Claim Missing Document
Check
Articles

Program Ceting Mbah Salimah sebagai Upaya Ketahanan Pangan untuk Pencegahan Stunting di Keluarga Kecamatan Rancaekek Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15203

Abstract

ABSTRAK  Ketahanan pangan adalah dengan memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi dan bervariasi. Sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi setiap anggotanya, memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Ketahanan pangan sebuah keluarga merupakan suatu upaya pencegahan stunting di keluarga. CETING MBAH SALIMAH, Cegah Stunting dengan menanam Buah dan Sayur di Lingkungan Rumah dilaksanakan di Desa Sukamulya dengan metode workshop yang dihadiri 39 keluarga. Nilai pelaksanaan post-test untuk penyampaian materi tentang penanaman buah dan sayuran membuahkan hasil, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami materi tentang penanaman buah dan sayur, dengan peningkatan pemahaman sebesar 22,57 % dari 51,28 menjadi 73,85. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan lancar dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep penanaman dengan media tanah. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan melanjutkan inovasi dengan fokus pada bercocok tanam yang sederhana sebagai upaya pencegahan stunting di keluarga. Kata Kunci: Program Ceting, Ketahanan Pangan, Stunting ABSTRACT Food security is having sufficient access to nutritious and varied food. A family can meet the nutritional needs of each member, ensure optimal growth and development, and increase the body's resistance to disease. A family's food security is an effort to prevent stunting in the family. CETING MBAH SALIMAH, Prevent Stunting by planting Fruits and Vegetables in the Home Environment was implemented in Sukamulya Village with a workshop method attended by 39 families. The value of the implementation of the post-test for the delivery of material on planting fruits and vegetables produced results, showing that participants better understood the material on planting fruits and vegetables, with an increase in understanding by 22.57% from 51.28 to 73.85. These results show that the activities were carried out smoothly and provided a better understanding of the concept of planting with soil media. This program is expected to continue by continuing innovations with a focus on simple farming as an effort to prevent stunting in the family.  Keywords: Ceting Program, Food Security, Stunting
Edukasi Posisi Ergonomis dan Latihan Peregangan di Tempat Kerja di Rumah Produksi Baso Aci Acay RW 18 Kelurahan Sukamenteri Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Lukman, Mamat; Susanti, Raini Diah; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20202

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan program nasional yang dibentuk untuk melindungi pekerja maupun pengusaha serta perusahaan sebagai usaha untuk memaksimalkan produksi dengan mencegah terjadinyacedera di tempat kerja. Masalah kesehatan kerja berupa nyeri di bagian bahu, tangan, dan pinggang. Hal tersebutdisebabkan oleh posisi tubuh pekerja yang masih tidak sesuai dengan ergonomi tubuh. Meningkatkan pemahaman dalam upaya Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi secara mandiri masalah yang terjadi masalah gangguan ergonomi. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Penyuluhan mengenai peregangan otot yamg Baik dan Benar Saat Bekerja dalam upaya pencegahan resiko kerja, dilaksanakan secara langsung dengan jumlah peserta 14 peserta. Peserta penyuluhan terlihat antusias saat pemberian materi berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Dari hasil Kagiatan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan belajar didapatkan bahwa kebutuhan belajar pekerja di home industryBaso Aci Acay Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, meliputi kebutuhan belajar perceived needs, unperceived needs, dan misperceived needs. Kata Kunci: Ergonomis, Peregangan, Home Industri  ABSTRACT Occupational Safety and Health (K3) is a national program established to protect workers and employers as well as companies in an effort to maximize production by preventing workplace injuries. Occupational health problems are pain in the shoulders, hands, and waist. This is due to the position of the worker's body that is still not in accordance with the body's ergonomics.  Improve understanding in an effort to find out the problems that can occur and how to independently address the problems that occur with ergonomic disorders problems. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method. Counseling on muscle stretching that is Good and Correct While Working in an effort to prevent work risks, was carried out directly with a total of 14 participants. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well.  From the results of the activity, it can be concluded that the learning needs of workers in the home industry Baso Aci Acay, Sukamenteri Village, Garut District, Garut City, Garut Regency, include perceived needs, unperceived needs, and misperceived needs. Keywords: Ergonomic, Stretch, Home Industry
Pendidikan Kesehatan tentang Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13904

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran remaja sangat penting dalam upaya ini. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Rw 09 Kelurahan Ciwalen. Hasil. Kegiatan di hadiri remaja perwakilan dari tiap RT dan remaja Karang Taruna di RW 09 kelurahan Ciwalen. Terdapat pengingkatan pengetahuan sebelum dan sesuai pendidikan kesehatan tentang stunting dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4-5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 17 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, remaja dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting prevention requires a concerted effort from all components of the community, and the role of adolescents is very important in this effort. The purpose of the activity is health education, increasing adolescent knowledge about stunting and the role of adolescents in stunting prevention. Health education is provided by lecture and discussion, pre test and post test methods. The target of the activity was teenagers in Rw 09 Ciwalen Village. Result. The activity was attended by 17 youth representatives from each RT and Karang Taruna teenagers in RW 09 Ciwalen sub-district. There was an increase in knowledge before and according to health education about stunting with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score is 3 (55.38%) and in the post test the average value is 4-5, namely (83.06%). In conclusion, after Health Education was conducted, knowledge related to stunting prevention in 17 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, adolescents can contribute significantly to reducing stunting rates in society.  Keywords: Stunting, Adolescent Education, Health Education
Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13202

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa merupakan  suatu kondisi yang memungkinkan dari  perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik yaitu  kondisi ketika batin kita  berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga  individu  dapat menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya . Salah satu cara untuk mengetahui masalah kesehatan jiwa dimasyarakat dan yang  lebih dekat serta memahami keadaan masyarakat yaitu kader,maka kader kesehatan jiwa sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa ,sehingga akan ketahuan sejak dini masyarakat yang mengalami masalah psikososial dan  gangguan  jiwa ,maka akan segera di laporkan dan ditangani secara langsung oleh petugas kesehatan setempat.  Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  meningkatkan  pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa sehingga bisa mendeteksi secara dini , memfasilitasi dan memberikan penyuluhan terhadap  masyarakat yang mengalami ganguan jiwa. . Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader secara tatap muka dan melatih cara mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 57,2 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  kader desa Padamukti tentang kesehatan jiwa, cara mengatasi dan mendeteksi secara dini tentang masalah kesehatan jiwa, sehingga  diharapkan  angka kesakitan jiwa baik yang psikososial maupun psikosa menurun, masyarakat menjadi sehat  jiwa. Kata Kunci:  Kesehatan Jiwa,  Kader, Pelatihan  ABSTRACT Mental health is a condition that allows physical, intellectual, and emotional development to be more optimal. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, good mental health is a condition when our mind is in a state of calm and calm so that individuals can enjoy daily life and appreciate others around them. One way to find out about mental health problems in the community and to be closer and understand the situation of the community is through cadres, mental health cadres are very important to detect mental health problems early so that people who experience psychosocial problems and mental disorders will be caught early and will be immediately reported and handled directly by local health workers. This activity aims to help increase the knowledge of cadres about mental health so that they can detect early, facilitate, and provide counseling to people who experience mental disorders. The method used in this activity is face-to-face cadre training and training on how to detect mental health problems early. The result of this activity is an increase of 57.2 points. Conclusion There is an increase in knowledge of Padamukti village cadres about mental health, and how to overcome and detect early mental health problems, so it is hoped that the number of mental illnesses, both psychosocial and psychotic, will decrease, and the community will become mentally healthy. Keywords: Mental Health, Cadres, Training.
Cegah Cedera Saat Bekerja dengan Menerapkan Ergonomi Tubuh yang Benar Bagi Kesehatan di Perusahaan Mekarjaya Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12724

Abstract

ABSTRAK Penyamakan kulit adalah pekerjaan yang memerlukan posisi pekerjanya seringkali berdiri dalam waktu yang lama dan melakukan gerakan yang repetitif. Postur tubuh yang buruk selama pekerjaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, sakit leher, dan cedera otot. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Cedera Saat Bekerja dengan menerapkan ergonomi tubuh yang benar bagi kesehatan.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif yang melibatkan para pekerja penyamakan kulit. Dalam ceramah ini, mereka diberikan informasi tentang bahaya postur tubuh yang buruk dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka.  Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pre-test sebesar 52 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya tingkat pengetahuan para pekerja penyamakan kulit tentang cegah cedera dengan menerapkan ergonomi tubuh sebesar 28 point. Mereka juga diberikan tips praktis tentang bagaimana menjaga postur tubuh yang baik dan menerapkan ergonomi dalam pekerjaan mereka. Setelah pengabdian dilakukan, diharapkan bahwa pekerja penyamakan kulit akan lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera saat bekerja. Kata Kunci: Ergonomic, Pekerja, Penyamakan Kulit  ABSTRACT Leather tanning is a job that requires workers to often stand for long periods of time and perform repetitive movements. Poor posture during this work can have a negative impact on workers' health. Unergonomic working positions can cause various health problems, such as back pain, neck pain and muscle injuries. The aim of this community service is to provide tannery workers with an understanding of Preventing Injuries at Work by implementing correct body ergonomics for health. The method used in this service is an interactive lecture involving tannery workers. In this lecture, they are given information about the dangers of poor posture and how it can affect their health. The results of the activity showed that the average pretest score was 52 points and the average posttest score was 80 points.  The conclusion of this service activity is that the level of knowledge of tannery workers about preventing injuries by applying body ergonomics has increased by 28 points. They are also given practical tips on how to maintain good posture and apply ergonomics to their work. Once the service is carried out, it is hoped that tannery workers will be more aware of the importance of maintaining good posture and taking steps to prevent injuries while working. Keywords: Ergonomics, Workers, Leather Tanning
Praktik Perawatan Diri Pada Orang Tua dengan Anak Talasemia Mayor Usia Sekolah di Bandung Raya Ardiansyah Ekaputra Suryadi; Ai Mardhiyah; Nina Sumarni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43972

Abstract

Latar belakang: Talasemia pada anak tidak hanya berdampak pada kehidupan anak, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan orang tua. Sebagai caregiver, orang tua menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada kesehatan fisik, emosional, dan mental, sehingga sering kali kurang memiliki waktu untuk melakukan praktik perawatan diri (self-care). Perawatan diri yang baik berkorelasi dengan kesejahteraan yang baik pada orang tua dan perawatan terhadap anak. Tujuan: Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui praktik perawatan diri orang tua yang memiliki anak dengan talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada orang tua dengan anak talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Penelitian di lakukan pada seting komunitas yang di kumpulkan melalui Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI). Alat ukur penelitian menggunakan Caregiver Well-Being Scale (CWBS) yang diadaptasi dari Tebb (2013) dengan koefisien realibilitas (α=0.865). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.. Hasil:  Sebanyak 84 orang tua dengan anak talasemia dianalisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang tua yang memiliki anak talasemia mayor usia sekolah masih berada pada tingkat praktik perawatan diri yang buruk (51,2%). Perawatan diri dimensi fisik, emosional, dan relasional memiliki hasil dominan buruk, sementara pada dimensi psikologis dan profesional menunjukan hasil baik lebih banyak, dan pada dimensi spiritual memiliki distribusi yang seimbang antara baik dan buruk. Simpulan: Praktik perawatan diri pada orang tua dengan talasemia masih menunjukan praktik yang rendah. Dengan demikian diperlukan program yang mendukung peningkatan perawatan diri orang tua di komunitas. Kata kunci: anak usia sekolah, praktik perawatan diri, talasemia.   Abstract Background: Thalassemia in children not only affects their lives but also impacts the well-being of their parents. As caregivers, parents face various challenges that affect their physical, Emotional, and mental health, often leaving them with little time to engage in self-care practices. However, good self-care practices are essential for improving their well-being and ensuring optimal care for their children. Objective: This study aims to survey the self-care practice among parents with thalassemia children In Bandung. Methods: This study used a quantitative descriptive approach.  The sample of this study use purposive sampling among  parents with with school-age children diagnosed with major thalassemia in Bandung area. This study was collected in the community setting through Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI), This study was measured using the Caregiver Well-Being Scale (CWBS), adapted from Tebb (2013) with a reliability coefficient of α=0.865. Data analysis was conducted using univariate testing with frequency distribution. Results: The study involved 84 parents with children thalassemia. The results showed that the majority of parents with school-age children diagnosed with major thalassemia had bad self-care practices (51.2%). The physical, emotional, and relational self-care dimensions predominantly showed bad results, while the psychological and professional dimensions had a higher proportion of good results. Meanwhile, the spiritual self-care dimension showed a balanced distribution between good and bad categories. Conclusion: The self-care among parents with thalassemia showed low level. Therefore, the program aimed to improve self-care among parents are needed, especially in community setting.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mengenai Vulva Hygiene dalam Mencegah Kejadian Keputihan pada Remaja Putri SMP Negeri 31 Bandung Ghina Aulia Komara; Nina Sumarni; Lilis Mamuroh
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24613

Abstract

ABSTRACT Vulva hygiene is an important effort in maintaining female reproductive health, particularly in preventing vaginal discharge among adolescent girls. This study was motivated by the continued occurrence of pathological vaginal discharge among adolescent girls associated with limited knowledge and attitudes toward Vulva hygiene, despitehealth education efforts. This study aimed to determine the level of knowledge and attitudes regarding Vulva hygiene in preventing vaginal discharge among adolescent girls. The research employed a quantitative descriptive design with proportional stratified random sampling involving 241 respondents. Data were collected using aknowledge and attitude questionnaire on Vulva hygiene developed by Arifianti and Samaria (2021). Validity and reliability tests showed that all questionnaire items were valid, with calculated r values greater than the r table values (0.393–0.752 for knowledge and 0.396– 0.773 for attitudes), and reliable, with Cronbach’s Alpha values of 0.841 and 0.809. The data were analyzed using univariate analysis to describe frequency and percentage distributions. The results showed that all respondents had experienced vaginal discharge, most of which wasphysiological. The majority of respondents had good knowledge (50.2%), and more than half demonstrated positive attitudes (51%) toward Vulva hygiene practices, although negative attitudes remained relatively high. This studyindicates the need for continuous reproductive health education to support optimal Vulva hygiene practices in preventing vaginal discharge. Keywords : Adolescent Girls, Vaginal Discharge Prevention, Vulva Hygiene, Vulva Hygiene Attitudes, Vulva Hygiene Knowledge, Vaginal Discharge.  ABSTRAK Vulva hygiene merupakan upaya penting dalam memelihara kesehatan organ reproduksi pada perempuan, khususnya dalam mencegah terjadinya keputihan pada remaja wanita. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kejadian keputihan patologis pada remaja putri yang berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan dan sikap Vulva hygiene, meskipun upaya edukasi kesehatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap mengenai Vulva hygiene dalam mencegah kejadian keputihan pada remaja putri.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling penelitian ini adalah proportional stratified random sampling, terhadap 241 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner Arifianti  Samaria, (2021) mengenai tingkat pengetahuan dan sikap Vulva hygiene hasil uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan, seluruh item pada kuesioner pengetahuan dan sikap Vulva hygiene dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,393–0,752 untuk pengetahuan dan 0,396–0,773 untuk sikap) serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,841 dan 0,809. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden pernah mengalami keputihan yang sebagian besar tergolong fisiologis. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (50,2%) dan lebih dari setengah menunjukkan sikap positif (51%) terhadap penerapan Vulva hygiene, meskipun proporsi sikap negatif masih cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan sikap dan mendukung praktik Vulva hygiene yang optimal dalam mencegah keputihan. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan Keputihan, Pengetahuan Vulva Hygiene, Remaja Putri, Sikap Vulva Hygiene.
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Hubungan Mental Health dengan Perilaku Merokok pada Remaja: Tinjauan Sistematis Literatur Ayu Sri Rahayu AR; Nina Sumarni
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24499

Abstract

ABSTRACT Smoking remains one of the health behavior issues among the community. The trend of considering smoking as cool and a symbol of maturity encourages teenagers who are searching for their identity and social acceptance to start smoking. This literature review aims to identify the relationship between mental health and smoking behavior in adolescents. This study uses a literature review method with a descriptive approach. The databases used include PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and EBSCO, with articles published between 2021 and 2025. The article selection process was conducted by reviewing duplications, title suitability, abstracts, and inclusion and exclusion criteria. A total of 4 articles were included in this review. The results of the study indicate that mental health is significantly related to smoking behavior among adolescents. Keywords: Mental health, Smoking, Adolescents.  ABSTRAK Merokok masih menjadi salah satu permasalahan perilaku kesehatan di kalangan masyarakat. Tren yang menganggap merokok sebagai hal keren dan simbol kedewasaan mendorong remaja yang sedang mencari jati diri dan penerimaan sosial untuk mulai merokok. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan mental health dengan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif. Database yang digunakan meliputi PubMed, ScienceDirect, GoogleScholar dan EBSCO, dengan publikasi artikel antara tahun 2021-2025. Proses seleksi artikel dilakukan dengan meninjau duplikasi, kesesuaian judul, abstrak, serta kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 4 artikel diikutsertakan dalam tinjauan ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental berhubungan signifikan dengan perilaku merokok pada remaja.  Kata Kunci: Kesehatan mental, Merokok, Remaja.
Description of the Quality of Life in Elderly at Nursing Home Salsabila Fajari; Nina Sumarni; Adelse Prima Mulya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5670

Abstract

The quality of life among the elderly is prone to decline due to physical, mental, and social deterioration. Assesing the quality of life in the elderly is essential to measure the effectiveness of care in nursing homes, ensuring that residents live safely and comfortable. This study aims to describe of the quality of life among the elderly at UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay. Method: This research is a quantitative descriptive study. The sample consisted of 60 elderly individuals selected using purposive sampling technique. Data were collected through the WHOQOL-OLD questionnaire which has been translated into Indonesian and has been tested for validity using the Rasch Model and its reliability with the results of the Cronbach's Alpha value of 0.75. Data were analysis using univariate analysis. The results showed that 55% of the elderly had a good quality of life, with 80% at a good level in the death and dying domain and 48.3% at a poor level in the sensory abilities domain. Good quality of life is something that needs to be maintained. However, almost half of the elderly at the UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay are at a poor level in the past, present and future activity and sensory abilities domain.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Akfini Husnul Khotimah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ardiansyah Ekaputra Suryadi Ariyani, Anggi Putri Arum Rukmasari Ayu Sri Rahayu AR Cahya Widyarahayu Darmawan Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Efri Widianti Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Furkon Nurhakim Ghina Aulia Komara Gusgus Graha R Handayani, Eriska Nur Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Iceu Amira DA Ida Maryati Iis Yulianti Indra Maulana Indra Maulana Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Jani, Devi Triana Karin Natasha Angela Khaerunnisa, Milda Kosim Kosim Kosim Kosim Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Muhamad Gustaf Al Fajar Mulya, Adelse Prima Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Novie Nurlatifah Nurrahmawati, Devi R, Ema Arum Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Salsabila Fajari Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Selviya, Devi Setiawan Setiawan Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sopyanti, Yupira Dera Sri Purnama Alam Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Titin Sutini Tuti Fahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Ujang Khaerullah Ujang Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yuli Yuliana Yuliana Sri Rahayu Yupira Dera Sopyanti Yuppi Rosmala Sari