Idrus, Irnawaty
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 97 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Aquatic Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Kota Mamuju Wiwi Herawati; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Nur Hikmah Paddiyatu; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.123

Abstract

ABSTRAKKota Mamuju, yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga air dan rekreasi. Namun, kota ini belum memiliki fasilitas olahraga air yang memenuhi standar internasional sekaligus mendukung keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Aquatic Sport Center dengan pendekatan arsitektur organik yang mengintegrasikan harmoni dengan alam, efisiensi energi, dan tata ruang multifungsi untuk memenuhi kebutuhan olahraga, rekreasi, dan edukasi masyarakat. Metode penelitian melibatkan pendekatan berbasis studi literatur dan desain eksploratif, dimulai dengan analisis prinsip arsitektur organik. Proses perancangan mencakup sketsa manual, pembuatan model digital, serta simulasi efisiensi energi dan dampak lingkungan. Integrasi elemen desain dilakukan untuk memastikan keselarasan bangunan dengan lanskap lokal dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aquatic Sport Center yang dirancang mengadopsi prinsip arsitektur organik, seperti penggunaan material lokal, pencahayaan alami, ventilasi silang, dan sistem pengelolaan air hujan. Desain ini tidak hanya mendukung efisiensi energi tetapi juga menciptakan fasilitas multifungsi yang relevan secara sosial, ekologis, dan budaya. Dengan tata ruang yang fleksibel, fasilitas ini dapat melayani kebutuhan olahraga kompetitif maupun rekreasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur arsitektur keberlanjutan dengan menawarkan panduan praktis untuk fasilitas olahraga berbasis arsitektur organik. Temuan ini juga memiliki implikasi luas untuk pengembangan fasilitas serupa di wilayah pesisir lainnya. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi teknologi hemat energi modern dan kajian ekonomi penerapan desain ini. ABSTRACTMamuju City, located on the western coast of Sulawesi Island, holds significant potential for the development of water sports and recreation. However, the city lacks aquatic sports facilities that meet international standards while supporting sustainability. This study aims to design an Aquatic Sport Center using an organic architectural approach that integrates harmony with nature, energy efficiency, and multifunctional spatial planning to meet the needs of sports, recreation, and education for the community. The research methodology involved a literature-based exploratory approach and design exploration, beginning with an analysis of the principles of organic architecture. The design process included manual sketching, creating digital models, and simulating energy efficiency and environmental impact. Design elements were integrated to ensure alignment between the building and the local landscape while promoting environmental sustainability. The results indicate that the proposed Aquatic Sport Center adopts organic architectural principles, such as the use of local materials, natural lighting, cross ventilation, and a rainwater management system. The design not only supports energy efficiency but also creates a multifunctional facility that is socially, ecologically, and culturally relevant. With flexible spatial layouts, the facility caters to both competitive sports and community recreation needs. This study contributes to the sustainable architecture literature by offering practical guidelines for sports facilities based on organic architecture. The findings also have broader implications for developing similar facilities in other coastal areas. Future research could explore the integration of advanced energy-saving technologies and economic feasibility studies of implementing this design.
Pendekatan Arsitektur Analogi pada Perancangan Islamic Center Leppangang di Kabupaten Pinrang Alif Bastian; Ashari Abdullah; Nana Rohana; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nurhikma Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14089

Abstract

Islamic Center Lepanggang bertujuan untuk memberikan wadah fisik bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang dalam rangka menigkatkan kegiatan ke Islaman dengan pelatihan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang meliputi; ibadah, muamalah, takwa dan dakwa. Perancangan Islamic Center ini menggunakan pendekatan Analogi, memberikan pandangan atau cara menyampaikan pesan agar suatu konsep menjadi lebih mudah untuk diterima akal. Masalah dan pemecahan masalah adalah objek nonreal yang dianalogikan untuk memahami konsep dan definisinya. Perancangan Islamic Center di Kabupaten Pinrang yang terletak di Leppangang Kecamatan Patampanua, dengan luas lahan 60.000m² (6 hektar) dapat menampung 1.500 hingga 2.000 jamaah. Islamic Center Leppagang Ini terletak di tengah-tengah Kabupaten Pinrang. Pendekatan analogi yang digunakan adalah konsep dari kisah Nabi Nuh tentang membuat bahtera besar yang mampu menampung makhluk hidup sehingga selamat dari banjir besar.
Makassar Creative Hub dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Muh. Arif Kurniawan; Irnawaty Idrus; Nurhikmah Paddiyatu; A. Syahriyunita syahruddin; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah A. Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8877

Abstract

Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur. Kota Makassar merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan bagi kawasan Indonesia Timur. Perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi tentu sangat erat kaitannya dengan generasi muda yang merupakan sebagai pelaku kreatif Makassar nantinya. Perkembangan ekonomi di Makassar sangat didukung oleh sektor industri kreatif yang juga sangat membantu ekonomi Makassar dalam perancangan Makassar Creative Hub. Sehingga melalui berbagai pertimbangan serta isu utama mengenai sarana dan prasarana untuk mengembangkan sektor-sektor industri kreatif. menjadi dasar perencanaan dan perancangan sebuah Creative Hub di Makassar. Berdirinya bangunan baru ini memadukan konsep Arsitektur Kontemporer. Yang diharapkan bisa menjadi bangunan yang iconic di Kota Makassar. Serta mampu menjadi wadah baru bagi pelaku Ekonomi Kreatif di Kota makassar agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan menyambut perkembangan industri kreatif di masa yang akan datang.
Perancangan Pusat Butterfly Farm dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis di Kabupaten Maros Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dewi; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Mursyid Mustafa; Nurhukmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12399

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 2.500 jenis kupu-kupu. Salah satu kawasan yang merupakan habitat kupu-kupu di Sulawesi Selatan adalah Taman Nasional Bantimurung. Selain itu, dengan terjadinya pemburuan kupu-kupu di kawasan Taman Nasional Bantimurung untuk komersialisasi kupu-kupu yang telah menjadi bisnis menimbulkan permasalahan yang serius sehingga memerlukan upaya untuk menjaga kupu-kupu dari bahaya, kepunahan, serta meningkatkan populasi dan kualitas kupu-kupu untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Butterfly Farm yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros yang sesuai dengan RTRW, ketersediaan utilitas sekitar tapak, luas lahan yang cukup dan termasuk lahan konservasi. Butterfly Farm yang direncanakan terdiri dari 3 fungsi utama yaitu menjadi sarana konservasi kupu-kupu, rekreasi, dan edukasi kupu-kupu dengan total luas sebesar 25.100 m2 dengan luas lahan terbangun sebesar 8.785 m2. Bentuk bangunan dasar yaitu mengambil bentuk kupu-kupu endemik yang merupakan kupu-kupu endemik di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri menjadi satu massa. Pada siteplan terdiri dari bangunan utama, ruang parkir, halte, jalan, taman. Perancangan yang dibuat menggunakan pendekatan  Arsitektur Ekologis. Arsitektur ekologis merupakan sebuah konsep arsitektur yang dalam perancangannya memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Butterfly Farm yang direncanakan bertujuan untuk mewadahi kegiatan melestarikan kupu-kupu, sebagai konservasi, rekreasi, mengedukasikan, serta promosi ke masyarakat mengenai pelestarian kupu-kupu yang hampir terancam punah.
Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone Fardi Fardi; Mursyid Mustafa; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Andi Syahriyunita Syahruddin; Salmiah Zainuddin; Wiwik Wahidah Osman
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7298

Abstract

Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas
Perancangan Gedung Olahraga Tennis di Kabupaten Soppeng Rio Trianto; Mursyid Mustafa; Andi Yusri; Muhammad Syarif; Ashari Abdullah; Irnawaty Idrus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12521

Abstract

Gedung olahraga tenis ini adalah salah satu fasilitas yang digunakan sebagai sarana dalam mengembangkan minat dan bakat Masyarakat Kabupaten Seppeng terkait dengan olahraga tenis. Dengan adanya fasilitas gedung olahraga tenis ini tentunya diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang lahir dari tanah Soppeng ini sehingga diharapkan dapat mengembangkan minat masyarakat kepada olahraga tenis ini. Tujuan perancangan gedung olahraga ini tentunya dapat melahirkan atlet dan menumbuhkan minta masyrakat terhadap olahrga ini tentu dengan mengaplikasikan konsep neo vernacular pada bangunan sehingga dapat tetap menjadi bangunan dengan tidak melepaskan budaya arsitektur tradisional daerah Soppeng sehingga dapat menjadi salah satu icon bangunan di Kabupaten Soppeng. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan adalah melakukan pengambilan data penelitian yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan konsep dan desain perancangan sesuai dengan format kaidah, aturan dan standar baik arsitektural maupun non arsitektural sesuai dengan judul perancangan. Hasil perancangan pusat penelitian ini tentunya mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan
Perancangan Agrowisata Kopi dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Tombolo Pao Kabupaten Gowa Nurmiati Basir; Ashari Abdullah; Andi Yusri; A.Syahriyunita Syahruddin; Siti Fuadillah A Amin; Rohana Rohana; Irnawaty Idrus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12576

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki daya tarik potensial alam dan budaya yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis pertanian dan perkebunan. Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa merupakan wilayah pengembangan agroindustri kopi yang memiliki prospek untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi. Namun masalah yang dialami oleh masyarakat di wilayah tersebut adalah masih kurangnya bimbingan dan pendam- pingan dalam hal pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk. dengan hal tersebut merancang Agrowisata Kopi di Tombolo Pao Kabupaten Gowa dengan Arsitektur Organik yang bertujuan untuk mewadahi berbagai fasilitas utama yang disalurkan melalui potensi yang ada di Tombolo Pao di Kabupaten Gowa. Adapun metode perancangan yaitu terdapat dua jenis data yang diperoleh yaitu data primer dan sekunder kemudian pengumpulan data dengan melakukan survey dan observasi dan data dari instansi kemudian melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi Perancangan Agrowisata Kopi berada di Kecamatan Tombolopao yang terletak didataran tinggi di Kabupaten Gowa dengan luas lahan 3,4 ha. Hasil Perancangan Agrowisata Kopi ini berfungsi sebagai wadah kegiatan wisata dan edukasi. Pada site plan terdiri atas bangunan utama, bangunan penunjang, mushollah, rumah kaca, cafetarian, area perkebunan kopi, area parkir dan beberapa ruang service lainnya. Bentuk bangunan merupakan metafora dari bentuk biji kopi yang di implementasikan dari arsitektur organik dengan menggunakan alam sebagai dasar ide desain.
Pendekatan Smart Building pada Perancangan PSM Training Center di Kota Makassar Aldhy Renaldi; Muhammad Syarif; Andi Yusri; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Irnawaty Idrus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14171

Abstract

 Industri sepak bola memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia, sepak bola juga merupakan olahraga yang banyak diminati oleh semua kalangan di seluruh dunia, hal ini membuat banyak klub sepak bola di Indonesia berlomba untuk meningkatkan kualitas pemain yang dimiliki. Makassar merupakan ibu Kota Sulawesi selatan, yang memiliki klub sepak bola kebanggaan yaitu PSM Makassar. PSM Makassar juga merupakan salah satu klub yang cukup terkenal dan menjadi klub sepak bola tertua di Indonesia yang berdiri pada 12 November 1915. Namun masalah yang dialami PSM Makassar saat ini adalah minimnya sarana dan prasarana latihan yang dimiliki oleh klub. Dengan hal tersebut merancang PSM Training Center dengan pendekatan smart building di Kota Makassar selain dapat memenuhi segala keperluan dan kebutuhan klub serta pemain juga memberikan kenyamanan dengan penerapan konsep smart building. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan . Lokasi perancangan PSM Training Center berada di Kecamatan Mariso, Kelurahan panambungan Kota Makassar, dengan luas lahan 6,2 Ha. Hasil dari rancangan PSM Training Center berfungsi sebagai wadah bagi pemain dan klub untuk meningkatkan kualitas tim serta dapat menjadi wisata. Pada site plan terdiri dari bangunan utama, asrama, musholla, area parkir, dan beberapa fasilitas servis lainnya. Bentuk banguna merupakan metafora dari bentuk kapal pinisi yang kemudian dijadikan dasar ide desain.
Perancangan Pusat Pertunjukan Seni Musik dan Teater di Kabupaten Toraja Utara dengan Konsep Arsitektur Berkelanjutan rahmat ramadan; Muhammad Syarif; Fitrawan Umar; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Siti Fuadillah A Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8796

Abstract

Seni merupakan sebuah ekspresi perasaan manusia, yang di dalamnya mengandung unsur estetika atau keindahan, serta dapat dirasakan oleh panca indra manusia. Perkembangan seni di Indonesia khususnya daerah Toraja Utara sendiri sangatlah baik, ini dibuktikan dengan berdirinya kelompok-kelompok dan grup seni lokal di Toraja, dan banyaknya kegiatan pertunjukan seni yang diselenggarakan tiap tahun. Bahkan, sudah menjadi agenda rutin, sesuai dengan program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Toraja yaitu mengembangkan pariwisata di Toraja, sebagai tujuan meningkatkan daya tarik wisata di antaranya, mengembangkan event - event baik tradisional maupun modern, atau event tradisional yang dikemas secara modern, dengan memperhatikan kondisi lingkungan sebagai nilai jual. Rancangan ini harus sesuai standar dapat mewadahi segala aktivitas dan pengembangan kesenian, serta menghadirkan sebuah pusat seni yang ramah lingkungan. Seiring perkembangan teknologi dan gagasan perancangan bangunan yang semakin baik dan modern, bangunan saat ini mulai didesain dengan mengintegrasikan potensi alam sekitar dengan ruangan yang ada di dalamnya, yang kita kenal dengan sustainable architecture. konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan dampak negatif lingkungan bangunan, dengan efisiensi penggunaan energi, yaitu memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan buatan dengan desain bukaan dan sun shading. Material, yaitu menggunakan sebagian material lokal seperti bambu, batu alam, dan kayu sisa bekisting untuk elemen dekoratif interior. Limbah, mengolah kembali limbah untuk kebutuhan bangunan. Ekonomi, memanfaatkan sebagian lahan untuk kegiatan perkebunan sebagai keberlanjutan komoditas dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Perancangan Gelanggang Pacuan Kuda di Kabupaten Polewali Mandar Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Muhammad Ilham; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; A. Syahriyunita Syahruddin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.8778

Abstract

Gelanggan pacuan kuda adalah wadah untuk lomba dimana seorang penjoki mengendarai atau menunggangi kuda untuk mencapai garis finish secepatnya dengan lintasan yang telah ditentukan. Awalnya pacuan kuda menggunakan kereta digunakan pada zaman kaisar romawi. Pacuan kuda di polewali mandar menjadi suatu tradisi setiap tahunnya, oleh karena itu perlu dilakukan perancangan gelanggang pacuan kuda di polewali mandar. Akibatnya, survei lokasi dan studi kasus bangunan serupa dilakukan di beberapa lokasi. Hasil desain yang dicapai adalah gambar desain dengan luas sekitar 11 hektar, menerapkan konsep dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana gelanggan pacuan kuda di polewali mandar terpenuhi.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdillah, Muh Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Fadli Akbar, Muhammad Fauzan Aldhy Renaldi Aldi Setiawan, Aldi Alif Bastian Alif, Nur Alni, Annisa Maulidina Amal, Citra Amalia Amalia, Andi Annisa Amansah, Muh. Sucitra Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Annisa Amalia Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Yusri andi Yusri Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Azhar, Alif Azman, Andi Baharuddin Hamzah Basir, Nurmiati Bastian, Alif Dapubeang, Awaludin Dayat, Sapril Hidayat Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fardi Fardi Fardi, Fardi Fath, Raja Ferdi Lamu Fitrawan Umar Hasra, Mila Karmila Irawati Irawati Irlan Nurasyid Ismail Ibrahim Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Kurniawan, Muh. Arif Lamu, Ferdi Latif, Sahabuddin Latif Muh. Arif Kurniawan Muh. Ilmiansah Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Abdillah Muhammad Artha Tiranda Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana Nana Rohana, Nana nana, Rohana Nini Apriani Rumata Nur Alif Nur Hikmah Paddiyatu Nur Indah Rokhana NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhukmah Paddiyatu Nurmiati Basir Nursafaat, Fadel Nurul Jamala Paddiyatu , Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhukmah Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dewi R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila rahmat ramadan Raja Fath Ramadan, Rahmat Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rio Trianto Rio Trianto, Rio Rohana Rohana nana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif, Sahabuddin Salmiah Zainuddin Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sulfajri, Andi Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahriyunita Syahruddin Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Tiranda, Muhammad Artha Umar, Fitrawan Warni, Rasma wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah