Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengelolaan Logistik dalam Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di BPBD Kabupaten Sumbawa 2018 Aminah Mimin; Eko Teguh Paripurno; Puji Lestari
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v4i1.3046

Abstract

ABSTRAKTahun 2018 Kabupaten Sumbawa mengalami gempa dengan kekuatan 6,9 SR yang mengakibatkan 15 kecamatan yang terkena dampak bencana gempa bumi, tercatat sebanyak 7253 unit rumah rusak, dengan rincian rusak berat 4932, rusak sedang 1395, rusak ringan 1205, kemudian 38 orang cidera, dan 4 orang meninggal. Saat terjadi bencana kegiatan penanganan darurat yang dilakukan selain evakuasi masyarakat serta pertolongan darurat juga dilakukan penyediaan logistik. Oleh karena itu, berdasarkan peraturan yang berlaku, BPBD sebagai penanggungjawab dalam menanggulangi bencana perlu melakukan mengelola logistik guna terpenuhinya kebutuhan korban  gempa.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan logistik yang dilakukan di BPBD Kabupaten Sumbawa. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif karena ingin menggambarkan secara jelas kegiatan pengelolaan logistik dalam menjalankan Peraturan pengelolaan logistik sesuai yang telah ditetapkan.. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa BPBD dalam mengelola logistik belum menerapkan prinsip tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat pelaporan sesuai dengan peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan.                                                                                      Kata kunci : BPBD Kabupaten Sumbawa, Gempa Bumi, Pengelolaan Logistik
Kesiapsiagaan Pengunjung Pusat Perbelanjaan Modern Terhadap Bahaya Kebakaran di Lippo Plaza Yogyakarta Try Udjang Ismail; Puji Lestari; Eko Teguh Paripurno
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v3i2.3036

Abstract

Data  tahun  2015  menunjukkan  Indonesia  menepati  urutan  ketiga  frekuensi  kejadian  kebakaran  sebanyak  20-100.000 pertahun  dengan  korban  200-1.000  jiwa.  Pusat  perbelanjaan  sebagai  tempat  yang  berpotensi  terjadi  kebakaran disebabkan  oleh  penggunaan  listrik  yang  berlebihan.  Kesiapsiagaan  berperan  penting  dalam  meminimalkan  risiko korban  jiwa  akibat  kebakaran  di  bangunan  gedung.  Sebanyak  35%  korban  selamat  disebabkan  oleh  kemampuan  diri sendiri  untuk melindungi diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar kesiapsiagaan pengunjung ter hadap bahaya  kebakaran.  Selain  itu,  menilai  pengaruh  langsung,  pengaruh  tidak  langsung  dan  pengaruh  total pengetahuan pengunjung  tentang  bencana,  kemampuan  rencana  darurat,  peringatan  dini  dan  mobilisasi  sumber  daya  terhadap kesiapsiagaan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pengambilan sampel secara Accidental sampling, sedangkan  analisis  data  menggunakan  statistik  deskriptif  dan  analisis  jalur.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rata-rata kesiapsiagaan  pengunjung  sebesar  55%.  Mobilisasi  sumber  daya  sebagai  indikator  kesiapsiagaan  yang  memberikan pengaruh  total  paling  besar  yaitu  43,68%,  s edangkan  indikator  yang  memberikan  pengaruh  total  paling  kecil  yaitu peringatan dini 13,5%. Pengelola gedung perlu melengkapi sarana-prasarana keselamatan kebakaran agar kesiapsiagaan pengunjung meningkat.Kata  Kunci:  Kebakaran,  Kesiapsiagaan, Lippo Plaza,  Pengunjung 
Komunikasi Lingkungan untuk Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Sinabung Puji Lestari; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Eko Teguh Paripurno; Berliyan Ramadhaniyanto
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.699 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i1.98

Abstract

This study aims to find a model of environmental communications for disaster mitigation eruption of Mount Sinabung at Karo district of North Sumatra. This research also aims at increasing public awareness and government in improving the effectiveness of disaster communications in Sinabung. Organizational Information Theory is used as concept of his study. The research uses descriptive qualitative method by employing data collection techniques such as Focus Group Discussion (FGD) and interviews on communication training for disaster mitigation at Sinabung. The research located in Karo district of North Sumatra, particularly at Regional Disaster Management Agency (BPBD), Department of Communication and Information Technology, and Kesbanglinmas, Head sub district, Head of village, and volunteers. The result of this research is a model of environmental communications to support early warning system in Sinabung.
Simulasi Komunikasi Bencana Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) Puji Lestari; Eko Teguh Paripurno; Juspri Nadeak; Esti Julistantie; Hanifah Putri Indrasmara; Elisabet Isyana Rahayu
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.7390

Abstract

Permasalahan komunikasi dan informasi kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Karo telah diatasi dengan sistem komunikasi dan informasi terpadu melalui website dan pembentukan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo. Sistem tersebut perlu dilakukan uji coba melalui simulasi gladi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan simulasi komunikasi dan informasi terpadu dalam pengelolaan bencana gunung sinabung melalui Pusdalops PB di BPBD Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dalam bentuk skoring persentase hasil pre-tes dan post-tes simulasi gladi ruang dan data kualitatif berupa deskripsi hasil pengamatan maupun wawancara selama proses simulasi. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, panduan wawancara dan observasi simulasi gladi ruang tim Pusdalops BPBD Kabupaten Karo pada bulan April 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi gladi ruang berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan Pusdalops PB sebesar 37%. Organisasi BPBD Kabupaten Karo semakin menyadari kebutuhan koordinasi yang digunakan untuk memperkuat komunikasi dan informasi kebencanaan melalui Pusdalops PB. Kontribusi penelitian ini memberi penguatan kapasitas tim Pusdalops melalui simulasi gladi ruang dan mendorong BPBD Kabupaten Karo agar segera menerapkan kebijakan dan implementasi Pusdalops PB dengan menggunakan sistem komunikasi dan informasi terpadu secara manual dan online melalui website bpbdkaro.com.
Facies and architectural analysis of Paleogen fluvial deposits of the measured section of Rambangnia and Air Napalan Rivers in Palembang Sub-basin Sapto Kis Daryono; Carolus Prasetyadi; Eko Teguh Paripurno; Sutanto Sutanto; Aditya Zaenalfi Faozi
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2022.v3i1.3606

Abstract

Paleogene fluvial deposits have an important problem as pre-rift deposits, which occur before or at the same time as the formation of the basin. The research results on facies analysis and interpretation of the depositional environment of Paleogene deposits located in the Garba Hills will later explain and describe the history of the formation and stratigraphic evolution of sedimentary rocks in the South Sumatra Basin, reflected in the lithological and facies characteristics. The facies analysis was carried out on a stratigraphic cross-section with a thickness of ± 107.37 meters and ± 11.06 meters on the measurement path of the Rambangnia River and Air Napalan River, which are located in the Ogan Komering Ulu area, South Sumatra. Seven lithofacies developed on two measured paths are matrix supported gradded gravel (Gmg), gravel matrix supported Massive (Gmm), through cross-bedded (St), massive sandstone (Sm), horizontally bedded sandstones (Sh), parallel laminated siltstone and claystone (F1), massive siltstones and mudstones (Fsm). Asosiasi fasies didapatkan berupa Sedimentary Gravity Flow (SG), Gravel Bars (GB), Sandy Bedforms  (SB), channel (CH), Overbank fine  (FF). The interpretation of the depositional environment shows a fluvial environment, the type of braided river with a gravel braided rivers model with sedimentary gravity flows.Paleogene fluvial deposits have an important problem as pre-rift deposits, which occur before or at the same time as the formation of the basin. The research results on facies analysis and interpretation of the depositional environment of Paleogene deposits located in the Garba Hills will later explain and describe the history of the formation and stratigraphic evolution of sedimentary rocks in the South Sumatra Basin, reflected in the lithological and facies characteristics. The facies analysis was carried out on a stratigraphic cross-section with a thickness of ± 107.37 meters and ± 11.06 meters on the measurement path of the Rambangnia River and Air Napalan River, which are located in the Ogan Komering Ulu area, South Sumatra. Seven lithofacies developed on two measured paths are matrix supported gradded gravel (Gmg), gravel matrix supported Massive (Gmm), through cross-bedded (St), massive sandstone (Sm), horizontally bedded sandstones (Sh), parallel laminated siltstone and claystone (F1), massive siltstones and mudstones (Fsm). Asosiasi fasies didapatkan berupa Sedimentary Gravity Flow (SG), Gravel Bars (GB), Sandy Bedforms  (SB), channel (CH), Overbank fine  (FF). The interpretation of the depositional environment shows a fluvial environment, the type of braided river with a gravel braided rivers model with sedimentary gravity flows.
Architecture Elements of the Lemat Formation of the Lubuk Bernai Region, Batang Asam District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province Sapto Kis Daryono; Sutanto Sutanto; Carolus Prasetyadi; Eko Teguh Paripurno
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2022.v3i1.3396

Abstract

The study of facies analysis and interpretation of the depositional environment of the Lemat Formation located at Bukit Tiga Puluh aims to clarify the problems found in Paleogene sediments in the South Sumatra Basin. A detailed analysis of the fluvial facies has been carried out in the Lubuk Bernai track. A number of observations, profiling, and measured stratigraphic section have been carried out. The stratigraphy of the study area can be divided into 5 units from old to young, namely the Mentulu-metamorphic sandstone unit, Lemat conglomerate unit, Lemat gravel-sandstone unit, Benakat volcanic-siltstone unit, and the alluvial deposit unit. The stratigraphic relationship between Mentulu metamorphic-sandstone unit and Lthe emat conglomerate unit is nonconformity. The relationship between Lthe emat conglomerate unit and Lemat gravel-sandstone unit and Benakat volcanic-siltstone unit is interfingering. The relationship between alluvial deposit units with Lemat conglomerate units and Lemat gravel-sandstone units is aan ngular unconformity. Analysis of lithofacies and architectural elements of the study area showed a fluvial depositional environment. The resulting architectural elements are 8 associations: SG (sedimentary gravity flow), GB (gravel bedform), SB (sandy bedform), CH (channel), DA (downstream accretion), HO (scour-hollow fill), AC (abandoned channel) and FF (overbank fine). The depositional environment of the Lemat Formation; Lemat conglomerate unit in alluvial fans environment, Lemat gravel sandstone unit in the shallow environment, gravel-bed braided river. In the Benakat tuffaceous-siltstone unit, it was deposited in a flashy, ephermal, sheet flood, sand-bed river environment.
PALEOEKOLOGI DAN PALEOIKLIM DAERAH TANJUNG JABUNG BARAT, JAMBI Sapto Kis Daryono; Carolus Prasetyadi; Sutanto Sutanto; Eko Teguh Paripurno
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i2.9510

Abstract

Lintasan Oligosen-Miosen yang tersingkap di Lintasan Stratigrafi Lubuk Lawas dan Lubuk Bernai di Bukit Tigapuluh, Subcekungan Jambi, Indonesia, mengarsipkan sisa-sisa vegetasi khatulistiwa pada saat pemanasan global yang ekstrem dan mendekati permulaan tumbukan mikrokontinen Jawa Timur-Eurasia, diteliti dengan menggunakan pemetaan permukaan, stratigrafi dan palinologi.  ingkungan pengendapan berubah dari waktu ke waktu, melewati dari cekungan tektonik yang sempit dan bersisi curam, selama Oligosen Awal hingga Akhir, diikuti oleh suatu cekungan lakustrin hingga palustrin dengan pengaruh lautan, sebagai akibat dari pergerakan distensif E-W antara Sesar Jambi dan Sesar Sunda di Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah.Variasi fosil polen penentu ekologi dan iklim masa lalu berkembang Palynomorph Marine, Palynomorph Continentaldengan sublingkungan Mangrove-Backmangrove, Peat Swamp, Freshwater Swamp, Freshwater Algae, Riparian dan Montane. Terjadinya serbuk sari angiosperma yang sangat beragam secara taksonomi di ketiga zona palinologi membuktikan flora tropis daratan dan dekat pantai yang sangat kaya di bawah rezim curah hujan musiman yang kuat. Iklim tetap hangat dan menjadi semakin lembab menjelang akhir Miosen.Kata Kunci : Oligosen, Miosen, Paleoekologi, Paleoiklim, Tanjung Jabung Barat, Jambi
PALEOENVIRONMENT ENDAPAN PALEOGEN, DAERAH TANJABBAR, JAMBI Sapto Kis Daryono; Carolus Prasetyadi; Eko Teguh Paripurno
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i1.9528

Abstract

Lintasan Oligosen-Miosen yang tersingkap di Lintasan Stratigrafi Lubuk Lawas dan Lubuk Bernai di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Subcekungan Jambi, Indonesia, mengarsipkan sisa-sisa vegetasi khatulistiwa pada saat pemanasan global yang ekstrem dan permulaan tumbukan mikrokontinen Jawa Timur-Eurasia, diteliti dengan menggunakan pemetaan permukaan dan palinologi. Satuan batuan diendapkan selama satu fase sedimentasi, yaitu fase endapan kontinental, yang terdiri dari konglomerat, batupasir kerikilan dan batupasir yang mengisi cekungan diikuti oleh endapan transgresif yang terkait dengan pendalaman lingkungan cekungan. Tiga zona palinologi Meyeripollis naharkotensis (Oligosen), Florschuetzia trilobata (Miosen Awal) dan Florschuetzia levipoli (Miosen Tengah) diidentifikasi secara stratigrafi berdasarkan kelimpahan taksa polen ini di atas yang lain. Perlapisan batuan merupakan endapan dari Oligosen Awal hingga Miosen Tengah dari bawah ke arah atas. Lingkungan pengendapan berubah dari waktu ke waktu, melewati dari cekungan tektonik yang sempit dan bersisi curam, selama Oligosen Awal hingga Akhir, diikuti oleh suatu cekungan lakustrin hinggapalustrin dengan pengaruh lautan, sebagai akibat dari pergerakan distensif E-W antara Sesar Jambi dan Sesar Sunda di Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah. Terjadinya serbuk sari angiosperma yang sangat beragam secara taksonomi di ketiga palinozone membuktikan flora tropis daratan dan dekat pantai yang sangat kaya di bawah rezim curah hujan musiman yang kuat. Iklim tetap hangat dan menjadi semakin lembab menjelang akhir Miosen. Sifat lingkungan tersebut terkait dengan dinamika pembukaan pembukaan cekungan.Kata kunci : Oligosen-Miosen, Lingkungan Pengendapan, Tanjabbar, Jambi
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DESA NGAGLIK DAN SEKITARNYA, GEBANG, PURWOREJO, JAWA TENGAH Capoeira Capoeira; Eko Teguh Paripurno; Sari Bahagiarti Kusumayudha
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v8i1.9611

Abstract

Bencana alam merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, yang menimbulkan bagi kehidupan masyarakat. Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang menimbulkan banyakkerugian bagi masyarakat. Secara administrasi daerah telitian berada di daerah Desa Ngaglik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis berada pada di zona UTM (Universal Transverse Mercator)49S dengan koordinat x: 385500-390500 (west-east) dan y:9155000-9160000 (south-north). Luas daerah telitian 25km2 dengan skala 1:12.500. Metode yang peneliti gunakan berupa studi pustaka, pemetaan geologi permukaan dan analisis hasil laboratorium pada conto batuan dan tanah menghasilkan Peta Geomorfologi, Peta Lintasan, Peta Geologi dan Peta Zonasi Rawan Bencana Longsor. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi didapatkan dua satuan bentuk asal dengan 3 satuan bentuklahan, yaitu bentuk asal struktural dengan bentuklahan perbukitan homoklin (S1) dan lembah homoklin (S2), serta bentuk asal fluvial dengan bentuklahan dataran alluvial (F1). Pola pengaliran yang berkembang di daerah telitian berupa pola aliran trellis. Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi tiga satuan batuan dan endapan alluvial. Urutan satuan batuan dari yang tertua hingga termuda adalah satuan breksi Halang hubungan stratigrafi menjari dengan satuan batupasirtufan Halang (Miosen akhir) dan satuan batupasirkarbonatan Halang (Pliosen awal). Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar mendatar kanan turun Kali Jali, Girimulyo, sesar mendatar kanan naik PrumbenTlogosono dan sesar mendatar kiri turun Tlogosono. Dari hasil pemetaan geoteknik didapatkan delapan lereng yang dianalisis, yaitu empat lereng tanah dan empat lereng batuan. Kriteria keruntuhan yang digunakan berupa Mohr-Coloumb dan Generalized Hoek and Brown dengan metode kesetimbangan batas menurut Morgensten-Price. Hasil analisis faktor keamanan menyatakan lima lereng dengan kelas stabil, 2 lereng dengan kelas labil dan 1 lereng dengan kelas kritis. Zona rawan bencana longsor dibuat menggunakan software ArcGis 10.4.1, didapatkan tiga kelas kerawanan longsor pada daerah telitian, yaitu kelas kerawanan longsor tinggi, sedang dan rendah. Analisis zona rawan bencana longsor menggunakan enam parameter bencana longsor, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, satuan batuan, jarak struktur, tata guna lahan dan nilai FK.Kata-kata Kunci : halang, gerakan massa, longsor, FK
PALEOENVIRONMENT ENDAPAN PALEOGEN, DAERAH SUNGAI KETALO- MALAKO, JAMBI Sapto Kis Daryono; Carolus Prasetyadi; Sutanto Sutanto; Eko Teguh Paripurno
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i1.9533

