Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Lahan Kawasan Permukiman Daerah Rawan Longsor di Padukuhan Gedang, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan Sleman Salma Rosikhatul Muniroh; Eko Teguh Paripurno; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.228 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8883

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh isu lingkungan daerah rawan bencana longsor di Kapanewon Prambanan dan informasi dalam RTRW Kabupaten Sleman 2011-2031 yang berdampak terhadap pengembangan kawasan permukiman pada beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kemampuan lahan di Padukuhan Gedang, Sambirejo, Prambanan, DIY. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan lahan kawasan permukiman. Metode yang digunakan adalah pengharkatan dan pembobotan serta analisis deskriptif kuantitatif dengan parameter yang digunakan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Faktor Fisik dan Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Tata Ruang. Analisis kemampuan lahan meliputi Satuan Kemampuan Lahan morfologi, kemudahan dikerjakan, kestabilan lereng, kestabilan pondasi, ketersediaan air, drainase, erosi, pembuangan limbah, dan bencana alam. Hasil penelitian menunjukan terdapat kelas kemampuan lahan dengan hasil klasifikasi kemampuan lahan diantaranya, kemampuan lahan sedang, dan kemampuan lahan agak tinggi. Analisis kemampuan lahan tersebut diperkuat dengan adanya data perhitungan Faktor Keamanan lereng dan erosi aktual di daerah penelitian. Nilai FK yang didapatkan yaitu sebesar 0,486 yang termasuk kategori tidak stabil pada lereng selatan dan 1,845 yang termasuk kategori stabil pada lereng utara. Erosi aktual yang telah diukur mendapatkan hasil sebesar 2.306,25 t/ha, 2.164 t/ha, dan 9.862,12 t/ha.Kata Kunci: Kemampuan Lahan; Longsor; Pengembangan Kawasan; Permukiman
Pengelolaan Risiko Banjir Lahar Hujan Gunungapi Semeru Sektor Tenggara, Lumajang, Jawa Timur Eko Teguh Paripurno; Awang Hendrianto Pratomo; Nandra Eko Nugroho; Wahyu Sugeng Triadi; Wiratama Putra
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.7762

Abstract

Sabtu, 4 Desember 2021, Gunungapi Semeru mengalami erupsi memuntahkan material awan panas guguran dan banjir lahar hujan ke sekitar Sungai Besuk Kobokan di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Banyaknya korban yang jatuh pada erupsi Gunungapi Semeru 2021 diakibatkan karena adanya pusat aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Besuk Kobokan serta kurangnya peringatan dan pengetahuan masyarakat akan pengurangan risiko bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengupayakan pengelolaan risiko bencana di sub urusan sistem peringatan dini banjir lahar hujan Gunungapi Semeru. Fokus penelitian ini ada pada layanan pemantauan bahaya pada beberapa parameter yang mempengaruhi terjadinya banjir lahar hujan berbasis infrastruktur Internet of Things dan cloud computing yang akurat dan real-time.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Hunian Tetap di Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang Galih Haryo Wisanggeni; Eko Teguh Paripurno; Muammar Gomareuzzaman; Nandra Eko Nugroho; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11667

Abstract

Gunung Semeru mengalami erupsi pada 4 Desember 2021 yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Semeru sehingga harus dievakuasi di beberapa titik pengungsian. Hal ini membuat pemerintah bersama beberapa pihak membangun hunian tetap untuk warga terdampak bencana Gunung Semeru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk Pembangunan hunian tetap yang merupakan hunian yang ditujukan untuk relokasi masyarakat pascabencana erupsi gunung semeru. Penentuan kesesuaian lahan dengan menggunakan 10 parameter yaitu kemiringan lereng, posisi jalur patahan, kekuatan batuan, kembang kerut tanah, daya dukung tanah, kondisi saluran permukaan tanah, kedalaman air tanah, bahaya erosi, bahaya longsor dan bahaya banjir. Analisis dan pengambilan data pada penelitian ini menggunakan beberapa metode antara lain metode survei dan pemetaan, geolistrik, dan uji laboratorium. Penentuan kesesuaian lahan menunjukkan hasil 2 kelas kesesuaian lahan yaitu sangat sesuai (S1) dengan luas 664231 m2 atau seluas 56.04% dan sesuai (S2) dengan luas 521017 m2 atau seluas 43,96%. Parameter yang menjadi faktor penghambat utama dari hasil evaluasi pada penelitian ini adalah bahaya erosi.
Disaster Preparedness Communication for Residents at Kalibata City Apartment Wibowo, Teguh; Nugrahajati, Susilastuti Dwi; Paripurno, Eko Teguh
Jurnal Paradigma Vol 28, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v28i2.12277

