Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wageki Araki.) DENGAN POC Dimas Yoga S; Mahfudz Mahfudz; Maemunah Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1723

Abstract

Tujuan penelitian in yaitu mendapatkan konsentrasi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman bawang merah Lembah Palu, Mendapatkan konsentrasi yang sesuai untuk hasil tanaman bawang merah Lembah Palu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Waktu Penelitian dimulai dari bulan Juli sampai September 2021. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor konsentrasi POC NASA terdiri dari 7 taraf yaitu kontrol, 5 mL, 10 ml, 15 mL, 20 mL, 25 mL, 30 mL. Konsentrasi POC NASA diberikan pada tanaman bawang merah Lembah Palu pengaruhnya tidak nyata terhadap pertumbuhan, sedangkan terhadap hasil tanaman nyata pada berat tanaman dan umbi. Terdapat kecenderungan konsentrasi 15 ml pengaruhnya lebih baik terhadap pertumbahan dan hasil tanaman dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya yang dicobakan.
UJI KETAHANAN KEKERINGAN BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI PEG 6000 PADA FASE PERKECAMBAHAN Maemunah Maemunah; Enny Adelina; Andi Ete; Jeki Jeki; Yusran Yusran; Rismayani Rismayani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1786

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi padi gogo, untuk itulah sifat ketahanan kekeringan sangat penting untuk diketahui agar dapat menjadi rekomendasi kultivar padi gogo yang cocok dan dapat ditanam pada lahan-lahan marginal untuk menghasilkan produksi yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mencari batas toleransi masing-masing kultivar padi gogo lokal yang dicobakan pada fase perkecambahan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Penelitian ini dimulai dari bulan November sampai dengan desember 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor pertama terdiri dari tiga kultivar padi gogo yaitu K1 (Dongan), K2 (Pulu Tau Leru), dan K3 (Uva Buya). dan faktor kedua terdiri atas Empat taraf pemberian PEG 6000 yaitu: Kontrol (air), 10%, 20%, 30% sehingga diperoleh 12 unit percobaan yang diulang sebanyak tiga kali dengan total 36 unit percobaan. Percobaan menggunakan metode uji Kertas Digulung didirikan dalam plastik (UKDdp) dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih, sehingga jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 1.800 butir benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Dongan dan kultivar Pulu Tau Leru mampu berkecambah dengan baik hingga konsentrasi 20% dengan daya berkecambah 92.67 dan 90.62%. Sedangakan kultivar Uva Buya mampu berkecambah dengan baik hingga konsentrasi 30% dengan daya berkecambahnya 88.67%.
PENGARUH MEDIA PERKECAMBAHAN DAN SUMBER BENIH YANG BERBEDA TERHADAP VIABILITAS BENIH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Sartika Sartika; Maemunah Maemunah; Enny Adelina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji viabilitas dan vigor benih manggis dari sumber benih yang berbeda terhadap berbagai media kecambah dan membandingkan viabilitas benih.Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama proses perkecambahan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Tadulako, tahap kedua proses pembibitan dilaksanakan di Balai Benih Hortikultur Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Sulawesi Tengah yang mulai dari bulan November 2016 sampai dengan April 2017. Penelitian ini tediri dari 2 tahap yaitu tahap pertama dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor.Faktor pertama yaitu sumber benih di Desa Kamba dan Tomata.Faktor kedua adalah media kecambah yang berbeda yang terdiri atas tiga media kecambah yaitu M0 (pasir), M1 (serbuk gergaji), M2 (sekam padi) sedangkan pada tahap kedua menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, Faktor pertama yaitu kecambah benih yang berasal hasil percobaan pertama yaitu kecambah normal yang tumbuh pada media semai yang berbeda faktor kedua yaitu media kecambah M0 (pasir), M1(serbuk gergaji), M2(sekam padi). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan viabilitas benih manggis pada sumber benih dan media kecambah yang berbeda, Sumber benih berpengaruh terhadap viabilitas benih manggis pada pengamatan kadar air benih, daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum, kecepatan berkecambah, perubahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, dan pertambahan diameter batang. Media kecambah berpengaruh terhadap semua pengamatan viabilitas benih manggis,pada pengamatan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum kecepatan berkecambah, pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, dan pertambahan diameter batang. Media kecambah pasir memberikan hasil yang lebih baik dalam pertumbuhan benih manggis dibandingkan dengan media kecambah serbuk gergaji dan sekam padi.
Daya Hasil Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal Asal Kabupaten Tojo Una-Una dan Sigi Sakka Samudin; Maemunah Maemunah; Adrianton Adrianton; Mustakim Mustakim; Yusran Yusran
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i2.460

Abstract

Pengembangan padi gogo merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi padi nasional. Evaluasi daya hasil padi gogo lokal sangat penting untuk dilakukan mengingat padi gogo memiliki daya adaptasi yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji dan mengetahui daya hasil padi gogo lokal asal Pipikoro dan Ampana yang ditanam di Tamarenja (Lembah Kalama) pada tahun pertama. Penelitiaan ini dilaksanakan di Desa Tamarenja (Lembah Kalama), dengan ketinggian tempat 180-250 Mdpl denganletaklintang LS 00o26’51.5” serta BT 119o49’50.6” Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Waktu penelitian dimulai dari bulan April sampai Oktober 2017. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 kultivar sebagai perlakuan genotip yaitu: kultivar jahara, kalendeng, pulu tau leru, uva buya, dongan, wangga, tako, delima, buncaili dan uva yang diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 40 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi: tinggi tanaman, panjang daun, jumlah anakan, jumlah akan produktif, panjang malai, umur panen, jumlah biji per malai, bobot 1000 biji dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Jahara dan Dongan menghasilkan daya hasil yang tinggi.
Toleransi Kekeringan Beberapa Kultivar Padi Gogo (Oryza Sativa L.) Pada Konsentrasi PEG 6000 Fase Perkecambahan Maemunah Maemunah; Sakka Samudin; Alma Alfiana; Mustakim Mustakim; Yusran Yusran
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i1.704

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi padi gogo, untuk itulah sifat ketahanan kekeringan sangat penting untuk diketahui agar dapat menjadi rekomendasi kultivar padi gogo yang cocok dan dapat ditanam pada lahan-lahan marginal untuk menghasilkan produksi yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kultivar padi gogo yang tahan terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, faktor pertama menggunakan tiga kultivar padi gogo: Buncaili, Jahara, dan Pulu tau leru. Faktor kedua terdiri atas lima kosentrasi PEG: tanpa menggunakan PEG, 10%, 20%, 30%, dan 40% yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa Kultiar buncaili tidak mampu berkecambah normal pada konsentrasi yang diberikan, kultivar pulu tau leru mampu berkecambah normal hingga konsentrasi 10% dengan daya berkecambah 81 % sedangkan kultivar jahara mampu berkecambah normal hingga konsentrrasi 40% dengan daya berkecambah 84%. Kultivar jahara mampu berkecambah normal dibandingkan dengan kultivar lainnya yaitu dengan daya berkecambah 84%.Konsentrasi PEG 40% masih mampu memberikan perkecambahan yang normal.
Pendugaan Kemiripan Sifat dan Beberapa Karakter Agronomi Padi Gogo Lokal Maemunah Maemunah; Jeki Jeki; Sakka Samudin; Mustakim Mustakim; Naning Tutik.H
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.902

Abstract

Indonesia termasuk dalam kawasan Asia Tenggara yang mayoritas masyarakatnya memilih beras sebagai makanan pokok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi karakter Agronomi kultivar padi gogo lokal serta untuk mengetahui kekerabatan antar kultivar. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Tamarenja, Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan analisis kluster. Menggunakan ketujuh kultivar sebagai perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat dua puluh delapan petak percobaan. Data dalam bentuk kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Data kualitatif dan kuantitatif kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kluster dengan memanfaatkan software SISTAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap karakter agronomi yaitu tinggi tanaman, panjang malai, jumlah anakan, jumlah gabah per malai, umur panen, produksi ton ha-1, bobot 1000 biji, presentasi gabah hampa. Data kualitatif pada karakter agronomi seperti keluar malai, sudut daun bendera, warna leher daun, warna pelepah daun,bentuk lidah, warna ruas batang, warna ujung gabah, bulu ujung gabah, dan warna bulu ujung gabah. Data hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat empat kultivar yang bisa dijadikan tetua dalam persilangan. Kultivar Pulu tau leru memiliki kekerabatan yang sangat jauh dari keenam kultivar lainya namun memiliki produksi yang paling tinggi.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Asal Biji True Shallot Seed (TSS) pada Berbagai Dosis NPK Mahfudz Mahfudz; Maemunah Maemunah; Riska Rahmawati
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v0i0.1424

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji dosis NPK pada pertumbuhan dan hasil bawang merah asal biji TSS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga bulan Februari 2021, di Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor perlakuan yang digunakan adalah dosis NPK mutiara (16:16:16) yang terdiri atas enam level : 1.Tanpa NPK, 2. dosis NPK 200 kg/ha, 3. dosis pupuk 250 kg/ha, 4. dosis pupuk 300 kg/ha, 5. dosis pupuk 350 kg/ha, dan 6. dosis pupuk 400 kg/ha. Perlakuan ini diulang sebanyak empat kali menghasilkan 24 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas tiga tanaman, sehingga diperoleh 72 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis NPK 400 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman pada umur 50 hari setelah tanam (HST) yaitu sebesar 24,69 cm dan 60 HST sebesar 34,17 cm, jumlah daun pada umur 50 HST sebesar 11,08, pada 60 HST sebesar 12,58 dan 70 HST sebesar 14,83 dan jumlah umbi tanaman terbanyak saat panen yaitu sebesar 2,67, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 70 dan 80 HST, jumlah daun 80 HST, berat segar tanaman dan diameter umbi tanaman bawang merah asal biji. Peningkatan dosis NPK berbanding linear dengan pertumbuhan dan hasil bawang merah asal biji.
GENETIC DIVERSITY, HERITABILITY AND CORRELATION BETWEEN LOCAL CULTIVARS OF UPLAND RICE Mustakim Mustakim; Sakka Samuddin; Maemunah Maemunah
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 6 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v6i1.7

Abstract

Paddy is one of the important cereal crops as food a main food for a third of the world's population, including Asia. Production of paddy rice plants can be improved through plant genetic improvement. The ebjective of this study was examine the genetic diversity, heritability, and correlation between the characteristics of several local upland rice cultivars. This study was carried out in Tamarenja Village, Sindue District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province. It was began in May to October 2018. A Randomized Block Design with eight cultivars as a genotypic treatment and reapeted three times was used in this study. There were 24 trial plots in total. Variables observed included plant height, number of leaves, length of leaves, number of tillers, number of productive tillers, age of panicle exit, panicle length, harvest age, number of seeds per panicle, seed length, seed diameter, weight of 100 seeds, and total yield. The results showed that the genetic influences were more dominant than the environment on all observed variables except the weight of 100 seeds and seed diameter. The number of seeds per panicle, the number of tillers and the number of productive tillers were traits that have a high value on heritability and genetic progress. Panicle length, seed diameter and weight of 100 seeds were characteristics that have a high genetic correlation coefficient on upland rice yields. The weight of 100 seeds has a direct influence and high genetic correlation to the results so that it can be used as a direct selection criterion to increase upland rice yields.
CHARACTERISTICS OF MORPHOLOGICAL AND ANATOMICAL MANGO (MANGIFERA INDICA L.) IN NAMBO AND LAROUE, EAST BUNGKU, MOROWALI Hartono Karim; Sakka Samudin; Maemunah Maemunah
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 5 No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v5i1.266

Abstract

This study aims to determine the characteristics of mango plants relied on morphological and anatomical leaf of mango plants in the villages of Nambo and Laroue,subdistrict of East Bungku, Morowali district. An observation of morphological features was conducted in Nambo and Laroue, whereas anatomical observations had been made ​​in the laboratory of Biotechnology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University Tadulako, from April to July in 2016. The morphological parameters observed includedage of the plant, plant height, stem diameter, canopy diameter, canopy shape and color bars. The alteration of leaf anatomy consists of the size of the stomata, the size of the epidermis, and stomatal index. Moreover, the resulthighlightsmorphological and anatomical characters observed on cluster analysis, described in the form of a dendrogram.The implication of the cluster analysis for two villages resultsin four accessions, namely NM1, NM2, NM15 and LR4 that can be benefited as the planting material of quality mango seeds which will be cultivated.
Drought Tolerance Test Of Three Gogo Rice Cultivars Using PEG Atgermination Phase Mustakim Mustakim; Maemunah Maemunah; Adrianton Adrianton
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 4 No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v4i2.292

