Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA Fitrianingsih, Nur; Wulandari, Agustiah; Ayuningtyas, Riska A.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.922 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.26313

Abstract

Penggunaan lahan di Kota Pontianak sangat beragam yaitu sebagai kawasan permukiman, perkebunan, perkantoran, perdagangan dan jasa, industri, dan ruang terbuka hijau. Penggunaan lahan yang lebih dominan yaitu untuk kawasan permukiman. Sedangkan, penggunaan lahan yang paling sedikit yaitu untuk kawasan ruang terbuka hijau. Salah satu daerah yang paling banyak mengalami perubahan penggunaan lahan di Kota Pontianak selama kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu Kecamatan Pontianak Utara. Kecamatan Pontianak Utara merupakan pusat perindustrian dan kecamatan yang memiliki wilayah yang paling luas di Kota Pontianak yaitu seluas 42,14 km2. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pontianak Utara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu overlay. Overlay digunakan untuk mengetahui luas dan persentase perubahan penggunaan lahan. Kemudian dilanjutkan dengan skoring variabel untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pontianak Utara adalah pertumbuhan penduduk dan migrasi penduduk pendatang. Sementara, jika dilihat dari setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Pontianak Utara pengaruh variabel paling tinggi terdapat di 3 (tiga) kelurahan yaitu Kelurahan Siantan Hilir, Kelurahan Siantan Hulu dan Kelurahan Siantan Tengah. Di Kelurahan Siantan Hilir terdapat 5 (lima) variabel yang sangat berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan yaitu jenis tanah, pertumbuhan penduduk, migrasi penduduk pendatang, harga lahan dan pertumbuhan ekonomi. Kemudian di Kelurahan Siantan Hulu, terdapat 4 (empat) variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan yaitu pertumbuhan penduduk, migrasi penduduk pendatang, migrasi penduduk keluar dan IMB. Dan di Kelurahan Siantan Tengah terdapat 4 (empat) variabel yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan yaitu jenis tanah, kepadatan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan IMB.Kata kunci: Kecamatan Pontianak Utara, overlay, perubahan penggunaan lahan
ANALISIS POLA SEBARAN PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN KRITERIA BERDAGANG DI JALAN H. RAIS A. RACHMAN KECAMATAN PONTIANAK BARAT Saputra, Andri Dwi; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.41 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34291

Abstract

Pertumbuhan pedagang kaki lima (PKL) merupakan fenomena perkotaan. PKL menyebar di bagian fungsional kota, salah satunya di Jalan H. Rais A. Rachman. PKL di jalan tersebut pernah di tertibkan, namun kembali berjualan. Hal ini disebabkan kurangnya keterlibatan PKL dalam menentukan lokasi berdagang. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pola sebaran PKL berdasarkan karakteristik dan kriteria berdagang yang strategis. PKL di Jalan H. Rais A. Rachman terkena kebijakan penertiban PKL, sesuai dengan Surat Keputasan Wali Kota Pontianak Nomor 6 tahun 2001, mengenai larangan membangun tanpa izin dan berjualan di tempat-tempat terlarang, membangun kios, berjualan diatas badan jalan, dan diatas pedestrian, lokasi PKL sebaiknya mengacu pada RTRW Kota Pontianak tahun 2013. Analisis yang di gunakan berupa, analisis tetangga terdekat, cluster, distribusi frekuensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini berjumlah 121 PKL yang melanggar SK Wali kota Pontianak Nomor 6 tahun 2001, berdasarkan karakteristik PKL di Jalan H. Rais A. Rachman berupa makanan siap saji, ukuran sarana yang mendominasi 2-3m2, pendidikan mendominasi SMP, kriteria berdagang berdasarkan harapan masyarakat, dan menyandingkan dengan Peraturan Kota Pontianak, dapat dirumuskan di Kawasan Terminal, dan di Jalan Parallel. Kata kunci: Kriteria berdagang; Pedagang kaki lima; Pola sebaran
PENGARUH GUNA LAHAN DARI RETAIL MODERN TRANSMART TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI JALAN ARTERI SUPADIO KUBU RAYA Wulandari, Fitri; Wulandari, Agustiah; S. Putra, M. Fathanuur
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.092 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35153

Abstract

Keberadaan Transmart menimbulkan permasalahan yang dapat mempengaruhi pengaruh guna lahan terhadap kinerja lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh guna lahan dari retail modern Transmart terhadap kinerja lalu lintas di Jalan Arteri Supadio Kubu Raya. Metode yang digunakan menggunakan metode kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis matriks asal dan tujuan, analisis VCR dan LOS, proyeksi dari perbandingan VCR serta melihat pengaruh penggunaan lahan yang ada di kawasan Transmart. Pengaruh keberadaan Transmart Kubu Raya dapat dilihat berdasarkan alasan pergerakan non spasial pengunjung adalah keberadaan Transmart XXI, dengan moda transportasi pribadi serta waktu kunjungan dominan adalah akhir pekan. Bangkitan perjalan yang dominan berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Berasal dari kawasan permukiman, pendidikan, perkantoran dan kawasan lainnya, menuju kembali ke Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan hasil kapasitas jalan pada perbandingan tahun 2015, 2019 tanpa adanya Transmart dan 2019 dengan adanya Transmart mengalami perubahan tingkat pelayanan bernilai B dengan hasil VCR dominan dari ruas jalan lainnya yaitu bernilai 0,3864, pada ruas jalan Ayani (Kota Pontianak) – Jalan Ayani 2 (Kabupaten Kubu Raya). Maka dari itu berdasarkan hasil volume arus lalu lintas terdapat pengaruh antara sebelum adanya pembangunan Transmart dan sesudah adanya pembangunan Transmart. Kata kunci: guna lahan,retail modern, kinerja lalu lintas.
PERMODELAN PENGEMBANGAN ANGKUTAN PELAJAR KHUSUS SMP NEGERI DI KOTA PONTIANAK Dahriansyah, Robi; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.148 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34367

Abstract

Pemerintah Kota Pontianak telah menyediakan bus rapid transit yang ditargetkan untuk pelajar dalam penerapan Undang-Undang No.22 Tahun 2009, namun pelayanan bus tersebut belum mencakup seluruh wilayah Kota Pontianak sehingga masih ada beberapa pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga diperlukan adanya permodelan pengembangan angkutan pelajar khusus SMP negeri di Kota Pontianak. Tujuan penelitian ini menyusun rekomendasi pengembangan angkutan umum khusus pelajar SMP Negeri di Kota Pontianak berupa pengoptimalan operasional angkutan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis model gravitasi DCGR dan pembobotan. Hasil penelitian ini menunjukan Kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Utara memiliki jumlah SMP Negeri terbanyak di Kota Pontianak, sehingga berpotensi sebagai zona penarik yang tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Namun, saat ini pelayanan bus tersebut belum mencakup Kecamatan Pontianak Utara sehingga diperlukannya perluasan cakupan pelayanan dengan pengintegrasian terhadap angkutan lokal. Hasil permodelan gravity DCGR menunjukan persebaran pergerakan terbesar berada pada zona internal Kecamatan Pontianak Barat, sedangkan pergerakan antar zona sedikit. Hal ini disebabkan rute yang dilalui angkutan pelajar lebih banyak melayani Kecamatan Pontianak Barat. Dalam penyetaraan persebaran penumpang memerlukan penambahan rute dan armada bus untuk melayani kawasan antar zona. Persebaran halte di Kota Pontianak tersebar ditempat keramaian dan disekolah, serta jumlahnya kurang sehingga diperlukannya penambahan halte. Kata kunci: Bus Rapid Transit (BRT), Persebaran Pergerakan, Pemilihan Moda, Kota Pontianak
TINGKAT KEINGINAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN JALUR SEPEDA DI KOTA PONTIANAK Windarni, Imai Putri; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.78 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.29279

Abstract

Seiring dengan bertambahnya pengguna kendaraan bermotor maupun mobil yang menyebabkan kemacetan. Pemerintah Kota Pontianak kini telah menyediakan jalur khusus sepeda sebagai salah satu langkah mengurangi kendaraan bermotor. Tidak hanya itu, adanya jalur sepeda untuk menciptakan suasana jalan menjadi tertib, lancar dan aman. Akan tetapi adanya jalur sepeda di sepuluh jalan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu hal yang menyebabkan dari ketidakfungsian jalur tersebut, yaitu minat masyarakat untuk menggunakan jalur sepeda itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keinginan msyarakat berdasarkan faktor yang mempengaruhi bagi pengguna jalur sepeda. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian beserta dokumentasi. Dan membagikan kuesioner kepada masyarakat dan komunitas sepeda untuk mengetahui persepsi responden. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Dan analisis data hasil kuesioner menggunakan skala diferensial dengan metode Analisis Regresi Linier Berganda.Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melihat faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat menggunakan jalur sepeda yang meliputi faktor aksesbilitas, kelancaran, keselamatan, keamanan dan ketertiban. Kata kunci : Jalur sepeda, Tingkat keinginan, Kota Pontianak
KOEFISIEN LANTAI BANGUNAN (KLB) FUNGSI PASAR TRADISIONAL DAN TOKO MODERN DI JALAN GAJAHMADA BERDASARKAN TINGKAT LAYANAN JALAN DALAM RTRW KOTA PONTIANAK Velayatie, Reza Akbar; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.213 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29198

Abstract

Jalan Gajahmada merupakan pusat pelayanan kota (PPK), pusat perekonomian Kota Pontianak dan sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Salah satu fungsi perdagangan dan jasa yang memiliki tarikan bangkitan besar di Jalan Gajahmada adalah pasar tradisional dan toko modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan koefisien lantai maksimum (KLB) fungsi pasar tradisional dan toko modern koridor Jalan Gajahmada berdasarkan tingkat pelayanan jalan dalam RTRW Kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dikarenakan seluruh data yang diolah dan dikeluarkan berupa data kuantitatif. Pendekatan pemintaan digunakan untuk melihat berapa besar pemintaan dari fungsi guna lahan dan intensitas bangunan, sehingga akan diketahui trip attraction yang dihasilkan. Variabel yang digunakan adalah trip rate, volume per capacity ratio, kapasitas jalan, level of service, volume kendaraan, luas lantai bangunan dan koefisien lantai bangunan. Koefisien lantai bangunan maksimum ditentukan berdasarkan nilai tingkat layanan jalan di koridor Jalan Gajahmada. Nilai level of service (LOS) di koridor Jalan Gajahmada untuk fungsi pasar tradisional dan toko modern masuk dalam LOS B yaitu arus jalan stabil. Nilai koefisien lantai bangunan maksimum koridor Jalan Gajahmada untuk fungsi pasar tradisional  nilai KLB 1,66 dan nilai KLB toko modern yaitu minimarket nilai KLB 8,2 dan supermarket nilai KLB 3,2. Kata kunci: koefisien lantai bangunan (KLB), pasar tradisional, toko modern dan tingkat layanan jalan (LOS)
EVALUASI EFEKTIVITAS JALUR PEDESTRIAN DI JALAN AHMAD YANI KOTA PONTIANAK BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Riani, Yuni Hijri; Wulandari, Agustiah; Ayuningtyas, Riska A.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.078 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.29320

Abstract

Kawasan perkotaan dituntut untuk menjadi kota yang baik. Kota yang baik dapat didefinisikan sebagai kota yang memberikan kemudahan terhadap pergerakan lalu lintas, seperti jalur pedestrian atau jalur pejalan kaki. Jalur pedestrian sangat penting perannya dalam menunjang kelancaran aktivitas dan kepentingan masyarakat khususnya Kota Pontianak. Di Kota Pontianak sudah terdapat jalan yang memiliki jalur pedestrian. Salah satunya Jalan Ahmad Yani. Jalur pedestrian di Jalan Ahmad Yani berupa trotoar, zebra cross, jembatan penyebrangan dan lain sebagainya. Jalur pedestrian di Jalan Ahmad yani memiliki permasalahan seperti sedikitnya masyarakat yang berminat menggunakan jalur pedestrian, serta minimnya penyediaan prasarana dan sarana pedestrian yang memadai. Hal ini menyebabkan efektivitas jalur pedestrian berkurang. Penting penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui tingkat efektivitas jalur pedestrian berdasarkan evaluasi yang telah di lakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas jalur pedestrian di Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak, berdasarkan tingkat pelayanan, kawasan, dan vairabel penentu efektivitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dengan teknik analisis data yaitu analisis proprosi. Analisis proporsi digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas di jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani berdasarkan persepsi masyarakat di kawasan Jalan Ahmad Yani. Dari hasil penelitian terdapat enam variabel penentu efektivitas. Dari variabel dapat di ketahui bahwa jalur pejalan kaki di Jalan Ahmad Yani sudah efektif untuk dilalui oleh masyarakat. Adapun enam vairabel tersebut yaitu aksesibilitas, keselamatan, kenyamanan, keindahan, kemudahan, dan interaksi. Namun, dari variabel interaksi terdapat jalur pejalan kaki dan jembatan penyebrangan yang belum efektif bagi masyarakat untuk di lalui. Karena interaksi dari masyarakat sekitar masih mengganggu perjalanan masyarakat lain yang melewati jalur tersebut.  Kata Kunci: Efektifitas, jalur pedestrian, persepsi
TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENATAAN RUANG DALAM PROSES PENGAJUAN IMB DI KOTA PONTIANAK Oktaviani, Hana Izdihar; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.028 KB)

Abstract

Pengendalian Pemanfaatan Ruang merupakan proses penataan ruang yang penting untuk mewujudkan tertib tata ruang. Salah satu bentuk pengendalian pemanfaatan ruang adalah perizinan. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan contoh instrumen perizinan. IMB memiliki permasalahan layaknya perizinan pada umumnya seperti pelanggaran oleh masyarakat, masyarakat yang tidak memiliki IMB dan proses pengurusan izin yang lama. Peran serta pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pengendalian pemanfaatan ruang yang baik. Aspek pemahaman merupakan salah satu tahap penting bagi seseorang dalam mengimplementasikan kebijakan tata ruang. Pemerintah Kota Pontianak memiliki berbagai program untuk mendorong dan memudahkan masyarakat dalam mengurus IMB namun masih terdapat berbagai pelanggaran tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap penataan ruang dalam proses pengajuan IMB di Kota Pontianak. Sasaran untuk mencapai tujuan tersebut yaitu menjelaskan teori-teori dan peraturan-peraturan terkait IMB, menjelaskan kaitan IMB dengan penataan ruang, mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik masyarakat di Kota Pontianak, mengidentifikasi dan menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap IMB di Kota Pontianak dan mengidentifikasi juga menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap penataan ruang di Kota Pontianak. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan di Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTKPTSP) Kota Pontianak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman terkait pengertian, fungsi, ketentuan sanksi atas pelanggaran IMB, prosedur permohonan IMB, Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) dan kelengkapan gambar. Sementara itu, masyarakat tidak memahami mengenai penerapan SKRK dalam penataan ruang, intensitas pemanfaatan lahan dan penerapan intensitas pemanfaatan lahan tersebut dalam penataan ruang. Sementara itu masyarakat memiliki pemahaman mengenai penataan ruang terkait pengertian dan fungsi penataan ruang. Sedangkan mengenai ketentuan sanksi atas pelanggaran rencana tata ruang, dokumen rencana tata ruang wilayah dan rencana peraturan zonasi, masyarakat tidak paham.Kata-kata kunci: pemahaman, Izin Mendirikan Bangunan, penataan ruang
POLA PERGERAKAN PENDUDUK KOTA PONTIANAK TERHADAP SEBARAN FASILITAS PERDAGANGAN Setiani, Ingga Erva; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34319