Abstract

The construction of vertical housing or apartments is one of the government's efforts to meet the increasing residential needs of urban communities. The hazards that haunt a housing area such as the occurrence of unit fires, the feeling of earthquakes to other events will cause potential disasters and pose a risk. Residents have the right to live in a safe and comfortable residence, of course, with the obligation of the building manager to be able to facilitate these conditions. Effective communication is an important part of receiving messages and information that suits the needs of residents in understanding the risks that exist. The research was conducted to see the ways of communication carried out by residents who live in Kalibata City apartments as a form of disaster preparedness. The method of observation and direct involvement in forums in the Kalibata City resident community was carried out by combining literature review from previous documents. The result of the research is a communication method found in a community in a vertical residential area that matches the character of urban society.
An Application of HVSR Method on Microtremor Data for Analysis of Earthquake Potential in Candipuro District, Lumajang, Indonesia Yatini, Y.; Kustanto Putra, Abdurrohim; Paripurno, Eko Teguh
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 8 No. 4 (2023): JGEET Vol 08 No 04 : December (2023)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2023.8.4.13460

Abstract

The Earthquake of 6.1 magnitude occurred on April 10, 2021, in Lumajang district. One affected area suffered building losses, road damage, and casualties in Candipuro District, Lumajang Regency, East Java. Then the research was conducted to determine the strength of the soil against the potential earthquake by micro zoning the area in Candipuro District. This research uses the microtremor method with HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) analysis. Analysis of earthquake potential includes parameters of Ground Amplification (A0), Dominant Frequency (f0), Ground Vulnerability Index (Kg), and Ground Shear Strain (GSS). The acquisition was completed with 16 measurement points in Supiturang Village with 500 meters between points using the Portable Seismograph TDS - 303. The results obtained in Supiturang Village have the results of the amplification value factor which is classified as medium-high (2.7 - 8.7), low dominant frequency value (0.5 - 1.4 Hz), medium-high soil susceptibility index (10 - 90), VS30 value which includes medium - hard soil (187.81 - 548.38) m/s, and GSS value which shows the response of cracks and soil subsidence to shaking (2 x 10-5 - 2 x 10-4).
Pengembangan Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Lahar Hujan Merapi di Sungai Blongkeng Kabupaten Magelang Agung Yulianto Nugroho; Awang Hendrianto Pratomo; Eko Teguh Paripurno; Johan Danu Prasetya; Arif Rianto Budi Nugroho; Ficky Adi Kurniawan
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 2 No. 1 (2024): Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v2i1.98

Abstract

Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia and is located in the Sleman Regency area of the Special Region of Yogyakarta Province and the Magelang, Klaten and Boyolali Regencies in Central Java Province. There are tools to support the early warning system located at stations or posts around the Blongkeng River. This tool is still active and is needed to notify you if a rain lava flood disaster will occur with a water level sensor. Therefore, a warning system model is needed that can be utilized by the community around Blongkeng. This research was conducted using qualitative methods with data obtained through FGD/Interviews, Observation and documentation studies. The subjects of this research were 15 residents living around the Blongkeng River. The research results show that the existing device developed can provide information to the people around Blongkeng if the water level is dangerous and has the potential for lava flooding. From the results of interviews, observations and documentation studies, it shows that the community needs tools and systems to receive early warnings when a rain lava flood disaster occurs. Furthermore, as a means of information for villages located on the top/slopes of Mount Merapi to be able to provide information to villages located below it when lava floods will occur. Existing devices can provide information to people living around the Blongkeng River if the water level is dangerous and has the potential for rain lava flooding, although there are still several obstacles because there are tools at the Salamsari Station/Post that need to be calibrated.
Resiliensi Masyarakat Di Relokasi Hunian Tetap Siosar Pasca Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Benny Antony Kaban; Eko Teguh Paripurno; Puji Lestari; Yohana Noradika Maharani; Johan Danu Prasetya; Ficky Adi Kurniawan
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 1 No. 4 (2023): Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v2i1.189

Abstract

Indonesia is one of the countries that has a fairly high level of natural disaster vulnerability. Mount Sinabung is a strato-type volcano. Administratively, Mount Sinabung is in the Karo Regency, North Sumatra. The eruption of Mount Sinabung has had a very significant physical, psychological and social impact on society. In facing a disaster, survivors need to survive and continue living. The ability to adapt to conditions after experiencing a traumatic event is called resilience. People who lost their homes due to the eruption of Mount Sinabung must be willing to be relocated to new, safer places such as permanent Shelter. Researchers want to see how disaster survivors in the Siosar Permanent Residence respond to being able to recover or recover from their previous situation. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques were carried out using interviews/FGD, observation and documentation studies. The research results show that there are still teenagers who are not yet fully resilient. Researchers found teenagers who have not been able to recover from the problems they faced after the eruption of Mount Sinabung. Therefore, support from various parties or the pentahelix (government, academics, business world, society and mass media) is needed to build sustainable resilience in Siosar Permanent Shelter.  
INTEGRATED MICROTREMOR AND GEOSPATIAL ANALYSIS FOR LIQUEFACTION POTENTIAL EVALUATION IN KAPANEWON PUNDONG Mujianto, Mujianto; Maharani, Yohana Noradika; Nugroho, Arif Riyanto Budi; Paripurno, Eko Teguh; Suharsono, Suharsono
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.44020

Abstract

Kapanewon Pundong is in an active tectonic zone and has experienced significant seismic events, including the 2006 Bantul earthquake (Mw 6.3), which caused extensive damage. Liquefaction was a key contributor to infrastructure failure during the event. This study aims to evaluate liquefaction potential in Kapanewon Pundong through integrated microtremor and geospatial analysis. The Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method assessed local site effects that influence ground shaking. Liquefaction probability was estimated using the model by Zhu et al. (2017), considering parameters such as Vₛ₃₀, PGV, water table depth (WTD), distance to water bodies (DW), and average annual precipitation. The research findings include Vₛ₃₀ values that range from 221 to 893 m/s, PGV values from 16 to 29 cm/s. Panjangrejo and Srihardono villages exhibit the highest liquefaction probabilities, up to 30%. The estimated Liquefaction Spatial Extent (LSE) in these areas reaches 5.1%. These findings identify high-risk zones for earthquake-induced liquefaction and provide a quantitative foundation for spatial planning and disaster mitigation strategies in the region.
ESTIMASI Vs30 DAN PEMETAAN KLASIFIKASI TANAH BERBASIS HVSR DI WILAYAH SESAR LASEM, JAWA TENGAH Wintoro, Binjali; Paripurno, Eko Teguh; Nugroho, Arif Rianto Budi; Purwanta, Jaka; Maharani, Yohana Noradika
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.44676

Abstract

Wilayah Sesar Lasem di Jawa Tengah memiliki potensi seismik tinggi yang belum diimbangi dengan pemahaman mikrozonasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai Vs30 dan mengklasifikasikan jenis tanah di wilayah tersebut berdasarkan metode HVSR, serta menganalisis implikasi seismik dari klasifikasi tersebut. Sebanyak 60 titik pengukuran mikrotremor dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Geopsy dan OpenHVSR. Hasil inversi menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 208 hingga 556 m/s. Nilai rendah umumnya ditemukan di zona aluvial seperti Formasi Aluvium dan Lidah, sedangkan nilai tinggi tersebar di perbukitan dan formasi batuan padat seperti Lasem Volcanic dan Wonocolo. Berdasarkan klasifikasi SNI 1726:2019, mayoritas wilayah tergolong dalam kategori tanah sedang (SD) dan keras (SC). Zona tanah sedang (SD), mendominasi area di sekitar jalur aktif sesar, menunjukkan potensi amplifikasi gempa bumi  yang signifikan dan perlu mendapat prioritas dalam perencanaan mitigasi. Nilai Vs30 dan klasifikasi jenis tanah dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam tata ruang dan strategi mitigasi bencana. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data geofisika dalam perencanaan wilayah dan penguatan kapasitas masyarakat terhadap risiko gempa bumi.
BAHAYA GEMPA BUMI BERDASARKAN KONDISI GEOLOGI LOKAL DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA DI KAPANEWON PLERET, KABUPATEN BANTUL Triyono, Agus; Paripurno, Eko Teguh; Nugroho, Arif Rianto; Koesuma, Sorja; Maharani, Yohana Noradika
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.44703

