Claim Missing Document
Check
Articles

Viabilitas Dan Vigor Benih Cengkeh (Euegenia aromaticum L) Pada Media Perkecambahan Yang Berbeda Sandi Purnawirawan; Maemunah Maemunah; Enny Adelina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 6 No 2 (2018): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkajiviabilitas benih cengkeh pada jenis media perkecambahan yang berbeda dan mengetahui vigor setelah benih melalui proses perkecambahan pada media kecambah yang berbeda.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tahap awal dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada tahap keduadengan satu faktor yaitu media perkecambahan yang terdiri dari empat perlakuan serbuk gergaji (M1), sekam padi (M2), cocopeat (M3) dan pasir (M4), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kalisehingga terdapat 12 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam jika terdapat pengaruh yang berbeda akan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media perkecambahancocopeat menghasilkan daya berkecambah 98,67 %, potensi tumbuh 100,00% dan kecepatan berkecambah 97 (rata-rata hari) memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Jenis kecambah asal media serbuk gergaji memberikan pertumbuhan lebih baik pada luas segitiga stamina yaitu 3,33 (cm2) sedangkan kecambah asal media cocopeat memberikan pengaruh terbaik pada indeks vigor hipotetik yaitu 2,24.
Identifikasi Anatomi Dan Morfologi Mangga (Mangifera indica L.) Lokal Desa Toboli Induk Dan Desa Olaya Kabupaten Parigi Moutong Sesaiful Rizal; Maemunah Maemunah; Adrianton Adrianton
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 6 No 3 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga (Mangifera indica L) merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengidentifikasi morfologi dan anatomi mangga lokal di Desa Toboli Induk Kecamatan, Parigi Utara dan Desa Olaya Kecamatan, Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Toboli Induk dan Desa Olaya Kabupaten Parigi Moutong dan dilanjutkan di laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako, pada bulan Juli 2016 sampai dengan Agustus 2016. Penelitian menggunakan metode survei,lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) berdasarkan informasi Dinas Pertanian dan masyarakat setempat. Sebanyak dua desa, setiap desa diambil secara acak setiap pohon dengan criteria umur pohon relative seragam dan sudah berproduksi secara singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aksesi yang terpilih dari masing-masing desa di Kecamatan Parigi dan Parigi Utara berdasarkan karakteristik morfologi, dan anatomi daun tanaman mangga yang rata-rata diwakili oleh dua aksesi pada setiap desa. Pada desa Toboli Induk dengan jarak 0.695 diperoleh dua aksesi terpilih yaitu TBI8 dan TBI2. Desa Olaya terdapat dua aksesi yaitu OLY4 dan OLY5 dan digabungan kedua Desa di wakili oleh aksesi TBI8 dan OLY4.
Kajian Viabilitas Benih Tiga Aksesi Mangga Kweni (Mangifera odorata Griff.) Asal Desa Bahomohoni Morowali Hamlisa Hamlisa; Maemunah Maemunah; Enny Adelina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 2 (2019): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga kweni adalah salah satu jenis mangga yang banyak tumbuh di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji viabilitas dan vigor benih tiga aksesi mangga kweni (Mangifera odorata Griff). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2017, di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan kebun akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, dilakukan dengan dua tahap percobaan, yaitu tahap pertama adalah uji viabilitas menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Tahap kedua yaitu uji vigor menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan benih aksesi mangga yang digunakan adalah benih hasil seleksi dari Desa Bahomohoni Morowali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi mangga kweni Bahomohoni 9 merupakan aksesi yang memiliki rata-rata nilai terbaik pada parameter daya berkecambah yaitu 90%/minggu, potensi tumbuh maksimum yaitu 100%/minggu, pertambahan tinggi tanaman yaitu 6,4 cm/minggu, pertambahan jumlah daun yaitu 2,7 helai, pertambahan diameter batang yaitu 3,9mm/minggu, luas segitiga stamina 316,4cm2//minggu, dan indeks vigor hipotetik yaitu 7,3/minggu.
PENGARUH BOBOT UMBI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki) VARIETAS LEMBAH PALU Maemunah Maemunah; Sri Anjar Lasmini; Zainuddin Zainuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 4 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium wakegi Araki) varietas lembah palu merupakan salah satu komoditas hortikultura yang merupakan bahan baku utama industri bawang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bobot umbi dan dosis pupuk NPK yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah palu bertempat di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan areal pertanaman petani dengan model bedengan cekung yang dilaksanakan bulan Januari sampai Maret 2018. Metode menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor, yaitu faktor I : 1) bobot umbi yakni bobot 3,0 sampai 4,9g/umbi dan 2) bobot umbi 5g sampai 8g/umbi, faktor II yaitu 1) Pupuk NPK 160 kg/ha, dan 2) Pupuk NPK 240 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara bobot umbi dan pemupukan NPK terhadap variabel tinggi tanaman umur 2 MST, pada bobot umbi 5 g – 8 g dan dosis pupuk NPK 240 kg/ha = 13,12 cm/rumpun , berat segar tanaman panen = 36.42 g/rumpun, bobot umbi 5 g - 8 g memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dari bobot umbi 3,0g sampai 4,9g luas daun = 383,88 cm2/rumpun , berat segar umbi = 25,27g/rumpun berat kering umbi = 7,96g/rumpun, dan diameter umbi = 2,09cm/rumpun. Dosis pupuk NPK 240 kg/ha memberikan hasil yang lebih baik dari pada dosis pupuk NPK 160 kg/ha yaitu pada luas daun yakni 378,57 cm2/rumpun, berat segar tanaman umur 6 MST = 25,42 g/rumpun, dan berat kering tanaman umur 6 MST = 3,01 g/rumpun.
Karakter Warna Dan Persentase Perubahan Warna Hasil Persilangan Jagung Ungu Dan Jagung Kuning Manis Pada Generasi F1, F2 Dan F3 Mustakim Mustakim; Sakka Samudin; Maemunah Maemunah; Jeki Jeki; Yusran Yusran
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemurnian dan evaluasi varietas hasil persilangan penting dilakukan untuk menghasilkan varietas unggul baru. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh beberapa karakter warna dan persentase perubahan warna yang muncul pada generasi F1 hingga F3. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai Agustus 2019 di desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode seleksi massa. Seleksi menggunakan benih beragam warna yang ditanam dibeberapa petakan. Setiap warna di tempatkan pada satu petakan. Penanaman benih menggunakan isolasi waktu selama 21 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yang ditampilkan dalam bentuk gambar. Variabel pengamatan antara lain jumlah warna yang muncul ditiap generasi dan persentase perubahan warna yang muncul pada generasi F2 dan F3. Hasil penelitian menunjukkan jumlah warna yang muncul pada generasi F1 yaitu ungu, kuning dominan ungu, ungu dominan kuning, dan warna kuning. Generasi F2 terdapat lima warna baru yaitu: kuning dominan putih, putih dominan kuning, putih, putih dominan ungu dan ungu dominan putih. Persentase perubahan warna yang signifikan terdapat pada warna ungu, kuning dan putih. Persentase warna yang tidak signifikan terdapat pada warna, ungu dominan kuning, kuning dominan ungu, putih dominan kuning, kuning dominan putih, putih dominan ungu, ungu dominan putih dan biji kisut.
ANALISIS KEMUNDURAN BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) BERDASARKAN LAMA PENGERINGAN Dewi Anjarwati; Enny Adelina; Maemunah Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang terus mendapat perhatian untuk dikembangkan. Benih kakao termaksud rekalsitran yaitu benih yang tidak tahan dikeringkan peka terhadap suhu dan kelembaban rendah. Viabilitas benih rekalsitran hanya dapat dipertahankan sampai beberapa minggu atau beberapa bulan saja, meskipun disimpan pada kondisi optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemunduran benih kakao setelah pengeringananginan dan mengkaji hubungan lama pengeringanginan terhadap kadar air kritikal benih. Penelitian ini dilakukan dua tahap, tahap pertama uji viabilitas benih kakao di pesemaian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu perbedaan lama waktu pengeringan, tahap kedua yaitu uji viabilitas bibit menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu lama waktu pengeringan, benih yang dipindahkan adalah benih yang berkecambah normal pada tahap pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringanginan pada benih kakao mempengaruhi viabilitas kecambah yaitu semakin lama benih dikeringanginankan maka kadar air benih, persentase daya berkecambah, persentase potensi tumbuh semakin menurun dan persentase kecepatan berkecambah benih semakin lambat. Pengeringanginan benih juga mempengaruhi viabiltas pembibitan indeks vigor hipotetik yaitu semakin lama benih dikeringanginkan makan indeks vigor hipotetik semakin menurun. Pengeringanginan pada kakao klon S1 dengan kadar air 55,62% dan kakao klon S2 dengan kadar air 48,64% diperoleh selama 30 jam, merupakan batas kadar air kritikal benih kakao klon S1 dan klon S2.
APLIKASI BEBERAPA SISTEM HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Mohammad Rifqi Arianto; Maemunah Maemunah; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas. Keuntungan dari penggunaan sistem ini dapat menghasilkan kuantitas dan kualitas produksi yang lebih tinggi dan bersih. Keuntungan lainnya penggunaan lahan lebih efisien, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, serta periode tanam yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sistem hidroponik terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di kebun hidroponik, jl. Setia Budi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu. Berlangsung pada bulan April sampai Mei 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan penelitian terdiri atas tiga sistem yaitu sistem NFT (Nutrient Film Technique), sistem DFT (Deep Flow Technique), dan sistem Wicks yang diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan tiga tanaman, dengan demikian diperoleh 45 sampel tanaman. Parameter amatan, yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), volume akar, bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g). Data pengamatan di Analisis Of Varian (Anova) dengan uji F 5%, bila analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa aplikasi beberapa sistem hidroponik memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan perlakuan terbaik diperoleh pada sistem Wicks karena memiliki jumlah daun terbanyak yaitu 10, 80 helai, bobot segar tertinggi yaitu 56,56 g dan bobot kering tanaman tertinggi 3,53 g.
VIABILITAS BENIH BAWANG MERAH (Allium wakei Araki) PADA BERBAGAI LAMA PERENDAMAN DUA ZAT PENGATUR TUMBUH Keke Anjaswari; Fathurrahman Fathurrahman; Maemunah Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 3 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan benih bawang merah (Allium wakegi Araki.)yang tidak optimal dapat menurunkan viabilitas benih sehingga dibutuhkan suatu tindakan untuk meningkatkan mutu benih yaitu dengan melalui pemberian ZPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh ZPT ekstrak tauge dan sitokinin yang terbaik terhadap viabilitas benih bawang merah. Penelitian ini dilakukan dalam satu tahap, yaitu dengan tahap uji viabilitas benih menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu Faktor pertama yaitu jenis ZPT yang terdiri dua taraf perlakuan ZPT yaitu ekstrak tauge dan ZPT sitokinin. Faktor kedua yaitu lama perendaman yang terdiri atas empat taraf perlakuan 1) (tanpa perendamn), 2) (½ jam), 3) (1jam), 4) (1 ½ jam), dan 5) (2 jam), sehingga terdapat 30 unit percobaan masing-masing unit ditanam 30 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT dari ektraktauge memberikan pengaruh yang lebih dengan Lama perendaman 300 ml/l memberikan pengaruh lebih baik untuk waktu 2 jam pada kecepatan berkecambah, waktu berkecambah, volume akar 29 HST, berat basah daun, berat basah umbi, berat kering daun dan berat kering umbi.Antara ZPT ekstrak tauge, sitokinin dan lama perendaman menunjukkan enteraksi dan memberikan hasil yang lebih baik pada kecepatan berkecambah, waktu berkecambah, panjang akar 29 HST berat basah (daun, dan umbi) dan berat basah kering (daun dan umbi) yang memberikan pengaruh interaksi sangat nyata.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina Kulesh) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Ismail Assidik; Maemunah Maemunah; Adrianton Adrianton
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras, di Indonesia Jagung banyak dikonsumsi di pedesaan, terutama di daerah marginal. Peranan jagung di Indonesia cukup penting sebagai tanaman pangan yang menempati urutan kedua setelah padi. Jagung digunakan sebagai makanan ternak dan bahan baku industri. Tanaman jagung juga dibudidayakan sebagai penghasil hijauan pakan ternak dan juga sebagai pupuk organik.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis pupuk yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut, Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali pada bulan Juli sampai Agustus 2018. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu pemberian pupuk organik dan anorganik.Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan pengamatan, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, berat tongkol diameter tongkol, jumlah baris biji tiap tongkol, muncul bunga jantan dan bunga betina.Pemberian perlakuan pupuk anorganik NPK memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk organik.Jenis pupuk yang lebih baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut adalah pupuk anorganik dibandingkan dengan pupuk organik.Pupuk anorganik NPK memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut yaitu tinggi tanaman 188,70 cm, panjang tongkol 17,24, Diameter batang 3,76, umur berbunga 42,46 hari dan berat tongkol 1442,00 g.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Arnianti Arnianti; Maemunah Maemunah; Jeki Jeki
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 4 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura komoditas sayuran yang juga berfungsi sebagai bahan penyedap masakan dan juga sangat bermanfaat bagi kesehatan mengandung unsur-unsur aktif sebagai bahan anti bioitik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih di dataran tinggi, dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, dengan enam perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Sehingga terdapat 24 unit percobaan, dan dalam setiap petakan terdapat 50 populasi tanaman dengan ukuran petak 2 m x 1 m dan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Penelitian ini menggunakan analisis ragam, dengan menggunakan Uji f dengan selang kepercayaan 95% atau α 0,05. Jika hasil uji menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur BNJ taraf 5% untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal bahwa: Pada pemberian pupuk organik cair konsentrasi 4 ml/l air memberikan hasil terbaik terhadap bobot segar daun, bobot segar umbi, bobot segar batang, bobot segar akar dan bobot kering umbi, bobot kering daun tanaman bawang putih.
