Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis tingkat walkability index jalur pedestrian di kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang Nur Alamil Islami; Agustiah Wulandari; Nana Novita Pratiwi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76867

Abstract

Kawasan Pasar Sungai Durian merupakan pusat perdagangan dan jasa di Kabupaten Sintang. Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya penduduk, kawasan ini menjadi salah satu kawasan kumuh di Kecamatan Sintang. Kekumuhan ini disebabkan karena peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan kawasan. Oleh karena itu, dibangunlah jalur pedestrian di Kawasan Pasar dengan tujuan untuk mengatasi kondisi kekumuhan. Namun dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian oleh pengguna. Motor serta barang dagangan yang diletakkan di atas jalur merupakan pemandangan yang akan terlihat jika berkunjung ke kawasan tersebut. Ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian yang dapat mengganggu pejalan kaki dalam menggunakan jalur menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur pedestrian ini dapat dilalui oleh pejalan kaki dengan berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis walkability index yang bertujuan untuk mengetahui seberapa ramah jalur pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan skor sebesar 74,8 yang berarti bahwa pada jalur pedestrian ini sebagian besar kegiatan dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Skor tersebut ditunjang dengan fakta di lapangan berupa telah tersedianya jalur pejalan kaki yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi kelompok penyandang cacat. Selain itu, jalur pedestrian juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung serta kantong parkir, tempat duduk, tempat sampah, food stall hingga lampu penerangan. Meskipun masih terdapat konflik serta kendala di jalur pedestrian yang sebagian besar disebabkan oleh pengguna, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan jalur pedestrian.
Identifikasi strategi peningkatan kualitas permukiman kumuh berdasarkan indikator pencetusnya (Studi kasus: Desa Sosok, Tayan) Nana Novita Pratiwi; Mira Sophia Lubis; Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Vita Elysia
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.77162

Abstract

Desa Sosok memberikan pengaruh kuat dalam pembentukan citra kawasan di Kota Tayan dengan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Namun, keberadaan permukiman kumuh seluas 14,7 ha memerlukan penanganan untuk mencegah perburukkan citra kawasan. Kajian ini bertujuan menghasilkan strategi peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh Desa Sosok berdasarkan indikator pencetus yang didasarkan pada aspek-aspek kualitas lingkungan permukiman. Analisis skoring digunakan untuk melihat tipologi kekumuhan, dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas. Temuan menunjukkan tipologi kekumuhan Desa Sosok tergolong ringan dengan status lahan legal dan prioritas tinggi. Dengan demikian, strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh dapat menerapkan konsep pemugaran dengan memprioritaskan indikator yang berpengaruh kuat yang menjadi pemicu. Adapun indikator kekumuhan yang berpengaruh kuat dalam menciptakan kekumuhan Desa Sosok adalah drainase, limbah dan persampahan. Maka, prioritas penanganan kumuh diutamakan untuk mengatasi masalah tersebut, dan disesuaikan dengan permasalahan pada setiap indikator kumuh.
Efektivitas Penerapan Infrastruktur Hijau dalam Mengurangi Genangan Air Pada Jalur Pedestrian di Kota Pontianak Ely Nurhidayati; Trida Ridho Fariz; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.37-52

Abstract

Selama kurun waktu 15 tahun (tahun 2002-2017) telah terjadi perubahan luas tutupan lahan di wilayah Kota Pontianak dengan penurunan terbesar terdapat pada lahan vegetasi yaitu terjadi penurunan sebesar 1.109,08 Ha. Berkurangnya lahan vegetasi menyebabkan daerah untuk meresapkan limpasan air hujan menjadi berkurang. Berkaitan dengan hal tersebut, infrastruktur hijau yang diterapkan pada Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara berjenis permeable pavements yang digunakan pada jalur pedestrian. Namun, penggunaannya pada jalur pedestrian masih menimbulkan genangan dibeberapa titik sehingga belum diketahui keefektifan permeable pavements dalam mengurangi limpasan air hujan yang jatuh pada kawasan tersebut. Sehingga penting untuk mengevaluasi keefektifan permeable pavements dalam mengurangi genangan pada skala spasial yang berbeda agar penerapannya efektif dan berfungsi sesuai dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas penerapan infrastruktur hijau dalam mengurangi genangan air pada jalur pedestrian di Kota Pontianak. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan permeable pavements yang diterapkan pada jalur pedestrian di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara sudah efektif untuk mengurangi genangan air dengan skor kemampuan permeable pavements sebesar 89,44% - 99,17%. Diantaranya pada segmen 1 (Jalan Daya Nasional–Jalan Media) apabila dibandingkan dengan volume genangan rencana awal, diketahui bahwa volume genangan berkurang sebesar 3.465,35 m3 atau sebesar 98,99%, segmen 2  (Jl. Prof Hadari Nawawi–Jl. Perdana) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 4.311,61 m3 atau sebesar 98,69%, segmen 3 (Pontianak Ayani Mega Mall–Museum) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 1.893,9 m3 atau 89,44%, segmen 4 (Indosat Ooredo–Pendopo Gubernur) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 11.003,69 m3 atau sebesar 99,17%.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI PASCAPANEN JAGUNG DAN DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL BERGIZI UNTUK PENGUATAN KETAHANAN EKONOMI DESA KUALA DUA Tri Wahyudi; Andang Firmansyah; Shenny Oktoriana; Ratih Rahmahwati; Jurista Purnama Jumri; Agustiah Wulandari
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3599

Abstract

Kubu Raya Regency is the second-largest corn (Zea mays L) producer  of corn after Bengkayang Regency in West Kalimantan. Kubu Raya Regency has launched a food security and food barn program through the cultivation of corn kernels on a minimum of 1 hectare of corn kernels in each village. However, corn kernel production in Kubu Raya has not yet met the target. The average corn production in Kubu Raya is only around 29 quintals/hectare, while Bengkayang Regency can reach 39 quintals/hectare. This indicates indications of problems in agribusiness development such as the lack of implementation of Appropriate Technology (TTG). The purpose of this empowerment activity is through technological transformation and innovation provided by introducing and implementing science and technology in the form of Appropriate Technology (TTG) resulting from research and patents of the Implementation Team. This empowerment activity also supports the Food Security program of Kubu Raya Regency. The partner in this activity is the Rajawali Farmers Group which is engaged in plantations and horticultural crops. The main focus of the Rajawali Farmers Group is corn cultivation. The second partner in this activity is the Women's Farmers Group (KWT) "KPJ Aneka Rasa," which processes agricultural products such as cassava, bananas, sweet potatoes, and corn into various food products. This community service activity is conducted using a participatory approach, involving all partner members. This Community Service Program (PKM) activity resulted in several improvements for both partners in several aspects, including the use of TTG machines and tools, understanding post-harvest corn quality, digital marketing, and machine and production equipment maintenance. Overall, this community empowerment activity through technological transformation and innovation has met its established targets.
Co-Authors - Chairunnisa Abda Abda Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andang Firmansyah Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Hardiansyah Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Ivan Sujana Juniar Doni Pratama Jurista Purnama Jumri Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratih Rahmahwati Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Shenny Oktoriana Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Tri Wahyudi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wahyudi, Tri Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti