p-Index From 2021 - 2026
3.096
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin PSP Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Buletin Ekonomi Perikanan AGRISAINS Jurnal Perikanan dan Kelautan Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Bisnis Perikanan Jurnal Tataloka Jurnal Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Jurnal Akuatiklestari MarIslands Jurnal Mina Sains Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) STI Policy and Management Journal Jurnal Manajemen Jurnal Ekobis : Ekonomi Bisnis & Manajemen Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Agrimansion: Agribusiness Management & Extension COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal TROFISH Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Warta Penelitian Perhubungan The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM SOSIAL-EKOLOGI MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG Peggy Ratna Marlianingrum; Luky Adrianto; Tridoyo Kusumastanto; Achmad Fahrudin
Jurnal Ekobis : Ekonomi Bisnis & Manajemen Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ekobis: Ekonomi Bisnis dan Manajemen
Publisher : Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37932/j.e.v11i2.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan memformulasikan sistem sosial-ekologi pemanfaatan kawasan ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang. Analisis sosial ekologi ini terkait dengan ketahanan sosial dan ekologis yang dalam konteks ini mencakup mekanisme masyarakat untuk hidup bersama sebagai sebuah komunitas. Pendekatan didasarkan pada kerangka kerja sistem sosial ekologi (SSE) yang merupakan interaksi antara ekosistem mangrove dan sistem sosial di pesisir Kabupaten Tangerang. Metode pengumpulan data untuk memformulasikan sistem sosial-ekologi pemanfaatan ekosistem mangrove yang diperlukan adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapang habitat ekosistem mangrove di 6 kecamatan pesisir Kabupaten Tangerang. Data sekunder dikumpulkan dari BPS (Badan Pusat Statistik), Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kehutanan, Bappeda (Badan Perencanaan Daerah), laporan studi penelitian, dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah permasalahan yang bersifat sosial-ekonomi telah mengakibatkan menurunnya luasan mangrove yang berakibat pada turunnya lapangan usaha perkanan. Masalah tersebut meliputi konflik penggunaan lahan, aktivitas ekonomi, deforestasi dan konversi lahan. Permasalahan tersebut dipicu oleh perubahan karakteristik ekosistem, dari yang bersifat maritim ke arah terestrial, yang berdampak pada perubahan pola penghidupan masyarakat. Sejalan dengan perubahan menurunnya luasan mangrove, menyebabkan menurunnya jumlah tangkapan ikan dan pendapatan pemanfaat ekosistem mangrove tersebut.  Selanjutnya, hasil penelitian harus difokuskan pada optimalisasi pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir
READINESS IMPLEMENTATION OF SMART PORT IN INDONESIA Roni Alfiansyah Ritonga; Nurdin Ahmadi; Tridoyo Kusumastanto; Ruddy Suwandi; Sri Rahardjo Suwito; Sinta Hasriningtyas; Heru Arafat; Agus Soleh
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 6 No 1 (2022): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/COJ.6.1.8-23

Abstract

The logistics system in Indonesia is faced with the problem of high logistics costs, which is 24% of GDP, with a logistic performance index (LPI) in 2018 of 3.15 from a scale of 1-5 (World Bank, 2021). Therefore, the port sector as one of the logistics node points continues to make improvements, one of which is the application of digitization. The process of implementing digitization has begun at each port and nationally with inaportnet, simlala, simpadu and the national logistics ecosystem (NLE), this research was carried out using the perception survey method for all Indonesian Port Expert training participants. The 32nd batch of 2020, with questions referring to the Digital Readiness Index for Ports (DRIP) assessment criteria developed by Connect2SmallPorts. From the results of this study, it was found that the respondents stated that the readiness of port digitization was at a sufficient level with a score of 3.9 from a scale of 1-6. Of the 4 (four) aspects assessed, namely (1) human resource management, (2) the level of usefulness/functionality of information technology (IT) at the port, (3) the level of use of IT at the port and (4) the level of use of IT information resources/ port digitalization, the human resources (HR) aspect has the lowest score of 3.6 which is at a sufficient level. This shows the need for efforts from us together to encourage an increase both in terms of the number and quality of human resources with IT/digitalization capabilities at ports.
Valuasi ekonomi dan penilaian kerusakan kawasan ekosistem mangrove di pulau tanakeke kabupaten takalar Auliansyah Auliansyah; Tridoyo Kusumastanto; Agus Sadelie; Yesi Aprianti; Andra Sulindrina; Nurfadillah Nurfadillah
INOVASI Vol 16, No 1 (2020): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v16i1.7331

Abstract

Penebangan mangrove di Pulau Tanakeke menyebabkan penurunan luas ekosistem mangrove secara signifikan. Selama 41 tahun luas mangrove yang terdegradasi mencapai 1.545,55 ha atau 61,90% dari total 2.496.66 ha. Hasil analisis citra Landsat_TM perekaman bulan Juli 2017 menunjukkan mangrove mangrove yang tersisa mencapai 1.009,39 ha. Mangrove ditebang untuk bahan baku produksi Arang, kayu bakar, tiang jaring sero/jermal dan rumput laut, serta dialihfungsikan menjadi lahan tambak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai ekonomi ekosistem mangrove yang masih tersisa, manentukan dampak apa saja yang dirasakan oleh masyarakat akibat kerusakan ekosistem mangrove, mengestimasi kerugian ekonomi akibat kerusakan ekosistem mangrove serta menentukan alternatif kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan contoh dipilih secara purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah formula nilai ekonomi total (total economic value/TEV), willingnes to accept (WTA), dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi total kawasan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke dengan luas 1.009,39 ha adalah sebesar Rp. 211.994.227.103/thn atau Rp. 210.022.119/ha/thn. Estimasi nilai kerugian ekonomi total kawasan mangrove sebesar Rp. 15.894.750.000/thn.
TRANSFORMASI PRANATA PATRONASE MASYARAKAT NELAYAN: DARI EKONOMI MORALITAS MENUJU EKONOMI PASAR -, Mirajiani; S.Wahyuni, Ekawati; Satria, Arif; -, Saharuddin; Kusumastanto, Tridoyo
Komunitas Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2950

Abstract

Masyarakat nelayan  mengalami transformasi sosial ekonomi akibat penetrasi pembangunan dan pasar. Transformasi sosial ekonomi yang terjadi membawa perubahan signifikan pranata ekonomi nelayan, karena nelayan harus mengkonstruksikan  pranata ekonomi baru yang dianggap dapat mempertahankan penghidupan nelayan pada kondisi survival dan sesuai dengan perubahan yang terjadi. Penelitian ini mendalami bagaimana  transformasi pranata patronase  yang terjadi dan keterkaitannya dengan keterjaminan ekonomi pada masyarakat nelayan di Pesisir  Ujung Kulon.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat nelayan di Pesisir Ujung Kulon mengalami transformasi pranata ekonomi dari patronase  berbasis moralitas menjadi berbasis norma ekonomi pasar. Di era ekonomi pasar, patronase  merupakan suatu alternatif pranata ekonomi nelayan yang dibangun  untuk tetap bertahan dengan situasi krisis dan ketidakpastian ekonomi serta mata pencaharian yang bersifat fluktuatif.  Ditinjau  dari keterjaminan ekonomi, pranata patronase moralitas di masa lalu lebih memberikan jaminan  ekonomi nelayan pada situasi krisis daripada pranata patronase berbasis norma ekonomi pasar.  Pada situasi di mana pranata patronase tidak bisa sepenuhnya berfungsi sebagai pranata jaminan ekonomi nelayan,  maka untuk tetap bertahan  pada situasi ekonomi yang kurang terjamin  nelayan mengandalkan relasi ekonomi alternatif yang disediakan pasar  di luar patronase. Fishing communities experiencing socio-economic transformation as a result of development and market penetration. Socio-economic transformation is followed by significant change in economic institutions, as fishermen have to construct a new economic institutions which are supposed to maintain the livelihood in survival conditions and in accordance with the changes. This research was to explore how economic institution transformation happens and its effect on  economic security in coastal fishing communities in Ujung Kulon. The method uses a qualitative approach and the type of research uses a case study research. Results of the research showed coastal fishing communities in Ujung Kulon transformed economic institutions of patronage based morality becomes the norm based market economy. In the era of market economy, patronage remains an alternative economic institutions built to survive the crisis and uncertainty and livelihood fluctuated. The fact is related to economic security, institutional patronage morality in the past to provide security over the fishing economy in crisis situations rather than norm -based patronage institutions of the market economy. In situations where the institution of patronage can not fully function as economic security institutions of fishermen, then to survive on less secure economic situation of fishermen rely on alternative economic relations are provided markets outside patronage
Analysis of Key Actors in the Sustainable Management of Marine Protected Areas in Ujung Kulon National Park Suparyana Suparyana; Akhmad Fauzi; Tridoyo Kusumastanto; Gatot Yulianto; Muhammad Yusuf
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 10, No 2 (2023): ECSOFiM April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2023.010.02.01

Abstract

The users or actors involved in the management of Marine Conservation Areas (MPA) in Ujung Kulon National Park (TNUK) come with various objectives, so it is necessary to always maintain the purpose of establishing a Marine Conservation Area in Ujung Kulon National Park (TNUK) so that it can be sustainable, both from the aspects of economic, social and ecology. The purpose of this study is to analyze the main actors in the management of Marine Conservation Areas in Ujung Kulon national park and formulate a sustainable conservation area management model based on these key actors. The research method is carried out with a survey approach by filling out a questionnaire. The respondents in the study were experts as many as 12 (twelve) people. The data analysis method used in this study is stakeholder analysis with the ISM (Interpretive Structural Modeling) method. The results of the analysis obtained by the main actors / stakeholders in the management of TNUK Marine Conservation Areas are: 1) Ujung Kulon National Park Center, Banten Provincial Bappeda, Communities (Fishermen), and Private Sector (Entrepreneurs). The proposed management model is a collaborative management model (Government-Community-Private).
OPTIMASI EKONOMI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN CAKALANG DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH Hasrudin Usman; Tridoyo Kusumastanto; Achmad Fachrudin
Jurnal TROFISH Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/trofish.v1i1.86

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan cakalang di Kabupaten Parigi Moutong dalam penelitian ini menggunkan analisis bioekonomi model Gordon-Schaefer. Analisis bioekonomi model Gordon-Schaefer merupakan cara sederhana dalam melakukan pendugaan pemanfaatan optimal sumberdaya perikanan dan dapat dijadikan titik awal untuk memahami sistem perikanan yang kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keseimbangan biologi dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya perikanan cakalang di Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini sumberdaya perikanan cakalang sudah mengalami overfishing, hal ini disebabkan jumlah effort aktual telah melebihi jumlah effort optimum. Jumlah effort aktual sebesar 14.229 trip sedangkan jumlah effort optimum adalah 12.679 trip per tahun. Produksi maksimum secara biologi (hMSY) sebesar 4.634 ton per tahun. Keuntungan masksmium diperoleh pada produksi (hMEY) sebesar Rp. 36.459 miliar per tahun dan keseimbangan perikanan open access (hOAY) terjadi pada tingkat produksi 2.516 ton per tahun. Jumlah upaya optimum secara bilologi (EMSY) adalah 12.679 trip per tahun, secara ekonomi (EMEY) sebesar 10.625 trip per tahun dan pada perikanan open access sebesar (EOAY) 21.251 trip per tahun. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa keseimbangan bilogi terjadi saat jumlah produksi maksimum 4.634 ton per tahun dengan upaya 12.679 trip per tahun. Keseimbangan tersebut bukan merupakan titik keuntungan maksimum. Secara ekonomi keuntungan maksimum terjadi pada jumlah produksi (hMEY) sebesar 4.513 ton per tahun dengan upaya sebanyak 10.116 trip per tahun, kondisi ini lebih rendah dari keseimbangan biologi (hMSY).
Penilaian Ekonomi Wisata Pesisir Kawasan Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Khairunnisa, Khairunnisa; Kusumastanto, Tridoyo; Fahrudin, Achmad
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carocok Painan is one of the potential areas for coastal tourism in Pesisir Selatan Regency. The area has beautiful beaches, coastal resources and historical sites that attract tourists. This study aims to estimate the supply and demand for coastal tourism in Carocok Painan. The supply conditions based on water quality analysis, suitability area, and carrying capacity show that the Carocok Painan is suitable for coastal tourism. The analysis of demand shows that the economic value of Carocok Painan for tourists using the travel cost method is Rp41,521,536,000 per year, while the economic value for residents using contingent valuation method is Rp347,756,632 per year.
Analisis Kebijakan Ekonomi Pengembangan Pelabuhan di Provinsi Aceh Mandasari, Mandasari; Kusumastanto, Tridoyo; Mulyati, Heti
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Port development was becoming a major issue in promoting national and regional economic competitiveness. However, the development of public ports in Aceh province has not been significantly caused by low port economic activity. This research used Linear Programming, qualitative description, and Analytical Hierarchy Process method. The result showed the main economic policy of port development in Aceh Province was to developing economic growth centers in hinterland by developing sectors producing goods such as agriculture, forestry and fishery sector, mining and quarrying sector, and industrial sector. The another policy was strengthen connectivity port-hinterland logistics network by improving the quality connectivity infrastructure, enhancing cooperation between port operators with exporters and logistics service providers, and build the dry port.
Economic Analysis for Sustainable Management of Marine Protected Areas in Ujung Kulon National Park (UKNP) Suparyana, Suparyana; Fauzi, Akhmad; Kusumastanto, Tridoyo; Yulianto, Gatot
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 11, No 1 (2023): ECSOFiM October 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2023.011.01.03

Abstract

The protection of ecosystems and natural resources continues to be a top priority for the management of the Marine Conservation Area (MCA) of Ujung Kulon National Park (UKNP). Managers haven't given management of the economic and social use issues much thought. In reality, if it is properly managed, the MCA UKNP's economic potential can contribute to raising the economic well-being of the neighbourhood. Estimating the MCA UKNP's economic value and examining its economic and financial viability are the two goals of this manuscript. Survey research is used as the research methodology, together with overall economic valuation and financial and economic feasibility study. The findings of the study are as follows: 1) The mangrove environment, which is worth IDR1,215,105,470,571, and the coral reef ecosystem, which is worth IDR1,390,406,119,529, together make up the overall economic valuation of the MCA UKNP, which is IDR2,605,511,590,100. 2) The financial and economic feasibility analysis's findings indicate that the financial NPV is 1,963,392,508,016 and the economic NPV is 1,927,390,315,754 > 0, the financial Net B/C value is 21,28 and the economic Net B/C value is 19,30 > 1.0, and the financial IRR value is 39.54 and the economic IRR is 39.43% > 20% (MARR). The analyses' findings support the MCA UKNP's declaration that its determination was practicable.
Nilai Ekonomi Kawasan Konservasi Perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Suparyana, Suparyana; Fauzi, Akhmad; Kusumastanto, Tridoyo; Yulianto, Gatot; Yusuf, Muhammad
Akuatiklestari Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i2.4453

Abstract

Pengelolaan sumberdaya alam termasuk juga sumberdaya perairan yang ada di kawasan taman nasional ujung kulon (TNUK), menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya baik dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Penilaian ekonomi terhadap sumberdaya alam dan lingkungan akan sangat membantu dalam pengelolaan berkelanjutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi sumberdaya perairan yang ada di dalam kawasan konservasi perairan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Waktu penelitian berlangsung selama 6 bulan, mulai bulan Juni hingga November 2021, di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui metode survey dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa dokumen/laporan terkait kajian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode valuasi ekonomi total (TEV). Hasil penelitian diperoleh 1) Total nilai ekonomi ekosistem mangrove di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.010.345.221.267 per tahun atau sekitar Rp 317.590.788 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 144.230.150.017 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 615.744.951.250 per tahun dan nilai pilihan Rp 250.370.120.000 per tahun. 2) Total nilai ekonomi ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi perairan TNUK adalah mencapai Rp 1.179.953.103.700 per tahun atau sekitar Rp 401.591.832 per hektar per tahun, teridri atas; nilai manfaat langsung Rp 190.223.827.450 per tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp 702.202.393.750 per tahun dan nilai pilihan Rp 287.526.882.500 per tahun.
Co-Authors . Amarullah . Diniah . Osmaleli A. Faroby Falatehan Aceng Hidayat Achmad Fachrudin Achmad Fahrudi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Agus Sadeli Agus Sadelie Agus Sadelie Agus Sadelie Agus Sadelie Agus Soleh Ahadar Tuhuteru Ahmadi, Nurdin Akbar, Harun Idham Akbar Akhiranti, Irma Akhmad Fauzi Akhmad Fauzi Alghisna Rahmatika Amarullah, . Amin Nasrun Renur Andra Sulindrina Andreas D. Patria Andreas D. Patria Andriyanto, Muh Ivan Annis Susanti Apendi Arsyad Arief Daryanto Arif Satria Ario Damar Armelita, Ayang Asep Saefudin Auliansyah Auliansyah Auliansyah, Auliansyah Auzi Asfarian Benny Osta Nababan Chairullah Amin D. Djokosetyanto D. Djokosetyanto Dadang Solihin Dietriech Geoffrey Bengen Diniah Diniah Edwarsyah Edwarsyah Edy Ihut Siahaan Eka Yudhistira Ekawati S.Wahyuni Ekawati S.Wahyuni Endriamo Soetarto Erliza Noor Ernan Rustiadi Erwan Sulistianto Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Eva Anggraini Fauzan, Fatih Ahmad Fery Kurniawan Firdaus, Adil M. Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gena Bijaksana Hapzi Ali Hartoyo Hartoyo Hartrisari Hardjomidjojo Hasrudin Usman Hendro Sasongko Hermanto, Djamarel Heru Arafat Heti Mulyati I Wayan Nurjaya Ikhsan Kamil Indah, Mega Natasha Irma Akhrianti Irzal Effendi Janer Sangaji Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kamal, M.Mukhlis Karima, Nada Khairunnisa Khairunnisa Lalu Solihin Luky Adrianto M Mussadun M. Firdaus , Bambang Budiansyah, Kastana Sapanli, Aprianty , Gustav M. Irsyad , M. Firdaus M. Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mandasari, Mandasari Mardyani, Yeyen Marlianingrum, Peggy Ratna Mennofatria Boer Meti Ekayani Mirajiani - Mirajiani, Mirajiani Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Naufal, Agus Nimmi Zulbainarni Nisa Ayunda Novindra Nur Aini Nurdin Ahmadi Nurfadillah Nurfadillah Nurfadillah Nurfadillah Osmaleli Osmaleli Osmaleli, Osmaleli Patria, Andreas D Piliana, Wa Ode Pratita Budi Utami Putra, Aditya Handoyo Rahmatika, Alghisna Riana Faiza Rismawati, Wini Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Roni Alfiansyah Ritonga Roy Sembel Ruddy Suwandi sadelie, agus Sadelie, Agus Saharuddin Sahat M.H. Simanjuntak sapanli, kastana Setia Hadi Setia Hadi Siahaan, Edy Ihut Sinta Hasriningtyas Sobirin, Akhmad Sri Rahardjo Suwito Sugeng Budiharsono Sugeng Budiharsono Sugeng Budiharsono Suhana Suhana Sulindrina, Andra Supartono Supartono Supartono, Mr. Suparyana Suparyana Suparyana, Suparyana Syahrowi R. Nusir, Daniel R. Moninta, Rokhmin Dahuri, Tomi Ramadona Venticia Hukom Venticia Hukom Wini - Trilaksani Wiwin Ambarwulan Yesi Aprianti Yesi Dewita Sari Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yusman Syaukat