This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Bumi Lestari Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Tataloka JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Jurnal Geografi Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Tropical Wetland Journal Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Cakrawala Repositori Imwi PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat JURNAL GEOGRAFIKA (GEOGRAFI LINGKUNGAN LAHAN BASAH) Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Jurnal Ilmu Kehutanan JOURNAL OF WETLANDS ENVIRONMENTAL MANAGEMENT Compact: Spatial Development Journal Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis jgeo Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal Learning Geography Jurnal Multidisiplin Indonesia JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Escalate : Economics and Business Journal Environmental Science Journal (esjo) Ambidextrous : Journal of Innovation, Efficiency and Technology in Organization INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Journal of Applied Science and Advanced Engineering GeoEco Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial International Conference On Social Science Education Proceeding Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Nusantara (JIMAKUN) Journal of Global Economic Development and Policy (JOGEDPOL)
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Penanganan Bencana Banjir Di Wilayah Rawan Banjir : Studi Kasus Di Banjarmasin Zahwa Lestari, Natasya; Kumalawati, Rosalina
Environmental Science Journal (esjo) : Jurnal Ilmu Lingkungan 2024: Volume 3 Nomor 1 Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/esjo.v3i1.18378

Abstract

The city of Banjarmasin is highly vulnerable to flooding due to its low-lying geographical conditions, numerous rivers, and significant projections of sea level rise. This study aims to examine the geographical and hydrological factors contributing to flood vulnerability in Banjarmasin, analyze the impacts and flood-affected areas, and evaluate sea level rise projections and the flood management strategies that have been implemented. The research employs a descriptive qualitative method to investigate the causes of flooding and the corresponding mitigation strategies. The findings indicate that flooding is caused by both natural factors and human activities, such as river pollution due to waste and poor drainage systems. Community participation remains low and tends to be seasonal. Flood mitigation efforts need to be strengthened through improved infrastructure, continuous public outreach, and active community involvement.  
Education on Prevention of Bullying Behavior: Eradicating the Seeds of Bullying in Elementary School Students Setyastuti, Yuanita; Fahrianoor, Fahrianoor; Kumalawati, Rosalina; Yuliarti, Astinana; Hidayat, Muhammad Nizar
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Volume 6, Nomor 2 Desember Tahun 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i2.17358

Abstract

This program was implemented at SDN Belitung Utara 3 Banjarmasin to provide education on bullying behavior to students and teachers. The aim of the program was to improve understanding related to bullying, its types, its impact, and prevention strategies. The program was conducted in several stages: (1) pre-test to measure students' initial knowledge, (2) education through socialization covering the understanding of bullying and preventive actions, (3) post-test to evaluate students' improved understanding after the socialization, and (4) program sustainability through the installation of "STOP BULLYING" educational posters in the school environment. Evaluation results showed a 26.08% increase in students' knowledge regarding types of bullying and how to deal with it. This improvement reflects the program's effectiveness in raising awareness among students and teachers about the importance of preventing bullying behavior. Although there were some challenges, such as limited program scope and budget constraints, this success provides a strong foundation for further efforts to reduce bullying incidents in elementary schools. The continuation of education through visual media is expected to continuously remind students and teachers of the importance of preventing bullying and creating a safe and positive learning environment. Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) ini dilaksanakan di SDN Belitung Utara 3 Banjarmasin untuk memberikan edukasi mengenai perilaku perundungan (bullying) kepada siswa dan guru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, serta strategi pencegahannya. Pelaksanaan program dilakukan dalam beberapa tahap: (1) pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, (2) edukasi dalam bentuk sosialisasi yang mencakup pemahaman tentang bullying dan tindakan pencegahannya, (3) post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman siswa setelah sosialisasi, dan (4) keberlanjutan program melalui pemasangan poster edukasi "STOP BULLYING" di lingkungan sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa sebesar 26,08% terkait jenis-jenis bullying dan cara menghadapinya. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran siswa dan guru mengenai pentingnya mencegah perilaku perundungan. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan cakupan program dan dana yang terbatas, keberhasilan ini memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam mengurangi angka bullying di sekolah dasar. Keberlanjutan edukasi melalui media visual diharapkan dapat terus mengingatkan siswa dan guru akan pentingnya mencegah bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.
Iklim Kota Banjarmasin Berdasarkan Metode Klasifikasi Schmidt-Ferguson, Oldeman, dan Koppen Nur Aulia Saskia; Ghinia Anastasia Muhtar; Rosalina Kumalawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 4 (2025): GJMI- APRIL
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i4.1533

Abstract

Kota Banjarmasin mengalami dinamika iklim yang signifikan, terutama dalam pola curah hujan, yang berpengaruh terhadap lingkungan dan perencanaan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan tipe iklim di Kota Banjarmasin selama periode 2020-2024 menggunakan metode Schmidt-Ferguson, Oldeman, dan Koppen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data curah hujan dan suhu udara untuk menentukan klasifikasi iklim dari tahun ke tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa menurut metode Schmidt-Ferguson, iklim Kota Banjarmasin berubah dari tipe C (Agak Basah) pada 2020 menjadi A (Sangat Basah) pada 2021-2023, lalu kembali ke B (Basah) pada 2024. Metode Oldeman menunjukkan perubahan dari C1 (agak kering) menjadi C3 (lebih kering). Sementara itu, berdasarkan metode Koppen tipe iklim kota ini pada 2020 adalah Am (iklim muson tropis), berubah menjadi Af (iklim hutan hujan tropis) pada 2021-2023, dan beralih menjadi Aw (iklim sabana tropis) pada 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi kebijakan adaptasi perubahan iklim dan perencanaan tata ruang di Kota Banjarmasin.
Spatial Mapping Based on The Settlement Carrying Capacity Value in Banjarmasin Utara Sub District, Indonesia Hadi, Inu Kencana; Efendi, Muhammad; Kumalawati, Rosalina; Pamuja, Indra Agung; Riduan, M.; Ramadhani, M. Ilham
Journal of Applied Science and Advanced Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): JASAE: September 2025
Publisher : Master Program in Mechanical Engineering, Gunadarma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59097/jasae.v3i2.62

Abstract

Land Capability Unit refers to the process of evaluating the suitability and performance of land for specific purpose. In this context, it involves the assessment of land to determine the carrying capacity for residential land in the North Banjarmasin Sub-district. There are many potentials that can be used as attractions for residents outside the city of Banjarmasin to the study area, such as trade and service activities, education, and even health, which can have an impact on increasing the population. The increase in population is directly proportional to the increase in the need for residential. This study aims to analyze the carrying capacity of residential land in North Banjarmasin Sub-district. The results of the study showed that all villages in the study area had a DDPm value > 1, which indicates that the carrying capacity of residential land is relatively high. This value is an indicator that the area has the capacity for residents to settle.
Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020-2024 Nur Aulia Saskia; Rosalina Kumalawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 9 (2025): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i9.1751

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami hubungan pertumbuhan ekonomi dan kaitannya dengan ketimpangan pembangunan di Kalimantan Selatan. Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan indikator keberhasilan pembangunan, namun belum tentu diikuti dengan pemerataan pada kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan ekonomi, mengukur ketimpangan pembangunan menggunakan Indeks Williamson, dan menguji hubungan keduanya melalui analisis korelasi Pearson. Data yang digunakan yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan Indeks Williamson periode 2020–2024. Hasil penelitian membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan bersifat fluktuatif dengan lonjakan tertinggi pada tahun 2022 sebesar 31,30 persen, sementara tahun lainnya relatif lebih rendah. Indeks Williamson memperlihatkan kecenderungan ketimpangan yang meningkat dari 0,38 pada 2020 menjadi 0,50 pada 2023, sebelum sedikit menurun ke 0,49 pada 2024. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai 0,20, yang menunjukkan hubungan lemah dan searah antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan pemerataan pembangunan, sehingga diperlukan strategi kebijakan yang dapat menekankan pemerataan distribusi pembangunan di seluruh daerah Kalimantan Selatan.
MAPPING POTENTIAL REGION OF THE AGRICULTURAL SECTOR  AREA TO INCREASE ECONOMIC DEVELOPMENT IN PENAJAM PASER UTARA REGENCY Kumalawati, Rosalina; Pratomo, Rahmat Aris; Budiman, Puput Wahyu; Saputra, Erlis; Susanti, Ari; Rijanta, Rijanta; Raharjo, Jany Tri; Danarto, Wisnu Putra; Murliawan, Karnanto Hendra; Yuliarti, Astinana; Muhtar, Ghinia Anastasia; Anggraini, Rizki Nurita
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/9ms4w716

Abstract

Indonesia is an agricultural country and a developing country which has the potential for inequality in development. Inequality in development is increasingly felt in several areas, including Jakarta. As Jakarta becomes more densely populated with increasingly complex problems, there is talk of moving the nation's capital to East Kalimantan Province. North Penajam Paser Regency is one of the locations for moving the new national capital. It is hoped that the relocation can overcome population problems and development inequality. Developmental inequality will continue to occur if it does not receive serious attention. Development inequality can be overcome by paying attention to regional potential, especially in the agricultural sector. Seeing this, it is very necessary to carry out research with the title "Mapping Potential Region of the Agricultural Sector to Increase Economic Development in Penajam Paser Utara Regency". The research was conducted in Penajam Utara Paser Regency using quantitative research methods. The types of data used are primary data and secondary data. Data collection techniques include documentation, observation, interviews, and interview guides, while analysis techniques use Location Quotient (LQ) and Shift Share analysis. The research results show that the agricultural sector's production results are quite varied, from the production of rice, secondary crops, vegetables, and biopharmaceuticals. The highest production result was rice production reaching a total production of 65,534.9 tons over 10 years. Babulu District is the region that produces the largest rice with a total production of 56,688.1 tons over 10 years. Several types of plants have basic commodities so they have the potential to be developed to help improve the community's economy, even though their growth rate is relatively slow. The relatively slow growth rate for each existing commodity means that none of the agricultural sector's commodities are considered superior or mainstay commodities. As we know, the largest average contribution to GRDP comes from the mining and quarrying sector, like other areas in East Kalimantan that are famous for their natural resources, not the agricultural sector.
Pemantauan Titik Panas Dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kabupaten Katingan Tahun 2019-2023 Syarifah Khusnul Khotimah; Rosalina Kumalawati; Inu Kencana Hadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.420

Abstract

Kabupaten Katingan menjadi salah satu kabupaten yang potensial mengalami kejadian karhutla. Pada tahun 2023 luas karhutla mencapai 8.945, 8 ha. Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran mengenai sebaran titik panas yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun berbagai kebijakan atau strategi dalam penanggulangan bencana melalui teknologi penginderaan jauh dengan pemantauan titik panas. Penelitian ini diawali dengan metode studi kepustakaan untuk melengkapi data-data yang diperlukan kemudian dilakukan pengolah data dengan teknik analisis spasial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa titik panas di Kabupaten Katingan pada periode tahun 2019 hingga tahun 2023 paling sering terjadi pada tahun 2019 yakni 649 titik panas dan jumlah titik paling sedikit yaitu tahun 2021 sebanyak 31 titik panas. Kecamatan Katingan Kuala memiliki titik panas paling banyak yaitu 402 titik panas dan kecamatan yang memiliki jumlah titik panas yang lebih sedikit jika dipadankan dengan kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Bukit Raya dengan 3 titik panas. Adapun upaya mitigasi dalam bencana ini dapat dilakukan melalui kegiatan preventif dan represif yang meliputi pemantauan, pengawasan, penanggulangan hingga pencegahan terjadinya bencana karhutla.
Pemetaan Sebaran Titik Panas (Hotspot) Tahun 2013-2023 Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Gerarda Anastasya Bisa; Rosalina Kumalawati; Nurlina; Inu Kencana Hadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.442

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terutama selama musim kemarau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran nilai atau jumlah hotspot pada Tahun 2013-2023 di Kota Banjarmasin dan mengetahui persebaran hotspot terhadap tutupan lahan Tahun 2013-2023 di Kota Banjarmasin. Metode penelitian meliputi pengumpulan data hotspot yang diperoleh dari situs katalog titik panas LAPAN dan diolah menggunakan software ArcGIS. Data citra yang di gunakan adalah citra satelit MODIS, NOAA20, dan NSPP, serta peta tutupan lahan dan peta administrasi Kota Banjarmasin. Hasil analisis menunjukkan naik turunnya jumlah hotspot setiap tahunnya, dipengaruhi oleh faktor cuaca dan fenomena El-Nino. Daerah dengan risiko tinggi kebakaran terletak di kelurahan-kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Sebagian besar kejadian kebakaran terjadi di area permukiman, diikuti oleh area persawahan dan pertanian lahan kering. Langkah mitigasi, edukasi, dan respons bencana perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak kebakaran di Kota Banjarmasin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran di masa mendatang.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Berdasarkan Sebaran Hotspot Di Kabupaten Banjar Bahrul Ilmi; Rosalina Kumalawati; Nurlina; Inu Kencana Hadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.443

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang sering terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Deteksi dini menggunakan teknologi penginderaan jauh dari citra satelit MODIS menjadi kunci dalam mitigasi kebakaran. Penelitian ini mengkaji distribusi Hotspot dari tahun 2013 hingga 2023 di Kabupaten Banjar menggunakan metode Gridding . Data Hotspot dan peta tutupan lahan dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan faktor risiko kebakaran. Hasilnya menunjukkan jumlah kebakaran dari tahun ke tahun, dengan kecenderungan meningkat selama musim kemarau. Kawasan dengan jumlah Hotspot tinggi, khususnya di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Astambul, Mataraman, dan Sungai Tabuk, memerlukan mitigasi yang tepat. Edukasi, praktik pertanian berkelanjutan, dan penegakan hukum yang ketat diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran di Kabupaten Banjar.
Distribusi Sebaran Hotspot Berdasarkan Data Modis Aqua Dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran Kumalawati, Rosalina; Nugroho, Arief Rahman; Murliawan, Karnanto Hendra; Anggraeni, Rizky Nurita
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.26787

Abstract

Hotspot dapat diketahui menggunakan bantuan teknologi penginderaan jauh yaitu satelit Terra/Aqua dengan bantuan sensor MODIS. Hotspot jumlah banyak dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi memiliki potensi kebakaran. Dampak kebakaran cukup besar, sangat diperlukan adanya sistem deteksi dini, jadi penting dilakukan penelitian dengan judul “Distribusi Sebaran Hotspot berdasarkan Data MODIS Aqua dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran”. Metode yang digunakan adalah analisis time series untuk mendapatkan informasi jumlah hotspot dari Citra Modis Aqua dan Terra tahun 2012-2019. Analisis untuk menemukan distribusi sebaran hotspot berupa titik koordinat yang di tumpang susun ke peta administrasi menggunakan Arc GIS. Hasil penelitian diketahui Kecamatan paling tinggi jumlah hotspotnya dari perekaman data Aqua dan Terra Modis adalah Kecamatan Candi Laras Utara; Jumlah hotspot paling banyak berada pada tingkat kepercayaan Tinggi dan Sedang sehingga dapat diketahui Kabupaten Tapin memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran; dan Deteksi dini, koordinasi, kerjasama dan komunikasi dengan pemerintah pusat, daerah maupun swasta untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda akibat kebakaran.Kata kunci: Distribusi, Sebaran Hotspot, Modis aqua dan Terra, Deteksi Dini KebakaranDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.26787ReferencesA. Sandhyavitri, M. A. Perdana, S. Sutikno, and F. H. Widodo, “The roles of weather modification technology in mitigation of the peat fires during a period of dry season in Bengkalis, Indonesia,” in TALENTA-CEST, IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2018, pp. 0–9, doi: 10.1088/1757899X/309/1/012016. “About MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer),” MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). https://modis.gsfc.nasa.gov/about/ (accessed Dec. 25, 2022).Adam, S. S. (2020). Evaluasi Area Kebakaran Lahan dan Hutan Berbasis Hotspot Citra Modis. ScientiCO: Computer Science and Informatics Journal, 3(1), 19-34.Adiputra, Agung, Baba Barus. 2018. Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Bengkalis. Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan. Volume 1, Nomor 2.Afriyani, A., & Purwaningsih, E. (2019). Analisis Jumlah Sebaran Hotspot di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 2(7), 26-38.Agustiar, A. B., Mustajib, M., Amin, F., & Hidayatullah, A. F. (2020). Kebakaran Hutan dan Lahan Perspektif Etika Lingkungan. Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 124-132. https://doi.org/10.23917/profetika.v20i2.9949.Asyrowi, H., Saharjo, B. H., & Putra, E. I. (2021). Analisis Pola Sebaran Hotspot Di Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(2), 151-165.Budiyono, A. (2021). APLIKASI KONSEP ADDIE DALAM DESAIN PEMBELAJARAN PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASYARAKAT. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2).Dolcemascolo, G. P. (2004). Burning Issues: Control of Fire Management in Central Kalimantan, Indonesia. University of Hawai’i.Fatkhuroyan, Trinahwati dan Panjaitan A., (2015). Forest fires detection in Indonesia using satelliteHimawari-8 (case study: Sumatera and Kalimantan on august-october 2015). IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., doi:10.1088/1755-1315/54/1/012053.Giglio L., Descloitres J., Justice C O., and Kaufman Y J. (2003). An Enhanced Contextual Fire Detection Algorithm for MODIS. Remote Sensing of Environtment. 87: 273-282.Giglio, L. (2015). MODIS Collection 6 Active Fire Product User's Guide Revision A. Department of Geographical Sciences. University of Maryland.Giglio L, Schroeder W, Justice C O. (2016). The Collection 6 MODIS Active Fire Detection Algorithm and Fire Products. Remote Sensing of Environtment. 178: 21-34.Harmain, A., Paiman, P., Kurniawan, H., Kusrini, K., & Maulina, D. (2021). Normalisasi Data Untuk Efisiensi K-Means Pada Pengelompokan Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan Dan Lahan Berdasarkan Sebaran Titik Panas. TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia, 2(2), 83-89.Hamzah A.S., Darmawan, Sumawinata B., dkk., 2019.Spatial analysis of hotspot data for tracing the source of annual peat fires in South Sumatera, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science,393<doi:10.1088/1755-1315/393/1/012068>Handayani, Tri, Albertus Joko Santoso, dan Yudi Dwiandiyanta. 