Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perkembangan Sosial, Emosi, Moral Anak dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Sikap Sosial SIswa Sekolah Dasar Ani Siti Anisah; Sapriya; Kama Abdul Hakam; Ernawulan Syaodih
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.561 KB) | DOI: 10.51574/judikdas.v1i1.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik perkembangan social, emosional dan moral pada anak usia sekolah dasar, dan (2) untuk mengetahui implikasi perkembangan social, emosional, dan moral anak terhadap pembentukan sikap social pada anak usia sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan teknik pengumpulan data melalui lembar checklis untuk memilih sumber primer dan sumber sekunder yang akan dijadikan rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perkembangan social, emosi, dan moral anak sekolah dasar sudah menyadari akan peran sosial, agama, ras, dan status social ekonomi dari teman sebayanya, menerima stereotif budaya dan sikap dewasa terhadap statusnya sehingga menimbulkan kesadaran kelompok dalam bersikap di lingkungan sosialnya. Karakteristik tersebut akan menetap sampai masa kanak-kanak akhir dan akan terus berlanjut sampai mereka dewasa jika pendidik memberikan stimulus dalam melanjutkan tugas perkembangannya secara matang. Stimulus tersebut berupa bimbingan, arahan, dan memberikan lingkungan social budaya yang baik dan sehat dalam perkembangan social, emosi, dan moralnya sehingga berimplikasi pada pembentukan sikap social yang baik. Agar kemampuan sosialisasi anak meningkat tugas pendidik adalah membimbing dan mengarahkan mereka untuk belajar menerima dan melaksanakan tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain, belajar berprilaku social yang baik, belajar bekerja sama, belajar dari orang dewasa, belajar kepada kelompok sebaya, belajar menyesuaikan diri dengan standar kelompok, belajar bermain mengembangkan fisiknya, belajar berbagi, dan belajar bersikap sportif. Yang paling utama adalah pola asuh yang baik dari orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya dalam membentuk anak yang berakhlakul karimah sebagai wujud sikap social yang baik dalam lingkungan masyarakat.
ANALISIS KETERSEDIAAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENUMBUHKAN ECOLITERACY Niken Vioreza; Nana Supriatna; Kama Abdul Hakam; Wawan Setiawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.555 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i1.1924

Abstract

Dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa perlu peran praktisi pendidikan untuk memberikan edukasi melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyediakan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Diyakini bahwa suatu pembelajaran dengan mengusung tema kearifan lokal akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan ketersediaan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data penelitian yang diperoleh. Data diperoleh dari guru sekolah dasar dan siswa yang telah belajar tentang materi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa ketersediaan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy belum terpenuhi. Bahan ajar dalam menumbuhkan ecolitercy diketahui masih mengaitkan dengan hal-hal yang sifatnya umum dan jenisnya tidak beragam. Unsur kearifan lokal dalam pembelajaran baru sebatas penyampaian dalam bentuk lisan dari guru kepada siswa. Oleh karena itu, bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar perlu diseiakan baik oleh guru ataupun praktisi pendidikan lainnya. Bahan ajar perlu disediakan menarik sehingga membuat siswa aktif dalam kegiatan peduli lingkungan dan tercipta kegiatan belajar yang menyenangkan. Bahan ajar juga diharapkan dapat menciptakan habit positif agar perilaku-perilaku tidak ramah lingkungan yang sering dijumpai guru di sekolah perlahan bisa berubah menjadi perilaku ramah lingkungan. Dengan memiliki perilaku ramah lingkungan siswa siswa bisa dikatakan cerdas secara ekologis.
KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL INDRAMAYU UNTUK MENUMBUHKAN ECOLITERACY SISWA SEKOLAH DASAR Devi Afriyuni Yonanda; Nana Supriatna; Kama Abdul Hakam; Wahyu Sopandi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.167 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i1.1927

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi pada era globalisasi dibidang makanan, menyebabkan perubahan pola pikir siswa terhadap makanan. Siswa lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan kemasan yang berbahan plastik dibanding dengan mengkonsumsi makanan bekal dari rumah. Makanan kemasan dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap kesehatan fisik siswa dan kemasan pada makanan dapat menjadikan sampah yang tidak ramah lingkungan. Maka diperlukan pendidikan ecoliteracy pada siswa Sekolah Dasar, yaitu melalui bahan ajar berbasis kearifan lokal Indramayu yang memuat makanan khas Indramayu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang diperlukannya menumbuhkan ecoliteracy melalui bahan ajar cetak bergambar dalam pembelajaran muatan lokal Indramayu di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumen literatur seperti artikel, prosiding dan buku-buku yang relevan dengan konsep ecoliteracy, bahan ajar cetak, kearifan lokal Indramayu dan pembelajaran muatan lokal. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar cerita bergambar berbasis kearifan lokal Indramayu diperlukan untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa dengan pembahasan mengenai (1) konsep ecoliteracy, (2) kearifan lokal Indramayu, (3) bahan ajar cetak, dan (4) pola pengembangan penyusunan bahan ajar cetak berbasis kearifan lokal Indramayu yang memuat materi tentang bahan makanan khas Indramayu, cara membuat, dan manfaatnya. Dilengkapi juga soal latihan dan tindak lanjut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran dan dijadikan acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya sebagai bentuk inovasi pada pembelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar.
STRATEGI PENGEMBANGAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Ani Siti Anisah; Sapriya Sapriya; Kama Abdul Hakam; Erna Wulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.356 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan sikap sosial peserta didik dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian tiga orang guru, dan 80 orang peserta didik kelas V SDIT Atikah Musaddad Kabupaten Garut. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara teknik Triangulasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis strategi pengembangan sikap sosial peserta didik, perencanaan pengembangan sikap sosial dilakukan melalui beberapa tahap, pertama tahap perencanaan, diawali dengan penyusunan RPP, menentukan indicator dan tujuan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran; kedua tahap pelaksanaan, melaksanakan pengembangan sikap melalui nasihat-nasihat pada awal pembelajaran (apersepsi), kegiatan inti, dan penutup pembelajaran dengan pembiasaan, dan keteladanan yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran tematik melalui pendekatan scientific melalui tahap mengamati, menanya, mengumpulkan, informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan; dan ketiga tahap penilaian, dilakukan melalui proses pengamatan dengan menggunakan lembar observasi. Proses pelaksanaan pengembangan sikap sosial secara tidak langsung terintegrasi dalam proses pembelajaran, karena pengembangan kompetensi inti (sikap spiritual dan sosial) merupakan pengikat kompetensi dasar yang dilakukan secara indirect teaching pada saat peserta didik belajar tentang pengetahuan dan keterampilan.
Penerapan Model Konstruksi Nilai Kesundaan Melalui Dilema Moral Pada Mahasiswa Program Studi PGMI STAI Tasikmalaya Bekti Bernardi; Kama Abdul Hakam; Cece Rakhmat; Aceng Kosasih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2021): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.123 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v5i2.1131

Abstract

Penelitian ini akan mengungkap dan membuat model pembelajaran konstruksi nilai kesundaan dirancang dan dikembangkan melalui tahap analisis masalah dan kebutuhan pengguna, perancangan dan pengembangan, validasi ahli dan revisi, serta tahap uji coba berulang. Model pembelajaran secara konseptual terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan dan saling mendukung antara satu sama lain. Komponen-komponen tersebut terdiri dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dan dukungan sistem. Sintaks (Sytntax) model pembelajaran ini dibagi ke dalam tiga tahap kegiatan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode research and developent (penelitian dan pengembangan). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI STAI Tasikmalaya. Hasil temuan terkait permasalahan pembelajaran nilai kesundaan yang dilakukan praktisi dapat berimplikasi pada peninjauan perbaikan kebijakan terkait pembelajaran nilai kesundaan, baik pada lembaga perguruan tinggi maupun pada lembaga pendidikan lainnya. Uji coba model pembelajaran konstruksi nilai berimplikasi pada kemampuan dosen dalam melaksanakan pembelajaran. Langkah-langkah model pembelajaran konstruksi nilai kesundaan dapat membantu dosen dalam meningkatkan kematangan moral mahasiswa.
IMPLEMENTATION OF THE TRIPLE HELIX MOHAMMAD NATSIR IN ARABIC EDUCATION IN STIBA ARRAAYAH Rizal Firdaus; Kama Abdul Hakam; Momod Abdul Somad; Ahmad Syamsu Rizal
Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Vol 5, No 3 (2022): Ijaz Arabi: Journal Of Arabic Learning
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijazarabi.v5i3.17185

Abstract

The integration of mosque institutions, islamic boarding schools and campuses in the educational process according to Mohammad Natsir is very necessary. He believes that this concept is very in line with the culture of Indonesian society, according to him, the educational process that integrates the three institutions can make graduates become intellectually, emotionally and spiritually intelligent people. Arraayah College of Arabic Teaching (STIBA  Arraayah) including one of the institutions that have successfully applied the concept in the field of Arabic language education. This is evident in his achievements in various Arabic language competitions and the interest of partner institutions in STIBA Arraayah graduates is very high. This success cannot be separated from the strategy and innovation that boils down to the integration of the three components of the institution in STIBA Arraayah, namely mosques, islamic boarding schools (pesantren) and campuses or college. This research uses qualitative techniques, data sourced from documentation studies and interviews, the data analysis techniques used are Miles and Huberman data analysis techniques, namely data analysis techniques consisting of three stages of analysis, namely collecting data and data reduction, display data and conclusion. The findings in this study are the implementation of Mohammad Natsir's triple helix at Arraayah University including 1) Implementation of Arabic language teaching in the Arraayah Mosque through ilqo kalimah activities (short speech), halaqoh of the Qur'an (tahfidz), mashrohiyyah (arabic theatrical), scientific competitions, 2) The implementation of Arabic language teaching at Pesantren Arraayah is carried out in various places such as in madrasahs through Arabic language learning activities, dormitories through study group activities, monitoring Arabic-language discipline, direct evaluation from the senior student, Arabic environtment conditioning, sports fields through Arabic-language conditioning activities in various sports activities, open spaces and in other public facilities in pesantren through activities  jalsah tarbawiyyah; 3) The implementation of Arabic language teaching at the Arraayah Campus is carried out in lecture classes through learning materials for Arabic and Islamic studies as well as the development of Arabic language education through teaching practices and research in the Arabic Teaching Studies.
Peran Pendidikan dalam Menangkal Penyebab Radikalisme dan Ciri Radikalisme Purwati Purwati; Ace Suryadi; Kama Abdul Hakam; Cece Rakhmat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3595

