p-Index From 2021 - 2026
6.187
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STUDIA ISLAMIKA Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam AL-Fikr ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Info-Teknik JICSA Jurnal EMT KITA Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Anterior Jurnal Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Ulumul Syar\'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL CRANKSHAFT Riwayah : Jurnal Studi Hadis ADDIN Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal hukum IUS PUBLICUM Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Empiricism Journal Andalas International Journal of Socio-Humanities Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal of Innovation Research and Knowledge Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Dedikasi Madani : Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Bahtsuna: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Ta'bir Al-'Arabiyyah Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Jurnal Wicara Desa Arba: Jurnal Studi Keislaman Studia Islamika Scientific Journal for Nation Building Adi Widya : Jurnal Pendidikan Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Agama dan Keragaman Masyarakat Kontemporer Mujiburrahman Mujiburrahman
Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25778

Abstract

Artikel ini mendiskusikan keragaman masyarakat kontemporer melalui pendekatan sosiologis. Tiga teori dipakai untuk memotret fenomena ini, yaitu: teori globalisasi dan era informasi, teori politik pengakuan dan teori sekularisasi dan pluralisme agama.
Menilik Wacana Cendekiawan tentang Cendekiawan Mujiburrahman Mujiburrahman
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25911

Abstract

Barangkali kesan pertama yang diperoleh ketika membaca buku Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru karya Daniel Dhakidae ini adalah keseriuasan. Betama tidak, buku ini tergolong telah lebih dari 800 halaman.
ULAMA BANJAR KHARISMATIK MASA KINI DI KALIMANTAN SELATAN: Studi Terhadap Figur Guru Bachiet, Guru Danau, dan Guru Zuhdi Mujiburrahman Mujiburrahman; Muhammad Zainal Abidin
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.421

Abstract

Artikel ini meneliti tiga figur ulama kharismatik masa kini yang ada di Kalimantan Selatan. Figur yang diangkat dalam tulisan ini, yaitu K. H. Muhammad Bachieth (Guru Bachieth); K. H. Asmuni (Guru Danau) dan K. H. Ahmad Zuhdiannor (Guru Zuhdi). Ketiga ulama Banjar yang dibahas menunjukkan ciri-ciri seorang tokoh kharismatik berdasarkan teori kharisma dalam sosiologi. Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki keistimewaan, dan tampil di saat krisis, baik krisis sosial yang tengah terjadi, ataupun krisis kepemimpinan ulama. Masing-masing tokoh memiliki pesona, yang mampu memukau ribuan khalayak yang setia mendengarkan ceramah-ceramahnya. Ia seolah memiliki kekuatan magnetik, yang menyerap orang-orang di sekelilingnya untuk medekat. Meskipun sama-sama memiliki kharisma, masing-masing tokoh memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Latarbelakang sejarah intelektual mereka memang tidak sama, meskipun secara garis besar masih berada dalam jalur keulamaan tradisional. Mereka juga menjadi tokoh di wilayah yang berbeda, dengan jemaah yang berbeda pula
Dari IAIN ke UIN Pangeran Antasari: Tantangan dan Peluang di Tengah Arus Perubahan Sosial dan Budaya Mujiburrahman Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v12i1.302

Abstract

Abstract This paper discusses the reasons behind the need for the transformation of the Institute for Islamic Studies (IAIN) Antasari into a State Islamic University (UIN). By analyzing the history of education in Indonesia in terms of tensions between Western (general) education and Islamic education, the paper argues that the transformation is a historical necessity. The transformation should be directed (1) to integrate general knowledge and Islamic knowledge in the university education system; (2) to respond to the social changes in contemporary society, especially the high variety of job markets, which demand professionalism; (3) to be the source of moral and spiritual guidance for society, and (4) to open much more opportunity for people, especially those of the lower class, to have a tertiary education. Abstak  Makalah ini mendiskusikan alasan-alasan di balik kebutuhan tranformasi IAIN Antasari menjadi UIN. Dengan melakukan analisis sejarah tentang ketegangan antara sistem pendidikan Barat (umum) dan pendidikan Islam, makalah ini menunjukkan bahwa transformasi tersebut adalah suatu keharusan sejarah. Transformasi itu harus diarahkan untuk (1) mengintegrasikan pengetahuan umum dengan pengetahuan Islam dalam sistem pendidikan di universitas; (2) menanggapi perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat kekinian, khususnya tingginya keragaman lapangan kerja, yang menuntut profesionalisme; (3) menjadi sumber bimbingan moral dan spiritual masyarakat; dan (4) membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya mereka yang dari kelas bawah, untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi.
ANALISIS WACANA DALAM KAJIAN AGAMA Mujiburrahman Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i1.3068

