Claim Missing Document
Check
Articles

POLA ASUH ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN SIKAP TANGGUNG JAWAB ANAK DI DESA PAREN JEPARA Hanim Aulia Maghfiroti; Mohammad Kanzunnudin; Sekar Dwi Ardianti
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 6 (2021): November
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/pjr.v5i6.8190

Abstract

The goal of this study was to describe the form of children's responsible attitude in Desa Paren, Jepara. This study utilized a descriptive qualitative approach with a case study method. Parental patterns are the ways in which parents fulfill their roles as caretakers, educators, and companions to their children, and can be categorized into three types: democratic, authoritarian, and permissive. A child's responsibility refers to an individual’s attitude toward fulfilling duties and being prepared to bear the consequences of their words and actions. The subjects of this study were four children aged 8–10 years. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed qualitatively using the concept references from Miles and Huberman. The results indicated that the type of parenting applied influenced the development of responsibility in children. One child who received an authoritarian upbringing exhibited a low sense of responsibility. One child with a democratic upbringing showed a responsible attitude and the ability to solve problems independently. Two children who experienced permissive parenting demonstrated a reasonably good sense of responsibility.
ANALISIS AKULTURASI BUDAYA JAWA – TIONGHOA DALAM CERITA RAKYAT KYAI TELINGSING Ulya, Lisa Hilmayatul; Muhammad Noor Alfiandi; Mohammad Kanzunnudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38558

Abstract

This study analyzes the forms of Javanese–Chinese cultural acculturation in the folklore Kyai Telingsing, widely known in Kudus Regency. Cultural acculturation is a blending process of two or more cultures without eliminating their original identity. Folklore plays an important role in shaping moral values, local wisdom, and character education for elementary school students. A qualitative approach with document analysis was used in this study. Data analysis followed Miles & Huberman’s model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that Kyai Telingsing contains cultural acculturation elements in religious, artistic, social, and traditional aspects. These values can serve as learning resources in elementary Bahasa Indonesia instruction. This study contributes to strengthening cultural literacy and encourages the use of local folklore as teaching material.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM PENULISAN KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IV SD 04 BESITO KUDUS indah herawati; mohammad kanzunnudin; Dwiana Asih Wiranti
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpi.v2i3.8643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan dalam menulis karangan deskripsi yang dibuat oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode naratif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada siswa kelas IV SD di Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Teknik analisis data yang digunakan meliputi membaca, menandai atau mengidentifikasi, mengklasifikasikan data dan mendeskripsikan kesalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa kelas IV SD 04 Besito yang melakukan kesalahan penggunaan huruf kapital dalam penggunaan ejaan, kesalahan penulisan kata depan dan  terdapat kesalahan tanda titik pada akhir kalimat sedangkan kesalahan koma terdapat pada karangan siswa yang tidak memberikan tanda koma untuk memisahkan detail kata. Faktor penyebab kesalahan ejaan siswa yaitu kurangnya pengetahuan siswa dalam materi mengejaan, Cara guru mengurangi tingkat kesalahan ejaan siswa adalah dengan memberikan latihan menulis karangan, kemudian mengingatkan penggunaan ejaan sebelum menulis karangan dll
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PUISI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN CERITA SENDANG PENGILON: ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PUISI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN CERITA SENDANG PENGILON Sri Lestari; Erika Nuril Izza; Lestari; Mohammad Kanzunnudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59795

Abstract

Pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar sering menghadapi kendala berupa keterbatasan siswa dalam menemukan ide dan mengembangkan imajinasi. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengonstruksi dan mengembangkan gagasan yakni melalui pemanfaatan cerita rakyat sebagai stimulus dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan makna dan respons kreatif siswa sekolah dasar dalam peningkatan menulis puisi melalui cerita Sendang Pengilon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil puisi siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa membangun pemaknaan yang beragam terhadap cerita Sendang Pengilon sesuai dengan pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang masing-masing. Proses pemaknaan tersebut mendorong siswa mengembangkan gagasan, imajinasi, dan ekspresi yang kemudian dituangkan dalam bentuk puisi. Respons kreatif siswa tampak pada keberagaman tema, penggunaan ungkapan deskriptif, serta kemampuan menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita Sendang Pengilon tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai sarana yang mendukung pembentukan makna dan pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Dengan demikian, pemanfaatan cerita rakyat dapat menjadi alternatif pembelajaran sastra yang bermakna dan kontekstual di sekolah dasar.
TRANSFORMASI KULTURAL DAN REKONSTRUKSI GENDER: ANALISIS TURNING POINT TOKOH IREWA DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Prih Nur Fia Istiqomah; Mohammad Kanzunnudin; Ahmad Hariyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61017

Abstract

This research is motivated by the persistence of the patriarchal system that shapes gender inequality, particularly within the Papuan cultural context represented in the novel Isinga. The objective of this study is to analyze the process of gender reconstruction and the manifestation of cultural radical feminism in overcoming gender injustice through the character Irewa. The research method employed is qualitative descriptive with a feminist literary approach. Data were collected through documentation with interpretive reading and note-taking techniques, and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that gender reconstruction occurs through three systematic transformation stages: the construction stage (oppression), the transition stage (turning point involving the emergence of critical awareness in the character Irewa), and the realization stage (economic independence and courage in public speaking). Cultural radical feminism is manifested through reclaiming control over the body, rejecting violence, and transforming cultural narratives via the "Ruang Marya" symbol. The study concludes that the novel Isinga serves as an instrument for creating gender justice through profound cultural transformation.
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH POPULER PADA MGMP BAHASA INDONESIA KABUPATEN KUDUS Ahmad Abdul Chamid; Mohammad Kanzunnudin; Ahdi Riyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v4i2.2010

Abstract

Penguasaan keterampilan menulis artikel ilmiah populer menjadi salah satu bentuk penguatan literasi yang penting bagi guru Bahasa Indonesia. Namun, tidak sedikit guru yang mengalami kendala dalam memahami struktur, gaya bahasa, serta teknik publikasi artikel populer. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menulis artikel ilmiah populer melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada anggota MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Kudus. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan, dan pendampingan individu. Pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui kombinasi sesi materi dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi kepenulisan, yang ditunjukkan melalui banyaknya artikel yang berhasil disusun, serta siap untuk dipublikasikan di platform online. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan ini. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi guru, serta dapat direplikasi dalam skala lebih luas untuk mendukung budaya literasi dan publikasi di kalangan pendidik.
Co-Authors Abelia Helga Natasya Adam Sidqi Agus Darmuki Agus Hartono Ahdi Riyono Ahmad Abdul Chamid Ahmad Hariyadi Aira Annastasya Antika, Silfi Arif Rifa’i Aryani, Dias Syifa Arzella Devi Ristia Putri Aulia Rohmah Aulia Tri Lestari Aurelia Cahya Fadhilatul Khalila Ayu Dewi Nafisatul Khofifah BUDIYANTO Cholida Azzahro Cike Ilpia Diah Ayu Anisa Putri Dicky Amirul Hasan Dwiana Asih Wiranti Elisa Septiana Erik Aditia Ismaya Erika Nuril Izza Fara Fatika Maharani Farida Maulida Febrianti, Adhelia Putri Fitmaya Intan Nazwa Gista Ayu Astriani Hanim Aulia Maghfiroti Hasna Nur Alifah Iffatul Ulya Rosyadi Ika Oktavianti Ika Oktavianti, Ika Ikna Pradita Oktaviani Indah Herawati Indah Lestari Inez Avista Rini Intan Cahyaningtyas Irene Putri Tebetha Irfai Fathurohman Janita Putri Dwihana Kirana Chitya Dewi Lestari Lindi, Adzin Eka Lisa Putri Wihana Luluk Zakiatus Sholikhah Lusiana Lu’luul Maknun Maulida Laily Kusuma Wati Maulidia Rahmah Melinda Khoiriyah Ningrum Mila Roysa Mirnawati - Mochamad Widjanarko Mohammad Syaffruddin Kuryanto Muhammad Afdholil Kholiqoh Insani Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Noor Alfiandi Muhammad Zaki Ali Muti'ah, Izzatul Muzayyanatun Nisa' Nabila Siti Khoirunnisa Nailal Muna Nida Dhiyaul Auliyah Noor Khamidah Nur Alfin Hidayati Nur Hanifah Nur Kusuma Astuti Nuzulun Niswah Oktaviana Dwi Rahmadhani Ony Khansa’ Khoirunnisa Osama Ahmad Permatasary, Putri Yourdamarta Adinda Meychilla Prih Nur Fia Istiqomah Putri Jenar Mahesa Ayu Raden Mohamad Herdian Bhakti Raharjo, Ronal Resa Sirotun Hidayah, Eva Risma Oktafia Saifuddin Helmi Sania Rizka Faiza Sekar Dwi Ardianti Sherly Arinda May Listy Sherly Rizki Permatahati Shinta Aninda Pratiwi Silvia Indriani Silvia Maulinnikmah Sri Kasih SRI LESTARI Sri Utaminingsih Sunaisah Sunaisah Suryani Suryani Ulya, Lisa Hilmayatul Velayali, Istifaiya Vika Irmainsyah Wieline Dewi Azzahra Zerra Putri Angelina Zumna Afifatun Nisa