Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR MENGHADAPI DAMPAK BAHAYA ABRASI AKIBAT BANJIR ROB DAN PERUBAHAN IKLIM (STUDI KASUS: PERUBAHAN DESA BEDONO SAYUNG DEMAK KURUN WAKTU TAHUN 1990-2020) Ns Aries Susanto; Eko Teguh Paripurno; RR. Susilastuti Dwi Nugrahajati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39018

Abstract

Coastal areas along the northern coast of Java are highly vulnerable to the impacts of climate change, particularly coastal abrasion, tidal flooding, and land subsidence. Bedono Village, Sayung Sub-district, Demak Regency, represents an extreme case of a coastal community experiencing profound socio-ecological transformation due to cumulative and progressive environmental pressures. This study aims to analyze the existing hazard conditions, forms of community adaptation, and adaptation strategies perceived as resilient by local communities in responding to coastal abrasion and tidal flooding during the period 1990-2020. A qualitative research approach was employed, utilizing in-depth interviews, focus group discussions, field observations, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that abrasion, tidal flooding, and land subsidence have resulted in land loss, infrastructure damage, livelihood shifts, and coastal ecosystem degradation. Despite these challenges, the community of Bedono Village has demonstrated strong adaptive capacity through physical, economic, socio-cultural, and ecosystem-based adaptation strategies. Resilient adaptation is characterized by participatory, sustainable, and context-specific practices that integrate local knowledge, such as mangrove rehabilitation, stilt houses, livelihood diversification, and strengthened community institutions. These findings highlight the crucial role of community-based adaptation as a foundation for climate change adaptation policies in vulnerable coastal regions
Pengelolaan Risiko Konflik Monyet Ekor Panjang Berbasis Komunitas Eko Teguh Paripurno; Gandar Mahojwala; Tumin; Sukiyani
Jurnal Igakerta Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/qmh70727

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Kalurahan Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, bertujuan mengurangi konflik antara manusia dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Melalui analisis, penyuluhan, pelatihan, dan mediasi, masyarakat diajak memahami pentingnya keseimbangan ekosistem dan cara mengelola konflik satwa. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan penurunan insiden serangan monyet. Forum Relawan Siaga Desa Peduli Satwa dibentuk untuk mengelola konflik secara berkelanjutan. Tantangan seperti resistensi awal dan keterbatasan sumber daya berhasil diatasi dengan pendekatan partisipatif. Kondisi geografis kawasan Karst Gunungsewu menyediakan habitat yang mendukung namun menantang. Pendekatan partisipatif efektif dalam mengurangi konflik manusia dengan monyet ekor panjang
Pengembangan Modul Ajar Sejarah (IPS) Fase E Berbasis Kurikulum Merdeka: Integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di SMAN 5 Tangerang Selatan Jakiatin Nisa; Eko Teguh Paripurno; Yohana Noradika Maharani; Anissa Windarti; Jaka Purwanta; Arif Rianto Budi Nugroho; Eni Muryani
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.31876

Abstract

The high impact of disasters on educational institutions in Indonesia requires strengthening disaster literacy in schools. So far, the preventive aspect of disaster management has not been optimal, particularly in the development of teaching modules that are contextual and responsive to disaster risks. This study aims to develop a Phase E Grade X History Teaching Module (Social Studies) based on the Merdeka Curriculum that integrates Disaster Risk Reduction (DRR). The research uses a Research and Development (R&D) approach with a modified ADDIE model, only implementing the Analyze and Design stages. The needs analysis stage (initial analysis) was conducted through literature studies, curriculum document reviews, interviews, and observations at the Disaster-Safe Educational Unit (SPAB) of SMAN 5 South Tangerang. he results of the needs analysis indicate that the existing History Teaching Module was still conventional and had not integrated DRR. The teaching module design stage was developed by integrating DRR through changes and additions: (a) initial competencies; (b) elements to be achieved from the Pancasila Student Profile Dimensions; (c) learning objectives; (d) sparking questions before learning activities; (e) activities in the Critical Thinking Core Activity section of individual assignments; (f) questions that test students' understanding; (g) in the formative and summative assessment sections of group assignments; and (h) in enrichment and remedial activities. This PRB Integrated History Teaching Module is expected to not only improve students' understanding of disaster history, but also instill the values of preparedness and social awareness, as well as support the Disaster Safe Education Unit (SPAB) program and sustainable education goals in Indonesia.
Perbandingan Nilai Ketangguhan Desa Pesisir atas Risiko Tsunami dan Faktor Perubahan Nilai Ketangguhan: Studi atas Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul Yugyasmono; gandar Mahojwala; Eko Teguh Paripurno; Purbudi Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/fgy0tb58

Abstract

Pesisir selatan Pulau Jawa merupakan wilayah rawan tsunami, kondisi ini mendorong upaya penilaian ketangguhan yang dilakukan sejak 2019 oleh BNPB untuk menguji ketangguhan desa secara khusus pada bencana tsunami. Sebagaimana wilayah lain di pesisir selatan Pulau Jawa, Kabupaten Bantul memiliki risiko tinggi, begitu pula Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo. Kedua desa ini secara purposif dipilih untuk perbandingan dikarenakan kedua desa ini memiliki tingkat risiko yang sama tingginya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai ketangguhan kedua desa berdasarkan penilaian pada tahun 2019 dan 2020 yang menggunakan perangkat Penilaian Ketangguhan Bencana Desa/Kelurahan, serta mengeksplorasi secara kualitatif faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ketangguhan dan perubahannya atas nilai ketangguhan kedua desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perbandingan nilai ketangguhan disajikan dengan naratif dan tabel perbandingan berdasarkan komponen-komponen yang ada, dan eksplorasi digali melalui wawancara mendalam atas pihak-pihak yang turut membangun ketangguhan di desa. Hasil menunjukkan bahwa dalam perbandingan nilai, terjadi penurunan nilai ketangguhan di Desa Parangtritis dari kategori Desa Tangguh Utama menjadi Desa Tangguh Madya, sedangkan terjadi kenaikan pada Desa Tirtohargo dari kategori Desa Tangguh Madya menjadi Desa Tangguh Utama. Ketangguhan yang keduanya diatas rata-rata tersebut dipengaruhi oleh; pengalaman dan pembelajaran peristiwa Gempa 2006, kuatnya nilai gotong royong dan kemandirian, inisiatif masyarakat melalui Forum PRB Desa, peran pemerintah desa, dukungan pemerintah daerah maupun pusat, kontribusi organisasi-organisasi non pemerintah, dan ketersediaan anggaran desa. Penelitian ini mencatat bahwa penegakan prosedur penilaian dan pemahaman penilaian untuk fasilitator dan peserta juga mempengaruhi perubahan nilai yang dihasilkan.
Multi-Criteria Geological Assessment for Geosite Prioritization in the Alteration Zone of Bogor Halimun Salak Geopark, West Java, Indonesia Setia Ritma Pamungkas, Helmi; Soesilo, Joko; Paripurno, Eko Teguh; Choiriah, Siti Umiyatun; Kadarisman, Denny Sukamto; Hilal, Syaiful; Firmansyah, Yudi; Pamungkas, Prambudhianto Putro; Abduhu, Nur Rizqih
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 3 (2026): Articles In Press Vol 11 No 3 2026
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sustainable development and conservation of geosites require an assessment that distinguishes geoheritage value from the physical capacity of land to support safe use. This study evaluates ten geosites in the hydrothermal alteration zone of the Bogor Halimun Salak Geopark, West Java, Indonesia, using an integrated multi-criteria geological framework. The Geological Agency scheme was modified by exchanging the weights assigned to groundwater availability (14 to 2) and soil-rock bearing capacity (2 to 14), while retaining the total supporting-factor weight. This modification was adopted because the original output was dominated by the hydrogeological pattern, whereas engineering suitability in clay-rich alteration zones is more directly controlled by material strength and stability. GIS overlay, laboratory-derived engineering-geology information, and field verification were used to integrate lithology, slope, bearing capacity, aquifer productivity, landslide susceptibility, and land-use constraints. The modified scheme expanded the high-suitability area from 2,673.88 to 5,898.13 ha, reduced the moderate class from 9,802.93 to 5,552.50 ha, and increased the low class to 2,985.28 ha, thereby improving spatial discrimination. Two geosites were classified as high suitability, two as moderate suitability, and six as low suitability. High-suitability sites are generally associated with competent volcanic rocks, gentle slopes, and relatively high bearing capacity, whereas low-suitability sites commonly occur in clay-rich altered materials with high plasticity, shrink-swell behaviour, and landslide constraints. The framework supports decision-making by separating locations suitable for controlled facilities from sites requiring restricted development and conservation-oriented management.
Co-Authors Abduhu, Nur Rizqih Aditya Pandu Wicaksono Aditya Zaenalfi Faozi Agung Yulianto Nugroho Agus Triyono Agus Triyono Aminah Mimin Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Awang Hendrianto Pratomo Benny Antony Kaban Berliyan Ramadhaniyanto Capoeira Capoeira Carolus Prasetyadi Choiriah, Siti Umiyatun Daryono, Sapto Kis Dikau Mahardika Pratama Elisabet Isyana Rahayu Elizabhet Ortarita Minto Ariwati Eni Muryani Esti Julistantie Faozi, Aditya Zaenalfi Fariz Dwi Prayogi Ficky Adi Kurniawan Galih Haryo Wisanggeni Gandar Mahojwala Gandar Mahojwala Gomareuzzaman, Muammar Haifani, Shodiq Hanifah Putri Indrasmara Hikmat Surbakti Hikmat Surbakti Hilal, Syaiful Indrasmara, Hanifah Putri Jaka Purwanta Jakiatin Nisa Julistantie, Esti Juspri Nadeak Kadarisman, Denny Sukamto Koesuma, Sorja Kustanto Putra, Abdurrohim Lestari, Puji Mahojwala, Gandar Marzun, Muhammad Hakiim Muammar Gomareuzzaman Nadeak, Juspri Nandra Eko Nugroho Nandra Eko Nugroho Nasrullah Ns Aries Susanto Nugrahajati, Susilastuti Dwi Nugroho , Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Rianto Nugroho, Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Riyanto Budi Nugroho, Nandra Eko Pamungkas, Prambudhianto Putro Panji Dwi Ashrianto, Panji Dwi Prasetya, Johan Danu Prasetyadi, Carolus PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purbudi Wahyuni Purbudi Wahyuni Purwanta, Jaka Rahayu, Elisabet Isyana RR. Susilastuti Dwi Nugrahajati Salma Rosikhatul Muniroh Sapto Kis Daryono Sapto Kis Daryono Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Setia Ritma Pamungkas, Helmi Soesilo, Joko Suharsono Suharsono SUKIYANI Susilastuti Dwi Nugraha Jati Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Sutanto Teguh Wibowo Try Udjang Ismail Tumin Utomo, Bambang Setya Wahyu Sugeng Triadi Wibowo, Elmi Windarti, Anissa Wintoro, Binjali Wiratama Putra Wisanggeni, Galih Haryo Yatini, Y. Yohana Noradika Maharani Yudi Firmansyah Yugyasmono