Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Review: Formulasi Tablet Metode Granulasi Basah dan Evaluasi Sifat Fisik Tablet: - Asyiva, Asyiva; Hafifah, Fitria Noor; Agustina, Laila Sonia; Madhani, Muhammad Faqih; Latifah, Nor; Jannah, Raudatul; Amalia, Yolla Rizka
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.530

Abstract

Pengembangan tablet berkualitas tinggi memerlukan pemilihan bahan pengikat yang tepat untuk memastikan stabilitas, kekerasan, dan waktu hancur tablet sesuai dengan standar farmakope. Metode granulasi basah telah lama menjadi pendekatan efektif dalam formulasi tablet, terutama dengan bahan pengikat alami seperti gelatin, pati, dan selulosa, yang kini semakin diminati karena keunggulan lingkungan dan biokompatibilitasnya. Penelitian ini adalah tinjauan sistematis terhadap lima studi yang menguji efektivitas bahan pengikat alami dalam metode granulasi basah, dengan evaluasi karakteristik fisik granul dan tablet yang dihasilkan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengikat alami pada berbagai konsentrasi mampu menghasilkan tablet dengan kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur yang memenuhi standar, meskipun variasi komposisi bahan alami masih menjadi tantangan dalam hal standardisasi. Selain itu, bahan pengikat alami terbukti memengaruhi kelembaban dan stabilitas jangka panjang, yang perlu dikelola melalui pengeringan dan pengemasan yang optimal. Temuan ini menunjukkan potensi besar bahan pengikat alami dalam formulasi tablet yang lebih ramah lingkungan, meski diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk mengatasi tantangan konsistensi dan stabilitas.
Perbandingan Pembuatan Tablet Dengan Metode Granulasi Basah, Kering, Dan Kempa Langsung Sairi, Ahmad; Rizky, Hidayatur; Ariqah, Maura Putri; Sumarno, Nailia Nur Isma; Apriliana, Rusnia; Latifah, Nor
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.539

Abstract

Tablet oral disintegrasi cepat (ODT) merupakan bentuk sediaan farmasi yang semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode pembuatan ODT yang umum digunakan, yaitu granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi sifat fisik tablet yang dihasilkan. Metode kempa langsung menawarkan proses yang lebih sederhana dan cepat, namun keterbatasannya terletak pada jenis bahan yang dapat digunakan. Metode granulasi basah, meskipun melibatkan beberapa tahap proses, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam merumuskan tablet. Sementara itu, metode granulasi kering merupakan alternatif yang menarik karena dapat mengurangi paparan bahan terhadap kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode yang paling sesuai untuk menghasilkan ODT dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan.
Review Artikel : Zat Pengikat Dan Pengaruh Uji Sediaan Fisik Tablet Hisab Dari Ekstrak Tumbuhan Hafidz, M.; Fadhli, Muhammad; Habibah, Ratna; Az-Zahra, Difa; Aniffah, Putri; Latifah, Nor
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v1i4.3373

Abstract

Dalam pengobatan, bentuk sediaan tablet lumayan banyak digunakan. Salah satunya tablet hisab, bentuk tablet hisab disukai karena mengandung pemanis dan mudah ditelan oleh pasien yang sulit menelan obat.  Tablet hisap dirancang agar zat aktifnya langsung diserap melalui lapisan dalam mulut. Untuk itu, diperlukan bahan pengikat yang memastikan tablet tetap solid sebelum digunakan. Dalam review artikel ini membahas tentang zat pengikat dan pengaruh sifat fisik tablet hisab dari ekstrak tumbuhan. Metode yang digunakan studi literatur dari berbagai jurnal, artikel dan hasil penelitian lainnya.  Sifat fisik tablet hisap, seperti keseragaman, ukuran, kerapuhan, kekerasan, dan waktu hancur, dapat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pengikat yang ada pada formula. Untuk menguji sifat fisik tablet, bahan pengikat PVP/PVP K-30 5% biasanya digunakan.
Review: Penggunaan Ekstrak Tumbuhan sebagai Bahan Aktif Sediaan Tablet dengan Berbagai Metode Formulasi serta Evaluasi Sifat Fisik Tablet Putri, Audy Apriliana; Kusumadewi, Nia; Hilalliyah, Nor; Challiztha, Laohannia; Mulyany, Sri; Latifah, Nor
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.986

Abstract

Indonesia sangat kaya akan sumberdaya alamnya, seperti tumbuhan. Tumbuhan di Indonesia sangat banyak dan beragam manfaat dan khasiatnya. Seperti dapat dijadikan obat karena zat aktif yang dimilikinya dapat bermanfaat untuk mencegah, meringankan, mengurangi atau bahkan menyembuhkan suatu penyakit. Biasanya dikembangkan dengan bentuk obat herbal, salah satu sediaannya yaitu tablet, Dimana tablet sendiri memiliki keuntungan tersendiri bagi penggunanya seperti dosisnya lebih tepat, sediaan yang efisien, stabil dalam penyimpanan dan sediaan praktis bahkan lebih mudah dibawa untuk berpergian. Penelitian ini berdasarkan study literatur mengenai metode-metode yang dilakukan dalam pembuatan tablet dengan penambahan ekstrak dari tanaman pada formulasi tablet beserta evaluasi sifat fisiknya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan literatur mengenai formulasi sediaan tablet dengan menggunakan bahan aktif dari ekstrak tumbuhan yang ada di Indonesia beserta uji sifat fisiknya. Hasil penelitian ini berupa perbandingan antara formulasi dengan metode pembuatan tablet yang disajikan dalam bentuk tabel. Sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan agar bisa lebih banyak lagi bahan alam dengan berbagai metode pembuatan tablet.
Review: Analisis Peranan Eksipien dalam Formulasi Tablet: Tinjauan Literatur untuk Meningkatkan Kualitas Sediaan Farmasi Nur'assyfa, Fayza Nindya; Khatami, Muhammad Romansyah; Annisa, Rifka; Gabriyuvela, Gabriyuvela; Udin, Handayani; Latifah, Nor
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.990

Abstract

Tablet adalah bentuk sediaan farmasi padat yang biasanya digunakan untuk pemberian obat oral. Tablet terdiri dari dua komponen utama yaitu zat aktif dan zat tambahan (eksipien). Pemilihan zat eksipien ini harus proporsional dalam memperoleh formula tablet yang sempurna. Zat aktif adalah bahan yang memiliki efek terapeutik dan bertanggung jawab atas tindakan farmakologis pada tubuh, seperti mengobati penyakit atau mengatasi gejala tertentu. Sedangkan zat tambahan tablet adalah bahan-bahan yang tidak memiliki efek terapeutik langsung tetapi berperan penting dalam proses produksi, stabilitas, dan pelepasan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dan mengkaji berbagai jenis zat eksipien dan fungsinya dalam bentuk sediaan tablet. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi literatur melalui dilakukannya kajian beberapa referensi dari berbagai sumber informasi seperti Portal Garuda, Google Scholar dan PubMed dengan rentang jangka waktu publikasi jurnal antara tahun 2014-2023. Zat tambahan ini meliputi pengikat, pengisi, pelicin, penghancur, dan pewarna. Berdasarkan hasil studi literatur yang dilakukan didapatkan hasil bahwa banyak jenis zat eksipien yang dapat ditambahkan dalam bentuk sediaan tablet dengan perannya setiap masing-masing bahan yang berbeda dalam memperoleh tablet yang memenuhi syarat kompendial.
Trendsetter Muballigh di Medsos: Analisis Framing Instagram Felix Siauw dan Hanan Attaki Latifah, Nor; Romario, Romario
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 15 No 1 (2019): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v15i1.1150

Abstract

The increasing use of Instagram is dominated by users around the age of 15-30 years. The majority who followed in Instagram were famous public figures such as celebrities, political figures and religious leaders. With this Instagram, da'i or preachers can convey their messages easily and free through photos and captions or short videos. This study is important to see how Instagram as a new media is able to become a trendsetter for wellknown Ustadz like Felix Siauw and Hanan Attaki. This study uses a qualitative research method using the framing model as proposed by Robert N. Entman by observing how a discourse or communication is displayed in the public space. The finding confirmed that the framing model of Felix Siauw and Hanan Attaki has similarities in preaching Islam through Instagram social media using short posts or short videos and interesting captions. However, both of them have different tendencies, in which Felix Siauw is more dominant in discussing social and political issues while Hanan Attaki is more dominant in discussing good advice or about love between men and women.
Meningkatkan Kesehatan Kulit: Program Perawatan Harian untuk Kulit Bercahaya di SMPN 29 Banjarmasin Latifah, Nor; Hasani, Najwi; Sa’adah, Hayatus; Riauwati, Rosa; Fatmasari, Erlina; Noor, Fahmi; Puspitasari, Cantika; Rahmi, Nadia; Yusiandari, Nailu Shifa; Aulya, Natasya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2094

Abstract

Masalah kulit wajah dapat muncul akibat penggunaan produk skincare dan kosmetik kecantikan yang mengandung bahan berbahaya bagi kulit, atau disebabkan oleh faktor internal tubuh maupun pengaruh dari lingkungan luar. Namun, masih banyak remaja yang belum mengerti dan abai terhadap kesehatan kulitnya. Salah satu usaha pencapaian ukuran kecantikan tersebut dilakukan dengan penggunaan skincare. Rata-rata usia siswa/i SMP berada pada usia remaja, pengetahuan yang minim terkait skincare menyebabkan risiko penggunaan produk yang berbahaya atau ilegal. Tujuan pelaksanaan pengabadian kepada masyarakat di SMPN 29 Banjarmasin ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 29 Banjarmasin tentang penggunaan skincare yang baik dan benar, untuk membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dapat memilih produk skincare yang tepat dan aman dan untuk memperkenalkan urutan skincare kepada siswa/i SMPN 29 Banjarmasin yang baik dan benar. Bentuk pelaksanaan pengabdian yang lakukan adalah berupa penyuluhan secara langsung ke SMPN 29 Banjarmasin yang beralamat di Jl. Alalak Utara 170, Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, bentuk kegiatan ini adalah edukasi tentang penggunaan skincare yang baik dan benar. Kesimpulan dari kegiatan ini dapat memberikan pemahaman pada siswa/i SMPN 29 Banjarmasin tentang penggunaan skincare yang baik dan benar, dapat membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dalam pemilihan produk skincare yang tepat dan aman dan dapat membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dalam mengurutkan penggunaan skincare yang baik dan benar, seperti mencuci muka, membersihkan wajah dari kotoran, menggunakan moisturizer, dan penggunaan tabir surya sebagai bagian penting dari perawatan kulit.
Inovasi Dan Tantangan Dalam Pengemasan Obat: Studi Review Terhadap Peran Kemasan Dalam Kualitas Produk Farmasi Abadi, Shada Adila; Julianti, Nurul Hasni; Zaida, Yumna; Latifah, Nor
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 2 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i2.633

Abstract

Pendahuluan: Pengemasan sediaan farmasi memegang peranan penting dalam menjamin mutu, stabilitas, keamanan, dan efektivitas obat hingga sampai ke tangan konsumen. Seiring berkembangnya teknologi, kemasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga sebagai bagian dari sistem penghantaran obat yang inovatif dan efisien. Tujuan: Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji berbagai bentuk inovasi terkini dalam pengemasan sediaan farmasi serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, khususnya dalam konteks industri farmasi di Indonesia. Metode: Metode penelusuran literatur dilakukan melalui database ilmiah seperti Google Scholar dan ScienceDirect dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil:  Kajian menunjukkan bahwa inovasi seperti kemasan ramah lingkungan, child-resistant packaging, integrasi barcode digital, kemasan pintar dengan sensor, serta otomatisasi proses pengemasan telah terbukti meningkatkan kualitas dan efisiensi produk farmasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan investasi riset, tingginya cacat kemasan, kompleksitas regulasi, dan keterbatasan teknologi masih menjadi hambatan utama dalam adopsi inovasi secara luas. Kesimpulan: Dibutuhkan kolaborasi antara industri, regulator, dan akademisi untuk menciptakan solusi strategis yang seimbang antara inovasi dan kepatuhan terhadap regulasi, demi mendukung pengembangan sistem pengemasan obat yang lebih maju, aman, dan berkelanjutan.
Pengembangan Uji Stabilitas Berdasarkan Mutu Fisik Terhadap Sediaan Semi Solid dan Oral Liquid Rahman, Akmal Fadhlir; Putri, Audy Apriliana; Latifah, Nor
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 2 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i2.652

Abstract

Pendahuluan : Dalam dunia farmasi sediaan obat baik semi-solid seperti krim, pasta, salep, lotio dan gel maupun oral liquid seperti emulsi, suspensi dan sirup, merupakan produk krusial yang memerlukan jaminan kualitas keamanan dan efektivitas hingga ke pasien. Untuk memastikan hal ini uji stabilitas menjadi sangat penting bertujuan untuk mempertahankan integritas fisik, kimia dan mikrobiologi produk sepanjang masa penyimpanan dan penggunaannya mengingat faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban dapat memengaruhi stabilitas. Tujuan : Artikel review ini secara spesifik bertujuan untuk menganalisis perkembangan uji stabilitas mutu fisik sediaan semi-solid dan oral liquid dari tahun 2015 hingga 2025. Metode : yang digunakan adalah pencarian literatur daring dari berbagai basis data akademik menghasilkan 22 artikel nasional yang relevan. Hasil : analisis menunjukkan adanya evolusi dalam parameter uji, di mana selain pengujian dasar seperti organoleptis, pH dan viskositas, studi-studi terbaru mulai memasukkan uji lebih lanjut seperti cycling test, skrining fitokimia, uji iritasi, uji kesukaan, ukuran globul, Freeze and Thaw, serta uji stabilitas dipercepat. Kesimpulan : Perkembangan ini mencerminkan kemajuan teknologi farmasi dan pemahaman biofarmasi yang lebih mendalam, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan dan akseptabilitas produk. Oleh karena itu, review ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan implementasi uji stabilitas yang komprehensif sangat esensial bagi apoteker dan ilmuwan farmasi dalam pengembangan produk-produk baru dan menjaga kualitas obat yang beredar.
Review Jurnal Pengelolaan Limbah Cair Farmasi Dengan Metode Aerob-Anaerob Dalam Penurunan Kadar COD Annisa, Annisa; Az-Zahra, Difa; Ashya, Nur Rifa; Latifah, Nor
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 2 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i2.732

Abstract

Pendahuluan: Limbah cair industri farmasi mengandung senyawa organik kompleks dan bahan toksik yang menyebabkan tingginya nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Pengolahan biologis dengan metode aerob dan anaerob menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mereview dan membandingkan efektivitas metode aerob dan anaerob dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair farmasi. Metode: Kajian ini dilakukan melalui studi literatur terhadap dua artikel penelitian. Artikel pertama membahas metode anaerob menggunakan lumpur aktif dari pupuk kandang dengan variabel MLSS dan beban fenol. Artikel kedua mengkaji metode aerob dengan sistem biofilter menggunakan media bioball dan variasi waktu tinggal. Hasil: Metode anaerob menurunkan COD sebesar 21,84–55% dan fenol hingga 99,87% pada kondisi optimum. Namun, efisiensi menurun pada beban fenol tinggi atau adanya mikronutrien toksik seperti Cu. Metode aerob menunjukkan efisiensi penurunan COD sebesar 23,04–42,82%, dengan hasil terbaik pada waktu tinggal 8 jam. Sistem biofilter aerob terbukti stabil dan cocok untuk pengolahan limbah dengan beban organik sedang. Kesimpulan: Kedua metode memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Penggunaan metode anaerob cocok untuk beban COD tinggi, sementara metode aerob efektif untuk stabilisasi lanjutan. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi optimal dalam pengolahan limbah cair farmasi secara berkelanjutan.
Co-Authors Abadi, Shada Adila Adila Abadi, Shada Afifah, Neela Agustina, Laila Sonia Ahdyani, Risa Akbar, Muhammad Arif Alfianti, Veressa Amalia, Yolla Rizka Anggryanti, Alya Aniffah, Putri Annisa Annisa Annisa, Rifka Aprianti, Siti Apriliana, Rusnia Ariqah, Maura Putri Ashya, Nur Rifa Asyiva, Asyiva Aulya, Natasya Az-Zahra, Difa Azkia, Aulia Azzahra Ramadhani, Padma Azzahra, Maulida Bagdadi, Muhammad Bagirsun, Hanggara Bayu Koen Anggoro Betty Masruroh Cahyani, Amanda Cantika, Hana Salma Challiztha, Laohannia Dewi, Mifta Dewi, Retna Eka Djoumoi, Ahmed Eko Pramudya Laksana Eprariana, Eprariana fatimah Fatimah Fatmasari, Erlina Ferdinand, Devira Niken Putri Gabriyuvela, Gabriyuvela Gito Supriadi, Gito Habibah, Ratna Hafidz, M. Hafifah, Fitria Noor Hafifah, Rabiatul Hafifah, Rahmalisa Haykal, Muhammad Hilalliyah, Nor Hindriani, Rima JAHRATUN NISA Jannah, Fithri Nur Jannah, Ghina Raudatul Jihan Jihan Julianti, Nurul Hasni Julianti, Silvia Tri Kautsar Eka Wardhana Khatami, Muhammad Romansyah M. Awaluddin Padjrin Madhani, Muhammad Faqih Mahmudah Mahmudah Makki, Makki Maulida, Maulida Maulida, Sindy Maysa, Fuad Muhammad Fadhli Mulyany, Sri Musa’adah Najwi Hasani Nia Kusumadewi NISA, JANNATUN Nissa, Hayatun Noor, Fahmi Noorahman, Harris Noorlaila, Noorlaila Noormila, Cahya Norhikmah Norhikmah Nugraha, Fithri Mutia Nur'assyfa, Fayza Nindya Nurdiniyah, Syti Qoirunisa' Nurlaila Nurlaila Prasetyo, Pinki Prastyka, Della Puspitasari, Cantika Putri, Anisa Maharani Putri, Audy Apriliana Putri, Chantika Nova Scayh Rachmayani, Syifa Rahmadani, Syifa Askila Rahmah, Elita Rahmah, Fathiyatur Rahman, Akmal Fadhlir Rahmi, Nadia Raida, Raida Ramadhani, Putri Novianur Randani, Randani raudatul jannah Reihan Ridha, Muhammad riauwati, Rosa Rismawati, Silvia Rizky, Hidayatur Romario, Romario Sa'adah, Hayatus Safitri, Nadia Sairi, Ahmad Saputra, Nicky Sari, Nor Tiara Savitri, Aida Sa’adah, Hayatus SRI RAHAYU Sumarno, Nailia Nur Isma Syafi'i, Muhammad Syahjiah, Lidya Tempati, Jenni Getbriella Udin, Handayani Vira Setia Ningrum Yannur, Khairi Yanti, Irma Nadia Yusiandari, Nailu Shifa Zaida, Yumna Zalmiati Zamzani, Irfan