Claim Missing Document
Check
Articles

ZONING KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Della Meitri Astari; Meta Indah Fitriani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3701

Abstract

Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan julukan “Seribu Sungai” menjadikan transportasi air sebagai jalur utama angkutan antar daerah. Sarana Pelabuhan sangat penting diperhatikan sesuai fungsinya. Kegiatan pada pelabuhan saat ini melayani rute pelayaran dari Jakarta dan Pulau Tambelan yang membawa komoditi berupa bahan pokok, non migas, dan kargo. Meskipun Sungai Singkawang terus mengalami pendangkalan, RTRW Kota Singkawang Tahun 2022–2042 Pelabuhan Kuala menetapkan sebagai pelabuhan pengumpul. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang. Zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang terdiri atas kegiatan yang diperbolehkan (perkantoran dan RTH) kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat dan/ atau terbatas (perdagangan dan jasa, bangunan pengendali banjir, rumah kepadatan sangat rendah, dan pariwisata), kegiatan yang tidak diperbolehkan (yang mengganggu fungsi utama kawasan). Selain itu, rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang disusun dengan hasil penataan kembali melalui penyediaan fasilitas penunjang wilayah daratan seperti kawasan perkantoran, perumahan dinas, ruang terbuka hijau, pariwisata, serta perdagangan dan jasa.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN PERI URBAN (STUDI KASUS DESA RENGAS KAPUAS, KELURAHAN SUNGAI BELIUNG DAN KELURAHAN PAL LIMA) Yudistiro Prayoga; Agustiah Wulandari; Ely Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4777

Abstract

Kawasan peri urban merupakan kawasan yang terletak di pinggiran kota yang didalamnya terdapat peralihan kenampakan dari kota ke desa ataupun sebaliknya. Kelurahan Sungai Beliung, Kelurahan Pal Lima dan Desa Rengas Kapuas merupakan kawasan peri urban yang mengalami tingkat pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dikarenakan menjadi sasaran masyarakat untuk berpindah dan menetap, sehingga menyebabkan kawasan ini mengalami berbagai bentuk perubahan, salah satunya tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif dengan teknik penafsiran peta dan supervised classification. Sumber data yang digunakan adalah data time series Google Earth dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, hasil dokumentasi dan observasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahwa terdapat perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban yang didominasi perkembangan lahan terbangun seperti permukiman yang cenderung padat pada bagian yang mendekati kenampakan kekotaan serta semakin berkurangnya lahan non terbangun seperti hutan, pertanian, dan perkebunan.
IDENTIFIKASI BESARAN LAHAN TERBANGUN DI SEKITAR BUNDARAN ARTERI SUPADIO Gilang Ridho Ananto; Firsta Rekayasa Hernovianty; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60132

Abstract

Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa dapat memicu perubahan pada penggunaan lahan di suatu kawasan. Bundaran Arteri Supadio sebagai salah satu persimpangan untuk simpul kegiatan yang strategis karena berkaitan dengan Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) sehingga perubahan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut diperuntukkan untuk kepentingan ekonomi khususnya perdagangan dan jasa. Hal ini berpengaruh terhadap lahan terbangun dan meningkatkan kejenuhan suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi besaran lahan terbangun di kawasan sekitar Bundaran Arteri Supadio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial yang diaplikasikan pada lokasi yang terbagi menjadi 2 (dua) zona. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka luas lahan terbangun pada tahun 2006 sebesar 5,23 Ha (10,27%) dengan jumlah bangunan sebanyak 69 bangunan, tahun 2011 luas lahan terbangunnya sebesar 7,66 Ha (15,72%) dengan jumlah bangunan sebanyak 106 bangunan, tahun 2016 luas lahan terbangunnya 10,48 Ha (21,5%) dengan jumlah bangunan sebanyak 146 bangunan, tahun 2021 luas lahan terbangunnya 14,01 Ha (24,74%) dengan jumlah bangunan sebanyak 164 bangunan. Kegiatan yang terdapat di Koridor Jalan Arteri Supadio (Zona I) berupa industri, pendidikan, perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, perkantoran permukiman. Kegiatan yang terdapat pada koridor Jalan Mayor Alianyang (Zona II) diantaranya yaitu perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, permukiman, serta pertahanan dan keamanan.
ANALISIS VOLUME JALAN KOLEKTOR PRIMER DI KOTA PONTIANAK Fakhrur Rozi; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57707

Abstract

Kota Pontianak adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan, dengan luas wilayah 107,80 km², dan jumlah penduduk berdasarkan data BPS, 2020 adalah sebanyak 658.685 jiwa. Kondisi ini menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan akan pergerakan lalu lintas masyarakat di Kota Pontianak. Sehingga, peningkatan kebutuhan masyarakat akan pergerakan lalu lintas, menyebabkan mobilitas pergerakan orang atau kendaraan meningkat juga yang akhirnya dapat menyebabkan kinerja jalan menurun, karena volume pergerakan lalu lintas melebihi kapasitas ruas jalan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah: penduduk, kendaraan bermotor, indeks aksesibilitas dan mobilitas, volume pergerakan kendaraan, kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ruas jalan kolektor primer Kota Pontianak yang ada saat ini tergolong sedang dengan nilai LOS tertinggi di hari kerja sebesar 1,49. Kemudian, nilai LOS tertinggi di hari libur sebesar 1,44 termasuk dalam kategori F, artinya kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan volume rendah serta terjadi kemacetan untuk durasi yang cukup lama pada jam puncak.Kata Kunci: Kota Pontianak, Kolektor Primer, Pergerakan Lalu Lintas, Volume Jalan
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN KELURAHAN SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA Hafiz Auliandri; Agustiah Wulandari; Anthy Septianti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51720

Abstract

Perubahan penggunaan lahan yang terjadi setiap tahun menyebabkan perkembangan kawasan permukiman Kelurahan Siantan Tengah dari tahun 2014-2019 terjadi cukup pesat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat 6 (enam) faktor yang mempengaruhinya. Atas dasar itu penelitian ini bertujuan untuk mencari luasan perubahan lahan yang terjadi dan melihat faktor yang paling mempengaruhi. Adapun faktor-faktor yang ditemukan menjadi pengaruh perkembangan  sesuai  dengan  variabel  penelitian  terdahulu  yaitu  sosial  demografi,  aksesibilitas,  ketersediaan fasilitas umum sarana dan prasarana, aktivitas ekonomi dan nilai lahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik overlay untuk mencari perubahan lahan yang terjadi dan teknik skoring untuk melihat faktor yang paling mempengaruhi. Melalui teknik overlay ditemukan bahwa permukiman merupakan penggunaan lahan yang paling besar mengalami perubahan dari tahun 2014-2019, sedangkan untuk tingkatan faktor yang paling mempengaruhi perubahan yang terjadi yaitu (1) nilai lahan, (2) sosial demografi,  (3) aktivitas ekonomi, (4) fasilitas umum sarana, (5) aksesibilitas dan (6) fasilitas umum prasarana. Kata kunci: Kelurahan Siantan Tengah, nilai lahan, perkembangan permukiman, perubahan lahan
KLASIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN LAYAK ANAK DI KOTA PONTIANAK Elvira Nadila Rizani; Agustiah Wulandari; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.701 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36828

Abstract

Ruang terbuka hijau merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah kota untuk kepentingan umum dan milik umum, selain sebagai penghijauan kota serta sebagai lahan resapan air hujan. Ruang terbuka hijau memiliki fungsi spesifik yang sangat penting yaitu sebagai sarana interaksi sosial dan budaya masyarakat perkotaan. Penerapan konsep kota layak anak salah satunya pemenuhan fasilitas kegiatan kreatif dan rekreatif yang ramah anak dari klaster pendidikan, dimana taman salah satu fasilitas kreatif dan rekreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengklasifikasi ruang terbuka hijau taman layak anak di Kota Pontianak. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh taman yang ada di Kota Pontianak. Teknik analisis pada penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ruang terbuka hijau aktif di Kota Pontianak terdiri dari 10 taman yaitu 8 RTH lingkungan/permukiman dan 2 hutan kota. Klasifikasi taman layak anak di Kota Pontianak yang mempunyai kualitas baik terdiri dari 5 taman yaitu Taman Digulis, Taman Alun-Alun Kapuas, Taman Tugu Khatulistiwa, Taman Catur Ayani dan Taman Akcaya. Adapun variabel yang memiliki nilai tertinggi adalah variabel keselamatan dan kenyamanan. Kata Kunci: kota layak anak, Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman layak anak
ANALISIS POLA SEBARAN PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN KRITERIA BERDAGANG DI JALAN H. RAIS A. RACHMAN KECAMATAN PONTIANAK BARAT Andri Dwi Saputra; Agustiah Wulandari; - Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.41 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.33117

Abstract

Pertumbuhan pedagang kaki lima (PKL) merupakan fenomena perkotaan. PKL menyebar di bagian fungsional kota, salah satunya di Jalan H. Rais A. Rachman. PKL di jalan tersebut pernah di tertibkan, namun kembali berjualan. Hal ini disebabkan kurangnya keterlibatan PKL dalam menentukan lokasi berdagang. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pola sebaran PKL berdasarkan karakteristik dan kriteria berdagang yang strategis. PKL di Jalan H. Rais A. Rachman terkena kebijakan penertiban PKL, sesuai dengan Surat Keputasan Wali Kota Pontianak Nomor 6 tahun 2001, mengenai larangan membangun tanpa izin dan berjualan di tempat-tempat terlarang, membangun kios, berjualan diatas badan jalan, dan diatas pedestrian, lokasi PKL sebaiknya mengacu pada RTRW Kota Pontianak tahun 2013. Analisis yang di gunakan berupa, analisis tetangga terdekat, cluster, distribusi frekuensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini berjumlah 121 PKL yang melanggar SK Wali kota Pontianak Nomor 6 tahun 2001, berdasarkan karakteristik PKL di Jalan H. Rais A. Rachman berupa makanan siap saji, ukuran sarana yang mendominasi 2-3m2, pendidikan mendominasi SMP, kriteria berdagang berdasarkan harapan masyarakat, dan menyandingkan dengan Peraturan Kota Pontianak, dapat dirumuskan di Kawasan Terminal, dan di Jalan Parallel. Kata kunci: Kriteria berdagang; Pedagang kaki lima; Pola sebaran
PENGARUH KETERSEDIAAN FASILITAS SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN PERI URBAN Yudistiro Prayoga; Agustiah Wulandari; Ely Nurhidayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57710

Abstract

Kawasan peri urban merupakan kawasan transisi yang terletak di pinggiran kota yang didalamnya terdapat peralihan kenampakan dari kota ke desa ataupun dari desa ke kota. Kelurahan Sungai Beliung, Kelurahan Pal Lima dan Desa Rengas Kapuas merupakan contoh kawasan peri urban yang mengalami tingkat pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Pertumbuhan yang cepat menjadikan kawasan peri urban sebagai sasaran dalam penyediaan fasilitas sosial yang memadai guna memfasilitasi kegiatan masyarakat serta mendorong pergerakan penduduk yang dapat memicu terjadinya perubahan tutupan lahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh ketersediaan fasilitas sosial terhadap perubahan tutupan lahan pada kawasan peri urban. Metode analisis yang digunakan yaitu penginderaan jarak jauh, supervised classification, observasi dan analisis korelasi pearson. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terdapat hubungan yang sangat lemah antara variabel ketersediaan fasilitas sosial dan perubahan tutupan lahan. Hasil juga menunjukkan perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban didominasi peningkatan tutupan lahan permukiman dan semakin menurunnya lahan pertanian.Kata Kunci: fasilitas sosial; kawasan peri urban; tutupan lahan
IDENTIFIKASI PENATAAN KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG Della Meitri Astari; Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60892

Abstract

Pelabuhan Pangkalan Kuala atau biasa disebut Pelabuhan Kuala adalah salah satu pelabuhan yang berada di Kota Singkawang. Berlokasi di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat yang merupakan satu-satunya kelurahan di Kecamatan Singkawang Barat yang berbatasan langsung dengan pesisir. Oleh karena kondisi geografisnya menjadikan Kelurahan Kuala memiliki potensi pada bidang perikanan. Namun potensi tersebut tidak didukung dengan penyediaan fasilitas berupa dermaga bagi nelayan untuk melabuhkan kapalnya. Sehingga saat ini kapal nelayan justru berlabuh pada Waterfront. Menurut RTRW Kota Singkawang Tahun 2022 – 2042, Pelabuhan Kuala akan diaktifkan kembali menjadi pelabuhan pengumpul. Sehingga perlunya dilakukan penataan kawasan pelabuhan agar dapat mengakomodir kondisi eksisting dengan rencana pengembangan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penataan kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang yang sebelumnya berstatus pelabuhan pangkalan menjadi pelabuhan pengumpul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan variabel identifikasi kondisi eksisting aktivitas di pelabuhan dan sekitarnya, serta prasarana dan sarana seperti fasilitas pokok dan penunjang pelabuhan. Hasil penelitian adalah aktivitas terakhir pada Pelabuhan Kuala tahun 2021 adalah aktivitas bongkar muat barang dan kawasan sekitarnya adalah wisata mangrove dan kampung nelayan. Rata-rata bongkar dalam satu bulan sebesar 1.935 GT dan rata-rata muat dalam satu bulan adalah 84,5 GT. Jumlah kunjungan kapal rata-rata dalam satu bulan adalah 3 kapal. Namun saat ini sudah tidak terdapat aktivitas dikarenakan kegiatan bongkar barang justru dialihkan ke TPI Kuala bergabung dengan kegiatan perikanan. Pada saat surut kedalaman Sungai Singkawang mencapai 1,5 meter dan saat pasang mencapai 3 meter dengan lebar muara 20 meter. Prasarana dan sarana yang tersedia adalah dermaga, gudang, perkantoran, rumah dinas, dan pos penjaga dengan kondisi sudah tidak dipergunakan. Kondisi tanaman mangrove mengalami kekeringan serta banyak sampah yang menumpuk oleh aktivitas permukiman tepian sungai. Serta kondisi kampung nelayan telah dibangun waterfront agar menjadi kawasan yang bersih dan tertata.
ANALISIS TARIKAN PERGERAKAN KAWASAN PERUNTUKAN PERKANTORAN (STUDI KASUS: JALAN LETNAN JENDRAL SUTOYO) Fitri Dwi Pangestika; Yudi Purnomo; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36845

Abstract

Kawasan peruntukan perkantoran yang berada di Jalan Letnan Jendral Sutoyo terdiri dari beberapa bangunan kantor yang memiliki cakupan dan jenis pelayanan yang berbeda-beda. Tarikan pergerakan di kawasan perkantoran diakibatkan oleh berbagai penyebab salah satunya jumlah pegawai, jumlah pengunjung, dan lahan parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis pelayanan yang terdiri dari pelayanan administrasi, jasa, barang dan cakupan pelayanan terdiri dari terpusat, fungsional, terpadu serta karakteristik yang mempengaruhi tarikan pergerakan di Kawasan Peruntukan Perkantoran Jalan Letnan Jendral Sutoyo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif. Penelitian ini mengelompokkan jenis pelayanan di Kawasan Peruntukan Perkantoran Jalan Letnan Jendral Sutoyo yaitu pelayanan administrasi (18 kantor), pelayanan jasa (5 kantor) dan pelayanan barang (1 kantor). Cakupan pelayanan yang bersifat terpusat (10 kantor), fungsional (13 kantor) dan terpadu (1 kantor). Karakteristik yang mempengaruhi tarikan pergerakan pada Kawasan Peruntukan Perkantoran Jalan Letnan Jendral Sutoyo yaitu waktu perjalanan, jarak tempuh, waktu tempuh, moda kendaraan, tingkat kenyamanan, ketersediaan tempat
Co-Authors - Chairunnisa Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Juniar Doni Pratama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nur Fitrianingsih Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti