p-Index From 2021 - 2026
7.968
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pemberian Topikal Madu Kaliandra terhadap Jaringan Nekrotik pada Luka Diabetes Mellitus di Puskesmas Pucangsawit Anggun Rizkya Safitri; Sri Hartutik
Medical Laboratory Journal Vol. 2 No. 3 (2024): September : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v2i3.360

Abstract

Background: Indonesia. The number of cases of diabetes mellitus in Indonesia continues to increase every year, the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia is 10.7 million in 2020. Topical administration of Kaliandra honey can reduce necrotic tissue in ulcer wounds because it contains antibacterial, antioxidant and anti-inflammatory. Objective : To describe the results of observations of topical administration of Kaliandra honey on diabetes mellitus wounds. Method : This study method uses a descriptive design and uses a Bates Jensen research sheet. In the topical administration method of Kaliandra honey, what is measured is necrotic tissue in wounds that have been given intervention for 14 days. Results : After topical administration of Kaliandra honey to the two respondents who had diabetic wounds for 14 days, it showed a reduction in necrotic tissue in the wounds. Conclusion : Topical application of Kaliandra honey to diabetes mellitus wounds can reduce necrotic tissue.
Penerapan Relaksasi Benson Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Sibela Antilarasati, Dwi; Hartutik, Sri
Public Health and Safety International Journal Vol. 3 No. 02 (2023): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v3i02.380

Abstract

Latar belakang: Indonesia termasuk dalam kategori penderita Hipertensi yang cukup tinggi yaitu sebesar 34,1% didunia, sedangkan di Jawa Tengah sebesar 57,87%, untuk prevalensi hipertensi di kota Surakarta 37,80 %. Dan Penderita Hipertensi tertinggi pertama dikecamatan jebres yaitu dipuskesmas Sibela sebanyak 12.447 penderita ,dari tingginya nilai hipertensi di Indonesia jika tidak ditangani akan menyebabkan gangguan jantung,dan pembuluh darah dan akan mempengaruhi perubahan fungsional,gangguan fungsi fisik yang akan berpengaruh pada Activity Daily Living(ADL). Untuk itu perlu adanya upaya dalam mengontrol tekanan darah. Relaksasi Benson yaitu terapi religius yang melibatkan faktor keyakinan agama yang mampu menghilangkan fikiran yang mengganggu sebagai pencetus terjadinya hipertensi Tujuan: Mengetahui perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi Benson. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode penelitian deskirptif dengan melakukan observasi pada 2 responden dengan riwayat Hipertensi dan diberikan implementasi terapi relaksasi Benson. Hasil: penanganan hipertensi dengan terapi relaksasi Benson yang diberikan sebanyak 5 hari berturut turut dengan 1 kali dalam sehari sebelum tidur selama 5 menit. Terapi relaksasi Benson dapat mempengaruhi tekanan darah pasien sehingga terdapat perubahan pada tekanan darah pasien.Kesimpulan: terapi relaksasi Benson dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.
Penerapan Pemberian Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir D3 Keperawatan Irawan, Dimas; Hartutik, Sri
Public Health and Safety International Journal Vol. 3 No. 02 (2023): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v3i02.383

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa dikatakan sebagai jenjang dewasa awal yang memiliki tahapan menegangkan dan harus dijalani sehingga pada tahapan ini dapat menimbulkan stres. Mahasiswa mangalami stres pada saat mengerjakan tugas akhir, salah satu untuk menghilangkan kondisi stres dengan melakukan terapi Teknik relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai satu metode peregangan dan relaksasi sekelompok otot sehingga dapat memfokuskan pada perasaan rileks Tujuan: mengetahui perubahan tingkat stres sebelum dan sesudah melakukan terapi relaksai otot progresif Metode: Deskriptif dengan penerapan kepada 2 responden yaitu mahasiswa yang mengalami stress saat mengerjakan tugas akhir. Responden diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 10 menit 1x/hari diterapakan selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan penerapan relaksasi otot progresif selama 3 hari didapatkan hasil penurunan tingkat stres pada kedua responden, terjadi penurunan tingkat stres pada Sdr.K 20 (stres ringan) dan Sdr.H 23 (stres ringan). Kesimpulan: Terdapat perubahan dan perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi otot progresif pada kedua responden.
Penerapan Senam Dismenore terhadap Skala Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Wilayah Desa Jatiyoso Kabupaten Karanganyar Distya Maharani; Sri Hartutik
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v1i4.280

