Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu Karkas Ayam Kampung Betina Putranto, Heri Dwi; Aziz, Nida’ Fauziyyah; Santoso, Urip; Kususiyah, Kususiyah; Soetrisno, Edi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.140-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu karkas Ayam Kampung Betina. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan terhitung dari bulan Agustus hingga Oktober 2020 yang berlokasi di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) dan Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dengan 10 ekor ayam kampung betina sebagai  ulangan perpelakuan, P0 = 0% tepung daun katuk, P1 = 4% tepung daun katuk, P2 = 8% tepung daun katuk, P3 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu karkas yang diamati pada penelitian ini yaitu bobot potong, bobot karkas,persentase karkas, warna Karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap (P>0.05) bobot potong,bobot karkas, persentase karkas, warna karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss pada ayam kampung betina. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu perlakuan tidak mempengaruhi mutu karkas ayam kampung betina.
Pengaruh Pemberian Rebusan Kunyit dan Daun Sirih pada Konsentrasi yang Berbeda dalam Air Minum terhadap Performa Ayam Broiler Suryati, Yati; Santoso, Urip; Fenita, Yosi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.1-7

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to evaluate turmeric and betel leaf decoction as drinking water on the performance of broilers. The experimental design used was a completely randomized design. One hundred and sixty broilers aged 15 days were distributed into 5 treatment groups with 4 replications as follows: P0 = drinking water without treatment; P1 = 8 g turmeric and 8 g betel leaf g/L decoction as drining water; P2 = 8 g turmeric and 12 g betel leaf/L decoction as drinking water; P3 = 16 g turmeric and 16 g betel leaf/L decoction as drinking water; P4 = 16 g turmeric and 20 g betel leaf/L decoction. The results of this study indicated that giving turmeric and betel leaf decoction as drinking water had no significantly effect (P> 0.05) on drinking water intake, feed intake, weight, weight gain and feed conversion ratio, while mortality rate on P0, P1 , P2, P3 and P4 were 3.125%, 0%, 0%, 0% and 3.125%, respectively. Income Over Feed Cost for P0, P1, P2, P3 and P4 were Rp 9,885.9, Rp 10,785.0, Rp 11,314.5, Rp 10,625.0 and Rp 9,065.1/bird, respectively. It can be concluded that turmeric and betel leaf decoction up to 16 g turmeric plus 16 g betel leaf/L water as drinking water reduced mortality and increased the Income Over Feed Cost without reducing performance. Key words: betel leaf, broiler chickens, Income over feed cost, mortality rate, performance, turmeric ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rebusan kunyit dan daun sirih pada berbagai konsentrasi terhadap performa broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Seratus enam puluh ekor broiler umur 15 hari didistribuskan ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan 4 ulangan sebagai berikut: P0 = Air minum biasa; P1 = Rebusan kunyit 8 g  dan daun sirih 8 g/L air sebagai air minum; P2 = Rebusan kunyit 8 g  dan daun sirih 12 g/L air sebagai air minum; P3 = Rebusan kunyit 16 g  dan daun sirih 16 g/L air sebagai air minum; P4 = Rebusan kunyit 16 g  dan daun sirih 20 g/L air sebagai air minum. Rebusan kunyit dan daun sirih pada konsentrasi yang berbeda tersebut diberikan selama 3 hari setiap minggu. Rebusan kunyit dan daun sirih berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air minum, konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan dan konversi pakan, sementara angka mortalitas pada P0, P1, P2, P3 dan P4 masing-masing 3,125%, 0%, 0%, 0% dan 3,125%. Income Over Feed Cost untuk P0, P1, P2, P3 dan P4 masing-masing sebesar Rp 9.885,9, Rp 10.785, Rp 11.314,5, Rp 10.625 dan Rp 9.065,1/ekor. Jadi, air minum berupa rebusan kunyit dan daun sirih sampai dengan konsentrasi 16 g kunyit plus 16 g daun sirih/L air menurunkan angka mortalitas dan meningkatkan Income Over Feed Cost tanpa menurunkan performa broiler. Kata kunci: ayam broiler, daun sirih, income over feed cost, kunyit, mortalitas, performa
Front Matter Vol 2, No 2, November 2021 Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.%p

Abstract

Back Matter Vol 2, No 2, November 2021 Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.%p

Abstract

Dampak Penambahan Empat Aras Tepung Daun Katuk Dalam Ransum Terhadap Mutu Eksternal Telur Ayam Kampung Putranto, Heri Dwi; Santoso, Urip; Sumarna, Juan Retno
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.50-59

Abstract

Ayam kampung merupakan unggas lokal yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat. Lazim difungsikan sebagai penghasil daging ataupun penghasil telur. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis efek dari penambahan 4 aras tepung daun katuk dalam ransum terhadap parameter mutu eksternal telur ayam kampung yaitu bobot, indeks dan ketebalan kerabang. Studi telah dilaksanakan selama 8 minggu (Agustus hingga Oktober 2020) di Commercial Zone and Animal Laboratory Jurusan Peternakan dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Diaplikasikan 4 perlakuan dengan 10 ulangan yang terdiri atas masing-masing 1 ekor ayam betina sebagai ulangan. Total sebanyak 40 ekor ayam kampung betina dipergunakan. Perlakuan berupa 4 aras penambahan tepung daun katuk yaitu TK1 = 0% tepung daun katuk, TK2 = 4% tepung daun katuk, TK3 = 8% tepung daun katuk dan TK4 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu eksternal telur yang diamati adalah bobot telur, indeks telur, dan ketebalan kerabang telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova, dan hasil analisis yang berpengaruh nyata (P < 0,05) diuji lanjut dengan metode DMRT. Analisis hasil studi menunjukkan bahwa perlakuan 4 aras tepung daun katuk tidak berpengaruh nyata terhadap bobot, indeks dan ketebalan kerabang telur ayam kampung (P > 0,05). Bobot telur bervariasi antara  35,10 hingga 42,24 g, indeks telur bervariasi antara 71,23 hingga 75,86, dan ketebalan kerabang telur bervariasi antara 0,28 hingga 0,29 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun katuk dalam ransum sampai aras 12% tidak mempengaruhi mutu eksternal telur ayam kampung.
Upaya Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak di Indonesia Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.89-95

Abstract

The literature review aims to discuss the energy and protein adequacy rate in Indonesia. The results of the study shows that the protein consumption of the Indonesian population per capita per day in 2020 was 61.98 g. Of the 61.98 g protein consumption, 8.43 g came from marine products such as fish, shrimp, squid and shellfish, 4.05 g from meat and 3.47 g from eggs and milk. Thus, the consumption of animal protein originating from livestock in Indonesia was on average 7.52 g per capita per day. Efforts to increase consumption of animal protein from livestock can be done by increasing awareness of nutrition as well as community income and community business efficiency. Efforts to increase consumption is the responsibility of not only the government but also all members of society. It could be concluded that increasing consumption of animal protein from livestock needs to be carried out intensively by the government and the community.   Key words: consumption of protein from livestock, nutrition awareness, community income, nutrition campaign   ABSTRAK Telaah pustaka ini bertujuan untuk membahas angka kecukupan energi dan protein di Provinsi Bengkulu. Hasil telaah menunjukkan bahwa konsumsi protein penduduk Indonesia per kapita per hari pada tahun 2020 adalah sebanyak 61,98 g. Dari 61,98 g konsumsi protein, 8,43 g berasal dari produk laut seperti ikan, udang, cumi dan kerang, 4,05 g dari daging dan 3,47 g dari telur dan susu. Jadi konsumsi protein hewani asal ternak penduduk Indonesia rata-rata sebesar 7,52 g per kapita per hari. Upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran gizi sekaligus pendapatan masyarakat serta efisiensi usaha masyarakat. Upaya peningkatan konsumsi ini merupakan tanggungjawab bukan saja pemerintah tetapi juga semua anggota masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak perlu dilakukan intensif oleh pemerintah dan masyarakat.
Pemilihan dan Pengolahan Daging dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.63-68

Abstract

This literature review aims to provide information on how to select and process meat in an outbreak of Foot and Mouth Disease (FMD). FMD is not a zoonotic disease, so meat from infected livestock is safe for consumption. To prevent the spread of FMD, consumers need to understand and apply it in distributing, selecting, storing and processing meat. The concept of ASUH in choosing livestock products is very important for consumers. Dissemination of knowledge about the above matters is very important to be carried out by the government, universities, the livestock industry and by community leaders so that Indonesia is soon free from FMD. In addition, the level of knowledge of housewives in selecting and processing meat during an FMD outbreak ranges from low to moderate. It can be concluded that meat from livestock infected with FMD is safe for consumption, and efforts are needed to increase public knowledge and its application in distributing, selecting, storing and processing meat as an effort to prevent the spread of FMD.   Key words: Foot and Mouth Disease, meat, zoonoses, ASUH   ABSTRAK Telaah pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara memilih dan mengolah daging dalam situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hasil telaah menunjukkan bahwa PMK bukan penyakit zoonosis, sehingga daging yang berasal dari ternak yang terinfeksi aman dikonsumsi. Untuk mencegah penyebaran PMK maka konsumen perlu memahami dan mengaplikasikan dalam mendistribusikan, memilih, menyimpan dan mengolah daging. Konsep ASUH dalam memilih produk ternak sangat penting bagi konsumen. Sosialisasi pengetahuan tentang hal tersebut sangat penting dilakukan baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, industri peternakan maupun oleh tokoh masyarakat agar Indonesia segera bebas PMK. Pengetahuan ibu rumah tangga dalam memilih dan mengolah daging dalam kondisi wabah PMK berkisar antara rendah sampai dengan sedang. Dapat disimpulkan bahwa daging dari ternak yang terinfeksi PMK aman dikonsumsi, dan perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dan penerapannya dalam mendistribusikan, memilih, menyimpan dan mengolah daging sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran PMK   Kata kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, daging, zoonosis, ASUH
Strategi Usaha Pembibitan Itik Talang Benih sebagai Plasma Nutfah Provinsi Bengkulu Handayani, Eny; Romdhon, Mustofa; Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.8-17

Abstract

This study aims to formulate an alternative strategy for breeding Itik Talang Benih as a germplasm of Bengkulu Province. Strategy formulation is carried out using SWOT analysis. Furthermore, the formulation of strategic priorities was carried out based on the analysis of the Quantitative Strategic Planning Matrix. The results showed 10 formulations of strategic priorities, namely: 1). Optimizing the Itikn Talang Benih nursery as a germplasm of Bengkulu Province, 2) Increasing production and productivity through appropriate technology, 3). Increase cooperation, study and research of Itik Talang with universities and BPTP, 4). Increased promotion through information technology, 5). Creating business opportunities for the community around the location, 6). Development of duck cultivation in the community through the formation of breeding farm groups, 7) Formulating formal regulations in the livestock sector such to ensure the quality of the seeds produced, 8) Conducting socialization and counseling for the surrounding community, 9). Conduct environmental permit studies to support livestock business and 10) Undertake environmental management efforts and environmental monitoring efforts. It can be concluded that there were ten main strategies to maintain the sustainability of the Itik Talang Benih germplasm.   Key words: Itik Talang Benih, SWOT, Quantitative Strategic Planning Matrix, germplasm.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi alternatif  usaha pembibitan itik Talang Benih sebagai plasma nutfah Provinsi Bengkulu. Penyusunan strategi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Selanjutnya rumusan prioritas strategi dilakukan berdasarkan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 rumusan prioritas strategi, yaitu: 1). Optimalisasi pembibitan itik Talang Benih sebagai plasma nutfah Provinsi Bengkulu, 2) Peningkatan produksi dan produktivitas melalui Teknologi Tepat Guna, 3). Meningkatkan kerjasama, pengkajian dan penelitian itik Talang Benih dengan perguruan tinggi dan BPTP, 4). Peningkatan promosi melalui teknologi informasi, 5). Menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar lokasi (pengolahan telur asin dan pengolahan limbah), 6). Pengembangan budidaya itik di masyarakat melalui pembentukan kelompok pembibitan, 7) Menyusun peraturan formal bidang peternakan untuk menjamin kualitas bibit yang dihasilkan, 8) Melakukan sosialisasi dan penyuluhan bagi  masyarakat sekitar, 9). Melakukan kajian izin lingkungan untuk mendukung usaha peternakan dan 10) Melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup. Dapat disimpulkan bahwa terdapat sepuluh strategi utama untuk mempertahankan kelestarian plasma nutfah itik Talang Benih.   Kata kunci: Itik Talang Benih, SWOT,  Quantitative Strategic Planning Matrix, Plasma nutfah. utama untuk mempertahankan kelestarian plasma nutfah itik Talang Benih.
The Effect of Moringa Leaf Flour in Rations on Male Quail Performance: Pengaruh Tepung Daun Kelor dalam Ransum terhadap Performa Puyuh Jantan Sari, Vera Ateka; Kaharuddin, Desia; Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.6.1.51-56

