Idrus, Irnawaty
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 97 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Arsitektur Biofilik pada Perancangan Perpustakaan Hybrid di Kabupaten Luwu Utara Azhar, Alif; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syarif, Muhammad; Syahruddin, A. Syahriyunita; A Amin, Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16146

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur biofilik pada perancangan perpustakaan hibrida di kabupaten Luwu utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif melalui pendekatan studi literatur dan analisis kasus, mengidentifikasi elemen-elemen desain biofilik seperti penggunaan material alami, pencahayaan alami, dan ventilasi silang dalam meningkatkan ruang dan kenyamanan pengguna. Penerapan konsep biofilik tidak hanya memperkaya pengalaman pembaca, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberikan dampak positif pada kualitas udara serta keterhubungan dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur biofilik pada perpustakaan hibrida di kabupaten Luwu utara sepenuhnya menerapkan konsep biofilik. Perpustakaan hibrid lebih mengutamakan penerapan konsep biofilik pada ruang-ruang tertentu terutama pada ruang baca, lobby, rooftop garden, lobby kantor, dan lain sebagainya. Hal tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan hibrid yang dirancang dengan pendekatan biofilik dapat menjadi fasilitas publik yang fungsional, inklusif, dan ramah lingkungan di kabupaten Luwu utara.
Perancangan Kawasan Kantor Pemerintahan Di Kabupaten Takalar Dengan Pendekatan Arsitektur Biophilik Setiawan, Aldi; Syarif, Muhammad; Rohana, Rohana; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17580

Abstract

Perancangan kawasan kantor pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kabupaten Takalar, sebagai wilayah yang berkembang, membutuhkan desain kantor pemerintahan yang tidak hanya fungsional tetapi juga ramah lingkungan dan mendukung kesejahteraan penggunanya. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penerapan pendekatan arsitektur biophilic dalam perancangan kawasan kantor pemerintahan di Kabupaten Takalar. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktif dengan mengintegrasikan elemen alam ke dalam desain bangunan, seperti pencahayaan alami, ventilasi yang baik, vegetasi, dan penggunaan material alami. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi lapangan, studi literatur, serta analisis tapak dan kebutuhan ruang. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan arsitektur biophilic dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, mengurangi dampak lingkungan, serta memperkuat identitas kawasan perkantoran sebagai ruang yang berkelanjutan. Dengan konsep ini, diharapkan kawasan kantor pemerintahan di Kabupaten Takalar dapat menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur pemerintahan yang lebih hijau dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kawasan Pantai Wade, Kabupaten Lembata Dapubeang, Awaludin; Amin, Siti Fuadillah A.; Idrus, Irnawaty; Rohana, Rohana; Amal, Citra Amalia; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17534

Abstract

Skripsi ini membahas perancangan hotel resor di pantai Wade, dusun Wade, desa Balurebong, Kec. Lebatukan Kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik adalah pendekatan desain yang memadukan unsur alam dan budaya lokal ke dalam desain arsitektur bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, hotel resor Pantai Wade bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional tamu dengan mengoptimalkan interaksi mereka dengan alam iklim tropis yang khas di Nusa Tenggara Timur, khususnya di pantai Wade Kab. Lembata yang juga memiliki view indah perbukitan dan pantai pasir putih yang masih asri. Konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti alang-alang, bambu, kayu, dan batu alam, yang juga menjadi material bangunan adat masyarakat setempat, teknik konstruksi yang tidak merusak yang tidak berdampak negatif pada ekosistem lokal, dan memberikan bentuk bangunan yang langsung terinspirasi dari alam dalam hal ini bentuk ikan paus yang trinspirasi dari salah satu tradisi masyarakat di Lembata yaitu berburu paus dan trinspirasi pula dari logo Kab. Lembata itu sendiri. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menciptakan hotel resor yang tidak hanya memberikan kenyamanan dan relaksasi tetapi juga berdampak positif terhadap kehidupan akuatik di kawasan Pantai Wade.
Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Botanical Bliss di Kota Makassar Idrus, Irnawaty; Amin, Siti Faudillah Alhumairah; Paddiyatu, Nurhikmah; Amal, Citra Amalia; Latif, Sahabuddin; sari, nirma mawar
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/phmp4063

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan arsitektur tropis pada perancangan Botanical Bliss di Kota Makassar sebagai upaya mewujudkan kawasan wisata yang selaras dengan iklim tropis lembap dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan rancangan yang mampu menghadirkan kenyamanan termal, efisiensi energi, serta memperkuat karakter lokal Makassar. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis tapak, dan kajian prinsip arsitektur tropis yang relevan dengan konteks wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen arsitektur tropis seperti ventilasi silang, orientasi bangunan, penggunaan material alami, serta pengintegrasian ruang terbuka hijau mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan hemat energi. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan arsitektur tropis berperan penting dalam menciptakan desain berkelanjutan. Implikasinya, konsep ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan wisata tropis yang ramah lingkungan di wilayah pesisir Indonesia.  Kata Kunci   Botanical bliss, arsitektur tropis, desain berkelanjutan, ekowisata
Pendekatan Arsitektur Biofilik pada Perancangan Premium Outlet di Kabupaten Maros Amelia, Yuyun; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Latif, Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ydey2z20

Abstract

Industri fashion di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan yang mendorong munculnya kebutuhan akan pusat perbelanjaan modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial, rekreatif, dan edukatif bagi pengunjung. Secara umum, premium outlet merupakan pusat perbelanjaan yang menampung berbagai factory outlet yang menjual produk bermerek langsung dari pabrik dengan harga lebih terjangkau, namun tetap mempertahankan suasana belanja yang eksklusif dan nyaman. Kabupaten Maros yang tengah berkembang di sektor perdagangan dan pariwisata memiliki potensi besar untuk menghadirkan konsep premium outlet yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang premium outlet dengan pendekatan arsitektur biofilik yang menekankan integrasi elemen alam guna menciptakan ruang komersial yang berkelanjutan. Metode perancangan meliputi analisis tapak, perilaku pengguna, serta penerapan elemen alami seperti pencahayaan, vegetasi, air, dan ventilasi silang. Hasilnya menunjukkan peningkatan kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan pengguna. Kesimpulannya, penerapan arsitektur biofilik mampu memperkuat hubungan manusia dengan alam dan menjadi model pengembangan pusat perbelanjaan berkelanjutan di Kabupaten Maros.
Pendekatan Arsitektur Biomimikri pada Perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda Syahruddin, Andi Syahriyunita; Idrus, Irnawaty; Syarif, Muhammad; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana; Alni, Annisa Maulidina
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mhtj4053

Abstract

Kota Samarinda menghadapi peningkatan volume sampah plastik akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang pesat. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memerlukan solusi arsitektur yang berkelanjutan serta inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur biomimikri dalam perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda sebagai strategi desain yang efisien dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi tapak, serta analisis bentuk dan sistem alami yang relevan dengan fungsi pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip biomimikri pada aspek bentuk, struktur, dan sistem bangunan dapat meningkatkan efisiensi energi, sirkulasi udara, serta mendukung sistem daur ulang terpadu. Kesimpulannya, pendekatan biomimikri mampu menghasilkan desain bangunan yang fungsional, estetis, dan adaptif terhadap lingkungan. Implikasinya, konsep ini dapat menjadi referensi pengembangan arsitektur berkelanjutan di kawasan perkotaan Indonesia.
Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Boarding School MAN Program Keagamaan di Kabupaten Gowa Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty Idrus; Syarif, Muhammad; Abdullah, Ashari; Rohana; rahmah, berkah fadhila
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tcbcs265

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan berbasis keagamaan melalui konsep boarding school yang menekankan keseimbangan antara akademik dan spiritual. Namun, kondisi iklim tropis dengan intensitas panas dan curah hujan tinggi menuntut penerapan pendekatan arsitektur yang adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur tropis pada perancangan Boarding School MAN Program Keagamaan di Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, analisis iklim, dan observasi tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur tropis seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan material lokal mampu meningkatkan kenyamanan termal serta efisiensi energi. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur tropis tidak hanya menciptakan bangunan yang sesuai iklim, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan yang kondusif. Implikasinya, desain ini dapat menjadi model arsitektur sekolah berkelanjutan di wilayah tropis Indonesia.
Pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Villa Resort di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng Abdillah, Muhammad; Yusri, Andi; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Syarif, Muhammad; Idrus, Irnawaty; abdillah, muh
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0cz74t57

Abstract

Kabupaten Bantaeng memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata pesisir, khususnya di kawasan Pantai Marina yang memiliki panorama laut menawan serta nilai budaya masyarakat pesisir yang khas. Namun, potensi ini belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas akomodasi wisata yang merepresentasikan identitas arsitektur lokal secara kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur neovernakular pada perancangan Villa Resort di Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng, sebagai upaya mengintegrasikan kearifan lokal dengan kebutuhan wisata modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis elemen arsitektur tradisional yang disesuaikan dengan kondisi iklim serta karakter kawasan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bentuk atap pelana, penggunaan material lokal seperti kayu dan bambu, serta tata ruang terbuka yang menyatu dengan lanskap alam meningkatkan nilai estetika dan kenyamanan bangunan. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur neovernakular berimplikasi pada terciptanya Villa Resort yang kontekstual, ramah lingkungan, dan memperkuat identitas arsitektur daerah pesisir Bantaeng.   KATA KUNCI Arsitektur neovernakular, villa resort, Pantai Marina, Bantaeng, identitas lokal.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Kawasan Wisata Tepian Sungai Saddang di Kabupaten Enrekang Fahmi, Ridwan; Idrus, Irnawaty; Fuadillah, Siti; Latif, Sahabuddin; Rohana, Rohana; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.7799

Abstract

Kabupaten Enrekang memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata.Akan tetapi kabupaten Enrekang belum memiliki kawasan wisata yang potensial serta pada kawasan tepian sungai saddang yang sebenarnya di peruntukkan sebagai kawasan wisata namun belum terdapat fasilitas yang memadai maupun menunjang suatu kawasan. Sebagai sebuah Kawasan wisata tepian sungai, objek rancangan kawasan wisata tepian sungai memiliki permasalahan kebutuhan energi, iklim dan pencemaran air sungai. Penyelesaian permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan konsep Kawasan wisata tepian sungai dengan pendekatan arsitektur hijau. Pendekatan arsitektur hijau yang meliput respect for site, resfect for users, working with climate, conversing energy, minimizing new resources,holism. .Arsitektur hijau merupakan sebuah proses pendekatan perancangan dan perencanaan yang berorientasi lingkungan.Metode penelitian  yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengelolaan data, konsep, desain gambar.Hasil analisis yang didapat pada objek Kawasan wisata tepian sungai berupa prinsip penerapan arsitektur hijau pada tapak, dengan memaksimalkan ruang terbuka hijau;desain bangunan yang menghasilkan banyak bukaan untuk pencahayaan alami dan sirkulasi udara; menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim;memaksimalkan pengelolaan air kotor,air bekas, air hujan agar dapat digunakan Kembali.  Dengan penerapan konsep arsitektur hijau atau green architecture kawasan wisata tepian sungai saddang dapat dirancang sebagai kawasan yang ramah lingkungan dan dapat berjalan optimal tanpa meerusak ekosistem dan vegetasi yang terdapat pada tepian sungai saddang di kabupaten Enrekang.
Perancangan Sentra Penangkaran Benih Hortikultura dan Pangan Dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Kabupaten Bantaeng Kunaifi, Aan; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Nur, Khilda Wildana; nana, Rohana; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8559

Abstract

Keberadaan sebuah penangkaran benih hortikultura dan pangan sangat dibutuhkan sebagai sarana memperoleh informasi, pelestraian tanaman, dan  sarana memperkenalkan potensi pertanian dari sebuah daerah. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sentra penangkaran benih hortikultura dan pangan dengan tujuan untuk pengembangan benih pertanian dan mewadahi petani mengenai pertanian. Untuk menanggapi hal tersebut perancangan ini mengambil pendekatan konsep Arsitektur Neo-Vernakular yang bertujuan mengangkatnilai-nilai arsitektur daaerahuntuk menjadi konsep dasar menyesuaikan dengan lokasi perancangan. Objek rancangan yang di tawarkan oleh penulis sebagai usulan desain ialah Perancangan Sentra penangkaran Benih Hortikultura dan Pangan. Dimana terdapat sebuah area untuk petani memperoleh informasi dan sebagai sarana edukasi dan kegiatan pendukung lainnyayang berkaitan denganpenangkaran Benih Hortikultura dan Pangan.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdillah, Muh Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Fadli Akbar, Muhammad Fauzan Aldhy Renaldi Aldi Setiawan, Aldi Alif Bastian Alif, Nur Alni, Annisa Maulidina Amal, Citra Amalia Amalia, Andi Annisa Amansah, Muh. Sucitra Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Annisa Amalia Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Syahruddin andi Yusri Andi Yusri Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Azhar, Alif Azman, Andi Baharuddin Hamzah Basir, Nurmiati Bastian, Alif Dapubeang, Awaludin Dayat, Sapril Hidayat Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fardi Fardi Fardi, Fardi Fath, Raja Ferdi Lamu Fitrawan Umar Hasra, Mila Karmila Irawati Irawati Irlan Nurasyid Ismail Ibrahim Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Kurniawan, Muh. Arif Lamu, Ferdi Latif, Sahabuddin Latif Muh. Arif Kurniawan Muh. Ilmiansah Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Abdillah Muhammad Artha Tiranda Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana Nana Rohana, Nana nana, Rohana Nini Apriani Rumata Nur Alif Nur Hikmah Paddiyatu Nur Indah Rokhana NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhukmah Paddiyatu Nurmiati Basir Nursafaat, Fadel Nurul Jamala Paddiyatu , Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhukmah Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dewi R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila rahmat ramadan Raja Fath Ramadan, Rahmat Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rio Trianto Rio Trianto, Rio Rohana Rohana nana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif, Sahabuddin Salmiah Zainuddin Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sulfajri, Andi Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahriyunita Syahruddin Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Tiranda, Muhammad Artha Umar, Fitrawan Warni, Rasma wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah