Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS YURIDIS NORMATIF MELALUI PENANGANAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KABUPATEN NGAWI Aidul Fitriciada Azhari; Muchamad Iksan; Wardah Yuspin; Rizka Rizka; Diana Setiawati; Diyah Murti Hastuti; Nurlina Afifah Litti; Shofiana Eka Aulia; Nur ilmi putri febriyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17408

Abstract

Abstrak: Dalam memberikan pelayanan bantuan hukum harus didasarkan prinsip kesamaan di mata hukum. Bantuan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum merumuskan tentang peran paralegal, paralegal diartikan secara legitimasi yuridis dalam tatanan hukum nasional yang tercantum dalam Pasal 9 dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Kegiatan pelatihan paralegal dilakukan untuk mengatasi permasalahan sedikitnya jumlah advokat bersertifikat di Kabupaten Ngawi. Dengan adanya pelatihan paralegal, diharapkan dapat meningkatkan jumlah individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan hukum untuk memberikan bantuan hukum yang memadai kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan paralegal dengan teknik pemberian informasi atau penyuluhan hak hukum masyarakat tentang cara penyelesaian kasus tindak pidana kekerasan seksual. Waktu kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Januari 2023 dan dihadiri oleh 50 peserta, termasuk Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Se-Kabupaten Ngawi dan perwakilan mahasiswa dari kampus di Kabupaten Ngawi dan Karesidenan Madiun. Pemateri kegiatan ini diisi oleh tim pengabdian, dosen Fakultas Ilmu Hukum Univesitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hasil dari kegiatan pelatihan paralegal ini menunjukkan bahwa 62,5% peserta memahami konsep dan materi umum tentang keparalegalan serta aspek di dalamnya sehingga peserta dinilai sudah siap dan mampu memberikan pelayanan hukum serta menumbuhkan kesadaran Hukum kepada masyarakat.Abstract: In providing legal aid services must be based on the principle of equality in the eyes of the law. Legal aid in accordance with Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid formulates the role of paralegals, paralegals are defined legitimately juridically in the national legal order listed in Article 9 and Article 10 of Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid. Paralegal training activities are conducted to overcome the problem of the small number of certified advocates in Ngawi Regency. With the paralegal training, it is expected to increase the number of individuals who have legal knowledge and skills to provide adequate legal assistance to the community. The implementation of activities in the form of paralegal training and mentoring with the technique of providing information or counselling on the legal rights of the community on how to resolve cases of sexual violence. The activity will be held on 14-15 January 2023 and attended by 50 participants, including Nasyiatul Aisyiyah Branch Leaders throughout Ngawi Regency and student representatives from campuses in Ngawi Regency and Madiun Karesidenan. The speakers for this activity were the service team, lecturers from the Faculty of Law, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) and members of the Witness and Victim Protection Agency (LPSK). The results of this paralegal training activity showed that 62.5% of participants understood the concept and general material about paralegals and the aspects in it so that participants were considered ready and able to provide legal services and foster legal awareness to the community.
Legal Protection of Intellectual Property Rights for MSME Products in Indonesia: The Impacts of Import Relaxation Policy Under Minister of Trade Regulation No. 8 of 2024 Alfateh, Haszmi; Azhari, Aidul Fitriciada
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 5 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i5.1873

Abstract

This study examines the legal protection of Intellectual Property Rights (IPR) for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia amid the implementation of import relaxation under Minister of Trade Regulation No. 8 of 2024. While the policy aims to facilitate trade and material access, it raises concerns about IPR protection and MSME competitiveness. Using a qualitative case study, this research draws on interviews with MSME actors, legal experts, and officials, supported by legal documents and academic sources. Thematic analysis revealed that, although the regulation improves access to imported raw materials, it also increases IPR violations, particularly through foreign products imitating local innovations. Many MSMEs struggle to protect their intellectual assets due to weak enforcement mechanisms. The study concludes that stronger legal frameworks and government oversight are crucial to balancing trade liberalization with effective IPR safeguards. It emphasizes the need for greater awareness among MSMEs and improved institutional support to preserve local creativity and ensure fair competition. This study also proposes a collaborative policy model involving MSMEs, the government, and legal institutions to enhance sustainable IPR protection and policy coherence in the context of global trade
Tinjauan Yuridis Terhadap Peranan Dewan Pewakilan Daerah (DPD) dalam Perspektif Teori Kedaualatan Rakyat Sasongko, Akbar Ilham; Azhari, Aidul Fitriciada
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 5 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i5.5181

Abstract

Secara politik, DPD sebagai lembaga tinggi belum mampu menunjukkan taring politiknya untuk lebih menunjukan eksistensi dan kinerja yang efektif dalam sistem parlemen di Indonesia. Sebab, peran DPD dalam menjalankan fungsi legislasinya, tidak diikuti dengan pemberian kekuasaan dan kewenangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai salah satu lembaga legislasi yang mewakili kedaulatan rakyat dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia dalam mengambil kebijakan legilasi terhadap daerah ditinjau dari aspek teori kedaulatan rakyat. Dalam hal ini, penulis menggunakan jenis penelitian, yakni inventarisasi hukum dan penemuan hukum in-concreto. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Relevansi dan hambatan yang dihadapi oleh DPD dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang ditugaskan kepadanya. Akibatnya, pertimbangan-pertimbangan ini telah menimbulkan kekhawatiran mengenai keterbatasan kekuasaan DPD, yang telah muncul sebagai titik fokusutama dalam diskusi mengenai efektivitas badan perwakilan daerah. Fundamental yang mendasar terkait fungsi dari Dewan Perwakilan Daerah sebagai manifestasi kedaulatan rakyat daerah telah tercantum pada apa yang telah dinormakan dalam Pasal 4 Ayat (2) Peraturan Dewan Perwakilan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Tata Tertib.
Tinjauan Yuridis terhadap Kedudukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 Aditya Saputra, Rizky; Azhari, Aidul Fitriciada; Enggarani, Nuria Siswi
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 8 (2025): Tema Hukum Pemerintahan
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i8.1403

Abstract

Village-Owned Enterprises, known by the abbreviation BUMDes, are a form of business formed and run by the village government. Regulations related to BUMDes have undergone various changes over time. Law Number 11 of 2020 is the latest legal basis governing the development, establishment, mechanisms, and position of BUMDes. These regulations are then further elaborated through Government Regulation (PP) Number 11 of 2021 as its implementing regulations. Therefore, it is important to conduct further discussion regarding the essence of PP No. 11 of 2021 concerning the implementation of BUMDes, as well as to assess whether BUMDes can be categorized as a legal entity after this regulation comes into effect.
Conceptualizing Nature as a Legal Subject: A Comparative Study of Laws Between Indonesia, New Zealand, and Ecuador Fadillah, Muhamad Akmal; Azhari, Aidul Fitriciada
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i1.8880

Abstract

This paper aims to find out the extent to which Indonesia views the concept of nature as a legal subject. This research can provide comprehensive information and understanding, which focuses on comparative law and how the application of the Theory of Legal Transplantation. Two experiences have occurred, namely in New Zealand and Ecuador, which have answered the view of nature as a legal subject. Based on these two experiences, it becomes urgent in the preparation of this research to describe the concept of nature as a legal subject in Indonesia by comparing Indonesian regulations on environmental protection and examining how Indonesia views the concept of nature as a legal subject through the existing legal system, as well as definitive legal subjects. The method used is normative juridical with a comparative approach and conceptual approach. The writing of this legal Article has the novelty of discussing the application of Articles 66 and 91 of Law Number 32 of 2009, which explicitly discusses the concept of nature as a legal subject in Indonesia and the view of Legal Transplantation Theory. The results of this study indicate that Indonesia's Law on environmental protection still does not need to recognize nature as a legal subject. Still, with the experience of two countries that have accommodated nature as a legal subject, it is not impossible through Legal Transplantation Theory that the influence in the form of legal instruments or concepts can be transplanted to the Indonesian State as a source of environmental protection regulation formation.
Perbandingan Kedudukan Hukum Pekerja Gig Economy di Indonesia, Belanda, dan Inggris Fadhlulloh, Qolbi Hanif; Aidul Fitriciada Azhari; Rizka
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 12 No. 2 (2023): Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v12i2.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan pekerja gig economy. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan Perundangan-Undangan dan dikomparasikan dengan kebijakan pekerja gig economy di Indonesia, Belanda, dan Inggris berdasarkan Lembaga Konstitusi yang berwenang di setiap negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hukum pekerja gig economy di Indonesia masih belum jelas dan berbeda dengan Inggris dan Belanda. Di Indonesia, pekerja gig economy dianggap sebagai mitra kerja, sedangkan di Inggris dan Belanda dianggap sebagai pekerja. Pemerintah Indonesia dan pemangku kebijakan perlu melakukan upaya perubahan status hukum pekerja gig economy di Indonesia engan mengembangkan regulasi yang jelas dan sesuai dengan kondisi Indonesia. Regulasi tersebut dapat memberikan kepastian hukum bagi pekerja gig economy dan platform, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dalam perlindungan bagi pekerja gig economy. Dengan regulasi yang jelas dan sesuai dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi di bidang gig economy. Sealin itu, regulasi yang jelas juga dapat memudahkan para pihak untuk membuktikan pelanggaran yang terjadi dan memperoleh keadilan secara lebih efektif. Kata Kunci: Perbandingan, Hukum, Gig economy
Peraturan Keimigrasian Terkait Pemberian Izin Tinggal Warga Negara Asing di Indonesia: Studi Kasus Pengendalian Pemberian Izin Tinggal Warga Negara Asing di Bali Muhammad, Fadil; Aidul Fitriciada Azhari; Absori
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 12 No. 2 (2023): Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v12i2.169

Abstract

Bali selaku salah satu pusat pariwisata yang ada di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Kunjungan Orang Asing atau Wisatawan Mancanegara yang datang ke Bali diatur melalui Izin Tinggal yang diatur oleh UU No. 6 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah yang menjadi pelaksana dari peraturan tersebut. Pasca Pandemi COVID-19, kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali melonjak pesat dan kembali membawa Bali selaku salah satu daerah pariwisata di Indonesia yang menjadi atensi internasional dalam sektor pariwisata. Hal ini membuat Bali selaku Daerah Pariwisata perlu memperhatikan terkait Izin Tinggal Warga Negara Asing yang datang ke Bali, tidak dapat dipungkiri bahwa dengan banyaknya kunjungan Orang Asing selaku Wisatawan Mancanegara ke Bali secara langsung atau tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif. Oleh karena itu selaku daerah pariwisata yang terkenal, Bali perlu menjadi contoh dalam pembuatan dan penerapan peraturan yang bisa memberikan kendali penuh terhadap Izin Tinggal Warga Negara Asing di Bali demi kebaikan dan kebermanfaatan bersama dan demi terjaganya pariwisata di Bali, sebagaimana yang akan dianalisis oleh penulis terhadap Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata dan Surat Edaran No. 4 Tahun 2023 Tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara sebagai peraturan yang terbitkan pasca pandemi dalam mengatur Orang Asing yang berada di Bali.
Preventing Corruption in Indonesia: The Urgent Need for Political Education Widodo, Sudiyo; Absori; Fitriciada Azhari, Aidul; Suwartini, Sri
Mimbar Ilmu Vol. 30 No. 2 (2025): August [ARTICLE IN PRESS]
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v30i02.101839

Abstract

Corruption remains a serious threat to democracy and governance. High voter turnout does not automatically reflect substantive democracy, as many citizens still have limited political understanding, resulting in suboptimal awareness of their rights, obligations, and oversight role. This study aims to analyze the role of political education as a strategic instrument in preventing corruption by instilling the values of integrity, transparency, and accountability, while strengthening public participation in policy oversight. This research employed a sociological-normative legal approach that combined statutory and doctrinal analysis (das sollen) with empirical observation of legal practices and public responses (das sein). The subjects of this study included statutory documents, legal literature, policy reports, law enforcement perspectives, and community experiences related to anti-corruption efforts. Data were collected through literature review, interviews with selected respondents, field observations, and documentation, then analyzed qualitatively using descriptive and thematic approaches. The findings reveal that political education contributes to increasing legal awareness, fostering anti-corruption values, creating critical voters, and encouraging public oversight of governance. However, its current implementation remains minimal and fragmented, often limited to supplementary material in schools and incidental public campaigns. This study concludes that political education needs to be developed systematically to build an anti-corruption culture and strengthen democracy, involving collaboration between the government, political parties, and educational institutions in curricula and public programs.
Peningkatan Kesadaran Hukum Pentingnya Perlindungan Data Pribadi Bagi Pekerja Migran Indonesia Di Hong Kong: Increasing Legal Awareness of the Importance of Personal Data Protection For Indonesian Migrant Workers in Hong Kong Yuspin, Wardah; Azhari, Aidul Fitriciada; Wardiono, Kelik; Zuhdi, Syaifuddin; Kurnianingsih, Marisa; Marjanah, Iramadya Dyah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i1.5907

Abstract

Indonesia has passed Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection. However, this regulation is less effective in its implementation because it is hampered by supervisory institutions that have yet to be formed and will automatically impact the sanctioning mechanism. With the vulnerability of personal data theft that occurs in Indonesia, the urgency of this service is to provide insight into the protection of personal data and legal efforts made when personal data theft occurs to Indonesian Migrant Workers (PMI) in Hong Kong. The purpose of this community service is to increase legal awareness for workers because the condition of workers who have not returned to Indonesia for a long time may not understand the vulnerability of storing personal data in Indonesia because they are used to using personal data protection laws in Hong Kong which are robust and have been formed for a long time so that they are likely to experience culture shock when they return to Indonesia. The method used in this community service has two stages. The first stage is legal counseling for migrant workers in Hong Kong. The second stage is assisting with creating crisis centers both offline and online to assist PMI who intend to obtain information about personal data protection and victims who experience personal data theft.
CRITICAL REVIEW OF LAW NUMBER 12 OF 2022 CONCERNING CRIMINAL ACTS OF SEXUAL VIOLENCE Azhari, Aidul Fitriciada; Litti , Nur Lina Afifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to find out whether Law No. 12 of 2022 is it in accordance with Islamic law?, which will be answered in this research. The approach used is a normative approach, while this research is descriptive-analytic in nature. The type of data needed is secondary data by taking data sources from books or previous research results related to Islamic law and violence against women. From the results of this study it is known that Law no. 12 of 2022 adopts the principles of dar'ul mafasid muqaddammun 'ala jalbul mashalih contained in Islamic law, protecting society from damage and prioritizing goodness. Not only giving punishment to the perpetrators of violence, Law no. 12 of 2022 also provides protection to victims and fulfills their rights. This is in line with Islamic teachings, protecting human dignity.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Absori Absori Adi Nugroho Adiantika, Hanif Nurcholish Aditya Saputra, Rizky Afifah Suwandi , Chika Akbar Ilham Sasongko Alam, Fajar Alfateh, Haszmi Alfida, Laila Almira, Sekar Diah Ayu Andriati, Fatmi Anindita Ektya Putri, Afina Atrya - Yusnidhar Diana Setiawati Diana Setiawati Diyah Murti Hastuti Elya Kusuma Dewi Emovwodo, Silaas Oghenemaro Fadhlulloh, Qolbi Hanif Fadillah, Muhamad Akmal Faisal, Rizki Ramadhan Fatkhul Muin Fitriana, Diana Gandung Triyanto Harun Harun Insan Tajali Nur Irawansah, Didik Jaka Susila Kartanto, Tri Widiatno Kelik Wardiono Khudzaifah Dimyati Litti , Nur Lina Afifah M. Mu’inudinillah Basri M. Syabli ZA M. Syabli ZA, M. Syabli Marisa Kurnianingsih Marjanah, Iramadya Dyah Muchamad Iksan Muhammad Fathin Habibullah Muhammad Satriyo Pramudita Muhammad, Fadil Mustofa Fahmi Nailina Paramita Neina Natangsa Surbakti Nur ilmi putri febriyanti Nuria Siswi Enggarani Nurkhaeriyah Nurkhaeriyah Nurlina Afifah Litti Peggy Dian Septi Nur Angraini Peggy Dian Septi Nur Angraini Ridwan RIDWAN, SALWA BILLA MIRZA Rifqi Ridlo Phahlevy, Rifqi Ridlo Rizka Rizka Rizka Rizka Rizka Rizka, Rizka Rizki Ramadhan Faisal Salmande, Ali Sarip Sarip Sasongko, Akbar Ilham Shofiana Eka Aulia Silaas Oghenemaro Emovwodo Sri Suwartini, Sri Sudiyo Widodo, Sudiyo Sugihardana, Danang Syamsul Hidayat Syifa Rana Tsary Tsary, Syifa Rana Wardah Yuspin Widayati Widayati Widayati, Widayati Widihartati S Yulianingrum, Aullia Vivi Yuliatama A, Andyka Zuhdi, Syaifuddin