Abstract

Data in 2012 explained that Indonesia had dry land about 148 million ha (78%) and wetland by 40.20 million ha (22%) out of 188.20 million ha of the total land area. The variety of rice which can grow and produce well on marginal land such as gogo rice is very indispensable. This research aimed to find the gogo rice cultivars that can germinate normally in particular osmotic pressure and the tolerance limit on the drought by using PEG 6000 solution. The research was prepared with two-factor factorial design by using Completely Randomized Design. The first factor consisted of three gogo rice cultivars, namely 1. siang, 2. Pulut ko, and 3. roda, while the second factor consisted of four treatments, namely 1. water as control of 2. -1 bar, 3. -2 bar, and 4. -3 bar.Thus, there were 12 combinations of treatment in which each treatment was repeated four times. In the experiment Rolled Paper placed in plastic test method was used in which there were 50 items in each experiment unit.The variable observed was potential for growth, percentage of germination, and germination rate. The research findings reveal that the three cultivars were able to germinate normally only up to -1 bar osmotic pressure, while the pulut cultivar had higher germination capacity compared with siang and roda cultivars up to -3 bar PEG 6000 osmotic pressure. Siang cultivar and -1 bar osmotic pressure gave potential for growth, germination capacity, and germination rate.
Co-Authors Abd. Rauf Abdulrohim E-sor Adrianton Adrianton Aisyah Abdul Jabbar Ali Akbar Ali Husni Alma Alfiana Andani, Silva Andi Ete Andi Ete Andi Ete Andi Ete Arnianti Arnianti Astri Juwita Putri Astria Astria Bolong, Aprianto Dalilah Dalilah Dewi Anjarwati Diah Ningrum Dias Andris Susanto Dimas Yoga S Dwi Apriani Eka Rosyida Eko Priyantono Eko Priyantono Enny Adelina Fadilah D, Fani Farid Hidayat Fathurrahman Fathurrahman Fitri Nurhayati Fitrisari, Nur Indah Hamlisa Hamlisa Hapsoh Hari Harsananda Hartono Karim Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Hawalina Kasim, Hawalina Hidayat, Rafli I Nyoman Winia I.Y. Daniel Idzha Mahendra Indrianto Kadekoh Irwan Irwan IRWAN LAKANI Iskandar M Lapanjang Ismail Assidik Isna Rahma Dini Jeki , Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki Jeki, Jeki Kabir, Kasran Karim, Hartono Kasran Kabir Keke Anjaswari KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Lien Damayanti Lismawati, Lismawati Made G. Juniartha Mahfudz Mahfudz Mahfudz Mahfudz Maisarah, Nissa Marhani Marhani Marhani Mario Mario Mas'ud, Hidayati Moh. Adnan Khaliq Mohammad Rifqi Arianto Muhamad Ridwan Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakin Mustakim Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Naning Tutik.H Ni luh Dian Purnama Sari Nina Humaerah Nina Yuminar Priyanti Nur Fauziah Nur Salam Nuraeni Nuraeni Nurfiana Abdan Nurhidayah, Anisa Nurhikmah Nurhikmah Nurwahyudi, Lail Oktaviana, Farnita Orin Sandra Soraya Rense Prasanthy Devi Maheswari Purnawirawan, Sandi Putu Radika Dewi Rachmat Zainuddin Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Gita RAHMAT SETIAWAN Rahmi, Rahmi Ramal Yusuf Rezkianti, Vivin Riska Rahmawati Rismayani Rismayani Rista Widiyawati Riza Pahlevi, Riza Rizal, Sesaiful Saharil Darmin Sakka Samuddin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Sakka Samudin Samliok Ndobe Sandi Purnawirawan Sandina Sandina Sartika Sartika Sesaiful Rizal Sholihul Anwar Siti Nur'aini Siti Rosyidah Sri Anjar Lasmini Syamsiar Syamsiar, Syamsiar TRI JOKO SANTOSO Trisutiyo, Trisutiyo Triyani Dewi Tuti Handayani Arifin Usman Made Usman Made Usman Made Usman Made Vivin Rezkianti W. Munandar, Eka Handayani Winda Firdaus Yayu Susilawati Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Yusran Zaenuddin Zaenuddin, Zaenuddin Zainuddin Basri Zainuddin Basri Zainuddin Zainuddin Zakirah Raihani Ya’la Zulkifli Zulkifli