Abstract

Lintasan Oligosen-Miosen yang tersingkap di Lintasan Stratigrafi Sungai Ketalo dan Malako di Jambi Barat, Subcekungan Jambi, Indonesia, mengarsipkan sisa-sisa vegetasi khatulistiwa pada saat pemanasan global yang ekstrem dan permulaan tumbukan mikrokontinen Jawa Timur-Eurasia, diteliti dengan menggunakan pemetaan permukaan dan palinologi. Satuan batuan diendapkan selama satu fase sedimentasi, yaitu fase endapan kontinental, yang terdiri dari konglomerat, batupasir kerikilan dan batupasir yang mengisi cekungandiikuti oleh endapan transgresif yang terkait dengan pendalaman lingkungan cekungan. Tiga zona palinologi Meyeripollis naharkotensis (Oligosen), Florschuetzia trilobata (Miosen Awal) dan Florschuetzia levipoli (Miosen Tengah) diidentifikasi secara stratigrafi berdasarkan kelimpahan taksa polen ini di atas yang lain. Perlapisan batuan merupakan endapan dari Oligosen Awal hingga Miosen Tengah dari bawah ke arah atas. Lingkungan pengendapan berubah dari waktu ke waktu, melewati dari cekungan tektonik yang sempit dan bersisi curam, selama Oligosen Awal hingga Akhir, diikuti oleh suatu cekungan lakustrin hinggapalustrin dengan pengaruh lautan, sebagai akibat dari pergerakan distensif E-W antara Sesar Jambi dan Sesar Sunda di Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah.Kata Kunci : Oligosen-Miosen, Lingkungan Pengendapan, Sungai Ketalo-Malako, Jambi
Co-Authors Aditya Pandu Wicaksono Aditya Zaenalfi Faozi Agung Yulianto Nugroho Agus Triyono Aminah Mimin Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Awang Hendrianto Pratomo Benny Antony Kaban Berliyan Ramadhaniyanto Capoeira Capoeira Carolus Prasetyadi Daryono, Sapto Kis Dikau Mahardika Pratama Elisabet Isyana Rahayu Eni Muryani Esti Julistantie Faozi, Aditya Zaenalfi Fariz Dwi Prayogi Ficky Adi Kurniawan Galih Haryo Wisanggeni Gandar Mahojwala Gigih Aditya Pratama Gomareuzzaman, Muammar Haifani, Shodiq Hanifah Putri Indrasmara Hikmat Surbakti Hikmat Surbakti Indrasmara, Hanifah Putri Inggit Fandayati Jakiatin Nisa, Jakiatin JOHAN DANU PRASETYO Julistantie, Esti Juspri Nadeak Koesuma, Sorja Kurniawan, Ficky Adi Kustanto Putra, Abdurrohim Lestari, Puji Mahojwala, Gandar Mariany, Aria Marzun, Muhammad Hakiim Mohammad Zainudin Muammar Gomareuzzaman Nadeak, Juspri Nandra Eko Nugroho Nandra Eko Nugroho Nasrullah Nugrahajati, Susilastuti Dwi Nugroho , Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Rianto Nugroho, Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Riyanto Budi Nugroho, Nandra Eko Panji Dwi Ashrianto, Panji Dwi Prasetya, Johan Danu Prasetyadi, Carolus PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purbudi Wahyuni PURBUDI WAHYUNI, PURBUDI Purnama, Anton Roy Purwanta, Jaka Purwanto, Hadi Rahayu, Elisabet Isyana Salma Rosikhatul Muniroh Sapto Kis Daryono Sapto Kis Daryono Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Silvanto, Tri Suharsono Suharsono SUKIYANI Susilastuti Dwi Nugraha Jati Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Teguh Wibowo Try Udjang Ismail Utomo, Bambang Setya Wahyu Sugeng Triadi Wahyu Sugeng Triadi Wana Kristanto Wibowo, Elmi Windarti, Anissa Wintoro, Binjali Wiratama Putra Wisanggeni, Galih Haryo Yatini, Y. Yohana Noradika Maharani Yohana Norandika Maharani Yugyasmono