Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi tentang Pengelolaan Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri Jatinangor Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23216

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi, ditandai dengan perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Pada usia remaja sering kali menghadapi permasalahan  kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan aspek yang kurang mendapat perhatian dikalangan siswa sekolah seperti stres akademik. Kesehatan mental remaja pada siswa sekolah dipengaruhi berbagai faktor seperti beban akademik yang tinggi, tuntutan untuk meraih prestasi dan persiapan ujian. Hal tersebut merupakan penyebab terjadinya stres pada remaja yang seringkali tidak disadari padahal sangat berdampak pada kualitas hidup mereka. Kondisi ini dimungkinkan kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan mental sehingga tidak berusaha mencari bantuan professional. Hasil survey yang dilakukan di SMAN di Jatinangor menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan mental sebanyak 40% memiliki pengetahuan kurang. Sikapsiswa terhadap pengelolaan kesehatan mental sebanyak 58,33% memiliki sikap tidak mendukung. Persepsi tentang layanan konsultasi kesehatan mental di sekolah 45% memiliki perspektif negatif,  dan perilaku tentang koping mekanisme dari suatu keadaan 46,66%  siswa tidak melakukan perilaku yang baik. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi dan perilaku siswa dalam pengelolaan kesehatan mental pada remaja  di SMAN Jatinangor. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi tentang pengelolaan kesehatan mental pada remaja di SMAN Jatinangor. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 55,73 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 77,85 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 22,12 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati sekolah adalah pemberdayaan guru Bimbingan dan Konseling dalam penanganan siswa yang mengalami masalah kesehatan mental.   Kata Kunci: Kesehatan mental, Sosialisasi, Siswa.  ABSTRACT Adolescence is a transitional period, marked by physical, mental, social, and emotional changes. Adolescence often faces mental health issues. Mental health is an aspect that receives less attention among school students, such as academic stress. Adolescent mental health in school students is influenced by various factors such as high academic loads, demands for achievement, and exam preparation. This is a cause of stress in adolescents that is often not recognized even though it has a significant impact on their quality of life. This condition is possibly due to adolescents' lack of understanding about mental health, so they do not try to seek professional help. The results of a survey conducted at a high school in Jatinangor showed that 40% of students had insufficient knowledge about mental health. 58.33% of students' attitudes towards mental health management were unsupportive. Perceptions about mental health consultation services in schools were 45% negative, and behaviors regarding coping mechanisms for a situation were 46.66% of students did not behave well. The aim of this activity is to increase students' knowledge, attitudes, perceptions, and behavior in managing mental health in adolescents at Jatinangor High School. The activity method used was socialization about mental health management in Jatinangor High School. A total of 35 students attended. The activity results showed an average pre-test score of 55.73 points and an average post-test score of 77.85 points. The conclusion was that there was a 22.12 point increase in knowledge after the health education. The school's agreed-upon follow-up plan is to empower guidance and counseling teachers to handle students experiencing mental health issues. Keywords: Mental Health, Socialization, Students.
Art Therapy dan Terapi Aktifitas Kelompok dalam Mengurangi Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wredha Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23719

Abstract

ABSTRAK Depresi pada lansia, khususnya yang tinggal di panti, sering dipicu oleh kesepian, keterbatasan fisik, dan rendahnya dukungan sosial. Intervensi berbasis seni, seperti Art Therapy dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), berpotensi menurunkan gejala depresi. Skrining menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS) pada 63 lansia di Griya Lansia Garut menunjukkan 61,9% tidak depresi, 28,6% depresi ringan, 7,9% sedang, dan 1,6% berat, yang mengindikasikan perlunya intervensi psikososial. Program manajemen kesehatan dilaksanakan secara partisipatif melalui TAK melukis dengan musik, terapi musik, edukasi bagi 16 pegawai panti, serta rujukan lansia dengan depresi sedang–berat ke layanan kejiwaan. Hasil pretest–posttest GDS menunjukkan perbaikan kondisi mental, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia tanpa depresi (23 menjadi 34 orang) dan menurunnya depresi ringan (14 menjadi 8 orang), serta peningkatan skor pengetahuan pegawai (90 menjadi 98). Lansia menunjukkan respons emosional positif, peningkatan interaksi sosial, dan relaksasi. Intervensi ini efektif menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional lansia, serta berpotensi menjadi program berkelanjutan. Panti disarankan meningkatkan frekuensi dan variasi terapi, menyediakan fasilitas seni–musik, serta melatih pegawai dalam intervensi psikososial. Dukungan lintas sektor diperlukan melalui kebijakan, pendanaan, skrining depresi rutin, dan pelatihan tenaga kesehatan, dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan uji acak terkontrol berbasis komunitas untuk memperkuat generalisasi temuan.  Kata Kunci: Depresi Lansia, Terapi Aktivitas Kelompok, Art Therapy, Terapi Musik, Griya Lansia Garut.  ABSTRACT Depression among older adults, particularly those residing in nursing homes, is often triggered by loneliness, physical limitations, and low levels of social support. Art-based interventions, such as Art Therapy and Group Activity Therapy (Terapi Aktivitas Kelompok/TAK), have the potential to reduce depressive symptoms. Screening using the Geriatric Depression Scale (GDS) among 63 older adults at Griya Lansia Garut showed that 61.9% were not depressed, 28.6% had mild depression, 7.9% moderate depression, and 1.6% severe depression, indicating a need for psychosocial interventions.A participatory health management program was implemented through group painting with music, music therapy, education for 16 nursing home staff members, and referrals of older adults with moderate to severe depression to mental health services. Pretest–posttest GDS results demonstrated improvements in mental health, reflected by an increase in the number of non-depressed participants (from 23 to 34) and a decrease in mild depression (from 14 to 8), along with improved staff knowledge scores (from 90 to 98). Older adults showed positive emotional responses, enhanced social interaction, and relaxation. This intervention was effective in reducing depressive symptoms and improving emotional well-being among older adults, with potential for development as a sustainable program. Nursing homes are encouraged to increase the frequency and variety of therapeutic activities, provide art and music facilities, and train staff in psychosocial interventions. Cross-sectoral support is needed through policies, funding, routine depression screening, and health worker training, with the involvement of families and communities. Future research is recommended to employ longitudinal designs and community-based randomized controlled trials to strengthen the generalizability of the findings. Keywords: Depression in Older Adults, Group Activity Therapy, Art Therapy, Music Therapy, Griya Lansia Garut.
Pencegahan Faktor Resiko Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur di Dusun Cinenggang Desa Cileles Jatinangor Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Ahmad Yamin; Nina Sumarni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26500

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian saat ini khususnya pada   remaja putri dan wanita usia subur adalah anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan dampak melemahnya imunitas dan kerentanan infeksi. Kejadian anemia seringkali terjadi dan tidak dirasakan. Hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa di RT 01 RW 04 Dusun Cinenggang Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang mendapatkan data bahwa 63,3% responden diantaranya mengaku tidak merasakan keluhan kesehatan apapun. Pemeriksaan kadar hemoglobin belum merata, 43,3% responden pernah memeriksakan Hb dan 56,6% belum pernah. Sebanyak 20% responden mengalami sering lemas, 43,3% mengalami pusing, 20% mudah lelah, dan 30% mudah mengantuk. Konsumsi tablet tambah darah sangat rendah, hanya 10% yang mengkonsumsi secara rutin. Analisa tim pengabdian, hal ini diakibatkan karena rendahnya pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor resiko anemia. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat melakukan penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia sebesar 18 poin dan peningkatan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 37,5%. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri sehingga para remaja putri dan wanita usia subur dapat hidup sehat sesuai siklus kehidupannya.  Kata Kunci: Faktor Risiko Anemia, Remaja Putri, Wanita Usia Subur.  ABSTRACT Anemia is a public health issue that remains a concern, particularly among adolescent girls and women of childbearing age. Anemia is a health problem that can weaken immunity and increase susceptibility to infection. Anemia often goes unnoticed. A survey conducted by students in RT 01 RW 04, Cinenggang Hamlet, Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency, found that 63.3% of respondents reported not experiencing any health problems. Hemoglobin level testing is not widespread; 43.3% of respondents have had their Hb checked, while 56.6% have not. Twenty percent of respondents experience frequent weakness, 43.3% experience dizziness, 20% tire easily, and 30% experience drowsiness. Consumption of iron supplements is very low, with only 10% taking them regularly. The community service team's analysis indicates that this is due to the low knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Based on these issues, the community service team conducted health education. This activity aims to increase the knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Results showed an 18-point increase in knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about anemia risk factors, and a 37.5% increase in respondents with good knowledge. It is hoped that the activities implemented will be sustainable independently so that adolescent girls and women of childbearing age can live healthy lives according to their life cycle. Keywords: Anemia Risk Factors, Adolescent Girls, Women Of Childbearing Age.
Pengetahuan remaja perempuan terkait vaksinasi human papillomavirus (HPV) Novie Nurlatifah; Yanti Hermayanti; Witdiawati Witdiawati; Ida Maryati; Nina Sumarni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 5 (2026): Volume 20 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i5.3179

Abstract

Background: Knowledge of adolescent girls regarding Human Papillomavirus (HPV) vaccination plays an important role in preventing cervical cancer. Lack of knowledge may reduce awareness and participation in vaccination programs. HPV vaccination is an effective preventive measure; therefore, early understanding is essential. Adolescent girls are the primary target, as the optimal age for vaccination is 9–14 years. Purpose: To describe the level of knowledge of adolescent girls regarding HPV vaccination. Method: This study used a descriptive quantitative cross-sectional design with total sampling, involving 73 respondents who were willing to participate. The instrument was a validated HPV vaccination knowledge questionnaire (31 valid items; r > 0.361) with reliability (Cronbach’s alpha = 0.932). Data were analyzed descriptively using percentages. Results: Most respondents had moderate knowledge (63%), followed by good (27.4%) and poor (9.6%). In each category, some respondents had not received the HPV vaccine, including those with good and moderate knowledge. Respondents generally understood aspects of cervical cancer prevention, benefits of HPV vaccination, administration methods, and side effects. However, knowledge was still limited regarding early symptoms of cervical cancer, asymptomatic HPV infection, antibody formation and duration, and vaccine dosage. Conclusion: Uneven knowledge levels indicate the need for improved health education to enhance adolescents’ understanding of and participation in HPV vaccination.      Keywords: Adolescent Girls; Human Papillomavirus Vaccination; Knowledge.  
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Akfini Husnul Khotimah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ardiansyah Ekaputra Suryadi Ariyani, Anggi Putri Arum Rukmasari Ayu Sri Rahayu AR Cahya Widyarahayu Darmawan Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Efri Widianti Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Furkon Nurhakim Ghina Aulia Komara Gusgus Graha R Handayani, Eriska Nur Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Iceu Amira DA Ida Maryati Iis Yulianti Indra Maulana Indra Maulana Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Jani, Devi Triana Karin Natasha Angela Khaerunnisa, Milda Kosim Kosim Kosim Kosim Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Muhamad Gustaf Al Fajar Mulya, Adelse Prima Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Novie Nurlatifah Nurrahmawati, Devi R, Ema Arum Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Salsabila Fajari Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Selviya, Devi Setiawan Setiawan Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sopyanti, Yupira Dera Sri Purnama Alam Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Titin Sutini Tuti Fahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Ujang Khaerullah Ujang Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yuli Yuliana Yuliana Sri Rahayu Yupira Dera Sopyanti Yuppi Rosmala Sari