2014. Pemanfaatan Data Terra MODIS untuk Mengidentifikasi Titik Api pada Kebakaran Hutan Gambut (Studi Kasus Kota Dumai Provinsi Riau). Jurnal. Seminar Nasional Teknologi dan Komunikasi.Heryalianto, S. C. (2006). Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004.Hidayati, N., Sutikno, S., & Qomar, N. (2022). Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di KHG Pulau Rangsang. JURNAL TEKNIK, 16(2), 116-122.Hutagaol, R. R. (2017). Studi Evaluasi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Sintang. PIPER, 13(24).Indradjad, A., Purwanto, J., & Sunarmodo, W. (2020). Analisis Tingkat Akurasi Titik Hotspot dari S-NPP VIIRS dan TERRA/AQUA MODIS Terhadap Kejadian Kebakaran. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 16(1).Jayawardana, H. B. A. (2016). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Ekologis. In Symbion (Symposium on Biology Education) (pp. 49-64). p-ISSN: 2540-752x e-ISSN: 2528-5726.K. A. DS, P. Sofan, S. Suwarsono, I. Prasasti, and F. Yulianto, Evaluasi Hasil Estimasi Suhu Udara dari Data Satelit NOAA-18 AVHRR di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. JAKARTA TIMUR: LAPAN, 2015. Accessed: Dec. 24, 2022. [Online]. Available: https://onesearch.id/Rec-ord/IOS4589.slims-4617Kumalawati, R., Nasruddin, N., & Elisabeth, E. (2019). Strategi penanganan hotspot untuk mencegah kebakaran di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. 4(2): 351-356.Khairani, N. A., & Sutoyo, E. (2020). Application of k-means clustering algorithm for determination of fire-prone areas utilizing hotspots in West Kalimantan Province. International Journal of Advances in Data and Information Systems, 1(1), 9-16. DOI: 10.25008/ijadis. v1i1.13.(LAPAN) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. [LAPAN] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. Sumber Daring. [Diakses 28 April 2020]. http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebo ok/publikasi/Panduan_hotspot_2016 %20v ersi%20draft%201_LAPAN.pdf Lestari, A., Rumantir, G., & Tapper, N. (2015). Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 128-134.Nugraheni, I. L., & Sugiyanta, I. G. (2022). Pemodelan Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung). JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 10(1).Nugroho, A. R., Kumalawati, R., Nasruddin, N., Sari, Y. P., & Pangaribuan, A. N. (2021). ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2), 88-95.Pasai, M. (2020). Dampak Kebakaran Hutan dan Penegakan Hukum. Jurnal Pahlawan, 3(1), 36-46.Pinem, A., Yulianto, S., & Dwiastuti, R. (2022). Karakteristik Spasial Data Hotspot MODIS Tahun 2019 Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: Spatial Characteristics of MODIS Hotspot Data in 2019 in Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. HUTAN TROPIKA, 17(1), 104-113.Rasyid, F. (2014). Permasalahan dan dampak kebakaran hutan. [Problems and impacts of forest fires]. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 47-59.Rosalina, K., Nasruddin., Anggraeni, R. N. (2021). PEMETAAN SEBARAN HOTSPOT DATA MODIS AQUA DAN TERRA DI KALIMANTAN SELATAN. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH (Vol. 6, No. 2).Rustan, R., & Handayani, L. (2020). Analisis Distribusi Suhu Maksimum dan Kelembaban Rata-Rata Untuk Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus: Kabupaten Muaro Jambi). JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya), 4(1), 16-20.Riyadi, M. D. P., Setiawan, Y., & Taufik, M. (2022). Pola Distribusi Spasial-Temporal Hotspot dan Variasi Standardized Precipitation Index pada Lahan Gambut Tropis di Kepulauan Meranti, Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 457-464.Sinaga, M. T., Asyik, B., & Miswar, D. (2020). Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 8(2), 118-126.Schweithelm, J., & Glover, D. (1999). Penyebab dan Dampak Kebakaran dalam Mahalnya Harga Sebuah Bencana: Kerugian Lingkungan Akibat Kebakaran dan Asap di Indonesia. [Causes and Effects of Fires at the High Cost of a Disaster: Environmental Costs of Fire and Smoke in Indonesia]. Editor: D. Glover & T. Jessup.Syaufina, L., Siwi, R., & Nurhayati, A. D. (2014). Perbandingan sumber hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan gambut dan korelasinya dengan curah hujan di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika. 5(2): 113-118.Yuliarti, A., & Anggraini, R. N. (2022). Pengembangan Strategi Pengurangan Risiko Kebakaran Gambut Dalam Bingkai Media Berdasarkan Jumlah Hotspot Menggunakan S-NPP VIIRS. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 7, No. 2). 
Co-Authors Abd Rahman Ahmad Alim Bachri Ahmad Naufal Setiyawan Ahmad Syukron Prasaja Aisha Ramadhinia Annada Ajeng Ajeng, Ajeng Alfio Nita Pangaribuan Alfio Nita Pangaribuan Ali, Syamani D Anggraeni, Rizky Nurita Anggraini, Rizki Nurita Anggraini, Rizky Nurita Anggun Purnama Edra Anisa Putri Ari Susanti Ari Susanti Ari Susanti Arief Rahman Nugroho Arief Rahman Nugroho Arif Rahman Nugroho Aslina Aulia Asri Alkirani Astinana Yuliarti Ayu Apriliani, Dara Ayu Rizky Amanda Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakti Nur Ismuhajaroh Budiman, Puput Wahyu Damarto, Wisnu Putra Danarto, Wisnu Putra Deasy Arisanty Desi Amelia Devi Erlia Devy Erlia Dewi Purboningsih Dewi, Avela Dienny Redha Rahmani Dienny Redha Rahmani Dita Mahalleni Efrinda Ari Ayuningtyas Efrinda Ari Ayuningtyas Ellyn Normelani Ellyn Normelani Ellyn Normelani Ellyn Normelani Elsa Asriana Erlis Saputra Erlis Saputra Erlis Saputra Erma Widiani Fahrianoor Fahrianoor Faisal Akhmadi Farida Angriani Farida Angriani Feminin Dwi Ayuning Tyas Fiqi Alif Pratama Fitriyani Fitriyani Gerarda Anastasya Bisa Ghinia Anastasia Muhtar Ghinia Anastasia Muhtar Ghinia Anastsia Muhtar Ginanjar Ilham Fauzan Gusti Muhammad Syachreza Febriyan Hadi, Inu Kecana Hadi, Inu Kencana Hadnandi Hadnandi Hanida Aulia Hanifah Mahat Harefa, Suriani Hasniati Hasniati Hidayat, Muhammad Nizar Inu Kecana Hadi Inu Kecana Hadi Inu Kencana Hadi Inu Kencana Hadi Inu Kencana hadi IRA PUSPITA DEWI Irwan Ade Saputra Iskandar, Akhmad Jany Tri Raharjo Jany Tri Raharjo Jany Tri Raharjo Junun Sartohadi Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Murliawan Lailatus Isti Anah M. Rizki Valen Febrianto Marbun, Yessyca Dian Patriani Meldia Septiana Mizan Ikhlasul Rahman Mohmadisa Hashim Muhammad Abduh Muhammad Aidil Akbar Syahridannur Muhammad Ainul Haris Muhammad Apriadi Muhammad Efendi MUHAMMAD EFENDI Muhammad Fadhilah Muhammad Haekal Haqiqi Muhammad Hamid Muhammad Iqbal Muhammad Kelpin Muhammad Naufal Muza Muhammad Riswan Muhammad Wahyudinoor Fitriadi Muhtar, Ghinia Anastasia Murliawan, Karnanto Hendra Nasir Nayan Nasruddin nasruddin Nasruddin Nasruddin Natasya Zahwa Lestari Nevy Farista Aristin Nor Aufa Azizah Norlea Norlea Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Nugroho, Arief Rahman Nur Aulia Saskia Nurlianti Nurlianti Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina NURSALAM Ogie Elian Aziz Arief Pamuja , Indra Agung Pangaribuan, Alfio Nita Prasakti, Yogi Puput Wahyu Budiman Puput Wahyu Budiman Puspitasari, Aulia putri ayu hidayatur rafiqoh Putri Ayu Hidayatur Rofiqoh R. Rijanta Raharjo, Jany Tri Rahmat Aris Pratomo Ramadhani, M. Ilham Reni Yunida Riduan, M. Rijanta Rijanta Rimawan Pradiptyo Rizki Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rosadi Abdi Rusdiansyah Rusdiansyah Rusdiansyah Rusdiansyah Rusdiansyah Safa Muzdalifah Safa Muzdalifah Sahrul Rinaldi Saiyidatina Balkhis Norkhaidi Salamiah . Salamiah Salamiah Sari, Yulika Puspita Seftiawan Samsu Rijal Seftiawan Samsu Rijal Selamat Riadi Shafa Azzahra Sidharta Adyatma Silvia Wardani Siswanto SITI FATIMAH Solly Aryza Suriani Harefa Suriani Harefa susi susi Syahrul Arifin Syaifuddin Syaifuddin Syamani D. Ali Syarifah Khusnul Khotimah Syohiroh, Syohiroh Tri Azhara Mirani Wahyunah Wahyunah Wisnu Putra Danarto Wisnu Putra Danarto Yazid Saleh Yogi Prasakti Yuanita Setyastuti Yulian Firmana Arifin Yulika Puspita Sari Yulika Puspita Sari Zahwa Lestari, Natasya Zaki Mubarak