Abstract

This study aims to evaluate the use of moringa leaf flour on the growth of male quail. The design used in this study was a Completely Randomized Design with 4 treatments, 5 replications and each replication consisted of 8 quails. The four treatments were rations without Moringa leaf flour (P0); 5% Moringa leaf flour (P1); 10% Moringa leaf flour (P2) and 15% moringa leaf flour (P3). The findings indicated that the inclusion of moringa leaf flour did not significantly influence feed intake, weight, or feed conversion ratio (P>0.05), but it did have a significant impact (P<0.05) on the body weight and weight gain of male quail. Thus, Moringa leaf flour can be given as much as 10% without reducing the performance of male quails
Dampak lingkungan dan Arahan Pengelolaan dari Aktivitas Penambangan Ilegal Mineral Batuan di Desa Kota Donok Kabupaten Lebong Yulian, Syahri; Barchia, M. Faiz; Santoso, Urip; Yurike, Yurike; Badarina, Irma
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 01 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.01.40992

Abstract

The purpose of this study was to determine how illegal rock mineral mining in Kota Donok Village, Lebong Regency, impacts the environment. The location of the study was Kota Donok Village in South Lebong District, Lebong Regency, and the type of research was descriptive qualitative. The community living in the mining environment of CV. Jang Riang in Kota Donok Village, South Lebong District, Lebong Regency, was the subject of the study. Furthermore, there were 6 parties responsible for environmental management of the rock mineral mining process in Lebong Regency, including CV. Jang Riang, the Head of Kota Donok Village, and the Energy and Mineral Resources (ESDM) Service of Bengkulu Province. Therefore, the total subjects were 34 people. Data collection was carried out through questionnaires, and data analysis was carried out through descriptive and SWOT analysis. The results of the study showed that illegal mining in Kota Donok Village, Lebong Regency had a very damaging environmental effect, damaging the local ecosystem and the social and economic aspects of the surrounding community. The biggest threats to environmental sustainability and human welfare in the area are aesthetic impacts, water pollution, and loss of ecological function. The management instructions for illegal rock mineral mining activities in Kota Donok Village, Lebong Regency are a defense strategy that aims to stop the rate of damage and reduce further risks by increasing supervision, conducting environmental mitigation, and encouraging the community to actively participate in environmental conservation. This method can be used to control, overcome, and repair the impacts of illegal mining
Co-Authors Agnes, Shilvani Agoes, Sukrisno Agung Kurnia Agung Rahmat, Agung Agus Martono Agus Martono Hadi Putranto Agus Sekarmadji Agus Sukmana Alief Hidayatullah, Mohammad Antomi, Robi Aprianto, Enggar Aprilinita, Widia Arif Rahman Azis Aziz, Nida’ Fauziyyah Bagus Oktafian Abrianto Barchia, Faiz Barchia, M. Faiz Bieng Brata Dadang Suherman Damayanti, Rossa Desia Kaharuddin Edi Soetrisno Elisati Hulu Eny Handayani, Eny Firdiansyah, Mica Fitri, Linda Gede Karya Gumanti, Rokky Gunggung Senoaji Gusti, Triningtyas Elisabeth Putri Hardi Prakoso Hardianta, M . Dodi Hartika, Citra Hartono, Rudi Heri Dwi Putranto Hindrianti, Hindrianti Hutriansyah, Ilham Ihsan, Ilham Nur Imam Hambali Indah Tri Lestari, Indah Tri Indrawati Indrawati Irma Badarina Kurniati, Siti Kurniawan, Cahyardi Ricky Kususiyah Kususiyah Lestari, Aisah M. Mustopa Romdhon, M. Mustopa Marfi, Sasdar Muhammad Dani Nanda Putra Afnany, Moch. Rifqi Ni Luh Melika Candra Widyani Mas Nurmeiliasari Nurmeiliasari , Nurmeiliasari Nurul Jipri, Moh. Amin Pratama, Muhammad Ryan Pratama, Rohfiko Pajri Putera, Frandy Dwi Permana Ravina Moselle Siringoringo, Gracia Reflis Reflis, Reflis Romdhon, Mustofa Santoso, Elvina Putri Sari, Vera Ateka Sihombing, Jenny Siti Qotimah Sri Hajati Sri Winarsi Suharyanto Suharyanto Suharyanto, Suharyanyo Sumarna, Juan Retno Suryanto Suryanto Sutriyono Teguh Rafian Venia, Yelia Warnoto Warnoto Warnoto Yati Suryati, Yati Yohanes Joni Pambelum Yosi Fenita Yulian, Syahri Yurike Yurike Yurike Yurike, Yurike ZA, Sisma