dengan kejadian hipertensi (p=0,02, OR=5,76, CI=1,141-29,078) sedangkan asupan MUFA, PUFA, natrium tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (p>0,05). Kesimpulan : Asupan zat gizi yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause adalah asam lemak jenuh (SFA), sedangkan asupan asam lemak tidak jenuh (MUFA, PUFA) dan natrium dalam penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya hubungan dengan kejadian hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN SNACK BAR BERBAHAN DASAR KOMBINASI UBI JALAR UNGU DAN KEDELAI (HITAM DAN KUNING) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA DEWASA HIPERTRIGLISERIDEMIA Rakhmiditya, Hesti Ardini; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.086 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4538

Abstract

Latar Belakang: Hipertrigliseridemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Antosianin dan isoflavon dapat menurunkan kadar trigliserida. Ubi jalar ungu dan kedelai mengandung antosianin, isoflavon, dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian snack bar dengan bahan dasar kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai terhadap kadar trigliserida pada wanita dewasa hipertrigliseridemia.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan merupakan quasi-experimental dengan pre-post test control group design dengan subyek wanita dewasa yang memiliki kadar trigliserida puasa >100 mg/dl. Subyek dibagi menjadi 3 kelompok:  kontrol (tidak diberikan snack bar), perlakuan 1 (diberikan snack bar kombinasi ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dan kedelai hitam), dan perlakuan 2 (diberikan snack bar berbahan dasar kombinasi ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dan kedelai kuning). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan dosis snack bar 80 g sehari. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan sebelum intervensi, hari ke-15, dan hari ke-29 penelitian. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan paired t-test, Wilcoxon, ANOVA, dan Kruskall-Wallis.Hasil: Terdapat penurunan kadar trigliserida puasa pada kelompok kontrol  (p>0.05) pada pemeriksaan hari ke-15 yang disebabkan oleh penurunan asupan energi (p<0.05). Kelompok perlakuan 1 dan 2 menunjukkan peningkatan asupan energi, lemak, dan serat pada dua minggu awal penelitian. Terjadi penurunan kadar trigliserida pada kelompok perlakuan 2 yang signifikan (p=0.011) dibandingkan kelompok perlakuan 1 (p=0.251) pada pemeriksaan hari ke-15. Pemeriksaan kadar trigliserida pada hari ke-29 menunjukkan peningkatan dibandingkan hari ke-15. Uji Anova dan Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar trigliserida puasa antara kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 (p>0.05) baik pada pemeriksaan hari ke-15 maupun 29.Kesimpulan: Pemberian snack bar berbahan dasar kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai kuning dengan dosis 80 sehari selama 2 minggu dapat menurunkan 32.89% kadar trigliserida pada wanita dewasa hipertrigliseridemia.
HUBUNGAN ASUPAN KALIUM, KALSIUM DAN MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN BOJONGSALAMAN, SEMARANG Putri, Etika Hasna Dina; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.189 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6853

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat ditemukan baik pada laki–laki maupun perempuan. Wanita menopause lebih beresiko terhadap kejadian hipertensi. Asupan kalium, kalsium dan magnesium berhubungan dengan terjadinya hipertensi.Tujuan : Mengetahui hubungan asupan kalium, kalsium dan magnesium dengan kejadian hipertensiMetode : Penelitian case control ini bersubjek 68  wanita menopause di Kelurahan Bojongsalaman yang diperoleh dengan metode consecutive sampling. Asupan kalium, kalsium dan magnesium diperoleh melalui Food Frequency Questionairesemi kuantitatif. Data tekanan darah didapatkan dengan menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data bivariat menggunakan uji chi squareHasil : Subyek pada kelompok kasus yang memiliki asupan kalsium dan kalium kurang masing – masing sebesar 97,1% dan  91,2%.  Kelompok kasus maupun kontrol memiliki asupan magnesium yang cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan kejadian hipertensipada wanita menopause. (p = 0,02, OR=4,27, 95%Cl=1,135-16,137) Simpulan: Asupan zat gizi yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause adalah magnesium. Sedangkan asupan kalsium dan kalium dalam penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya hubungan dengan kejadian hipertensi
Hubungan Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik dan Asupan Energi, Asupan Lemak dengan Kejadian Obesitas pada Remaja SMP Dewi, Putu Lina Paramitha; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.775 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16918

Abstract

Latar belakang:  Obesitas disebabkan karena aktivitas fisik yang kurang disamping asupan makanan padat energi yang berlebihan. Obesitas pada anak jika berlanjut sampai usia dewasa mempunyai faktor risiko hipertensi, hiperlipidemia, penyakit Jantung koroner, hiperinsulinemia dan Diabetes mellitus tipe II. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, aktivitas fisik, asupan lemak dan  energi  dengan kejadian obesitas pada remaja SMPN 11 Semarang Metode: Rancangan penelitian adalah case control yang dilakukan pada 60 remaja SMP usia 11–15 tahun di SMP Negeri 11 Semarang. Subyek dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pemilihan sampel kasus melalui skrining dan memilih kontrol secara random dengan cara memilih siswa atau siswi kelas VII dan VIII yang obesitas sebagai kelompok kasus dan siswa-siswi kelas VII dan VIII yang tidak obesitas sebagai kelompok control. Uji statistik untuk melihat faktor risiko pengetahuan gizi, aktivitas fisik, asupan energi dan  asupan lemak dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar siswa (73.3%) mempunyai pengetahuan gizi baik, siswa dengan asupan energi lebih sebanyak 53.3%, asupan lemak lebih sebanyak 66.7%, dan yang termasuk aktivitas fisik ringan sebanyak 21.7%. Terdapat hubungan asupan energi, asupan lemak, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas (p=0.000, p=0.006, p=0.000). Tidak terdapat hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian obesitas. Kesimpulan:  Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian obesitas. Asupan energi, asupan lemak dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian Obesitas. 
PENGARUH MINUMAN KARBOHIDRAT ELEKTROLIT TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA Hapsari, Oqi Bintang; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.119 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3740

Abstract

Latar Belakang : Produktivitas kerja menjadi gambaran efektifitas dan efisiensi kerja secara total suatu industri. Produktivitas kerja setiap orang berbeda-beda, salah satunya tergantung dari kecukupan asupan energi dan cairan yang bermanfaat untuk menghindari kelelahan selama bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh minuman karbohidrat elektrolit terhadap produktivitas kerja pada pekerja garmen bagian menjahit berusia 18-40 tahun.Metode : Studi pra eksperimental dengan rancangan pre test - post test one  group design pada 35 pekerja garmen bagian menjahit berusia 18-40 tahun di CV. X Semarang pada bulan Juli 2013. Kelompok posttest mendapat minuman karbohidrat elektrolit sebanyak 250 ml saat sebelum bekerja dan saat jam istirahat, sedangkan pada kelompok pretest tidak diberi minuman karbohidrat elektrolit. Kedua kelompok dilihat produktivitas kerjanya berdasarkan hasil jahitan per jam selama 3 hari.Hasil : Rerata hasil kerja kelompok posttest lebih tinggi dari kelompok pretest (131,26±23,45 biji/jam berbanding 116,34±25,8 biji/jam). Minuman karbohidrat elektrolit berpengaruh terhadap produktivitas kerja setelah dikontrol asupan cairan, asupan energi dan usia (p=0,008). Minuman karbohidrat elektrolit meningkatkan jumlah pekerja yang produktif dari 14,28% menjadi 45,71%.Kesimpulan : Minuman karbohidrat elektrolit berpengaruh terhadap produktivitas kerja setelah dikontrol asupan cairan, asupan energi dan usia pada pekerja garmen bagian menjahit yang berusia 18-40 tahun.
JENIS MP-ASI, FREKUENSI DAN WAKTU PERTAMA KALI PEMBERIAN MP-ASI SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI LEBIH PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KOTA MAGELANG Nurastrini, Vania Retno; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.222 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4605

Abstract

Latar Belakang:. Prevalensi anak balita gizi lebih di Kota Magelang tahun 2012 berdasarkan data di Profil Kesehatan Kota sebesar 5,8%4. Pemberian makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi kurang dari 4 bulan dengan frekuensi yang tinggi dan jenis yang tidak sesuai umur akan menyebabkan kenaikan berat badan yang terlalu cepat sehingga mengarah ke gizi lebih.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan  kasus kontrol pada 27 gizi lebih sebagai kelompok kasus dan 27 gizi normal sebagai kelompok kontrol dengan disertai matching umur, jenis kelamin, konsumsi susu formula dan tempat tinggal. Kriteria gizi lebih ditentukan berdasarkan indeks z-score BB/PB >2 SD menurut WHO child growth standart. Data umur, panjang badan, berat badan, jenis kelamin, konsumsi susu formula, jenis MP-ASI, frekuensi pemberian MP-ASI, dan waktu pemberian MP-ASI pertama kali pada bayi usia 6-12 bulan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan dengan Pearson Chi-Square dan OR.Hasil: Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai umur pada kelompok kasus sebesar 55,6%, sedangkan  pada kelompok kontrol sebesar 40,7%. Kelompok kasus yang mendapat MP-ASI lebih dari 3 kali sehari sebesar 96,3%, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 59,3% . Kelompok kasus yang mendapat MP-ASI sebelum usia 6 bulan sebesar 66,7%, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 29,6% . Penelitian ini menunjukkan, faktor risiko kejadian gizi lebih pada bayi 6-12 bulan adalah frekuensi pemberian MP-ASI (p=0,002:OR=17,9) dan waktu pertama kali pemberian MP-ASI (p=0,01:OR=4,8). Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai umur bukan merupakan faktor risiko kejadian gizi lebih pada bayi usia 6-12 bulan (p=0,4:OR=0,55)Simpulan: Faktor risiko kejadian gizi lebih pada bayi usia 6-12 bulan di Kota Magelang adalah frekuensi pemberian MP-ASI dan waktu pertama kali pemberian MP-ASI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI IKAN PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR DAN PERBUKITAN KOTA SEMARANG Azkia, Bardiatul; Suyatno, Suyatno; Kartini, Apoina
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 3 (2020): MEI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.029 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i3.26415

Abstract

Fish consumption in Indonesia in 2017 is 46.49 kilograms/capita/year, has not reach the target of national in 2017 which is 47.12 kilograms/capita/year or 54.49 kilograms/capita/year in 2019. Fish has many nutritional benefits especially for toddlers. There are several things that cause toddlers don’t consume fish, one of which is region’s topography. This research was conducted to determine the factors that influence fish consumption in infant base on regional topography. The type of research is observational with cross sectional research design. Population is toddlers with samples are 98 children, selected by simple random sampling method. The study was conducted using a questionnaire and FFQ sheets. Data analysis using Pearson statistical test, independent t-test, and multiple linear regression test. The results showed that toddlers in the coastal consumed more types of marine fish, while toddlers in the montainous consumed more types of land fish and processed fish. The fish consumption of both location areas fall into the category of low consumption frequency. The average amount of fish consumption in toddlers of coastal is 70,68 kg/capita/year, more than the average of mountainous which is 40,80 kg/capita/year p<0.05. Fish consumption in toddler in coastal is positively related to mother’s nutritional care pattern and economic access (p<0.05), while in mountainous is positively related to mother’s knowledge, child’s preference on fish, mother’s nutritional care pattern, and the availability of fish (p<0.05). It can be concluded that mother’s nutritional care pattern is variable that affects fish consumption in both location.
Co-Authors - Mukhfi - Suyatno Adriana Rizki Novita Agnes Styfani Meko Ahmad Syauqy Alfan Afandi Alfi Fairuz Asna Amini, Musdalifah Nor Anggray Duvita Wahyani Ani Margawati Anies Anies Anna Herdina Ari Suwondo Ari Yulistianingsih Aulia Medina Sulistyowati Ayu Silvia Ayun Sriatmi Azkia, Bardiatul Bagoes Widjanarko Baju Widjasena Bintang Agustina Pratiwi Budhi R, Kamilah Budiyono Budiyono Cahaya Asdhany Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami, Cahya Cahyo Setiawan Camelia Nurjannah Chairunnisa, Syifa Al Janna Christin Desi Anggreyenti Dea Indartanti Dewi, Putu Lina Paramitha Dhea Salisa, Merisha Dian Fajriyah Pangestika Dian Ratna Sawitri Dina Rahayuning Pangestuti Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Dini Indah Fauziah Distrika Philani Diwian Jaya Putra, I Putu Okta Donny Kristanto Mulyantoro dr. Antono Suryoputro, MPH., Ph.D Dwi Sutiningsih Dyah Krisnawati Dyah Primasari Dyah Umiyarni Purnamasari Efa Nugroho Eka Putri Rahmadhani Elisa Henny Eni Rumiyati Erizka Marwita Triyonate, Erizka Marwita Etika Hasna Dina Putri Etika Ratna Noer Eva Novianingsih Farid Agushybana Ferdian, Nizaar Ferry Ardhiansyah Fifiantyas Amalia Fillah Fithra Dieny Firmansyah Kholiq Pradana PH Fitry, Febriana Ramadhani Fristiwi, Pingkan Ghodiq Ufthoni Gunawan, Novia Riansari Habibah Abidin Hapsari, Kanya Hapsari, Rani Ayu Hendrawati, Menik Hendrixus Eko Surani Putro Heni Irawati Heri Gunawan Hermawati, Bertakalswa Hertanto Wahyu Subagio Hesti Ardini Rakhmiditya Hidayati Hidayati Ida Nurmawati Ilmiati, Fatia Indri Mulyasari Intan Claudina Jamhari Jamhari Jasman - - Jatu Safitri Cahyahati Jauharany, Firdananda Fikri Jayawarsa, A.A. Ketut Kamilah Budhi Rahardjani Karisma, Putu Ayu Khikmah Wati Kusworo Adi LA MANI, LA Laksmi Widajanti Latifahanun, Este Lestari, Rizky Aprilianti Lidiyawati Lidiyawati Liyana Putri Afifah Lu lu atul Khodijah M. Zen Rahfiluddin Ma&#039;rifah Tri Citra Mahalul Azam Mandati, Dewi Anjani Mardiana Mardiana Mardiana Mardiana Martha Irene Kartasurya Martini - - Martini Martini Maya Erisna Meliati, Linda Merisha Dhea Salisa Mexitalia Setiawati Miftahul Mualimah Mochamad Abdul Hakam Mohammad Zen Rahfiludin Muflihatul Muniroh Muhtar, Muhammad Solihuddin Muniroh, Muflihatul Mursid Raharjo Naila Fauziatin Naili Farida Naintina Lisnawati Natalia Kristiani Nidya, Indriana Rahma Nizaar Ferdian Novia Luthviatin Novie Susanto Nunung Wulandari Nurjazuli Nurjazuli Nurul Dewi Anggraeni Nurul Laili Hidayati Rizqie Olivionita, Vita Onny Setiani Oqi Bintang Hapsari Ossie Happinasari Prastika Yulianasari Putra, I Putu Okta Diwian Jaya Putri Tiara Nur Mahardika Putu Ayu Karisma Rafika Farianita Ragil Sri Pamungkas rahmuniyati, merita eka Rasipin Rasipin Rasnasuri, Dita Ratna Indriati Retno Widyaningsih, Retno Rhisma Nasita Sianti Rhosidatus Salamah Rieny, Elzha Geniz Rizki Putri Anjani Rohma Yuanita Rohmatul Bariroh Al Faiqoh Ronny Aruben Rudi Pangarsaning Utami Rukman, Pingkan Fristiwi Runjati S. A. Nugraheni S. Fatimah Pradigdo S.A Nugraheni S.A. Nugraheni Safitri, Vania Arthamevia Sania Lailatul Rahmi Saraswati, Rizki Septia Sarman Sentha Kusuma PJ Septo Pawelas Arso Sianti, Rhisma Nasita Silvia Agus Widyaningtyas Sinta Lestari Sinta Wati Siti Fatimah Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Pradigdo Siti Fatimah-Muis, Siti Soakakone, Minnalia Sofwan Indarjo Solly Aryza Sophia Rose Sri Achadi Nugraheni Sri Achadi Nugraheni Sri Djokomoeljanto Sri Winarni Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Sulistyawati Sulistyawati Supriyana Supriyana Suroto Suroto Susi Yunita Haryanti Sutopo Patria Jati Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Syamsulhuda BM Talitha Rahma Nur Aini Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tri Joko Vania Retno Nurastrini Wa Ode Asma Isra Wahyu Ratri Sukmaningsih Widya Widya Wulandari, Nunung Yusfina Modesta Rua Yusniar Hanani Darundiati Zahrah, Nabilah Ayu Az Zahroh Shaluhiyah Zhafira, Shabrina Nuril