Abstract

Background: The problem of dysmenorrhea can be caused by lack of exercise, the age of menarche, the duration of menstruation, besides that the history of dysmenorrhea in the family is also a factor that can affect dysmenorrhea in adolescent girls. The incidence rate of dysmenorrhea in the world tends to be high. On average, more than 50% of teenagers suffer from dysmenorrhea. Dysmenorrhea gymnastics is a form of relaxation that is done to stretch the waist, abdominal and pelvic muscles that can provide comfort and can reduce pain. Objective : Knowing the change in the scale of pain in young women who experience dysmenorrhea before and after the application of dysmenorrhea. Method : This study uses a descriptive case study by observing 2 respondents of 17year old teenage girls who were given the implementation of dysmenorrhea exercises which was carried out during 3 meetings in 1 week with a time of ± 30 minutes per meeting. Result: After applying dysmenorrhea, there was a decrease in the pain scale and was included in the category of mild pain. Conclusion: This dysmenorrhea can reduce the scale of pain in young women who have dysmenorrhea.
Upaya Pencegahan Stunting di Kalurahan Tegalharjo Surakarta Hartutik, Sri; Khotimah, Nurul; Pratiwi, Lulu Nabillah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2234

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan kurang gizi yang berlangsung kronis. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang , yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar. Keadaan gizi balita pendek menjadi penyebab 2,2 juta dari seluruh penyebab kematian balita di seluruh dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan di Posyandu Balita di Kalurahan Tegalharjo terdapat beberapa anak yang mengalami stunting. Berdasarkan wawancara kepada kader kesehatan dan puskesmas terdapat 3 anak yang menderita stunting di RW VI Kalurahan Tegalharjo. Kader Kesehatan menjelaskan bahwa anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan Berat Badan dan Tinggi Badan kurang dari normal. Berdasarkan pengukuran hasil KMS didapatkan hasil ada balita yang berada di garis merah, yang menandakan bahwa anak tersebut memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat khususnya Ibu yang mempunyai anak balita untuk mencegah stunting. Peserta dalam pengabdian ini adalah ibu-Ibu yang mempunyai anak balita sejumlah 30 orang, dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan selama 90 menit dengan materi upaya pencegahan stunting dengan penimbangan berat badan, tinggi badan dan pemberian makanan tambahan bagi balita. Setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan, masyarakat khususnya Ibu sudah mengerti tentang stunting dan cara pencegahannya. Kader kesehatan dapat memantau pertumbuhan balita yang mengalami stunting.
Penerapan Terapi Genggam Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Dibangsal Anyelir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Frisca Indah Yuliyani; Sri Hartutik; Agus Sutarto
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v2i2.1683

Abstract

Background : The number of elderly in RSUD dr. Soediran Mangun Soemarso in April there were 48 people, while in the Anyelir ward itself there were 37 people. Over time, complaints that appear in elderly people who have had a stroke are sudden facial weakness, sudden feeling of confusion, difficulty speaking, nausea, sudden vomiting and numbness or tingling. Objective : To find out the results of implementing rubber ball handheld therapy on muscle strength in stroke patients. Method : This type of research uses a descriptive method with a case study approach. Findings: The muscle scale before hand-held rubber ball therapy in stroke patients was 3, and the muscle scale after hand-held therapy in stroke patients was 4. Implication There are differences in development before and after being given hand-held rubber-ball therapy in the elderly who have had a stroke, namely experienced an increase in motor muscle strength in elderly patients.
Penerapan Isometric Handgrip Excercise Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Kelurahan Joyotakan : Application of Isometric Handgrip Exercise on Blood Pressure in Hypertension Patients in Joyotakan Village Gilang Ayu Dwi Nanda; Sri Hartutik; Nur Haryani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5705

Abstract

Latar belakang: Hipertensi biasanya disebut sebagai silent killer atau diam-diam yang dapat menyebabkan seseorang menjadi mati secara mendadak akibat hipertensi. Faktor yang menyebabkan tingginya penderita hipertensi adalah usia yang lebih tua dan faktor genetik dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, namun ada faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti konsumsi makanan tinggi garam, tidak aktif secara fisik, dan terlalu banyak minum alkohol juga salah satu pemicu meningkatkan risiko hipertensi. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian Isometric Handgrip Exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Kelurahan Joyotakan. Metode: deskriptif, jumlah responden 2, dengan memiliki hipertensi stadium 1, implementasi menggunakan isometric handgrip exercise. Hasil penelitian: tekanan darah pada kedua lansia sebelum diberikan penerapan isometric handgrip exercise termasuk ke dalam kategori hipertensi stadium I. Tekanan darah pada lansia pertama dengan hipertensi tidak terkontrol setelah diberikan penerapan isometric handgrip exercise termasuk dalam kategori pre hipertensi, dan lansia kedua setelah diberikan penerapan isometric handgrip exercise termasuk kedalam kategori normal. Kesimpulan: Perbandingan tekanan darah pada lansia dengan hipetensi tidak terkontrol dan hipetensi terkontrol sebelum diberikan penerapan isometric handgrip exercise adalah dalam kategori hipertensi stadium 1, sedangkan setelah diberikan penerapan isometric handgrip exercise termasuk kedalam kategori pre hipertensi dan normal.
Penerapan Slow Deep Breathing Exercise Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Kelurahann Joyotakan: Application of Slow Deep Breathing Exercise on Blood Pressure in Hypertension Patients in Joyotakan Village Celsia Ningrum, Ucik; Sri Hartutik; Nur Haryani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5814

Abstract

Latar belakang: hipertensi merupakan salah satu penyakit gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa darah terlambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Hipertensi juga disebut sebagai silent killer atau membunuh secara diam-diam. Faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi biasanya dipengaruhi oleh usia, genetik, pola makan, konsumsi garam yang berlebih, konsumi alcohol dan stress. Dampak dari hipertensi jika tidak terkontrol dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan penyakit ginjal, retinopati/kerusakan retina, penyakit pembuluh darah tepi,gangguan saraf, dan stroke. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian Slow Deep Breathing Exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Kelurahan Joyotakan. Metode: deskriptif, jumlah responden 2, dengan memiliki hipertensi stage 1, implementasi menggunakan Slow Deep Breathing Exercise. Hasil: tekanan darah kedua lansia sebelum diberikan penerapan Slow Deep Breathing Exercise termasuk kedalam kategori hipertensi stage 1. Tekanan darah pada lansia pertama dengan hipertensi tidak terkontrol setelah diberikan penerapan Slow Deep Breathing Exercise teramasuk kedalam kategori normal tinggi, dan lansia kedua setelah diberikan penerapan Slow Deep Breathing Exercise termasuk kedalam kategori normal. Kesimpulan: Perbandingan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi tidak terkontrol dan hipertensi terkontril sebelum diberikan penerapan Slow Deep Breathing Exercise adalam dalam kategori stage 1, sedangkan setelah diberikan penerapan Slow Deep Breathing Exercise termasuk kedalam kategori normal tinggi dan normal.
Penerapan Range of Motion dengan Spherical Grip Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke di RSUD Kabupaten Karanganyar Khotimah, Nurul; Hartutik, Sri; Yuningsih, Dwi
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/hmaps.v1i2.1383

Abstract

Latar Belakang: Negara Indonesia sebanyak 713,783 orang menderita stroke, dan 35 orang lanjut usia berada di Ruang Mawar RSUD Karanganyar. Kelemahan otot atau hemiparese akan terjadi pada pasien yang mengalami stroke. Dengan demikian, intervensi yang tepat untuk meningkatkan kekuatan otot yaitu melalui Range of Motion dengan Spherical Grip. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil penerapan Range of Motion dengan Spherical Grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RSUD Kabupaten Karanganyar.Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan berbentuk studi kasus. Respoden penelitian ini merupakan 2 orang lanjut usia yang mengalami stroke. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan skala kekuatan otot dilengkapi dengan MMT (Manual Muscle Testing).Hasil: Kedua responden mempunyai nilai 3 untuk kekuatan otot sebelum dilakukan Range of Motion dengan Spherical Grip dan meningkat menjadi nilai 5 setelah dilakukan Range of Motion dengan Spherical Grip.Kesimpulan: Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan range of motion dengan spherical grip pada pasien stroke.
Penerapan Isometrik Handgrip Exercise Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di RSUD Karanganyar Oktavia Indah Sari; Sri Hartutik; Dwi Yuningsih
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i1.381