Abstract

Analisis wacana merupakan salah satu metode analisis yang dikembangkan dalam ilrnu-ilrnu sosial dan humaniora. Analisis ini telah digunakan pula oleh para ilmuan dalam kajian-jaian terhadap agama, khususnya agama sebagai fenomena sosial. Analisis wacana mencoba melihat berbagai pemyataan keagamaan yang muncul di masyarakat, baik di masa lalu atau di masa sekarang, dalam kerangka relasi-relasi kuasa, kepentingan pribadi atau kelompok, dan dampaknya pada kehidupan nyata. Penerapan analisis wacana yang dikembangkan para ilrnuwan dalam kajian literatur, antropologi dan ilrnu kalam menunjukkan bahwa analisis ini cukup membantu bagi pengembangan kejian keislaman. Di sisi lain, kekuarangan analisis wacana adalah kecenderungannya untuk mengeabaikan makna agama sebagai suatu pengalaman batin yang mendalam
ISLAM, HUMOR, DAN KRITIK: BUDAYA BANJAR DALAM KUMPULAN CERITA SI PALUI MASA ORDE BARU Mujiburrahman Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v20i1.6370

Abstract

 Artikel ini bertujuan mengkaji kumpulan cerita pendek si Palui dalam bahasa Banjar yang terbit teratur di Banjarmasin Post. Kumpulan cerita Palui karya Yustan Azidin (1933-1995) berjudul Si Palui Raja Pandusta digali dan dianalisis dari sudut pandang glokalisasi atau pribumisasi Islam, yakni bagaimana berbagai nilai dan praktik Islam yang universal dan global diserap dan diapropriasi oleh budaya lokal Banjar. Artikel ini juga mencoba menggali berbagai pesan dan kritik yang terkandung di dalam cerita-cerita itu dilihat dalam konteks sosio-politik masa Orde Baru. Dalam kajian ini ditemukan bahwa cerita-cerita itu dengan fasih menghadirkan bagaimana orang-orang Banjar menginternalisasi nilai-nilai Islam melalui kerangka budaya mereka sendiri dalam berbagai bentuk pertemuan dan ritual keagamaan, termasuk pandangan mereka terhadap perempuan dan poligami; bagaimana mereka merespon ideologi pembangunan pemerintah; dan bagaimana mereka memandang orang Jawa sebagai suku terbesar di Indonesia. Cerita-cerita itu juga berhasil menghadirkan humor, kebijaksanaan dan kritik terhadap masyarakat Banjar dan/atau pemerintah Orde Baru. The purpose of the article is to study a collection of short stories of si Palui in Banjarese language that was regularly published in Banjarmasin Post. The collection of the short stories written by Yustan Azidin (1933-1995) entitled Si Palui Raja Pandusta is explored and analyzed in terms of glocalization or indigenization of Islam, that is, how the universal and global Islamic values and practices are absorbed and appropriated in the Banjarese local culture. The article also explores the messages and criticisms contained in the short stories within the socio-political context of the New Order period. This study finds that these short stories eloquently represent how the Banjarese people internalize Islamic values through the framework of their own culture in various forms of religious gatherings and rituals, including their views of woman and polygamy; how they respond to the government’s ideology of development; and how they look at the Javanese, the biggest ethnic group in Indonesia. The stories successfully present humor, wisdom and criticisms of the Banjarese society and/or the government of the New Order.
Metaphysical Sufism of al-Durr al-Nafīs: Between Controversy of the Scholars and Interest of the Public Mujiburrahman Mujiburrahman
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 17 No. 1 (2022): September
Publisher : Postgraduate Studies of Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2022.17.1.116-166

Abstract

This article discusses the controversy on the Sufi metaphysics contained in a treatise called al-Durr al-Nafīs written by Muhammad Nafis al-Banjari, and the interest of the public in it. This study analyses a number of studies of this treatise, and it is enriched by interviews with some relevant Islamic scholars. Some Islamic scholars reject the Sufi doctrines of Muhammad Nafis on the ground that they are not in line with Islamic orthodox teachings. There are some Islamic scholars who simply say that the doctrines of the treatise are not included in the Ahl al-Sunnah camp, while others say that they are misguided and misleading. On the other hand, there are some Islamic scholars who say that the doctrines are actually orthodox, but they are only for intellectually and spiritually gifted people. Although most of the scholars suggest that the treatise should not be freely taught to, or circulated among, common people, thanks to print technology and the rise of interest in Sufism, this treatise has been more widely read in religious gatherings and circulated not only in different parts of Indonesia but also in Southeast Asia.
TASAWUF DI MASYARAKAT BANJAR KESINAMBUNGAN DAN PERUBAHAN TRADISI KEAGAMAAN Mujiburrahman
Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufism has infl uenced the religious life of Banjarese Muslims in South Kalimantan since the 18th century up to now. The tendency to combine ethical Sufism of al-Ghazali and metaphysical Sufi sm of Ibn Arabi, and the veneration of Sufi masters in the reading ritual of their hagiographies, and the emergence of certain heterodox Sufi sects, all of these can be found along history of Islam in this region. On the other hand, there are social changes that have also infl uenced the colour of Sufism developed in certain period. In the 18th century, orthodox Sufi sm fought against pantheism which was presumably came from Hindu origin, but in the 19th and early 20th century, Sufi sm became a social movement, namely a certian Sufi Order that was involved in the war against the Dutch. In the later period, Sufi sm became the source of moral and spiritual strength in the face of social, cultural and political crisis. Moreover, since the Reformation Era, Sufi masters and their followers have become potential allies as voters for politicians.
Banjarese Muslim Figures in the Works of Karel A. Steenbrink and Martin Van Bruinessen Mujiburrahman Mujiburrahman
Studia Islamika Vol 30, No 1 (2023): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v30i1.27646

Abstract

This article analyzes the works of Dutch scholars Karel A. Steenbrink and Martin van Bruinessen, focusing on their research on Islam in Indonesia, particularly regarding the Banjarese ethnic group. Steenbrink examines Banjarese historical figures from the 18th and 19th centuries, while van Bruinessen extends the analysis to include figures from the 20th century and explores Sufi order movements such as the Sammaniya and Naqshabandiyah Orders, as well as heterodox groups. The article evaluates how these scholars presented and analyzed the roles of Muslim Banjarese figures in society through their writings and personal communications. The analysis generated both positive and negative responses from other scholars, indicating the impact and recognition of their work. Despite the Banjarese Muslims being a small part of their broader research on Islam in Indonesia, their contributions are well-regarded among scholars in the field.
Mengimpikan Keadilan Dalam Perbedaan Mujiburrahman Mujiburrahman
Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Vol. 7 No. 2 (2018): Ulumul Syar'i
Publisher : LPPM STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia itu sama sekaligus berbeda. Persamaan penting karena ia menjadi landasan bagi titik temu, persaudaraan, kerjasama dan saling memahami. Ilmu pengetahuan tentang manusia dapat berkembang karena adanya kesamaan manusia. Perbedaan memberikan manusia identitas, suatu ciri khas yang mendudukkannya sebagai pribadi atau kelompok yang unik. Perbedaan juga berfungsi sebagai ujian dan cobaan bagi umat manusia, apakah mereka bekerjasama atau bertengkar, bersekutu atau berseteru, saling menyombongkan diri atau saling menghormati. Karena masing-masing pihak merasa unik berkat perbedaan itu, maka Alqur’an menyarankan agar manusia “berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan”. Perintah ini mengingatkan bahwa titik temu antar perbedaan itu adalah perbuatan baik, dan perlombaan dalam berbuat kebaikan tidak akan menimbulkan permusuhan, bahkan mempererat persaudaraan.