Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Pencegahan Demam Berdarah di Kampung Baru Lisiswanti, Rika; Aprilliana, Ety; Saputra, Oktadoni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1138

Abstract

Indonesia merupakan daerah tropis, yang terletak di Asia Tenggara. Indonesia merupakan daerah tertinggi angka kejadian Demam Beradah Dengue (DBD). Provinsi Lampung dikategori merah dengan risiko kasus tinggi. Masalah demam berdarah merupakan masalah kesehatan yang merupakan tanggung jawab kita bersama. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung merupakan salah salah satu institusi yang mempunyai peran dalam mencegah demam berdarah. Salah satu caranya adalah melakukan pengabdian dengan metode edukasi kepada masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan demam berdarah. Pengabdian dilaksanakan dengan menyebarkan brosur, media presentasi, dan ceramah. Hasil pre-testerdapat 56% masyarakat kurang paham tentang demam berdarah. Setelah pos-tes masyarakat yang paham mengenai demam berdarah sebanyak 75,60% dan cukup paham 24%. Pemahaman masyarakat Kelurahan Kampung Baru tentang pencegahan demam berdarah meningkat setelah dilakukan penyuluhan.Keyword: demam berdarah, peningkatan pemahaman, media penyuluhan
Optimalisasi Peran Pos Pemberdayaan (Posdaya) dalam Peningkatan Angka Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Paru dan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada Masyarakat di Kecamatan Wates, Kabupaten Lampung Tengah Saftarina, Fitria; Sumekar, Dyah Wulan; Lisiswanti, Rika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1140

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Tuberkulosis masih menduduki peringkat ke-3 sebagai penyebab utama kematian di dunia. Salah satu indikator yang dipakai untuk mengukur keberhasilan Program Penanggulangan TB adalah tercapainya angka penemuan penderita (case detection rate/CDR) secara bertahap mencapai 70% dari perkiraan semua penderita baru BTA positif. Berdasarkan data dari Puskesmas Wates, angka penemuan kasus baru/CDR tahun 2014 masih 56%. Angka ini masih jauh dari target yaitu 70%, untuk itu diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan CDR. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah 30 orang anggota posdaya di Kecamatan Wates, Kabupaten Lampung Tengah. Solusi pemecahan masalah berupa pelatihan dan pemberian materi tentang TB paru, cara penularan, gejala klinis orang yang terkena penyakit TB paru, pengobatan dan pencegahan TB paru yang dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif, serta penilaian dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dengan nilai posttest seluruh peserta di atas 70%. Simpulan, pendidikan kesehatan yang berkelanjutan mengenai penyakit TB Paru dan pencegahannya perlu dilakukan secara rutin di tempat-tempat yang berisiko tinggi dan diharapkan anggota posdaya dapat menyebarkan pengetahuan anggota masyarakat kepada anggota masyarakat yang lain.Kata Kunci: bakteri tahan asam, case detection rate, pelatihan dan pendidikan kesehatan, tuberkulosis paru
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang Faktor Risiko Katarak pada Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Natar Lampung Selatan Soleha, Tri Umiana; Yusran, Muhammad; Lisiswanti, Rika; Oktafany, Oktafany
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1145

Abstract

Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi, karena kebutaan dapat menyebabkan berkurangnya kualitas sumber daya manusia dan berkurangnya produktifitas serta membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya. Kegiatan penyuluhan kepada para lansia dalam hal ini pada Posyandu Lansia Puskesma Natar Lampung Selatan yang diharapkan akan meningkatkan pengetahuan tentang katarak dan faktor risikonya. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maka terjadi peningkatan nilai pemahaman yang dapat diketahui dari posttest. Peserta posyandu menjadi paham dan sangat paham mengenai faktor risiko katarak. Peserta yang paham sebanyak 5 orang (16,7%) dan yang sangatpaham sebanyak 25 orang (83,3%). Rerata skor dari 30 responden pada posttest adalah 9. Skor tersebut meningkat sekitar 50% dari skor pretest. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan seperti ini di tempat lainsebagai upaya berkelanjutan mengenai pemahaman faktor risiko katarak.Kata Kunci: katarak, lansia, pengetahuan, perilaku, sikap
Workshop Penulisan Soal Uji Kompetensi - Objective Structured Clinical Examination (UK-OSCE) bagi Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Saputra, Oktadoni; Lisiswanti, Rika; Aprilliana, Ety; Zuraida, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1146

Abstract

Menulis soal dalam rangka evaluasi hasil belajar mahasiswa merupakan salah satu kompetensi yang harus dipunyai oleh seorang dosen. Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang terdiri diriCBT dan OSCE merupakan suatu exit exam yang harus dilalui sebelum mahasiswa dilantik menjadi dokter. Kegiatan pengabdian ini merupakan suatu bentuk workshop penulisan soal yang bertujuan untuk  meningkatkan pemahaman serta kemampuan menulis soal UK-OSCE bagi dosen serta menambah jumlah bank soal OSCE di FK Unila. Dari kegiatan ini dihasilkan 23 butir template soal UK-OSCE yang sudah baik namun bervariasi dari sisi kelengkapan soal. Dari evaluasikegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam menulis soal UK-OSCE. Kesulitan dalam penyelenggaraan lebih bersifat kendala teknis seperti kendala teknis dalam penyiapan jaringan internet serta kelengkapan peralatan komputer saat penulisan soal. Kegiatan inicukup mendapatkan respon positif dari peserta dan institusi. Perlu dilakukan kegiatan serupa secara rutin untuk judul soal yang lainnya dan perlu diadakan review ataupun tela’ah terhadap soal-soal UK-OSCE yang telah dihasilkan.Kata Kunci: uji kompetensi mahasiswa, UK-OSCE, penulisan soal
Edukasi Hidup dan Bekerja dengan Gejala Long COVID-19 pada Civitas Akademika Universitas Lampung Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Lisiswanti, Rika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3054

Abstract

Latar Belakang: Meskipun banyak orang dengan COVID-19 menjadi lebih baik dalam beberapa minggu, beberapa orang terus mengalami gejala yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi, atau mungkin memiliki gejala baru atau berulang. Hal Ini bisa terjadi pada siapa saja yang pernah terkena COVID-19, bahkan jika penyakit awalnya ringan. Orang dengan kondisi ini kadang-kadang mendapat komplikasi jangka panjang. Kondisi ini dikenal sebagai long COVID-19. Mengingat munculnya COVID-19 yang berkepanjangan sebagai masalah kesehatan yang persisten dan signifikan, di Amerika Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan kantor kehakiman menetapkan kondisi ini sebagai disabilitas khusus.  Dimana penderita satu atau lebih gejala long COVID-19 mendapat prioritas untuk mendapat rehabilitasi dan hak atas pekerjaannya dengan kompensasi berbagai kemudahan baik fasilitas maupun jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisibaik fisik maupun mental penderitanya. Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penyintas COVID-19 yang merupakan civitas akdemika Universitas Lampung. Manfaat: Bagi masyarakat khususnya penyintas COVID-19 , agar lebih mengerti dan bisa menerima kondisi baik fisik dan mental akibat gejala long COVID-19 yang dideritanya Metode: Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian ceramah mengenai long COVID-19 baik gejala maupunpenaganannya kepada civitas akademika Universitas Lampung yang merupakan penyintas COVID-19. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi paska pelaksanaan. Kata kunci: Disabilitas, long COVID-19, Penyintas COVID-19
Penyuluhan dan Edukasi Zoonosis Kepada Peternak Unggas Di Lampung Selatan, Provinsi Lampung Ramadhian, M. Ricky; Lisiswanti, Rika; Sutarto, Sutarto; Utami, Nurul; Falamy, Ryan; Saputra, Oktadoni; Ramkita, Nora
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3190

Abstract

Penyakitzoonosisyang masuk ke dalam daftar penyakit hewan menular strategis di Indonesia yaiturabies, anthrax, avian influenza, salmonellosisdanbrucellosis. Sebagian besar peternak unggas di Kota Metro bekerja di luar ruangan dan melakukan aktifitas kerja dalam resiko penularan penyakitzoonosis. Kegiatan ini berupa edukasi dan penyuluhan serta pelatihan pencegahan penyakit zoonosis bagi para peternak unggas di CV Meilina Farm, Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik mengenai zoonosis serta pencegahannya, agar kejadian penyakit yang tidak diinginkan akibat unggas tidak terjadi. Setelah mendapat edukasi dan penyuluhan mengenai zoonosis, terdapat peningkatan pengetahuan dan peningkatan kewaspadaan peternak unggas terhadap penyakit zoonosis.Kata kunci:zoonosis, lampung
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
PELATIHAN MENJADI FASILITATOR BAGI DOSEN PENDIDIKAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG Lisiswanti, Rika; Oktafany, Oktafany; Apriliana, Ety; Mutiara, Hanna; Puspita, Ratna Dewi; Rahmadian, M. Ricky
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3468

Abstract

Problem-based learning adalah salah satu metode pembelajaran di pendidikan kedokteran. Kegiatan pembelajaran PBL dilaksanakan dalam diskusi dalam bentuk kelompok kecil. Diskusi dicetuskan dengan memberikan suatu kasus/masalah kemudian mahasiswa menentukan kebutuhan belajarnya kemudian bertemu lagi untuk membagi hasil belajarnya. PBL dibutuhkan beberapa komponen yaitu masalah/skenario, sumber pembalajaran, tujuan pembelajaran, perilaku dalam kelompok dan menghadapi skenario klinik, proses belajar PBL sendiri, motivasi dan self-directed learning mahasiswa. Untuk menfasilitasi PBL diperlukan pelatihan untuk dosen untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam memfasilitasi mahasiswa. Pelatihan ini dilaksanakan pada 21 September 2024 di Gedung A Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila). Jumlah peserta yang hadir sebanyak 31 dosen FK Unila. Metode yang dilakukan adalah pemberian materi, latihan kelompok dan refleksi menjadi fasilitator. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan 87,09% esertsa terlaksananya latihan sehingga para peserta dapat menjadi fasilitator.
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI DALAM MENCEGAH ANEMIA AKIBAT PAPARAN PESTISIDA DI KECAMATAN SUKADANA, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR FARDIANSYAH, AHMAD IRZAL; Larasati, Ta; Lisiswanti, Rika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 3 (2025): Vol. 9 No. 3, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i3.576

Abstract

Peningkatan penggunaan pestisida di kalangan petani sering kali tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang dampak kesehatan yang serius, termasuk anemia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia di Indonesia meningkat dari 37,1% pada 2013 menjadi 48,9% pada 2018, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada kelompok pekerja seperti petani. Kabupaten Lampung Timur menempati posisi ketiga penghasil ubi kayu terbesar di Provinsi Lampung dan mayoritas masyarakatnya adalah petani singkong. Pengabdian kepada Masyarakat ( PkM) ini dilakukan dengan tujuan memberikan pendampingan kepada kelompok tani di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, guna mencegah anemia yang disebabkan oleh paparan pestisida. Metode: Melalui serangkaian kegiatan, seperti skrining anemia, pelatihan gizi seimbang, edukasi penggunaan pestisida yang aman, serta pemberian Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran petani mengenai pentingnya pencegahan anemia. Sebagai hasil akhir, panduan pencegahan anemia bagi petani disusun dalam bentuk poster dinding yang dapat dipasang di rumah-rumah. Hasil ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif yang berkelanjutan.