Co-Authors Abd. Rauf Abdulrohim E-sor Adrianton Adrianton Aisyah Abdul Jabbar Ali Akbar Ali Husni Alma Alfiana Andani, Silva Andi Ete Andi Ete Andi Ete Andi Ete Arnianti Arnianti Astri Juwita Putri Astria Astria Bolong, Aprianto Dalilah Dalilah Dewi Anjarwati Diah Ningrum Dias Andris Susanto Dimas Yoga S Dwi Apriani Eka Rosyida Eko Priyantono Eko Priyantono Enny Adelina Fadilah D, Fani Farid Hidayat Fathurrahman Fathurrahman Fitri Nurhayati Fitrisari, Nur Indah Hamlisa Hamlisa Hapsoh Hari Harsananda Hartono Karim Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Kasim, Hawalina Hidayat, Rafli I Nyoman Winia I.Y. Daniel Idzha Mahendra Indrianto Kadekoh Irwan Irwan IRWAN LAKANI Iskandar M Lapanjang Ismail Assidik Isna Rahma Dini Jeki , Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki, Jeki Kabir, Kasran Karim, Hartono Kasran Kabir Keke Anjaswari KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Lien Damayanti Lismawati, Lismawati Made G. Juniartha Mahfudz Mahfudz Mahfudz Mahfudz Maisarah, Nissa Marhani Marhani Marhani Mario Mario Mas'ud, Hidayati Moh. Adnan Khaliq Mohammad Rifqi Arianto Muhamad Ridwan Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakin Mustakim Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Naning Tutik.H Ni luh Dian Purnama Sari Nina Humaerah Nina Yuminar Priyanti Nur Fauziah Nur Salam Nuraeni Nuraeni Nurfiana Abdan Nurhidayah, Anisa Nurhikmah Nurhikmah Nurwahyudi, Lail Oktaviana, Farnita Orin Sandra Soraya Rense Prasanthy Devi Maheswari Purnawirawan, Sandi Putu Radika Dewi Rachmat Zainuddin Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Gita RAHMAT SETIAWAN Rahmi, Rahmi Ramal Yusuf Rezkianti, Vivin Riska Rahmawati Rismayani Rismayani Rista Widiyawati Riza Pahlevi, Riza Rizal, Sesaiful Saharil Darmin Sakka Samuddin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Samliok Ndobe Sandi Purnawirawan Sandina Sandina Sartika Sartika Sesaiful Rizal Sholihul Anwar Siti Nur'aini Siti Rosyidah Sri Anjar Lasmini Syamsiar Syamsiar, Syamsiar TRI JOKO SANTOSO Trisutiyo, Trisutiyo Triyani Dewi Tuti Handayani Arifin Usman Made Usman Made Usman Made Usman Made Vivin Rezkianti W. Munandar, Eka Handayani Winda Firdaus Yayu Susilawati Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Zaenuddin Zaenuddin, Zaenuddin Zainuddin Basri Zainuddin Basri Zainuddin Zainuddin Zakirah Raihani Ya’la Zulkifli Zulkifli