Abstract

Kapanewon Pleret merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi saat gempa bumi Bantul 27 Mei 2006. Namun hingga saat ini, belum terdapat kajian yang secara khusus memetakan karakteristik geologi lokal dan kerentanan seismik di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya gempa bumi di Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, berdasarkan karakteristik geologi lokal yang diperoleh melalui metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Data mikrotremor dari 70 titik diolah untuk memperoleh parameter frekuensi dominan (fₒ), faktor amplifikasi (Aₒ), indeks kerentanan seismik (Kg), percepatan tanah maksimum (PGA), dan Ground Shear Strain (GSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fₒ berkisar antara 0,62–12,17 Hz, Aₒ antara 0,89–6,41, dan Kg dalam rentang 0,18–26,02. Nilai PGA berada pada kisaran 0,08 hingga >0,79 g, sementara GSS tercatat antara 1,06 × 10⁻⁴ hingga 1,42 × 10⁻². Zona dengan nilai fₒ rendah, Aₒ tinggi, serta Kg dan GSS tinggi banyak ditemukan pada wilayah yang tersusun atas endapan Merapi muda, yang menunjukkan tingkat kerentanan seismik yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya karakterisasi geologi lokal sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana gempa bumi.
Co-Authors Abduhu, Nur Rizqih Aditya Pandu Wicaksono Aditya Zaenalfi Faozi Agung Yulianto Nugroho Agus Triyono Agus Triyono Aminah Mimin Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Awang Hendrianto Pratomo Benny Antony Kaban Berliyan Ramadhaniyanto Capoeira Capoeira Carolus Prasetyadi Choiriah, Siti Umiyatun Daryono, Sapto Kis Dikau Mahardika Pratama Elisabet Isyana Rahayu Elizabhet Ortarita Minto Ariwati Eni Muryani Esti Julistantie Faozi, Aditya Zaenalfi Fariz Dwi Prayogi Ficky Adi Kurniawan Galih Haryo Wisanggeni Gandar Mahojwala Gandar Mahojwala Gomareuzzaman, Muammar Haifani, Shodiq Hanifah Putri Indrasmara Hikmat Surbakti Hikmat Surbakti Hilal, Syaiful Indrasmara, Hanifah Putri Jaka Purwanta Jakiatin Nisa Julistantie, Esti Juspri Nadeak Kadarisman, Denny Sukamto Koesuma, Sorja Kustanto Putra, Abdurrohim Lestari, Puji Mahojwala, Gandar Marzun, Muhammad Hakiim Muammar Gomareuzzaman Nadeak, Juspri Nandra Eko Nugroho Nandra Eko Nugroho Nasrullah Ns Aries Susanto Nugrahajati, Susilastuti Dwi Nugroho , Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Rianto Nugroho, Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Riyanto Budi Nugroho, Nandra Eko Pamungkas, Prambudhianto Putro Panji Dwi Ashrianto, Panji Dwi Prasetya, Johan Danu Prasetyadi, Carolus PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purbudi Wahyuni Purbudi Wahyuni Purwanta, Jaka Rahayu, Elisabet Isyana RR. Susilastuti Dwi Nugrahajati Salma Rosikhatul Muniroh Sapto Kis Daryono Sapto Kis Daryono Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Setia Ritma Pamungkas, Helmi Soesilo, Joko Suharsono Suharsono SUKIYANI Susilastuti Dwi Nugraha Jati Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Teguh Wibowo Try Udjang Ismail Tumin Utomo, Bambang Setya Wahyu Sugeng Triadi Wibowo, Elmi Windarti, Anissa Wintoro, Binjali Wiratama Putra Wisanggeni, Galih Haryo Yatini, Y. Yohana Noradika Maharani Yudi Firmansyah Yugyasmono