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Pada kelompok lansia prevalensi penyakit tidak menular tertinggi adalah hipertensi sebesar 32,5%. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah terlalu tinggi, yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) maupun kekakuan pembuluh darah. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dalam dua kali pengukuran. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah ke otak sehingga bisa menyebabkan stroke bahkan kematian. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri pada pasien hipertensi dengan memberikan latihan handgrip exercise dan aromaterapi lavender. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah setelah dilakukan latihan handgrip exercise dan menghirup aromaterapi lavender. Kesimpulan dari penelitian ini adanya perbedaan perkembangan penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah penerapan Latihan Isometrik Handgrip Exercise dan Aromaterapi Lavender
Co-Authors Abdul Latif Adhi Yoga Brata Laksana Ady Irawan Agus Sutarto Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Zamani Alfaga, Natasha Shella Alfrista Dian Pradani - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta Alga Auraldi Anak Agung Dewi Megawati, Anak Agung Dewi Andriani Noerlita Ningrum Anggie Pradana Putri Anggun Rizkya Safitri Ani Nur Fauziah Anis Aprianti Anisa Hidayati Anita Dewi Lieskusumastuti Anjar Nurrohmah Annisa Andriyani Antilarasati, Dwi Aquartuti Tri Darmayanti Arifuddin, Muhammad Atika Oktaviani Avi Arista Avi Arista Azizah, Suli Nur Bayu Ari Satria Berliana Januar Rizky Bonita Dwi Juniana Bahari Catur Setyorini Celsia Ningrum, Ucik Darmayanti Darmayanti Daryanto Daryanto Dimas Irawan, Dimas Distya Maharani Dwi Joko Yulianto Dwi Yuningsih Dyah Ayu Puji Astuti Elsa Tiara Endri Adi Saputra Erika Dewi Noorratri Exda Hanung Lidiana Fajar, Nanda Kurnia Febria Reza Kurnia Febriyanti Wulandari Fitri Febriana, Dian Fitri Shinta Muliya Frisca Indah Yuliyani Galuh Sindi Wardani Gilang Ayu Dwi Nanda Handayani, Rina Tri Hanif Mustikasari Heni Ernawati Hirmaleny, Yenny Holiawati, Holiawati Indarto - Indawati, Eli Irfan Armanto Irma Mustika Sari Isnani Nurhayati Joko Prayitno Joko Tri Atmojo Kanthi Suratih Karmadi Karmadi Kherani, Evi Kiki Puspitasary Lestari, Danis Putri Lidiana, Exda Hanung Lilik Hanifah Lilis Fatmawati Marbella, Zalza Meliana Novitasari Mifta Aditya Muhamad Yuli Kartiko Mulyaningsih Mulyaningsih Nabhani Nabhani Nadia Sulisti Azizah Nanik Handayani Nanik Handayani Nasrul Sani Nila Putriyani Nila Putriyani Nisa Eka Mufidah Norman Wijaya Gati Nova Rahma Widyaningrum Nur Fajariyah, Nur NUR HARYANI Nurkhasanah, Annisa Nurrochim Nurrochim nurul khotimah Oktavia Indah Sari Panggah Widodo Pradani - STIKES ?Aisyiyah Surakarta, Alfrista Dian Pratiwi, Lulu Nabillah Puji Nur Rokhmatun Ratna Wirawati Rejo Rejo Rina Yulianti Rinandita Febri Susanti Rohmi Rohmi Sabatun Sabatun Saras Kuntari Sendha Maulana Sherly Lestarika Sherly Lestarika Shofiana, Salva Siti Maesaroh Siti Sundari Sri Iswahyuni SRI LESTARI Sri Sayekti Heni Sunaryanti Sri Suparti Suminanto Suminanto Suprayogi Suprayogi Suripto Suripto Syafitri, Desi Natalia Tatik Trisnowati Tiara Wahyuningsih Tri Yuniarti Ulin Nuha Utami, Linda Tri Wahyu Purwaningsih Wahyu Purwaningsih Widiyanto, Aris Yanny Trisyani Yesi Ihdina Fityatal Hasanah Yuanita Syaiful Yuningsih, Dwi Yuyun Apriani Zara Rahmasari