Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PERMUKIMAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI DI DESA MUNGGUK KECAMATAN SEKADAU HILIR Febri Talenta Agtha; Agustiah Wulandari; - Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42688

Abstract

Kebutuhan ruang dan lahan untuk bermukim menjadi faktor pendorong tumbuhnya permukiman di tepian sungai. Adapun faktor lainnya seperti budaya, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi fisik lingkungan.  Desa Mungguk merupakan kawasan permukiman yang tumbuh berawal di tepian sungai. Hal ini ditandai dengan adanya Keraton Kusuma Negara serta Dermaga Sekadau. semakin bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan tempat tinggal tinggal bertambah yang mempengaruhi jenis bangunan, orientasi bangunan dan kualitas bangunan menjadi tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola permukiman kawasan tepian Sungai Sekadau di Desa Mungguk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan karakteristik objek permukiman. Teknik analisis menggunakan analisis tetangga terdekat  untuk memperoleh pola permukiman kawasan tepian sungai. Sebaran permukiman kawasan tepian sungai berdasarkan jenis bangunan didominasi panggung di atas tanah (57,2%), orientasi bangunan didominasi menghadap darat (59%), dan kualitas bangunan didominasi bangunan semipermanen (43%). Karakteristik permukiman beradaptasi terhadap kondisi fisik lingkungan yang ditunjukkan dari jenis bangunan. Orientasi bangunan dan perubahan konstruksi dari kayu menjadi beton merupakan bentuk adaptasi zaman. Hasil analisis pola permukiman berdasarkan jenis bangunan, yaitu bangunan di atas tanah, bangunan panggung di atas darat dan bangunan panggung di atas air menghasilkan pola clustered.Kata Kunci: Desa Mungguk, permukiman tepi sungai, tetangga terdekat
KONSEP LOKASI MINIMARKET DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA Muhammad Alvin Faiz; Agustiah Wulandari; Vetti Puryanti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51721

Abstract

Minimarket  di  Kecamatan  Pontianak  Tenggara  mengalami  perkembangan  seiring  dengan  berkembangnya kegiatan  yang  terdapat  di  kawasan  permukiman,  pendidikan  dan  perkantoran.  Sehingga  berakibat  banyak ditemukan  minimarket  yang  posisinya  bersebelahan  dengan  minimarket  lainnya  ataupun  dengan  toko/kios. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  konsep  lokasi  minimarket  di  Kecamatan  Pontianak  Tenggara. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif,  analisis  yang  digunakan  yaitu  teknik  analisis  tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) analisis buffer, dan analisis skoring, selanjutnya disusun konsep lokasi minimarket.  Hasil  penelitian  memperlihatkan  bahwa  pola  persebaran  minimarket  di  Kecamatan  Pontianak Tenggara adalah mengelompok/clustered. Kesesuaian lokasi minimarket berdasarkan kepadatan penduduk, luas  lahan  minimarket,  radius  keberadaan  antar  minimarket,  radius  keterjangkauan  minimarket  terhadap permukiman bernilai kesesuaian sedang. Konsep lokasi minimarket menentukan titik lokasi minimarket dengan melihat kawasan yang masih berpeluang untuk didirikan minimarket  atau daerah diluar radius minimarket yang  sudah  ada.  Titik  lokasi  usulan  pendirian  minimarket  tidak  beririsan  dengan  minimarket  yang  sudah terbanguni  maupun  titik  rencana  minimarket  baru  yang  sudah  direncanakan.  Pemerintah  Kota  Pontianak perlu menyusun aturan mengenai jarak antara minimarket dengan minimarket lainnya sesuai dengan radius dan jumlah banyaknya minimarket yang berdiri pada suatu wilayah sehingga minimarket tersebut tidak berdiri saling berdekatan.   Kata kunci: : kesesuaian lokasi, konsep lokasi, pola minimarket
ANALISIS LUASAN DAN KLASIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Yanur Ramadhan; Firsta Rekayasa Hernovianty; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48337

Abstract

Ruang2Terbuka2Hijau seharusnya mampu untuk menwadahi aktivitas kesosialan masyarakat dan juga untuk memnciptakan fungsi rekreatif, edukatif serta mempunyai peran positif untuk lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan untuk lebih memfokuskan keberadaan RTH publik di Kecamatan Pontianak Barat ini. Inti pembahasan dari penelitian ini ditujukan untuk Analisis RTH publik secara kuantitatif mengacu pada metode analisis GIS. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Kecamatan Pontianak Barat meliputi taman, pemakaman, jalur hijau dan hutan kota. Hasil penelitian diketahui untuk ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Kecamatan Pontianak Barat pada kondisi eksisting memiliki luas 123, 791 Ha atau 7,3% dari luas Kecamatan Pontianak Barat. Ruang terbuka hijau publik terbagi atas beberapa klasifikasinya yaitu hutan kota  sebesar 116,49 Ha, Taman sebesar 0,91 Ha, jalur hijau yaitu sebesar 0,895 Ha dan taman pemakaman umum yaitu sebesar  5,493 Ha.  Dari persentase hasil perhitungan di atas bahwa RTH2publik2masih kurang dari standar RTH publik sebesar 20%, perlunya mengevaluasi kesesuaian RTH publik khususnya di Kecamatan Pontianak Barat. Proses dalam melakukan pengembangan RTH publik kedepannya dari hasil analisis harus memperhatikan rencana yang sudah termuat dalam RTRW Kota Pontianak tahun 2013-2033.Kata Kunci : Klasifikasi RTH, Luasan, RTH publik
POLA PERGERAKAN PELAYANAN PENGGUNA OJEK ONLINE DI KOTA PONTIANAK Ryza Chairani; Agustiah Wulandari; - Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42695

Abstract

Munculnya transportasi online menimbulkan beragam pergerakan baru hingga saat ini, tentu juga pola pergerakan ojek online. Salah satunya di Kota Pontianak, dimana kegiatan ojek online meliputi aktifitas yang menimbulkan pergerakan yaitu ekonomi, sosial, pendidikan, rekreasi dan hiburan, dan kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola pergerakan masyarakat dalam penggunaan transportasi berbasis ojek online yang ada di Kota Pontianak. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif dengan analsisis distribusi frekuensi dan analisis autokorelasi spasial. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan online sebagai moda pergerakannya sebanyak 102 responden dan pengendara ojek online yaitu 102 responden dengan total keseluruhan yaitu 204 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan pengambilan data berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Hasil yang didapatkan yaitu identifikasi karakteristik pengguna yang dikaitkan ke pola pergerakan pelayanan ojek online. Pada hasil identifikasi pengguna ojek online dapat disimpulkan bahwa lokasi tujuan kawasan pendidikan dengan tujuan ke Universitas Tanjungpura, sedangkan pengendara dengan asal terbesar yaitu di perdagangan dan jasa dengan asal di warung makan. Pada hasil analisa pola pergerakan pengguna ojek online yaitu mengelompok atau clustered di kawasan pendidikan sedangkan pengendara clustered di kawasan perdagangan dan jasa.Kata kunci : asal tujuan, kota Pontianak, ojek online, pola pergerakan
ASAL DAN TUJUAN PERGERAKAN BARANG BERDASARKAN METODE BELANJA DI KOTA PONTIANAK Devita Mayangsari; Agustiah Wulandari; Anthy Septianti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.688 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36873

Abstract

Teknologi membuat perubahan pada aktivitas harian masyarakat salah satunya dalam menentukan pemilihan lokasi belanja. Lokasi belanja yang awalnya hanya berupa kawasan perdagangan konvensional (metode offline), sekarang muncul metode belanja baru yaitu metode online. Metode online menawarkan jangkauan pemilihan lokasi yang lebih luas hingga lintas provinsi atau negara dengan pergerakan orang yang minimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asal dan tujuan pergerakan barang berdasarkan metode belanja di Kota Pontianak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengelompokkan barang akan dikelompokkan menjadi barang konvenian dan barang emergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang paling dominan antara yang memilih metode offline dan metode online adalah dilihat dari segi umur responden pemilih. Mayoritas pemenuhan barang konvenian dengan metode online adalah perdagangan layanan dalam Kota Pontianak, untuk metode offline adalah perdagangan skala pelayanan kecamatan. Pemenuhan barang emergensi untuk metode online adalah perdagangan jangkauan layanan nasional, untuk metode offline adalah perdagangan skala pelayanan kota.  Kata Kunci: belanja offline; belanja online; pergerakan barang;  Kota Pontianak
ANALISIS TIPOLOGI WILAYAH PERI URBAN BERDASARKAN ASPEK FISIK DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Hukma Zulfinanda; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42689

Abstract

Wilayah peri urban merupakan wilayah yang terletak antara wilayah yang memiliki ciri kekotaan dan ciri kedesaan, salah satunya yaitu Kecamatan Sungai Raya. Munculnya wilayah peri urban disebabkan oleh letak Kecamatan Sungai Raya yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak sebagai urban core dari Kalimantan Barat. Hal ini memicu pertumbuhan pembangunan di Kecamatan Sungai Raya sehingga memunculkan ciri kekotaan. Perkembangan serta pembangunan yang terjadi dikhawatirkan menjadi tidak terkendali, sehingga perlu dilakukan analisis tipologi wilayah peri urban di Kecamatan Sungai Raya yang menjadi tujuan dari penelitian. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Skoring yang dilakukan menghasilkan 3 tipologi wilayah peri urban, yaitu peri urban primer, peri urban sekunder, dan rural peri urban. Hasil kajian menyimpulkan bahwa pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas umum cenderung menunjukkan hubungan yang searah dengan karakteristik wilayah peri urban baik dalam menggambarkan ciri kekotaan maupun kedesaan. Hal ini ditunjukkan dari nilai deviasi hubungan antara pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas umum dengan wilayah peri urban yaitu <50%, di mana masing-masing sebesar 35% dan 43%. Selanjutnya, hasil analisis skoring, menunjukkan bahwa 2 desa atau 10% wilayah Kecamatan Sungai Raya tergolong peri urban primer, 11 desa atau 55% tergolong peri urban sekunder dan 7 desa atau 35% tergolong rural peri urban.Kata kunci: Kecamatan Sungai Raya, peri urban, tipologi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM DI KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR KOTA SINGKAWANG Erwin Septiawan; Agustiah Wulandari; Chairunnisa Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44858

Abstract

Kecamatan Singkawang Timur adalah salah satu kecamatan yang menjadi indikasi program utama dalam perwujudan pengembangan kawasan pariwisata di Kota Singkawang. Potensi wisata alam tersebut belum dikelola dari pihak pemerintah maupun swasta. Sehingga perlu adanya pengelolaan pariwisata yang berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan dan dapat mendorong kegiatan ekonomi lokal untuk meningkatan pendapatan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata alam di Kecamatan Singkawang Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini adalah stakeholder yang mengelola wisata Sungai Hang Moi dan Air Terjun Sibohe adalah masyarakat, wisata Pemandian Eria dan Gunung Poteng dikelola pemerintah, dan wisata Batu Belimbing akan dikelola swasta tetapi masih proses perizinan. Bentuk partisipasi masyarakat yang dominan adalah bentuk pikiran dan tenaga. Faktor partisipasi masyarakat yang berpengaruh yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, dan lama tinggal. Sedangkan wisata Sungai Hang Moi, Air Terjun Sibohe, dan Pemandian Eria berada pada tingkat tidak ada partisipasi (Terapi). Wisata Batu Belimbing berada pada tingkat Tokenism (Konsultasi), dan wisata Gunung poteng berada pada tingkat Tokenism (Mendiamkan).Kata Kunci: partisipasi masyarakat ,Singkawang Timur, wisata alam
KLASIFIKASI TINGKAT KERENTANAN DAERAH BANJIR DI KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU Juniar Doni Pratama; Agustiah Wulandari; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42147

Abstract

Banjir merupakan peristiwa terjadinya genangan di dataran yang kering sebagai akibat terjadinya limpasan air dari sungai. Terdapat sebelas Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu  yang rentan terhadap banjir sejak ratusan tahun lalu, salah satunya Kecamatan Putussibau Selatan yang termasuk kawasan rawan banjir dikarenakan Kecamatan ini memiliki banyak anak sungai. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasikan daerah rawan banjir berdasarkan klasifikasi tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis overlay. Hasil analisis ditampil dalam bentuk peta klasifikasi banjir. Banjir di Kecamatan Putussibau Selatan terbagi menjadi empat klasifikasi, klasifikasi tidak rentan berada di Desa Tanjung Lokang. Cukup rentan berada di Desa Bungan Jaya, Desa Beringin Jaya, Desa Kereho, Desa Cempaka Baru, Desa Urung Unsa dan Desa Jaras. Rentan berada di Desa Suka Maju, Desa Siyut/Sayut, Desa Ingko Tambe, Kedamin Darat dan Desa Melapi. Sangat rentan berada Kelurahan Kedamin Hulu, Kedamin Hilir, Desa Sungai Uluk dan Desa Tanjung Jati. Arahan permanfaatan ruang kawasan sangat rentan yaitu hutan Produksi sebesar 6% di peruntukan sebagai hutan yang melindungi kawasan di bawahnya, pertanian sebesar 6%  diperuntukkan sebagai kegiatan pertanian lahan basah, Taman Nasional sebesar 8% diperuntukan sebagai zona inti, zona religi, budaya, sejarah dan zona permanfaatan.   Kata Kunci: banjir, tingkat kerentanan, Putussibau Selatan
PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI TEPIAN SUNGAI KELURAHAN BENUA MELAYU LAUT KECAMATAN PONTIANAK SELATAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Gilang Anugrah; Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48334

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu Ibu Kota di Kalimantan Barat yang memiliki banyak permukiman di kawasan tepian sungai. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan. Permasalahan kepadatan penduduk dan penggunaan lahan permukiman yang besar telah menimbulkan kerentanan pada kualitas permukiman yang kurang baik. Riset ini bermaksud untuk menilai kualitas lingkungan permukiman ditepian sungai Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan berbasis sistem informasi geografis. Pendekatan riset ini memakai metode kuantitatif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan parameter kepadatan permukiman, lokasi permukiman, lebar jalan masuk, kondisi jalan masuk permukiman, dan pohon pelindung jalan. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan metode pembobotan harkat dan scoring serta penilaian overlay berbasis SIG. Hasil dari analisis tingkat kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan didominasi kualitas III (buruk) luas sebesar 19,27 ha atau 67,90%, kemudian kualitas II (sedang) luas sebesar 8,67 ha atau 30,55% dan kualitas I (baik) luas sebesar 0,44 ha atau 1,55%. Hasil pemetaan sebaran kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan berdasarkan hasil overlay memiliki sebaran kualitas baik sebesar 1,55 % (1 blok RW yaitu RW 02), kualitas sedang sebesar 30,55 % (5 blok RW yaitu RW 03, RW 06, RW 07, RW 08 dan RW 09) dan kualitas buruk sebesar 67,90 % (4 blok RW yaitu RW 04, RW 05, RW 10, dan RW 11).Kata Kunci : kualitas, overlay, permukiman, pembobotan, tepian SIG
KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK RAMAH ANAK DI KOTA PONTIANAK Simbolon, Yumna Azzah; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.70140

Abstract

Kota Pontianak sudah memiliki tiga taman yang ditetapkan sebagai ruang publik terbuka ramah anak yaitu Taman Alun Kapuas, Taman Digulis, dan Taman Catur. Ruang publik ramah anak merupakan salah satu fasilitas yang dibutuhkan anak untuk memenuhi kebutuhan ruang yang menstimulasi proses tumbuh kembangnya, sehingga harus memiliki komponen atau fasilitas yang dapat memadai. Namun, masih terdapat permasalahan yang terlihat pada taman tersebut seperti adanya sampah berserakan, pencemaran asap rokok, dan kurangnya fasilitas pendukung. Hal ini mengindikasikan perlunya memperhatikan penerapan konsep ruang publik ramah anak di Kota Pontianak termasuk melihat kondisi dari ruang publik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ruang publik ramah anak di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data lalu dideskripsikan hasil analisis data tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh Taman Alun Kapuas sudah baik dalam keamanan, namun masih kurang dalam memiliki fasilitas bergerak aktif anak yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Taman Catur sudah memiliki berbagai permainan dan papan informasi yang menarik dan beragam, namun Taman Catur hanya memiliki pagar berupa vegetasi, sehingga masih kurang dalam memberikan keselamatan. Taman Digulis sudah memiliki beragam alat bermain yang mendukung aktivitas bergerak aktif anak, namun masih kurang dalam penyediaan fasilitas berlindung yang nyaman terutama saat kondisi hujan.Key Words: karakteristik, kota layak anak, ruang publik ramah anak
Co-Authors - Chairunnisa Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Juniar Doni Pratama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nur Fitrianingsih Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti