p-Index From 2021 - 2026
7.185
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan JENTRE Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Interaksi Sosial Dengan Non Muslim Dalam Perspektif Al-Quran syahrir syahrir; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1136

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial dengan non muslim dalam perspektif Al-Quran. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya interaksi sosial antara muslim dan non muslim dalam kerangka kehidupan beragama dan bermasyarakat yang senantiasa diwarnai dengan keberagaman. Memahami interaksi ini tidak hanya penting untuk memperkuat hubungan antar umat beragama, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang merupakan bentuk penelitian yang berkaitan dengan analisis teks berupa sumber-sumber primer seperti ayat-ayat Al-Qur'an beserta terjemahannya. Kemudian sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang membahas tema interaksi sosial dengan non-muslim. Hasil penelitian menunjukkan Al-Qur'an memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana umat muslim seharusnya berinteraksi dengan non muslim, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan saling menghormati. Dalam surah Al-Mumtahanah (60:8) menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, bahkan terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Kemudian dalam surah Al-Baqarah (2:256) menegaskan bahwa setiap individu berhak memilih keyakinan mereka sendiri tanpa tekanan dari pihak lain. Sedangkan pada surah Al-Anfal (8:61) menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencari jalan damai dan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk non muslim.
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa saniasa; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1377

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan tafsirtematik untuk menggali isu-isu tentang kesetaraan gender menurut ajaran Islam. Penelitian dilatarbelakangi oleh urgensi memahami landasan qur'ani bagi implementasi kesetaraan gender di tengah arus perubahan sosial dan tuntutan akan keadilan gender pada masyarakat Muslim kontemporer. Berbeda dengan kajian sebelumnya yangcenderung membahas tentang kesetaraan gender secara umum, penelitian ini menawarkan analisis komprehensifterhadap terminologi, konteks historis, dan implementasi konsep kesetaraan gender dalam karir berdasarkan ayat-ayatAl-Qur'an yang relevan. Metodologi yang digunakan adalah metode tafsir tematik dengan mengidentifikasi danmenganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam karir, terutama dalam surah Q.S AN Nisa (4) ayat 1, Al-Ahzab (33) ayat 35, An-Nisa (4) ayat 7 , dan Al-Hujrat (49) ayat 13. serta didukung pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak mendiskriminasi gender dalam urusan amal, tanggung jawab, dan kontribusi sosial. Penegasan prinsip keadilan dan penghargaan atas kerja keras menjadi dasar bagi kesetaraan dalam karir.
Konsep Musyawarah dalam Perspektif Al Qur’an (Kajian Tafsir Tematik tentang Musyawarah) Muthmainnah Muthmainnah; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai dasar yang terkandung dalam praktik musyawarah menurut ajaran Islam melalui perspektif Al-Qur'an. Dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi tantangan implementasi nilai-nilai demokrasi terdapat pemahaman terhadap landasan qur'ani bagi praktik musyawarah menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir tematik, di mana peneliti mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan musyawarah, khususnya dalam Qur’an pada Surah Ali 'Imran ayat 159, Surah Asy-Syura ayat 38, dan Surah Al-Baqarah ayat 233. Pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual juga diterapkan untuk memperdalam pemahaman terhadap konteks historis dan terminologi yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musyawarah di dalam Al-Qur'an merupakan prinsip yang fundamental dalam pengambilan keputusan kolektif. Konsep ini menekankan aspek partisipatif, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman pendapat. Meskipun Al-Qur'an tidak memberikan mekanisme baku untuk pelaksanaan musyawarah, namun menetapkan nilai-nilai etis yang harus dijunjung tinggi. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam implementasi musyawarah sesuai dengan konteks sosial-politik masyarakat Muslim.Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah adalah bagian integral dari ajaran Islam yang dapat diadaptasi dalam berbagai konteks, sehingga dapat memperkuat praktik demokrasi dalam masyarakat Muslim. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam musyawarah, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan kolektif yang mencerminkan prinsip-prinsip Islam.
Doa sebagai Spiritualitas Qur’ani: Analisis Teologis dan Psikologis Gishar Hamka Gishar; Muhammad Yusuf; Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1933

Abstract

Doa merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan hubungan eksistensial antara manusia dan Tuhannya. Dalam Al-Qur’an, doa tidak hanya dipahami sebagai sarana permohonan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah, ketundukan, dan pengakuan terhadap keterbatasan diri manusia di hadapan Allah SWT. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, ragam, serta nilai-nilai teologis doa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Penelitian ini menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan doa, baik yang berasal dari ungkapan para nabi, orang-orang beriman, maupun bentuk-bentuk doa umum yang diajarkan untuk umat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an mengandung dimensi yang sangat luas dan mendalam, di antaranya nilai tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), tawakal, kesadaran terhadap qadar, serta etika spiritual. Doa juga diposisikan sebagai medium penguatan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam konteks kontemporer, doa Qur’ani terbukti relevan sebagai terapi spiritual dan mental bagi individu muslim, seperti yang dikaji dalam penelitian-penelitian mutakhir. Doa menjadi ekspresi keyakinan, harapan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah secara holistik. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap makna dan kandungan doa dalam Al-Qur’an sangat penting untuk membangun kesadaran spiritual, memperkuat karakter religius, dan meningkatkan ketahanan jiwa umat Islam dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa doa tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga merupakan mekanisme pembentukan kepribadian dan kestabilan emosional dalam bingkai nilai-nilai ilahiyah yang diajarkan oleh Al-Qur’an. Kata kunci: Doa, Al-Qur’an, tafsir tematik, spiritualitas Islam, nilai teologis
Nikah dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat tentang Nikah) Ridwan Sahrani; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan; Abdul Rachman Sahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1978

Abstract

Marriage is a sacred institution in Islam that functions not only as a physical bond between a man and a woman, but also embodies profound spiritual, moral, and social values. This study aims to analyze the concept of marriage in Islam through both normative and contextual approaches. The research uses a qualitative method with library research as the primary approach. Data sources include the Qur’an, Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Islamic family law documents in Indonesia. The findings reveal that marriage in Islam represents the implementation of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving lineage, honor, and religion. On the other hand, various social phenomena—such as early marriage, unregistered marriages without valid guardians, and rising divorce rates—indicate a significant gap between normative teachings and social practices. Therefore, an educational approach and continuous community development are essential to restore the ideal function of marriage in Islam as the foundation of a dignified family and society
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim AMIN, ROSMINI Amrah Kasim Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Bohari, Nasri Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Farid Rahman Hamsa Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hasyim, Junaedi Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jalaluddin Rum Jelita Inayah Sari Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Masuwd, Mowafg Megawati - Milawati Milawati Moge, Romi Mohamad Harjum Muh Yusuf Muh. Suwardi Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Irham Muhammad Mukhtar S Muhammad Sadik Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabry, Sadik Said, Muhammad Fikran Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Veraferial Muchtar Wa Ode Ramla