Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi Filsafat Realisme dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Nurul Afifah Ahqaf; Ismail Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4292

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berakar pada realitas empiris dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, rasional, serta keterampilan menyelesaikan persoalan nyata. Filsafat realisme memposisikan realitas objektif sebagai sumber pengetahuan yang dapat diverifikasi melalui pengalaman dan observasi ilmiah. Prinsip tersebut memberikan arah bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi menekankan keterhubungan antara pengetahuan dan dunia faktual. Perspektif ini memiliki relevansi kuat dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yang dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan peserta didik melalui kegiatan inkuiri, refleksi, kolaborasi, dan pengalaman belajar autentik. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi filsafat realisme dalam penerapan CTL sebagai strategi pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur filsafat pendidikan dan pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa CTL merupakan representasi praktis dari nilai realisme, karena memungkinkan peserta didik menyusun makna melalui pengalaman langsung dan pemecahan persoalan faktual. Integrasi keduanya berpotensi menciptakan pembelajaran yang bermakna, ilmiah, adaptif, dan relevan dengan tuntutan perkembangan sosial serta teknologi. Pembelajaran berbasis realitas memberikan kontribusi terhadap pembentukan peserta didik yang mandiri, reflektif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
AI-Supported Collaborative and Reflective Biology Learning: A Needs Assessment in Teacher Education Sri Wahyuni; Muhiddin Palennari; Andi Asmawati Azis; Adnan; Ismail Ismail
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 2 (2026): June-July 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i2.818

Abstract

Artificial intelligence creates new opportunities to transform biology teacher education; however, its pedagogical integration must be grounded in students’ actual learning needs. This study examined biology education students’ needs for AI-supported collaborative and reflective biology learning as a preliminary foundation for developing a pedagogical model. A quantitative descriptive survey was conducted with 290 biology education students from higher education institutions in South Sulawesi, Indonesia. Data were collected using a 29-item questionnaire covering five constructs: social-emotional learning, metacognitive awareness, self-regulated learning, reflective thinking, and collaborative-interactive biology learning context. The data were analyzed using descriptive statistics, reliability analysis, convergent validity indices, and inter-construct correlations. The findings showed that all constructs were categorized as high, with mean scores ranging from 3.628 to 3.738 and percentage scores ranging from 72.570% to 74.760%. Reflective thinking obtained the highest mean score (M = 3.738; 74.760%), followed by metacognitive awareness (M = 3.712; 74.240%), indicating the importance of reflective and metacognitive scaffolding in AI-supported biology learning. The questionnaire demonstrated acceptable measurement quality, with standardized loadings of 0.621–0.907, Cronbach’s Alpha values of 0.800–0.938, Composite Reliability values of 0.871–0.951, and AVE values of 0.632–0.765. Strong positive inter-construct correlations (0.804–0.903) suggest that students’ learning needs are closely interconnected. This study positions AI as a pedagogical scaffold for reflective, collaborative, metacognitive, and self-regulated learning rather than merely as a technology-driven intervention.
Strategy Improvement Quality Service Customs Work Obtained Right on Land and Buildings at the Makassar City Regional Revenue Muh. Nasrullah; Ismail Ismail; Nadila Ramdhani Yusrie
Journal of Public Policy and Local Government (JPPLG) Volume 2, Issue 3, 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/s1zmy343

Abstract

Strategy in a way general is plan or the approach used for reach objective certain. Strategy service refers to the approach used by a person organization for give quality and fulfilling services need customer in a way effective and efficient. This study aims to identify strategies that can improve service quality in the Land and Building Acquisition Tax sector at the Makassar City Regional Revenue Agency. Using a qualitative approach, this study utilized data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results revealed that the strategies implemented by the Land and Building Acquisition Tax at the Makassar City Regional Revenue Agency to improve service quality have been implemented through various methods. This is reflected in several indicators, such as professionalism, responsibility, friendly attitude, the ability to complete tasks on time without complaint, and well-structured procedures. In addition, staff are also actively providing support to customers, providing clear guidance, and ensuring effective, good, and consistent service. In addition, employees also provide adequate information regarding tax payment administration procedures to improve service quality. As one of the office service publics will serve various type daily transactions in give service to people and the performance of BPHTB at the Regional Revenue Agency reflects how much good tax managed, from aspect acceptance, compliance, system support and services public related with transaction land and buildings. Evaluation performance often done for identify obstacle or challenge in collection of BPHTB so that it can repaired.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGHIJAUAN MELALUI TEKNIK PENCAMPURAN MEDIA TANAM DAN PENATAAN TANAMAN  DI SMA NEGERI 11 MAKASSAR Syamsiah Syamsiah; Andi Faridah Arsal; Ismail Ismail; Hamka L; Andi Muh. Kholil Gibran rusli
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.85259

Abstract

Kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan program penghijauan melalui teknik pencampuran media tanam dan penataan tanaman di SMA Negeri 11 Makassar. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi di kelas dan praktik langsung di lapangan yang melibatkan 15 siswa kelas XII. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pemberian materi, praktik sederhana, persiapan alat dan bahan, pencampuran media tanam dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1 (tanah bekas pembakaran, sekam, dan pasir), selanjutnya penanaman dan penataan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman terkait teknik penghijauan dan mampu mengaplikasikannya secara langsung. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan sekolah yang menjadi lebih hijau, rapi, dan estetis. Penataan tanaman yang dilakukan secara sistematis juga meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ini turut membentuk sikap peduli lingkungan serta keterampilan praktis. Dengan demikian, program penghijauan ini efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.
PENDAMPINGAN GURU SDN 155 ATAKKA SOPPENG DALAM INTEGRASI STEAM DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PROYEK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS SDGS Nurhayati B; Ismail Ismail; Yusminah Hala; Suhartini Azis; Abdul Hadis; Muhammad Isrul; Andi Rahmat Saleh; Syamsul Syamsul
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.85307

Abstract

This community service program aimed to improve teachers’ understanding and skills at SDN 155 Atakka Soppeng in integrating STEAM and Science Process Skills (SPS) through an SDGs-based Liquid Organic Fertilizer (LOF) project. The program employed an empowerment-based mentoring approach consisting of socialization, training, hands-on LOF production, pre-test and post-test evaluation, and sustainability reflection. The pre-test indicated that teachers’ initial understanding of STEAM, SPS, and LOF was varied and not yet applicable. After mentoring, the post-test showed improved understanding, positive responses to the activity, and teachers’ ability to connect LOF with science learning activities, such as observing, measuring, drawing conclusions, and communicating findings. The hands-on activity also produced LOF with observable changes in color, odor, and texture, indicating the fermentation process. These findings demonstrate that the LOF project can serve as a contextual learning medium that connects teacher capacity building, STEAM learning, SPS development, organic waste management, and sustainability education in elementary schools. Further mentoring on LOF application, growing media, hydroponics, and formulation development is recommended to support sustainable environmentally-based IPAS learning. 
Digitalisasi Desa Cerdas Melalui Peningkatan Kapasitas Literasi Digital Masyarakat Desa Pancana Kabupaten Barru Muh. Nasrullah; Suprianto Suprianto; Syarifuddin Syarifuddin; Fatima Akbal; Ismail Ismail
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 2, Issue 1, 2026
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v2i1.119

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat Desa Pancana, Kabupaten Barru, sebagai upaya mendukung terwujudnya desa cerdas (smart village). Rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan produktif, keterbatasan kemampuan penggunaan platform digital, serta minimnya pemahaman keamanan digital menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut. Peserta terdiri atas pelaku UMKM, perangkat desa, pemuda, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta terhadap teknologi digital. Masyarakat mulai mampu memanfaatkan media sosial, marketplace, dan layanan digital untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Selain itu, terbentuk komunitas digital desa yang berperan sebagai agen perubahan dalam mendorong transformasi digital berkelanjutan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat fondasi pengembangan smart village yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.