p-Index From 2021 - 2026
8.344
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography ASPIRATOR Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Preventif Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Faletehan Health Journal NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Medical Technology and Public Health Journal JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Journal of Applied Health Management and Technology PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Cahaya Mandalika J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Indonesian Journal of Cancer Berita Kedokteran Masyarakat SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Jurnal manajemen informasi kesehatan Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Unnes Journal of Public Health Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SPASIAL KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KASUS TUBERKULOSIS DI PROVINSI JAWA BARAT 2019-2021 Lestari, Andini Ayu; Makful, Martya Rahmaniati; Okfriani, Coraima
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1663

Abstract

Indonesia merupakan negara ke-3 dengan kasus TB tertinggi di dunia. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilaporkan memiliki jumlah kasus tertinggi. Salah satu factor yang menyebabkan penyebaran TB yaitu kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran analisis spasial kasus baru TB berdasarkan faktor risiko kepadatan penduduk di Provinsi Jawa Barat tahun 2019-2021. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan menggunakan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus baru (insiden) TB dan kepadatan penduduk di Jawa Barat tahun 2019-2021. Hasil perhitungan nilai indeks moran terhadap hubungan kasus baru TB dengan kepadatan penduduk menunjukkan hasil bahwa terdapat autokorelasi positif. Uji LISA menunjukkan tiga wilayah yang masuk kategori High-high untuk penyebaran TB berdasarkan kepadatan penduduk pada tahun 2019-2021 yaitu: Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Bekasi. Ketiga wilayah tersebut disarankan menjadi wilayah prioritas intervensi program TB untuk Provinsi Jawa Barat.
EVALUATING THE QUALITY OF UNINTENDED PREGNANCY SERVICES AT PKBI CLINIC DKI JAKARTA Yunanda, Rista; Rahmaniati, Martya; Prasetyo, Sabarinah
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 6 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11595

Abstract

Based on WHO estimates, the unintended pregnancy rate in Indonesia is 40/1,000 women aged 15-49 years. PKBI clinic recorded 210 cases of unintended pregnancy from 2022 to 2024. These cases pose significant risks to maternal and child health. The high incidence of these cases necessitates the provision of high-quality services by health facilities. This is crucial to enhance patient satisfaction and improve service access. The objective of this study is to give an overview of the quality services evaluation for unintended pregnancy at PKBI Clinic. This study is a descriptive study using secondary data from the PKBI clinic based on monthly patient visits from 2022 to 2024.  The analysis uses a Run Chart and Control Chart. The results of the Run Chart analysis indicate the presence of common causes that remain under system control, whereas further analysis using Control Charts reveals the presence of special causes. These special causes are associated with patient surges at certain times and the impact of health education programs. However, to anticipate patient surges, the PKBI clinic is still lacking in human resources. This study concludes that Control Charts are more sensitive in detecting special causes due to the presence of control limits that can identify out-of-control data and detect small changes. The evaluation of service quality for unintended pregnancies at the PKBI clinic demonstrates good quality, but a lack of human resources can reduce this quality. Therefore, there is a need for additional staff, training, and better management of work schedules.
Pola Sebaran Spasial pada Kejadian Stunting di Provinsi Lampung Tahun 2019 -2023 Nugroho, R Nasrullah Nur; Trihandini, Indang; Makful, Martya Rahmaniati
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5%, sementara Lampung 14,9% yang menempatkannya pada posisi ke-empat terendah setelah Bali, Jambi dan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran spasial dan autokorelasi spasial kejadian stunting di Provinsi Lampung tahun 2019–2023 dengan pendekatan studi ekologi. Sampel penelitian adalah 13 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Lampung. Metode analisis spasial yang digunakan adalah Moran’s I untuk mengukur autokorelasi spasial global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi klaster lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019–2022 tidak terdapat autokorelasi spasial yang signifikan. Namun, pada 2023 terdeteksi autokorelasi spasial positif yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya pengelompokan wilayah dengan prevalensi stunting serupa, termasuk identifikasi klaster hotspot. Kurangnya konvergensi program penurunan stunting pada level kebijakan dan implementasi di masing-masing wilayah selama 2019-2020 berkontribusi terhadap tidak adanya autokorelasi spasial. Temuan ini menggarisbawahi perlunya penguatan kebijakan intervensi yang lebih terfokus secara spasial hingga ke tingkat desa, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menentukan strategi intervensi yang tepat sasaran.
Pengaruh Pelatihan Aplikasi Khanza Terhadap Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Rekam Medis di Universitas X Rahmawati Jalih; Martya Rahmaniati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49720

Abstract

Era digitalisasi telah mendorong rumah sakit di Indonesia untuk beralih dari pencatatan manual menuju sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi. Salah satu aplikasi SIMRS yang banyak digunakan adalah KHANZA, sebuah sistem berbasis open source yang mendukung pelayanan medis dan administrasi. Mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) perlu memiliki kompetensi dalam mengoperasikan aplikasi ini untuk menunjang kesiapan mereka di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rata-rata pengetahuan mahasiswa sebelum dan sesudah pelatihan aplikasi KHANZA. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan total kuota sampling terhadap 48 mahasiswa semester 2 yang belum memiliki pengalaman menggunakan KHANZA. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda 25 butir yang diberikan pada pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 59,33 pada pre-test menjadi 85,58 pada post-test, dengan selisih 26,25 poin. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05) yang menandakan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan aplikasi KHANZA efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan dapat menjadi model pelatihan teknologi kesehatan di institusi pendidikan.
Autokorelasi Spasial Air Minum Layak di Indonesia pada Tingkat Provinsi Tahun 2023 Ahmad Khumaidi Annaja; Martya Rahmaniati Makful; Zainul Khaqiqi Nantabah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52043

Abstract

Akses air minum layak merupakan indikator penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kesenjangan akses antarwilayah di Indonesia masih signifikan, sehingga analisis spasial diperlukan untuk mengidentifikasi pola pengelompokan yang membutuhkan intervensi terarah. Penelitian studi ekologi ini menggunakan data agregat proporsi rumah tangga untuk tujuh jenis sumber air minum layak dari 38 provinsi (SKI 2023). Analisis spasial menggunakan Indeks Moran's I global dan LISA, dengan matriks pembobot K-Nearest Neighbors (k=4). Analisis Moran’s I menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan untuk mayoritas jenis sumber air layak (p ≤ 0,05), mengindikasikan bahwa pola penggunaannya cenderung mengelompok. Klasterisasi terkuat teridentifikasi pada Sumur Terlindung (I=0,4103) dan Air Kemasan (I=0,3942). Lebih lanjut, analisis LISA mengungkap ketergantungan regional yang spesifik: Hotspot ketergantungan tinggi pada Air Kemasan dan Sumur Bor terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali, sementara Coldspot kekurangan sumber air tanah terlindungi (Sumur) dominan di Kawasan Papua, dengan anomali keberhasilan Hotspot Ledeng/Perpipaan di NTT dan NTB. Klasterisasi ini mengidentifikasi ketergantungan regional spesifik yang menuntut penyesuaian dan intervensi kebijakan berbasis bukti spasial untuk menjamin akses air minum yang adil.
Analisis Spasial Cakupan Imunisasi di Kabupaten Serang, Indonesia di Tahun 2021 Laelatul Fitri; Martya Rahmaniati Makful
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.744

Abstract

The incidence of deaths of children under five years of age in low- and middle-income countries due to imperfect immune system was estimated to increase, which actually can be prevented and reduced by immunization. In 2021, Banten Province received the highest immunization rating in Indonesia with coverage of 94.8%. However, in its Serang Regency, complete basic immunization coverage was only 89.2%. The aim of this study was to find out the spatial distribution of complete immunization coverage in Serang Regency, Banten Province, Indonesia in 2021. This research used an ecological study design with spatial analysis to estimate and analyze the distribution of immunization coverage in 29 districts in Serang Regency by looking at the number of integrated health post (Ina. posyandu) and the number of midwives spread across them. The analysis results showed a negative spatial autocorrelation of immunization coverage in Serang Regency in 2021. There was 1 district included in quadrant II (low-high), namely Bandung District and 1 district included in quadrant IV (high-low), namely Padarincang District.
Analisis Spasial Kejadian Campak di Indonesia Tahun 2022 Suharyo Adijoyo Nugroho; Martya Rahmaniati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2833

Abstract

Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun program imunisasi telah dilaksanakan secara luas. Penurunan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 meningkatkan risiko terjadinya immunity gap yang berpotensi memicu peningkatan kejadian campak. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial faktor risiko campak di Indonesia tahun 2022. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis spasial berdasarkan data sekunder dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022 dan Badan Pusat Statistik. Unit analisis terdiri atas 34 provinsi di Indonesia. Variabel dependen adalah kejadian campak, sedangkan variabel independen meliputi cakupan imunisasi campak, cakupan vitamin A, cakupan ASI eksklusif, dan kepadatan penduduk. Analisis dilakukan menggunakan metode penilaian risiko untuk mengklasifikasikan tingkat risiko pada setiap provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skor komposit, sebanyak 33 provinsi termasuk kategori risiko sedang dan satu provinsi termasuk kategori risiko rendah. Aceh merupakan provinsi dengan skor risiko tertinggi, ditandai oleh rendahnya cakupan imunisasi campak (52,9%), cakupan ASI eksklusif (49,4%), serta cakupan vitamin A yang belum optimal (89,2%). Sebaliknya, Nusa Tenggara Barat memiliki skor risiko terendah dengan cakupan imunisasi, vitamin A, dan ASI eksklusif yang lebih baik serta proporsi kejadian campak yang rendah. Pendekatan analisis spasial menggunakan penilaian risiko mampu mengidentifikasi variasi tingkat risiko campak antarprovinsi melalui integrasi beberapa indikator kesehatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas wilayah serta mendukung perencanaan program pengendalian campak dan penguatan imunisasi di Indonesia.
Pemetaaan Kerawanan dan Penentuan Prioritas Penanganan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Padang : Vulnerability Mapping and Handling Priority of Dengue Hemorrhagic Fever in Padang City Roma Yuliana; Martya Rahmaniati; Inna Apriantini; Robet Triarjunet
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.836 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2278

Abstract

Latar Belakang: Demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan permasalahan serius di Kota Padang dan penyumbang kasus terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun 2020, terdapat 292 kasus DBD di Kota Padang, namun belum diketahui bagaimana sebaran kasus tersebut secara spasial dikaitkan dengan faktor lingkungan dan demografi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran (kasus DBD, kepadatan penduduk, suhu udara), memetakan tingkat kerawanan DBD dan penentuan prioritas penanganan penyakit DBD berdasarkan unit kelurahan di Kota Padang Tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik skoring dan overlay. Data penelitian berupa data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang dan United State Geological Survey tahun 2020. Hasil: Penelitian ini menunjukkan dari 104 kelurahan, terdapat 11 kelurahan dengan tingkat kerawanan tinggi dengan prioritas penanganan pertama yaitu Kelurahan Kuranji, seterusnya yaitu Kelurahan Korong Gadang, Surang Gadang, Dadok Tunggul Hitam, Pasar Ambacang, Lubuk Buaya, Bungo Pasang, Batang Kabung, Jati, Jati Baru, dan Alai Parak Kopi. Pemerintah diharapkan untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan penyakit DBD dengan memfokuskan pada kelurahan dengan tingkat kerawanan tinggi Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaaan tingkat Kerawanan DBD di Kota Padang dengan menggunakan parameter (kasus DBD, kepadatan penduduk dan suhu udara tahun 2020) menunjukkan dari 104 kelurahan yaitu pada tingkat kerawanan tinggi (11 kelurahan), sedang (41 kelurahan), rendah (40 kelurahan) dan sangat rendah (12 kelurahan).
Pemetaan Prioritas Penanganan Diare pada Balita 12-59 Bulan Provinsi Jawa Barat: Priority Mapping of Diarrhea Handling in Todller 12-59 Months in West Java Province Dian Mulya Sari; Besral Besral; Martya Rahmaniati Makful
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3155

Abstract

Latar belakang: Diare menjadi penyakit penyebab kematian balita tertinggi kedua secara global. Penyebab utama kematian terbanyak pada balita (12-59 bulan) adalah diare (10,3%) pada tahun 2021. Tahun 2021 kematian balita (12-59 bulan) disebabkan diare menempati penyebab tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat. Namun sebaran spasial kasus tersebut dikaitkan dengan demografi dan faktor determinan belum diketahui. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu menentukan wilayah prioritas penanganan diare balita 12-59 bulan berdasarkan tingkat kerawanan terhadap kepadatan penduduk, kasus diare pada balita, kematian balita disebabkan diare, bayi mendapat ASI Eksklusif, pemberian vit A pada balita, keluarga dengan akses sanitasi layak, kasus diare mendapat zinc dan oralit. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Quantum GIS teknik skoring. Data penelitian berupa data sekunder Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2021 dan Badan Informasi Geospasial. Penelitian ini menggunakan unit administratif kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021. Hasil: Penelitian ini menunjukkan tingkat penanganan diare pada balita 12-59 bulan dari 27 kabupaten/kota di Jawa barat terbagi menjadi tingkat kerawanan sangat tinggi (4 Kota/kabupaten), tinggi (10 kota/kabupaten), sedang (6 kota/kabupaten) dan rendah (7 kota/kabupaten). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu provinsi Jawa Barat memiliki 4 wilayah prioritas penanganan diare balita 12-59 bulan yakni Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat.
Analisis Spasial Kasus Pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (Daratan) Tahun 2022 : Spatial Analysis of Pneumonia Cases in West Sumatra Province (Mainland) in 2022 Nia Watri Wahyuni; Martya Rahmaniati Makful
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4783

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan penyebab kematian anak terbesar dibandingkan penyakit menular lainnya. Di seluruh dunia, 800.000 balita meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 balita meninggal karena pneumonia di 2018, atau lebih dari 2 anak setiap jam. Sumatera Barat merupakan wilayah yang capaian indicator pengobatan kasus pneumonia sesuai standar tahun 2022 di bawah target nasional (53%%) yaitu sebesar 13%. Kasus pneumonia di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan dari tahun 2021 yaitu 3.546 kasus, menjadi 5.591 kasus pada tahun 2022. Analisis spasial diperlukan untuk mengetahui pola penyebaran kasus pneumonia antar wilayah dan memanfaatkan system informasi dan georafis untuk pemetaan wilayah. Tujuan: untuk memberikan gambaran dan karakteristik kecenderungan pola pengelompokkan wilayah. Metode: Penelitian ini merupakan studi ekologi untuk mengetahui pola sebaran kasus pneumonia di Sumatera Barat Tahun 2022 secara spasial dengan analisis autokorelasi Global Moran's Indeks dan LISA (Local Indicators of Spatial Autocorrelation). Hasil: Wilayah dengan kasus tinggi terdapat di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok. Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Global Moran’s Indeks = 0,118 (nilai yang positif) dan lebih besar dibandingkan nilai ekspektasi E(I) yaitu -0,0588 , mengidentifikasikan adanya autokorelasi spasial positif untuk kasus pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (daratan). Dari hasil analisis, p-value 0,047 (< alpha 0,05), yang artinya terdapat autokorelasi spasial untuk kasus pneumonia di di Provinsi Sumatera Barat (daratan) tahun 2022. Ditemukan 1 wilayah yang memiliki kuadran high-high yaitu Kota Padang dan 1 wilayah dengan kuadran low- yaitu Kota Solok. Kesimpulan: Kasus pneumonia tinggi di Sumatera Barat terdapat di di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Distribusi kasus pneumonia di Sumatera Barat bagian daratan memiliki pola yang mengelompok, dan kejadian pneumonia di suatu wilayah dipengaruhi oleh tetangga terdekatnya. Hasil analisis menunjukkan terdapat 1 wilayah pada kuadran high-high yaitu Kota Padang, dan 1 wilayah pada kuadran low-high, yaitu Kota Solok. Diharapkan pemerintah atau pengambil kebijakan dapat memprioritaskan wilayah yang memiliki kasus tinggi pneumonia, terutama wilayah Kota Padang sebagai hot-spot pneumonia dalam rangka meminimalisir dan menekan kasus pneumonia kedepannya.
Co-Authors Abimayu, Anggi Tria Adella, Tiara Ahmad Khumaidi Annaja Aldila Riznawati Aldila Riznawati Andrean, Jessie Angesti, Raissa Lingga Anggi Tria Abimayu Apriantini, Inna Artha Prabawa Atmiroseva, Atmiroseva Besral . Deny Yudhistira Deny Yudhistira Deny Yudhistira Deny Yudhistira Desya Mulyaningrum Dewi Susanna Dewi, Romariana Dhamayanti, Grahyta Dian Fajar Hapsari Dian Mulya Sari Dian Pratiwi Dion Zein Nurizin Dwisaputro, Sigit Dwitasari, Indah Emilia Pandin Madao Fajar Nugraha Fajar Nugraha Falupi, Lilik Aryani Fentia Budiman Fifi Dwijayanti Fitri, Laelatul Gea Puteri Utami Grahyta Dhamayanti Gustina, Ira Hanafi, Nurrachda Handayani, Yolanda Hariastuti, Dwi Ristiani Hendi Setiadi Hermawati, Ema Huda Rahmawati Ina Rahayu Ginting Indah Sri Wahyuni Indang Trihandini Indriyani Inggarputri, Yuanita Rizky Inna Apriantini Intansari Intansari Jesa Nuhgroho Jilan Salshabilla Mutaqin Kemal N. Siregar Kholifatul Mardiah Kusumadewi, Ni Nengah Sri Laelatul Fitri Lestari, Andini Ayu Lestiantoro, Sebalt Liza Meutia Manendra Muhtar Mario Ekoriano Meutia, Liza Milla Herdayati, Milla Mochamad Anwarid Ardans Pratama Muhammad Aulia Rahman Mulyaningrum, Desya Mutaqin, Jilan Salshabilla Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Nabila Vebiana Soviadi Nashriyah, Siti Fadhilatun Ni Nengah Sri Kusumadewi Nia Watri Wahyuni Novitasari, Prihatini Dini Nugroho, R Nasrullah Nur Nuhgroho, Jesa Nuridzin, Dion Zein Nurizin, Dion Zein Nurvita Ruwandasari Nurzahara Bagus Okfriani, Coraima Pamadi, Nayaka Nayottama Popy Yuniar Popy Yuniar Putri, Nur A’isyah Amalia Putu Dian Karmana Putu Dian Karmana R Sutiawan Rahmawati Jalih Ratih Trivalni Regita Septiani Regita Septiani Retnowati Retnowati Risma Risma Rita Damayanti Riznawati, Aldila Robet Triarjunet Roma Yuliana Sabarinah Prasetyo safitri widayanti Sakti, Eka Satriani Simanjuntak, Saidah Fatimah Sari Sipahutar, Tiopan Sofiyulloh, Sofiyulloh Sofwatun Nida Srimayarti, Berly Nisa Suharyo Adijoyo Nugroho Sutanto Priyo Hastono Sutiawan, R Tampubolon, Romariana Dewi Teti Tejayanti Teti Tejayanti Tiara Adella Tiopan Sipahutar Tri Wahyudi Triarjunet, Robet Tris Eryando Trisari Anggondowati Verry Adrian Wiyanti, Zulvi Yohana Septianty Isabel Yolanda Handayani Yudhistira, Deny Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yunanda, Rista Yuni Laferani Zainul Khaqiqi Nantabah