Abstract

Radikalisme adalah masalah sosial yang sedang ramai dibahas pada abad ke 21 ini. Paham tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan mengancam persatuan bangsa Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengumpulkan hasil kajian teoritis dari berbagai ahli terkait masalah radikalisme dalam rangka memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau yang dikenal dengan nama studi pustaka. Data sekunder berupa informasi yang tertuang dalam berbagai buku dan artikel jurnal. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 10 ciri seseorang terkena paham radikalisme, 12 faktor yang menyebabkan seseorang menjadi radikal, dan proses radikalsime yang dimulai dari kondisi sebelum mengenal, sedang mendalami, setelah mengenal radikalisme, dan setelah bergaul langsung dengan individu atau kelompok radikal. Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini yaitu untuk menguatkan atau menambah pengetahuan baru mengenai kajian radikalisme, dan manfaat praktisnya yaitu untuk memberi kemudahan bagi para peneliti atau pihak lain di lapangan dalam mengkaji, mencegah, atau mengatasi fenomena radikalisme.
Rambu Solo’ "Warisan Budaya Masyarakat Toraja" Lutma Ranta Allolinggi; Sapriya Sapriya; Kama Abdul Hakam
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.898 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.68635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya masyarakat Toraja dalam pelaksanaan upacara rambu solo’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan studi lapangan. Pengumpulan data melalui literatur, wawancara mendalam terhadap informan serta observasi pelaksanaan upacara rambu solo’. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara rambu solo’ terbagi atas tiga tahapan yaitu; perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan upacara. Pada setiap tahapan tersebut terdapat aktivitas masyarakat rangkaian kegiatan yang menjadi wadah penanaman nilai-nilai budaya.
Model Pengembangan Kompetensi Sikap Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar Ani Siti Anisah; Sapriya Sapriya; Kama Abdul Hakam; Ernawulan Syaodih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v7i1.1836

Abstract

This study aims to analyze and describe the factual conditions of the social attitude development model of students in elementary schools. The research method used is a descriptive qualitative approach. This research was conducted through several activities (1) Observation, distributing questionnaires and interviews to principals and teachers with the main objective of obtaining factual information about the attitude development model in elementary schools, (2) Studying documents, analyzing school identity documents, and learning tools with The goal is to get an overview of the learning objectives to be achieved. (3) Literature review to find a theoretical basis on the development of an attitude development model that fits the needs of students. The results of the study describe that the model of developing students' social attitudes is carried out through school policies in internalizing character values ??through supporting activity programs; (1) routine activities are carried out regularly with the aim of forming students' habits of doing things well, (2) spontaneous activities, (3) exemplary activities, (4) annual program activities, (5) nationalism activities, (6) outdoor learning activities and training. The teacher's role as implementer and evaluator in the development of students' social attitudes is realized in the learning process in the classroom starting from the preparation of lesson plans in character-based designs. Attitude development is carried out through a scientific learning approach through the stages of observing, asking questions, gathering information, associating information, and communicating learning outcomes. This approach is able to bring students to learn to think critically about moral and social issues so that good social attitudes are formed which are shown in the process of social interaction in the community. The model for developing students' social attitudes by teachers and schools in internalizing and disseminating character values through modeling, conditioning, and habituation approaches.
How to Develop a Project-Based Learning (PBL) Model on the Batobo Tradition Hendri Marhadi; Sapriya Sapriya; Kama Abdul Hakam; Dasim Budimansyah
Journal Of Teaching And Learning In Elementary Education Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v5i2.7932

Abstract

Learning models appearing in the classroom are psychologically far from students’ daily lives, despite the fact that there are numerous traditions available to students that might form the basis for the development of a learning model. This study was intended to produce a model of Project Based Learning (PBL) based on Batobo. The Batobo tradition performed by Kuantan Singingi people in Riau is a tradition of working together on an agricultural land. This study used research and development (R&D) proposed by Borg and Gall stages to develop the tradition based learning model. The data collection technique started from conducting a literature review, interviewing groups or community leaders and designing models. The results of the research revealed that Batobo based Project Based Learning model was conducted in five stages in learning included the initiation (manyamulo), followed by project planning (mancangkul/manugal), project implementation (mananam), discussion (manuai) and the last stage was evaluation (closing). The Batobo based Project Based Learning model described the learning activities carried out by referring to the Batobo tradition. Based on the results of the study, it can be concluded that the PBL model based on the batobo tradition which consists of five stages of learning developed is suitable for use in elementary schools.