Abstract

Kota Pontianak memiliki pusat-pusat aktivitas atau kegiatan yang biasanya dapat menarik penduduk melakukan pergerakan terutama pada pusat kota. Pola pergerakan yang terjadi dilakukan berdasarkan kebutuhan penduduk dan jangkauan dalam mengakses sebaran dari pusat aktivitas. Keadaan ini yang menjadi acuan untuk dapat melihat lebih jauh bagaimana pola pergerakan penduduk yang ada dapat berpengaruh terhadap sistem pusat pelayanan di Kota Pontianak. Penelitian ini merumuskan pola pergerakan penduduk yang berfokus pada tujuan pergerakan fasilitas perdagangan di Kota Pontianak serta kajian pola pergerakan terhadap struktur ruang kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif. Data yang digunakan berupa data primer dari hasil survei, dan data sekunder berupa literatur terkait penelitian. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan overlay. Hasil penelitian menunjukan Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak Kota, dan Pontianak Selatan memiliki pola pergerakan terbesar terhadap fasilitas perdagangan. Kecamatan Pontianak Barat memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap toko/warung dan supermarket. Kecamatan Pontianak Kota memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap pasar lingkungan dan pusat perbelanjaan. Kecamatan Pontianak Selatan memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap pasar tradisional, penyaluran grosir, dan mal. Hasil pola pergerakan penduduk yang ada di kaji dengan struktur ruang kota sehingga di dapatlah pusat pelayanan fasilitas perdagangan yang melayani skala kota(PPK), sub-pusat kota(SPPK), maupun skala lingkungan.  Kata Kunci :  Pola pergerakan, Kota Pontianak, fasilitas perdagangan, dan struktur ruang
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA DI KAMPUNG WISATA KUANTAN KOTA PONTIANAK Manik, Maria Rolenta; Wulandari, Agustiah; Septianti, Anthy
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata tidak hanya dikelola oleh badan atau lembaga yang besar, tapi kini juga bisa dikelola oleh masyarakat dengan program desa wisata. Program Desa Wisata di Kota Pontianak salah satunya adalah Kampung Wisata Kuantan. Desa wisata ini dikembangkan dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Wisata Kuantan dan Kampung Budaya dalam mengembangkan desa wisata. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, dan dalam bentuk apa saja masyarakat memberikan partisipasi. Melihat perbedaan tingkat partisipasi dengan jarak penelitian dari radius 100, 200, dan 300 m dari titik Kampung Wisata Kuantan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Terdapat tiga variabel dalam penelitian ini yaitu faktor partisipasi, bentuk partisipasi, dan tingkat partisipasi berdasarkan tangga partisipasi Arnstein. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, untuk melihat pengaruh variabel bebas (faktor parisipasi dan bentuk partisipasi) dan variabel terikat (kemauan orang berpartisipasi). Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat di Kampung Wisata Kuantan adalah bentuk partipasi. Tingkat partisipasi pada tiap radius memiliki perbedaan yang signifikan. Seperti pada radius 100 m tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat kekuasaan masyarakat. Sedangkan pada radius 200 m, tingkat partisipasi masyarakat tergolong rendah, yaitu berada pada tingkat tidak ada partisipasi. Pada radius 300 m, 20.59% masyarakat berada pada tingkat tokenism, hal ini baik jika dilakukan pendampingan yang baik, tetapi bisa jadi buruk jika tidak mendapat pendampingan yang baik. Dampak wisata yang kecil pada masyarakat radius 200-300 m, menjadi alasan masyarakat radius ini berada pada tingkat tidak ada partipasi.
Co-Authors - Chairunnisa Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Juniar Doni Pratama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nur Fitrianingsih Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti