Claim Missing Document
Check
Articles

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM Marlina, -; Mulki, Gusti Zulkifli; Wulandari, Agustiah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan kawasan konservasi yang memiliki potensi alam, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di Desa Nanga Leboyan. Desa Nanga Leboyan memiliki berbagai kearifan lokal yang masih berkaitan dengan bentuk kearifan lokal seperti pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal, sumber daya lokal dan mekanisme pengambilan keputusan lokal. Kearifan lokal sangat penting bagi masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam dan pelestarian lingkungan, serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik kearifan lokal masyarakat Desa Nanga Leboyan disekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum yang berkaitan dengan pola permukiman, budidaya madu, budidaya ikan toman, serta sistem penangkapan ikan ulang-uli dan ikan ringau yang ada di Desa Nanga Leboyan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kearifan lokal masyarakat Desa Nanga Leboyan seperti pola pemukiman memiliki keterkaitan dengan pengetahuan lokal dan sumber daya lokal. Untuk budidaya madu memiliki keterkaitan dengan pengetahuan lokal, nilai lokal dan mekanisme pengambilan keputusan, keterampilan lokal, serta sumber daya lokal. Sedangkan, budidaya ikan toman memiliki keterkaitan erat dengan nilai lokal dan mekanisme pengambilan keputusan lokal, keterampilan lokal serta sumber daya lokal. Sementara, untuk sistem penangkapan ikan ulang-uli dan ikan ringau memiliki keterkaitan dengan pengetahuan lokal, nilai lokal dan mekanisme pengambilan keputusan lokal, keterampilan lokal, serta sumber daya lokal. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak semua kearifan lokal Desa Nanga Leboyan memiliki keterkaitan dengan bentuk kearifan lokal. Kata Kunci : Kearifan Lokal, Taman Nasional Danau Sentarum, Desa Nanga Leboyan
ANALISIS PERGERAKAN KEGIATAN PARIWISATA TERHADAP SEBARAN OBJEK WISATA KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Wahma, Anisa Putri; Wulandari, Agustiah; Yuniarti, Erni
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragamnya objek wisata di Kota Pontianak dapat memicu pergerakan yang membentuk pola pergerakan wisatawan. Salah satunya Kecamatan Pontianak Timur, merupakan awal sejarah terbentuknya Kota Pontianak, yang ditandai dengan berdirinya Keraton Kadariah. Objek wisata Kecamatan Pontianak Timur terdiri dari Keraton Kadariah, Masjid Jami’, Kampung Beting dan Kafe Serasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pergerakan kegiatan pariwisata terhadap sebaran objek wisata Kecamatan Pontianak Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif, analisis deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kecamatan Pontianak Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental random sampling yaitu menentukan responden secara kebetulan dan memenuhi kriteria responden yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukkan lingkup pariwisata di Kecamatan Pontianak Timur terdiri dari pariwisata buatan budaya yaitu Keraton Kadariah, Masjid Jami’ dan Kampung Beting dan pariwisata buatan minat khusus yaitu Kafe Serasan. Karakteristik wisatawan yang diidentifikasi dalam penelitian ini yaitu karakteristik sosio demografis, pengetahuan melakukan perjalanan dan karakteristik perjalanan. Terdapat dua pola pergerakan wisatawan di Kecamatan Pontianak Timur yaitu single point dan base site yang dibedakan masing-masing objek wisata berdasarkan asal wisatawan. Wisatawan lokal dan regional lebih banyak menggunakan pola single point. Sedangkan wisatawan nasional lebih banyak menggunakan pola base site. Kata Kunci: pola pergerakan; wisatawan; kecamatan pontianak timur
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS INDUSTRI TERHADAP SPASIAL DAN SOSIAL EKONOMI DI DESA MEKAR UTAMA KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Mardiyanti, Utin; H, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekar Utama merupakan salah satu desa di Kecamatan Kendawangan yang merupakan lokasi pengembangan industri. Adanya perkembangan industri tersebut memberikan perubahan pada  penggunaan lahan yaitu adanya konversi lahan hutan, semak dan rawa menjadi perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pengolahan bauksit. Kemudian, dari aspek sosial ekonomi terjadinya perubahan mata pencaharian dan tingkat pendidikan, sedangkan  aspek pencemaran lingkungan terjadinya pengaruh berupa air, udara, dan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aktivitas industri terhadap spasial dan sosial ekonomi di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah berupa analisis spasial menggunakan Arc. Gis dengan teknik overlay (tumpang tindih ) untuk melihat perubahan penggunaan lahan dan analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh aktivitas industri terhadap sosial ekonomiHasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi di Desa Mekar Utama terdapat 2 jenis industri dengan 3 perusahaan yaitu industri besar PT.WHW yaitu perusahaan pengolahan bauksit dan pemurnian dan PT. GKG yaitu perusahaan perkebunan kelapa sawit dan industri sedang yaitu PT. PSL merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kemudian hasil analisis terhadap spasial menunjukkan adanya konversi lahan dari lahan non terbangun menjadi terbangun yaitu berupa berkurangnya lahan hutan sebesar 7738.47 Ha, semak dengan luas 4175.91 Ha, dan rawa dengan luas 567.6 Ha. Selanjutnya yaitu untuk melihat pengaruh aktivitas industri terhadap sosial ekonomi menunjukkan bahwa adanya pengaruh aktivitas industri terhadap sosial dan ekonomi. Aspek sosial yaitu meningkatnya tingkat pendidikan dan jumlah sarana dan prasarana, dan aspek ekonomi yaitu terdapat perubahan mata pencaharian yang semula merupakan petani beralih menjadi buruh industri dan swasta atau pegawai kantor di perusahaan, serta meningkatnya tingkat pendapatan. Kata Kunci : aktivitas industri, spasial, sosial ekonomi
IDENTIFIKASI TINGKAT PELAYANAN PASAR SERUNI KELURAHAN SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Ghaibiyah, Husnol; Wulandari, Agustiah; Ayuningtyas, Riska A.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48285

Abstract

Pelayanan pasar yang baik dapat dilihat dari tingkat pelayanan apakah tinggi, sedang atau rendah. Tingkat pelayanan terdiri atas kondisi sarana dan prasarana pasar, aktivitas pasar, karakteristik pedagang, komoditas jual, jenis barang dagangan, model penjualan, jumlah item, luas lahan parkir, luas lantai usaha, kebersihan dan kenyamanan, dan aksesibilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelayanan pasar. Sasaran yang akan dicapai yaitu mengidentifikasi gambaran umum kondisi pasar Seruni, menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan pelayanan pasar Seruni, serta mengidentifikasi tingkat pelayanan pasar Seruni. Teknik pengumpulan data observasi dan survei dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi foto. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis distribusi frekuensi, data populasi dengan jumlah yang diamati dari hasil observasi yaitu 11 toko. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pelayanan di Pasar Seruni berada pada tingkat sedang, kekurangan yang ada pada fasilitas di pasar dapat ditutupi dengan variabel lain seperti kenyamanan dan kebersihan serta pelayanan yang diberikan oleh pedagang selalu diusahakan untuk meningkat.Kata kunci: pasar seruni, kondisi pasar, faktor yang berpengaruh, tingkat pelayanan pasar
KAWASAN BERISIKO BANJIR DI KABUPATEN SEKADAU Angela, -; Wulandari, Agustiah; Mulki, Gusti Zulkifli
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42687

Abstract

Kabupaten Sekadau merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi banjir dan memiliki dua DAS yaitu DAS Sekadau dan DAS Belitang. Kabupaten Sekadau memiliki banyak anak sungai yang mengelilingi kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau. Sungai-sungai yang ada sering meluap dan menyebabkan kawasan yang ada di Kabupaten Sekadau terjadi banjir dan menyebabkan kerusakan. Kerusakan oleh banjir seperti: merendam ribuan rumah warga, merusak jembatan, merusak pipa PDAM dan sejumlah sarana sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan berisiko banjir di Kabupaten Sekadau berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis overlay untuk mengetahui tingkat risiko banjir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Sekadau dengan wilayah banjir tidak rawan sebesar 47.996 Ha atau (8%), kurang rawan sebesar 13.104 Ha atau (2%), rawan sebesar 334.998 Ha atau (54%) dan sangat rawan sebesar 225.993 Ha atau (36%). Diharapkan hasil penelitian ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam penanganan kawasan berisiko banjir berdasarkan tingkat kerawanannya beserta arahanan yang dilakukan seperti tidak menambah pembangunan permukiman dan membangun tanggul pada tepian sungai serta memperbaiki dan memelihara sistem drainase pada di kawasan perkotaan dan dapat membuat sistem drainase pada perkebunan sawit.Kata kunci: Kabupaten Sekadau, Sistem Informasi Geografis, tingkat kerawanan banjir
Identifikasi Tipologi Ruang Terbuka Publik Perkotaan Taman Catur Ayani Kota Pontianak, Kalimantan Barat Agustiah Wulandari
E-JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP Vol.8, No.1, April 2022
Publisher : Prodi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JAL.2022.v08.i01.p15

Abstract

Identification of Typology of Urban Public Open Space Taman Catur Ayani, Pontianak City, West Kalimantan. Open space is the embodiment of urban environmental development. The arrangement of public open spaces affects affecting people in urban areas. Public Open space is a place of recreation and infrastructure for community interaction in urban areas. Taman Catur Ayani is located in Kota Pontianak, Kalimantan Barat Province. This study aims to identify the typology of Non-Green Open Space in Taman Catur Ayani, Kota Pontianak. The research method used is qualitative. It collects data using direct observation of visitors' activities to Taman Catur Ayani. Based on the study results, This park has 5 (five) typological characteristics in Non-Green Open Spaces, namely: plazas, parking lots, sports fields, playgrounds and recreation areas, barriers, and corridors. The dominant activity in Taman Catur Ayani is architectural typology. The function of public space that does not yet exist in this park is incidental. Because it is an open space in the city center, this park cannot accommodate any emergency activities.
Analisis Sosial Ekonomi Pembentuk Tipologi Wilayah Peri Urban Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari; Hukma Zulfinanda
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.9.3.306-323

Abstract

Sungai Raya sub-district is one of a peri-urban areas of Pontianak City as an urban core. As the provincial capital, Pontianak City has a high dynamic of development that has an impact on the development of Sungai Raya Subdistrict as a peri-urban area with direct borders. One of the impacts is the socio-economic aspect. In general, the socio-economic conditions in Sungai Raya District have changed from an agricultural to non-agricultural character. In addition, population growth in Sungai Raya District has also increased over the last five years. It is feared that the development will become uncontrollable. The study aims to determine the typology of the area based on the socio-economic aspects in Sungai Raya District. The method used is a scoring analysis that produces three typologies, namely the primary urban peri, secondary urban peri, and rural peri urban. Based on the results of the analysis, it is known that livelihoods, economic resilience index, growth and population density show a relevant relationship between the conditions of peri-urban areas in characterizing urban and rural characters. This is evidenced by the deviation value of the correlation between these variabels, which is <50%. Furthermore, the scoring analysis showed that 35% of Sungai Raya District (seven villages) were classified as primary peri urban typology, 10% (two villages) were secondary peri urban typology and 55% (eleven villages) were rural peri urban.
Pembuatan Minyak Kelapa Dalam Pemanfaatan Buah Kelapa di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Erni Yuniarti; Firsta Rekayasa Hernovianty; Nana Novita Pratiwi
Al-Khidmah Vol 5, No 1 (2022): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v5i1.3812

Abstract

Desa target binaan terletak di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. SDM Desa Sungai Kupah yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang memiliki potensi disektor pertanian. Khususnya pada sektor primer terutama perkebunan kelapa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka program bina desa dapat menjadi peluang bagi masyarakat agar dapat mengolah, memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah produk buah kelapa. Program ini dilaksanakan dengan menerapkan metode offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19. Tim dosen beserta tim mahasiswa melakukan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat secara penuh di lapangan dengan menggunakan fasilitas, seperti aula sebagai tempat sosialisasi dan pelatihan.Adapun yang prospektif dikembangkan yaitu pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa. Adapun implementasi program bina desa ini dinamai PDKMI “Milaku” : Program Desa Kupah Mandiri Industri Minyak Kelapa. Adapun brand produk lokal minyak kelapa ialah “Milaku”. Adapun kegiatan program bina desa PDKMI “Milaku” : Program Desa Kupah Mandiri Industri Minyak Kelapa. Sasaran program Bina Desa PDKMI “Milaku” ini yaitu mengimplementasikan pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa (coconut crude oil), serta packaging produk minyak kelapa dengan brand “Milaku”.
Utilization of coconut shell waste into charcoal briquettes in Sungai Kupah Village, Kubu Raya Regency Ely Nurhidayati; Erni Yuniarti; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari; Firsta Rekayasa Hernovianty
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6783

Abstract

The target villages located in Sungai Kupah Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan have potential in the agricultural sector, especially in the primary sector, namely coconut plantations. Most of the coconut harvest in Sungai Kupah Village only uses the flesh of the fruit which is processed as copra. Other parts such as shells and coconut husks are just thrown away, piled up, and not used. Therefore, the village development program can be an opportunity for the community to be able to process, utilize and increase the added value of coconut fruit products and coconut waste. This program is implemented by applying the offline method while still observing health protocols during the Covid-19 pandemic. The lecturer team and the student team carry out full community development and empowerment activities in the field using facilities, such as a hall as a place for socialization and training. The prospective development is coconut waste into charcoal briquettes. The implementation of this village development program is called PDKMI Briketku: Program Desa Kupah Mandiri Industri Arang Briket. As for the activities of the PDKMI "Briketku" village development program: Program Desa Kupah Mandiri Industri Arang Briket has been implemented. This village development program activity has resulted in the processing of coconut waste (coir and shell) into charcoal briquettes, as well as the packaging of charcoal briquette products with the brand "Briketku”.
Pengelompokan Jangkauan Fasilitas Umum di Perumahan Pinggiran Kota Pontianak Agustiah Wulandari
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.652 KB) | DOI: 10.26418/uniplan.v2i2.50276

Abstract

Kawasan pinggiran Kota merupakan kawasan yang berada di perbatasan antara wilayah desa dan kota. Kawasan pinggiran kota sering dinilai sebagai kawasan yang memiliki jarak yang jauh dari fasilitas-fasilitas umum di pusat kota. Hal inilah yang menyebabkan kawasan ini kurang diminati untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Penelitian ini dilakukan di pinggiran Kota Pontianak, tepatnya di Jalan Sungai Raya Dalam yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kubu Raya. Adapun komplek perumahan dan permukiman yang termasuk dalam wilayah kajian ada tiga, yaitu Komplek Villa Gading Mansion II, Komplek Villa Permata Indah, dan Komplek Mitra Indah Utama 8. Ketiga komplek ini termasuk kedalam Kecamatan Pontianak Tenggara, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kota Pontianak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jangkauan jarak fasilitas umum dari perumahan dan permukiman di kawasan pinggiran Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data hasil observasi. Dari data hasil observasi, didapatkan data jangkauan jarak persebaran fasilitas umum dari perumahan dan permukiman di pinggiran Kota Pontianak. Dari data jangkauan jarak, kemudian akan dianalisis jarak terdekat dari perumahan dan permukiman di pinggiran Kota Pontianak ke fasilitas umum. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa persebaran fasilitas umum dari perumahan dan permukiman pinggiran Kota Pontianak, paling dekat berada pada jangkauan 0-2 km.
Co-Authors - Chairunnisa Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Juniar Doni Pratama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nur Fitrianingsih Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti