Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Suhuf

MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN SUKOHARJO Nurul Latifatul Inayati; Aisyah Safina
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang bagaimana manajemen pembelajaran tahfizhul Qur’an serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo.  Sehingga tujuannya untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Islam Al- Mukmin dan untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran tersebut.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis tentang manajemen pembelajaran tahfidzul Qur’an santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari sekolah. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yang berangkat dari kejadian-kejadian umum kemudian direduksi menjadi bagian-bagian khusus.Berdasarkan temuan temuan data dapat diambil kesimpulan bahwa Ponpes Islam Al-Mukmin Sukoharjo memiliki manajemen pembelajaran yang baik meliputi perencanaan materi, alokasi waktu, metode, dan penilaian yang baik dan tersistem. Pengorganisasian melalui kegiatan pembagian tanggung jawab yang tersusun dalam struktur organisasi. Pelaksanaan pembelajaran yang terencana, dan evalusi pembelajaran melalui ujian lisan dan tulis. faktor pendukung manajemen pembelajaran yaitu memiliki motivasi yang kuat sebagai penghafal al-Qur’an, waktu yang memadai untuk hafalan. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah kurangnya muraja’ah dan keterbatasan kecukupan pembimbing dalam memberikan bimbingan.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MUHAMMADIYAH 3 KALIWUNGU TAHUN AJARAN 2013/2014 Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 28, No 1 (2016): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah mempunyai peranan sebagai educator, manager, supervisor, leader, innovator, motivator dan entrepreneur serta bertanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya dalam bidang peningkatan prosesionalisme guru, karena guru adalah pendidik  profesional dan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dan memakai pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: pelaksanaan peran kepala sekolah di sekolah tersebut selama ini secara umum sudah baik. Peran sebagai pendidik, manajer sekolah, administrator, supervisor, leader, climator, motivator telah dilaksanakan dengan baik. Namun demikian peran sebagai entrepreneur/innovator belum secara maksimal dilakukan, karena di SMP Muhamadiyah 3 Kaliwungu terkendala oleh dana yang terbatas untuk kelengkapan sarana prasarana sekolah, kurangnya fasilitas bimbingan belajar siswa. Kedua: profesionalisme guru di sekolah  tersebut selama ini secara kuantitas telah memiliki jumlah guru yang cukup dan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang ajar. Dilihat dari segi kualitas kinerja secara umum cukup disiplin dan lincah. Ketiga: upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah tersebut dengan membuat perencanaan kerja sekolah jangka 4 tahun dan 1 tahun dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan, serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan profesionalisme guru meliputi: pembinaan kedisiplinan kerja, pemberian motivasi dan penghargaan, menjalin hubungan kerja yang baik, pemberian dan pemenuhan kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja, menyediakan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan diri, mengikuti pelatihan kependidikan, ikut serta MGMP, seminar, workshop, diklat, pendidikan lanjut, dan program sertifikasi guru.
PERAN GURU AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MTS MUHAMMADIYAH WARU BAKI SUKOHARJO Nurul Latifatul Inayati; Rima Aritaningsih
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya merancang kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Peran guru diharapkan  tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga diperlukan dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dan mendeskripsikan bagaimana peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Muhammadiyah Waru Baki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dalam hal ini subjek penelitian adalah guru Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Peneliti menggunakan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di MTs Muhammadiyah Waru Baki meliputi guru sebagai motivator, informator, mediator, demonstrator dan evaluator. Peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa sebagai motivator, memotivasi siswa melalui teman yang berprestasi, menyemangati siswa untuk beribadah. Sebagai informator guru memberikan penjelasan lebih rinci dan memberi informasi terbaru. Sebagai mediator guru menyediakan media pembelajaran.Sebagai demonstrator guru memberikan contoh yang baik melalui sholat dhuhur berjamaah. Sebagai evaluator guru menilai perilaku siswa, menegur bila siswa melanggar peraturan.
FAKTOR RELATIONAL EFFICACY DAN RASA SYUKUR DALAM MEMPERTAHANKAN DAYA JUANG BERPRESTASI Isnaya Arina Hidayati; Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji faktor lain yang dapat mempertahankan daya juang berprestasi yaitu relational efficacy dan rasa syukur berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa relational efficacy memiliki dua konsep yaitu, Other-Efficacy, percaya kepada orang lain untuk menjadi role model bagi dirinya dan RISE (Relation-Inferred Self-Efficacy), keyakinan akan besarnya harapan orang lain terhadap kemampuannya dalam berprestasi merupakan faktor kuat terbentuknya ketahanan daya juang berprestasi. Selain itu faktor rasa syukur yang dikenal dengan istilah gratitude dalam konteks psikologi positif, memiliki keterkaitan kuat dengan pikiran positif, optimisme dan kesejahteraan psikologis yang akan membawa pada kemampuan untuk bertahan hidup dan berjuang meraih prestasi meskipun dalam kondisi sulit.
EFEKTIFITAS METODE YANBU’A DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TAḤFĪẒ AL-QUR’AN DI SMP IT AL-ANIS KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Muhammad Arif Wicagsono; Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program menghafal al-Qur’an sudah menjadi program unggulan di Sekolah.Prosesmenghafal al-Qur’an tentunya memerlukan metode pembelajaran yang efektif. Salah satu metode menghafal al-Qur’an yang sudah diterapkan di Indonesia adalah metode Yanbu’a. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis (2) Apakah Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan kemampuan taḥfīẓ Qur’an di SMP IT al-Anis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis Kartasura dan mengetahui efektivitas penerapan metode Yanbu’a dalam meningkatkan programtaḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2017- Januari 2018.Data diperoleh dari hasil observasi, dokumen dan berdasarkan hasil wawancara bersama Kepala sekolah, guru dan siswa SMP IT al-Anis. Teknik analis dengan model lengkap dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Taḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis Kartasura dengan metode Yanbu’a dilaksanakan melalui program yang bernama Program Takhasus al-Qur’an. Sistem menghafal dibagi menjadi dua, yaitu satu hari menghafal ayat, dan hari berikutnya hanya mengulang hafalan. Siswa menghafal dua, empat, lima sampai tujuh ayat perhari. Dalam rangka peningkaan kualitas hafalan, siswa diwajibkan menulis ayat. Masing-masing kelas Takhasus diampu oleh dua guru, guru memberikan pengawasan terhadap prestasi hafalan, ketertiban siswa dalam melaksanakan tugas menulis, sholat wajib dan sunnah lewat buku khusus monitoring. Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an siswa di SMP IT al-Anis Kartasura.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MUHAMMADIYAH 6 KENDAL TAHUN AJARAN 2013/2014 Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 28, No 2 (2016): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah mempunyai peranan sebagai educator, manager, supervisor, leader, innovator, motivator dan entrepreneur serta bertanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya dalam bidang peningkatan prosesionalisme guru, karena guru adalah pendidik profesional dan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dan memakai pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: pelaksanaan peran kepala sekolah di sekolah tersebut selama ini secara umum sudah baik. Peran sebagai pendidik, manajer sekolah, administrator, supervisor, leader, climator, motivator telah dilaksanakan dengan baik. Namun demikian peran sebagai entrepreneur/innovator belum secara maksimal dilakukan, karena di SMP Muhamadiyah 6 Kendal terkendala oleh dana yang terbatas, kurang kreatifitas dalam menciptakan suasana mengajar yang menyenangkan. Kedua: profesionalisme guru di sekolah  tersebut selama ini secara kuantitas telah memiliki jumlah guru yang cukup dan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang ajar. Dilihat dari segi kualitas kinerja secara umum cukup disiplin dan lincah. Ketiga: upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah tersebut dengan membuat perencanaan kerja sekolah jangka 4 tahun dan 1 tahun dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan, serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan profesionalisme guru meliputi: pembinaan kedisiplinan kerja, pemberian motivasi dan penghargaan, menjalin hubungan kerja yang baik, pemberian dan pemenuhan kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja, menyediakan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan diri, mengikuti pelatihan kependidikan, ikut serta MGMP, seminar, workshop, diklat, pendidikan lanjut, dan program sertifikasi guru.
PELAKSANAAN PROGRAM KULLIYATU TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Nurul Latifatul Inayati; Isnaya Arina Hidayati
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam merupakan pondok yang memberikan ilmu-ilmu umum dan ilmu agama, PPMI Assalaam juga memberikan nilai lebih kepada santrinya dengan program Kulliyatu Tahfidz Al-Qur’an untuk santri yang menginginkan hafalan al-qur’an lebih banyak dari hafalan yang sudah ditargetkan dari pondok. Permasalahan dalam penelitian ini terkait strategi program kulliyatu tahfidz al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan santri Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam antara lain sebagai berikut: (1) Bagaimana strategi program kulliyatu tahfidz al-qur’an dalam meningkatkan hafalan santri pondok pesantren assalaam? (2) Apa saja hambatan-hambatan yang ditemui dalam strategi program kulliyatu tahfidz Al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan santri pondok pesantren Assalaam? Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi program kulliyatu tahfidz al-qur’an dalam meningkatkan hafalan santri pondok pesantren Assalaam dan hambatan-hambatannya.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah ustadz dan ustadzah yang mengajar KTQ dan para santriwan dan santriwati KTQ. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi mengenai pelaksanaan program Kulliyatu tahfidz al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan santri pondok pesantren Assalaam tahun pelajaran 2016/2017.Kesimpulannya bahwa strategi program kulliyatu tahfidz al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan santri pondok pesantren Assalaam sudah berjalan dengan baik, dengan menggunakan program Tahfidz 1 hari 1 halaman dan Takrir 1 hari 5 halaman serta menggunakan metode menghafal Bi al-nazhar dan Talaqqi yang didukung dengan fasilitas asrama khusus santri KTQ, Serta ada waktu tertentu menyetorkan hafalan dan menyiapkan hafalan pada waktu-waktu tertentu ada kunjungan ke pondok tahfidz setiap satu tahun sekali. Sementara hambatan yang ditemui tidak begitu banyak seperti banyaknya kegiatan pondok diluar kegiatan akademik dan kesantrian, dan santri yang tidak konsisten dalam menyetorkan hafalan. Banyaknya ayat yang sama menyulitkan santri dalam menghafal, rasa malas yang menyertai santri ketika akan menghafal.
Co-Authors Afief El Ashfahany Aflit Nuryulia Praswati Agus Setyo Wibowo Ahmad Fathun Qoriib Ahmad Hakim Fathoniy Ahmad Imam Utomo Ahmada Auliya Rahman Aisyah Safina Ambarwati Anggraini Putri Rahmawati Anisha Nurul Fatimah Annas Fajar Rohmani Aqiila Khairunisa Nur Aisyah Ari Anshori Arief Dwi Saputra, Armelya Puspita Ningrum Arneth Fandewa Arum Fadhilah Aryeni Ika Febriyana Asma Nurul Azizah Azhar Alam Azzmi Sholahudin Bagas Ali Mukti Bagas Tri Nugroho Balqis Nada Melfirosha Balqis Tania Prayoga Benggol Sang Ghany Binti Nuraisyah Chusniatun Dario Azhari Syaifuddin Dartim Dartim Dika Ayu Pradana Dini Pandu Primawan Diyah Purnamasari Dyah Ayu Chusnul Chotimah Ellynia Eva Kusuma Dewi Fadhilla Nangroe Anggraini Faizatul Maslahah Fatahhillah Abdurrahman Bin Auf Alamin Fatimah Khoirunnisa Faturrohman Majid Fauziyah, Luthfi Syifa' Fauzul Hanif Noor Athief Faza Sukma Aulia Hafidz Hafidz Hajar Sailirrohmah Hakimuddin Salim Hanifia Rahma Praditasari Haning Tyas Pratiwi Hasram Efendi Helmi Setyoningsih Henni Putri Hernani Ilham Ahmad Rifai Imaniar Risty Alamsyah Inez Yuliane Ismail Lutfiriyanto Isna Nur Mandhasihanni Isnaya Arina Hidayati Istanto Kayla Azzahra Khalid Abdurrahman Sulis Kusnul Khotimah Laila Zurli Azzahra M. Darojat Ariyanto Mahasri Shobahiya, Mahasri Maliyya Rahma Nur Fatikha Miftahul Huda Nurrokhim Mulathif Mohamad Ali Mohammad Zakki Azani Mucicha Wadir Risyda Muh Nur Rochim Maksum Muh. Iqbal Zaini Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Arif Wicagsono Muhammad Azmi Hamid Muhammad Wildan Shohib Muzakar Isa Nabil Latifa Muti’ah Sukma Nadiyah, Nur Rifqah Nafi umi atmaja Nandya Octanti Pusparini Noor Cahyani Purbosari Susilo Nur Ayu Safitri Nur Hani’ah Nur Safitri Nurhidayati Roisyah Nurrahmah Qoyimah Putri Latifah Quisha Noor Maulida Rachmawati, Fatkur Rahmatdi Ramadani, Fazrineka Rianty Purnama Sari Rima Aritaningsih Rizky Nur Utami Rozi Irfan Rosyadhi Saifudin Saifudin Salma Emilia Azzahra Saputri, Intan Dian Shandy Abisena Silmi Syahidatun Nisa Abdillah Silviana Diah Sukmawati Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad Toyib Toyib Umi Nur Kasanah Ummu Azka Amalia Utari Marcela Vania Siska Damayanti Vironika Kumalasari Wafa, Muhammad Chafidz Ali Wulan Febriana Fitrianingrum Zaenal Abidin Zakiyyah Hasna Zulfa Fathimatuz Zahra