Claim Missing Document
Check
Articles

WOMEN'S BODILY EXPERIENCES AS AN EPISTEMIC BASIS FOR KUPI’S QURANIC INTERPRETATION Mahmudah, Nur; Islahuddin, Islahuddin
Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Vol 26, No 2 (2025): Tafsir and Hadith
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v26i2.35993

Abstract

Feminist scholarship has advanced reinterpretive approaches grounded in principles of justice and gender equality. These approaches seek to deconstruct entrenched patriarchal biases in Quranic Interpretation. They validate women’s knowledge and experiences as authoritative epistemic sources. The Congress of Indonesian Women Ulama (KUPI) places women's bodily experiences at the center of its gender-fair Quranic interpretation. This article aims to explore the epistemological basis of such interpretation. It does so by examining women’s bodily experiences, interpretive strategies, and implications. Using primary sources, including official KUPI documents and relevant literature, this study employs content analysis from a feminist standpoint theory by Harding. The study concludes that KUPI recognizes the unique experience of women's bodily experiences as an epistemological base of interpretation. KUPI has a strategy to integrate women's perspectives and experiences in reading the Quranic text. This process begins with problem identification and reflection, and proceeds to the construction of a re-narration of verse interpretation. KUPI's choice to utilize women's bodily experiences supports the documentation of women's experiences and the transformation of women's body knowledge into collective knowledge and communal narratives. This process legitimizes women’s bodily experiences as new, legitimate, and authoritative knowledge. KUPI's interpretative model affirms women’s bodily experience as an epistemic subject. This study contributes to Quranic scholarship on feminist tafsir or exegesis. It asserts women’s bodily experiences as an epistemic authority in Quranic exegesis, breaking masculine dominance and producing an Indonesian gender-fair interpretation.
Peran Keterampilan Human Relation Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di MA Islamiyah Candi Sidoarjo Mahmudah, Nur; Mutmainah
TARBAWIYAT Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Prodi PGMI STAI Al-Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kepala madrasah sebagai edukator, supervisor, motivator yang harus melaksanakan pembinaan kepada para karyawan, dan para guru di madrasah yang dipimpinnya karena faktor manusia faktor sentral yang menentukan seluruh gerak aktivitas suatu organisasi, walau secangggih apapun teknologi yang dipergunakan tetap faktor manusia yang menentukannya. Setiap kepala madrasah juga dituntut untuk memiliki keterampilan manajerial. Keterampilan manajerial adalah kemampuan seseorang dalam mengelola sumber daya organisasi yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keterampilan manajerial ini diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai manajer dalam pendidikan secara efektif. Untuk mengetahui kinerja guru pada Madrasah Aliyah Islamiyah Tanggulangin Candi Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Peran dan faktor pendukung keterampilan human relation kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Aliyah Islamiyah Tanggulangin Candi Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang menggambarkan kondisi sebenarnya berdasarkan data yang ada di lapangan. Peran Keterampilan manajerial kepemimpinan yang dilakukan oleh Kepala MA.Islamiyah Tanggulangin Candi Sidoarjo terhadap guru melalui manajerial human skill yaitu dengan dilakukannya komunikasi formal atau resmi yaitu melakukan rapat koodinasi dengan para wakil kepala, guru dan seluruh guru . Dalam acara itu peran pimpinan memberikan pengarahan, instruksi, dan petunjuk terhadap para guru dan guru untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.
Peran Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Di Madrasah Mahmudah, Nur
TARBAWIYAT Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Prodi PGMI STAI Al-Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru, yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakannya proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi guru dalam memberi pelajaran dan murid menerima pelajaran. Dalam hal ini Kepala sekolah juga penting untuk memberikan perhatian kepada hal-hal yang dapat menggangu upaya-upaya peningkatan kualitas sekolah, diantaranya adalah masalah kedisiplinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran dan faktor pendukung kepala madrasah dalam  meningkatkan  kedisiplinanan  belajar siswa di MI Nurul Hidayah Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif.  Penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang menggambarkan kondisi sebenarnya berdasarkan data yang ada di lapangan. Masalah kedisiplinan menjadi sangat berpengaruh dalam rangka kemajuan suatu madrasah.  Dimana ketika dalam sebuah lembaga warga madrasah sangat menjunjung tinggi nilai kedisiplinan maka proses pembelajaran akan sangat baik. Sebaliknya jika madrasah sering dan banyak pelanggaran peraturan maka proses menuju kemajuan akan sangat jauh dan sulit. Kata kunci : Peran,Kedisiplinan, Siswa, kepala
Harmoni Asuhan: Analisis Dampak Metode Parenting terhadap Pendidikan dan Perkembangan Anak dalam Islam dan Psikologi Mahmudah, Nur; Azzahro, Siti Fatimah
TARBAWIYAT Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Prodi PGMI STAI Al-Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/tarbawiyat.v3i1.286

Abstract

Child as a blessing in Islam, requires the attention and responsibility of parents from the early stages of life. Islam teaches the importance of parental roles in partner selection, marriage preparation, and prenatal child education. Parents exert a significant influence on a child's development, shaping their moral awareness through socialization. The moral conduct of parents reflects Islamic values, emphasizing respect, honor, and compassion. Parental behavior plays a key role in shaping a child's character, impacting their overall development. Effective parenting, supported by both psychological theories and Islamic teachings, necessitates diverse skills, particularly responsiveness to the child and behavioral management. Research findings affirm that an effective parenting style, aligned with Islam, molds individuals who are confident, responsible, and possess strong self-regulation, reflecting a balance between Islamic principles and the developmental needs of children.
MEMOTRET WAJAH PENDIDIKAN SEKSUALITAS DI PESANTREN Mahmudah, Nur
QUALITY Vol 3, No 1 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i1.1179

Abstract

Sexuality education oftenly understood in a wrong way as a deviant sexual behavior   cause, whereas sexuality education aims to provide awareness of identity, relationships with others, reproductive health and responsible sexual behavior. Islam provides many materials in the socialization of the values of sexuality education. While Pesantren is an educational institution for the deepening religious understanding, it is necessary to study the practice of sexuality education in Pesantren. This article outlines descriptive teaching materials  used  in  Pesantren.  In  conclusion,  Pesantren  indicates  the  new direction in the selection of new teaching materials in sexuality education.
PEREMPUAN DALAM RELASI KUASA TAFSIR AL QUR’AN : TELAAH ATAS CORAK TAFSIR UMMU SALAMAH R.A Mahmudah, Nur
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.993

Abstract

Hindun bint Abi Umayyah (Ummu Salamah) merupakansahabat perempuan terpenting kedua setelah Aishah yang paling banyak terlibat dalam penafsiran al-Qur’an. Artikelini merekonstruksi tafsir Ummu Salamah dalam halsumber tafsir, sumber dan nilai sanad serta karakteritiktafsir. Studi ini menghasilkan sejumlah kesimpulan Sumber tafsir yang digunakan oleh Ummu Salamah terdirisejumlah sumber eksternal maupun internal. Kualitas sanad tafsir merentang dari s}ah}i>h, h}asan dan dha‘i>f. TafsirUmmu Salamah menafsirkan berbagai ayat baik yang berkaitan dengan aspek teologis, hukum maupun sosial.Secara khusus, untuk tafsir yang bersumber dari Nabi,mayoritas bersumber dari pertanyaan Ummu Salamahkepada Nabi atas beberapa ayat al-Quran. Upaya UmmuSalamah ini dalam satu sisi dapat mewakili keterlibatanperempuan dalam memahami dan menafsirkan al-Quran.Di samping itu, juga ditemukan adanya ayat-ayat yang secara spesifik berbicara untuk menjawab protes Ummu Salamah yang diabadikan dalam al-Quran. Kata Kunci: Penafsiran Perempuan, Teks Suci, UmmuSalamah
Dinamika Penggunaan Sunnah Sebagai Sumber Penafsiran Dalam Pergeseran Epistemologi Tafsir Mahmudah, Nur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3908

Abstract

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER TAFSIR DALAM PEMIKIRA MUHAMMAD SHAHRUR Mahmudah, Nur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.893

Abstract

Penggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir pada masakontemporer mengalami pergeseran dibandingkan dengan masasebelumnya. Shahrur yang dikenal sebagai pemikir liberal danbermazhab subyektifi mengajukan sejumlah pembaharuan dalampenggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir, namun bagi Shah} ru>r,al-Qur’an merupakan sumber pertama dan utama sehingga dalamhubungannya dengan sumber lain seperti al-sunnah. Menggunakananalisis interpretatif-komparatif, artikel ini menyimpulkanShahrur menyuguhkan teknik paradigmatik-sintagmatik yangseringkali menghasilkan hasil pembacaan al-Qur’an yang berbedadengan sejumlah pemikir yang lain. Upaya kontekstualisasi alQur’an dibangun Shahrur berlandaskan prinsip al-Qur’an salih likulli zaman wa al-makan.al-Qur’an ditempatkan kembali sebagaisumber pertama dan utama sehingga semua sumber harus tundukdan berkorespondensi dengan al-Qur’an.
Pemikiran G. H. A. Juynboll tentang Hadis Mahmudah, Nur
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 3 No. 1 (2013): JUNI
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.641 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2013.3.1.106-122

Abstract

The outsaider studies that represented by the tradition of orientalism or islamism which continues until now are shows the dynamics of the hadith study from time to time. And one of the sect of hadith study that developed in the western wes skeptical sect. To analyze the thought of skeptical sect in the hadith study at western, this paper will discuss the Juynboll thought in hadith and the things that tangent to it which is including explored an attempt the use of the methodology or theory in the Western studies whitin certain limits for the assessment of hadith. A part from the implications and motives that sometimes becomes the background for hadith assessment as seen in the long history of islamic studies (including the hadith in it), a serious challenge from Western scholars to prove the historicity of the hadith is part of the Muslim scholary duty to provide academic and scintific answers, not just a description of the normative-apologist.
Co-Authors Aji, Oetari Zakiyah Anam, Khurul Andang Saehu, Andang Anika Candrasari Audytra, Hastie Ayu, Rakyan Wening Puspa Azzahro, Fatimah Azzahro, Siti Fatimah A’dilah, Anis Afkar Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Burhanudin Dayanti, Fifi Devi Usdiana Rosyidah Dewajani Purnomosari, Dewajani Dewi, Sri Kumala Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erna Herawati, Erna Fadhilla, Hana Faj’riati, Nur Alfi Khoirul Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal Fetrika Anggraini, Fetrika Findawan, Geofany Hargi Fithriya, Sa’idatul Flora Ramona Sigit Prakoeswa Gewab, Bima Tirta Pradana Ajie Habsy, Bakhrudin Al hanifah, zulfa nur Hart, A’Ang Yuanita Ifa Khoiria Ningrum Irfani, Ulfi Islahuddin, Islahuddin Jauhara Rana Budiani, Jauhara Rana Kartikasari, Dea Dwi Kartini, Alif Yuanita Kumala, Aswa Arsa Maharani, Maisa Maya Puspitasari, Maya Meiliana, Sherin Isna Midya Yuli Amreta Muhammad Adha Mula Agung Barata MUTMAINAH Mutmainah Mutmainah Ningtiyas, Amelia Rizki Nining Lestari Nurhayani, N Oktafiani, Falisa Pelangi Eka Yuwita Povitasari, P Prasetya, Landung Wahyu Putri, Erika Arista Rahamusa, Wafi Putra Ramadhani, Salsabila Putri Refsya Azanti Putri Retinovaliani, Aviolena Retno Sintowati Riandini Aisyah Riyadi, Eka Putri Widya Arsia Rochmadina Suci Bestari Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Nabila Mutia Santi, Nirma Ceisa Sayekti, Nurul Cahyaning Nardi Senja, Agesti Tria Fatma Setyo Nurwaini Sinta Ningrum Sri Wahyuni Sulistyani Sulistyani Sulistyo, Ayu Indah Supraba, Intan Pratiwi Syahdiba, Natasya Maula Syamsiar, Syamsiar Tara , Irmanawati Audhina Nirmala Tri Agustina, Tri Utami, Indari Vianti, Melita Febry Wafiq, Muhammad Azzim Yaqin, Ahmad Ainul Yogi Prana Izza Yuda, Jalu Wira Yuliana, Nur Lutfi Yuni Prastyo Kurniati Yustina Andwi Ari Sumiwi Yuwita, Pelangi Zakki Alawi