p-Index From 2021 - 2026
6.187
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STUDIA ISLAMIKA Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam AL-Fikr ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Info-Teknik JICSA Jurnal EMT KITA Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Anterior Jurnal Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Ulumul Syar\'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL CRANKSHAFT Riwayah : Jurnal Studi Hadis ADDIN Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal hukum IUS PUBLICUM Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Empiricism Journal Andalas International Journal of Socio-Humanities Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal of Innovation Research and Knowledge Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Dedikasi Madani : Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Bahtsuna: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Ta'bir Al-'Arabiyyah Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Jurnal Wicara Desa Arba: Jurnal Studi Keislaman Studia Islamika Scientific Journal for Nation Building Adi Widya : Jurnal Pendidikan Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Etnis Sasak (Studi Kasus Kehidupan Komunitas Suku Sasak di Desa Mengkulu Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat) Sudarwo, Raden; Parhanuddin, Lalu; Mujiburrahman, Mujiburrahman; Anam, Khaerul
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.7478

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang karakternya sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang disebut budaya. Namun Budaya sebagai payung nilai-nilai kearifan lokal eksisnya terancam oleh budaya luar sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal Suku Sasak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun partisipan penelitian yaitu (1) aktor yang terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas yang berhubungan dengan fokus penelitian, dan (2) orang yang mampu merepresentasikan kalangan tertentu sehingga penelitian ini kredibel, selain itu juga memperhatikan kompetensi dalam penentuan partisipan. Oleh sebab itu, partisipan dalam penelitian ini antara lain: (1) Tuan Guru Haji Abdul aziz sebagai figur sentral masyarakat (Pendiri/Pembina pondok Pesantren Daarul Furqon); (2) Kepala Madrasah Ibtidaiyah; (3) Kepala Sekolah Dasar Negeri dilingkungan Sakra dan Sakra Barat yang dianggap merperesentasikan pokus pentilitan; (4). Komite sekolah/madrasah. (5). Guru-guru madrasah. (6). Wali murid. (7). Tokoh adat, (8) Tokoh masyarakat, (9) Warga masyarakat, lingkungan Sakra Barat khususnya Desa Mengkuru Kacamatan Sakra Barat.Sedangkan analisis data dilakukan dengan (1) dilakukan secara simultan melalui proses pengumpulan daya dan penulisan naratif lainnya, (2) memastikan bahwa proses analisis data kualitatif yang telah dilakukan berdasarkan proses reduksi data dan interpretasi, (3) mengubah data hasil reduksi dalam bentuk matriks, (4) mengidentifikasi prosedur coding yang digunakan dalam mereduksi berbagai data ke dalam tema-tema atau kategori, dan (5) merubah hasil analisis data dari hasil reduksi menjadi matriks yang di coding dan selanjutnya dulakukan penyesuaian sesuai dengan model kualitatif yang dipilih. Hasil penelitian mengungkap bahwa kearifan lokal Suku Sasak di Desa Mengkuru Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur memiliki filosofi hidup yang ditunjang oleh agama dan adat yang teraktualisasi dalam proses pewarisan nilai melalui berbagai tradisi baik lisan maupun tulisan serta berbagai ritual adat daur hidup. Adapun nilai-nilai yang dapat diinternalisasikan menjadi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal bermula dari tindih sebagai nilai utama, maliq, dan merang. Ketiga konsep tersebut memunculkan nilai-nilai kualitatif, tindih antara lain saleh, solah, pacu, onyaq, lomboq, rema, kupu’, patuh, soloh, patut, dan paut. Sementara pada maliq dan merang terdapat karakter patuh terhadap perintah agama, patuh pada adat, tidak hinaq dengan, tidak nyakitan dengan, dan besematon dengan orang lain. Dengan demikian, strategi yangdapat digunakan dalam pengimplementasian pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Suku Sasak dapat dilakukan dengan cara “hybrid”, di mana pemerintah setempat memberlakukan kebijakan (top-down) kepada sekolah untuk “infusi” nilai-nilai kearifan melalui seluruh mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Selain itu, kebijakan yang diambil juga harus selaras dengan kebutuhan masyarakat (pengaduan) perihal pentingnya nilai-nilai kearifan lokal Suku Sasak yang harus diinternalisasikan (bottom-up). Oleh sebab itu, bersama-sama antara orang tua, sekolah, dan pemerintah harus mengidentifikasi dan merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Suku Sasak yang akan diinfuskan dalam budaya sekolah. Kata kunci: pendidikan karakter, kearifan lokal, Suku Sasak
RELEVANSI HADITS DALAM TRADISI KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA Ali, Ibnu; Mujiburrahman, Mujiburrahman
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 10 No 1 (2024): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/ahsanamedia.10.1.2024.45-54

Abstract

Nabi Muhammad saw merupakan potret Al-Qur’an yang menjadi rujukan dalam menjalankan Islam. Sikap para sahabat setelah nabi juga mengambil peran penting. Maka Imam Malik mendefinisikan jejak perbuatan nabi dan para sahabat setelahnya dengan As-Sunnah. Sementara As-Syafi’i lebih memberi konotasi sunnah hanya pada sunnah nabi. Sunnah dalam pengertian Imam Malik memiliki otoritas yang tinggi karena telah menjadi tradisi yang hidup dalam masyarakat Madinah sebagai refresentasi dari jejak nabi dan para sahabat yang mengetahui secara langsung cara hidup Nabi. Tradisi dalam pandangannya tidak memiliki sanad riwayat yang bisa dipertanggung jawabkan karena bisa jadi terkontaminasi dengan otoritas para khalifah yang berperan dalam tradisi agama. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian Pustaka atau dikenal denga istilab library reseach. Hasil penelitian menujukkan bahwa tradisi yang hidup itulah yang lebih dikenal secara umum dalam masyarakat Islam. Sementara hadits lebih dikenal dan mendapat perhatian umat Islam secara cermat setelahnya. Sehingga tradisi itulah yang lebih mendominasi masyarakat muslim dalam kehidupan beragama. Dan dalam sejarahnya, tradisi itu berkembang dalam hidup dan budaya umat Islam. Maka tulisan ini ingin melihat relevansi antara jejak nabi dengan tradisi yang berkembang di tengah umat Islam. Implikasi penelitian ini adalah 1) Pemahaman yang Lebih Mendalam tentang Hadits, 2) Penerapan Hadits dalam Kehidupan Sehari-hari,3) Pengembangan Etika dan Moral, 4) Pendidikan dan Dakwah, 5) Kerjasama antar-Umat Beragama.
POTRET PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI SYAFAWI Mujiburrahman, Mujiburrahman
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Safavid Dynasty was one of the great empires that played a significant role in the history of Islamic civilization. This paper discusses the Islamic education system implemented during the Safavid period, focusing on the development of knowledge, the rise of Shia education, and the role of women in education. The education system employed three main approaches: indoctrinative education to reinforce Shia teachings, aesthetic education that supported the development of arts and industry, and military and governmental management education. The Safavid Dynasty also produced renowned scholars such as Mulla Sadra and Mir Damad, who contributed to the fields of philosophy and theology. This study uses a literature review method with content analysis from various historical sources and related literature. The findings aim to provide a deeper understanding of the Safavid Dynasty's contributions to Islamic education. The educational system during this period was based on Shia Islam, with key centers in Qom, Isfahan, and Najaf. Various madrasas were established to disseminate teachings of Islam, literature, and other Islamic sciences. In the context of Islamic education in Indonesia today, it is essential to emphasize comprehensive understanding, skill enhancement, character development, and the implementation of modern educational methods. By applying the core values from the golden period of Islamic civilization, Islamic education in Indonesia can be enriched to produce intelligent, moral, and internationally competitive generations
THE KNOWLEDGE MANAGEMENT IN HADITH CODIFICATION Erika, Erika; Mujiburrahman, Mujiburrahman
RIWAYAH Vol 8, No 1 (2022): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v8i1.13675

Abstract

Hadith codification has been carried out since the Prophet Muhammad era and was systematically documented in the 3rd century Hijri. During this period, the hadith codification went through a complicated process. The clerics who wrote hadith books had a standard in collecting, processing, and disseminating hadith. It has similarities with current knowledge management process theory, i.e., create, capture, classify, store, share, and apply. This study examines the knowledge management of hadith codification using the SECI model by Nonaka & Takeuchi. SECI contains four stages, there are Socialization, Externalization, Combination, and Internalization. The authors classify the process of hadith codification into the SECI model. In socialization, it will describe the process of hadith transfer from the Prophet Muhammad to his companions. The externalization stage explains the efforts of the companions to make the hadith into an explicit form. Afterward, the hadith codification process in the 3rd century Hijri is described at the combination stage. The last is internalization which explains the implementation and recreation of hadith into a new form of documentation. The method used is descriptive. Data were collected using historical-comparative research methods from the documents as the main sources and interviews as additional sources. The results of this study are rigorous methods used in the hadith codification in the context of knowledge management. Other findings are the values of the hadith codification process that can be applied in an organization.[Manajemen Pengetahuan dalam Kodifikasi Hadis. Kodifikasi hadis telah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad dan didokumentasikan secara sistematis pada abad ke-3 Hijriah. Selama periode ini, kodifikasi hadis melalui proses yang rumit. Para ulama yang menulis kitab hadis memiliki standar dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan hadis. Ini memiliki kesamaan dengan teori proses manajemen pengetahuan saat ini, yaitu membuat, menangkap, mengklasifikasikan, menyimpan, berbagi, dan menerapkan. Penelitian ini mengkaji tentang manajemen pengetahuan kodifikasi hadits menggunakan model SECI oleh Nonaka & Takeuchi. SECI terdiri dari empat tahap, yaitu Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, dan Internalisasi. Penulis mengklasifikasikan proses kodifikasi hadits ke dalam model SECI. Dalam sosialisasi ini akan dijelaskan proses transfer hadits dari Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Tahap eksternalisasi menjelaskan upaya para sahabat untuk menjadikan hadits dalam bentuk eksplisit. Selanjutnya, proses kodifikasi hadits pada abad ke-3 Hijriah digambarkan pada tahap kombinasi. Terakhir adalah internalisasi yang menjelaskan implementasi dan rekreasi hadis ke dalam bentuk dokumentasi baru. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian sejarah-komparatif dari dokumen sebagai sumber utama dan wawancara sebagai sumber tambahan. Hasil penelitian ini adalah metode ketat yang digunakan dalam kodifikasi hadits dalam konteks manajemen pengetahuan. Temuan lainnya adalah nilai-nilai proses kodifikasi hadis yang dapat diterapkan dalam sebuah organisasi.]
Pengaruh Panjang Lengkung Sudu terhadap Performa Turbin Angin Atap Rumah Mujiburrahman, Mujiburrahman
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13635

Abstract

Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan semakin penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memitigasi dampak perubahan iklim. Turbin angin atap rumah menawarkan solusi yang menjanjikan untuk produksi energi skala kecil di lingkungan perkotaan. Namun, efisiensi dan performa turbin ini sangat bergantung pada desain sudu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain turbin angin atap rumah melalui analisis pengaruh variasi panjang lengkung sudu terhadap performa turbin. Metode penelitian melibatkan pengujian eksperimental pada turbin angin dengan tiga variasi Panjang lengkung sudu 5/16, 6/16, dan 7/16 pada empat kecepatan angin yang berbeda 3,48 m/s sd 6,21 m/s). Parameter yang diukur adalah kecepatan putaran turbin rpm, dan  daya generator Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang lengkung sudu 6/16 secara konsisten memberikan performa optimal pada empat kecepatan angin yang diuji. Pada kecepatan angin 6,21 m/s, panjang sudu 6/16 menghasilkan kecepatan putaran tertinggi 228,71 rpm, dengan  daya sebesar 154,62 Watt. Peningkatan kecepatan angin dari 3,48 m/s sd ke 6,21 m/s menghasilkan peningkatan signifikan pada kecepatan putaran dan daya untuk semua variasi panjang sudu. Penurunan performa pada panjang sudu 7/16 mengindikasikan adanya batas optimal dalam desain.
Survei Kriteria Rumah Sehat di Kawasan Kampung Bugis: Tantangan dan Solusi Kesehatan Lingkungan Mujiburrahman, Mujiburrahman; Sofyandi, Arif
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2523

Abstract

Perumahan warga yang tidak memenuhi persyaratan rumah sehat akan mempengaruhi kualitas kesehatan dari masyarakat tersebut, masalah kesehatan yang akan ditimbulkan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberclosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), diare dan penyakit lainnya. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif suatu keadaan secara obyektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi perumahan di wilayah kampung Bugis, kecematan Ampenan, Kota mataram, NTB. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan form persyaratan rumah sehat menurut Kemenkes RI No.829/Menkes/ SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan permukiman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga kampung Bugis. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah 15 orang. Lokasi penelitian di kampung Bugis. Hasil dari penelitian, penilaian rumah sehat ini adalah ditinjau dari 3 aspek ialah komponen rumah, sanitasi dan perilaku penghuni dari 15 rumah tersebut semuanya termasuk kategori tidak sehat. Survey of Criteria for Healthy Homes in the Bugis Village Area: Environmental Health Challenges and SolutionsAbstractResidential housing that does not meet the requirements for healthy housing will affect the quality of health of the community, resulting in health problems such as acute respiratory infections (ARI), tuberculosis (TBC), dengue hemorrhagic fever (DHF), diarrhea and other diseases. The approach to this research is quantitative descriptive. Quantitative descriptive is research carried out with the main aim of creating an objective picture or description of a situation. This research was conducted to determine the description of housing conditions in the Bugis village area, Ampenan sub-district, Mataram City, NTB. The instrument in this research was to use the healthy house requirements form according to the Indonesian Ministry of Health No.829/Menkes/SK/VII/1999 concerning residential health requirements. The population in this study were all residents of Bugis village. The sample in this study was 15 people. Research location in Bugis village. As a result of the research, the assessment of healthy houses is seen from 3 aspects, namely house components, sanitation and the behavior of the occupants of the 15 houses, all of which fall into the unhealthy category.
Penggunaan Metode Kahoot Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran KosaKata Bahasa Arab Inka, Novina; Suparmanto, Suparmanto; Ma’arif , Syamsul; Nurhidayati , Vivi; Mujiburrahman, Mujiburrahman
Ta'bir Al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Kebahasaaraban Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Kebahasaaraban
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab. Kahoot adalah platform pembelajaran berbasis game yang memungkinkan guru membuat kuis interaktif, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptf kualitatif dengan pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pembelajaran bahasa Arab khususnya kemampuan menghafal mufrodat atau kosakata siswi kelas VIII B ITTIHAAD AL-UMAM masih dinilai kurang efektif karena kurangnya proses evaluasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar kosakata bahasa Arab, tetapi juga dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa.
Implementasi Metode Belajar Mandiri dan Teknik Merencanakan Masa Depan Sejak Usia Dini Mujiburrahman, Mujiburrahman; Jaswandi, Lalu; Hadi, M. Samsul; Najamuddin, M.; Mustakim, Mustakim; Sukarma, I Ketut
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 2, No 1 Juni (2021): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v2i1 Juni.163

Abstract

Semakin tinggi mutu kegiatan belajar siswa, diharapkan hasil belajarnya semakin baik dan banyaknya masalah belajar yang dialami siswa memungkinkan rendahnya perolehan hasil belajar siswa. Banyaknya masalah belajar siswa cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kategori masalah keterampilan belajar dan kondisi diri selalu menduduki posisi dominan. Skor mutu kegiatan belajar mengajar mereka rendah dan cenderung menurun dari tahun ke tahun. MA Hidayatussibyan NW Sengkerang, merupakan sekolah yang jauh dari ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kelebihan dan keterbatasan segi sarana dan prasarana, maupun sumberdaya pendidik dan peserta didik, sumber daya yang dimiliki perlu dikembangkan dan terus ditingkatkan, keterbatasan menjadi penyemangat untuk terus berbenah sehingga cita-cita sekolah, guru dan harapan orang tua peserta didik dapat tercapai dengan maksimal. Siswa MA Hidayatussibyan NW Sengkerang, memiliki masalah terkait dengan kemandirian, kurang percaya diri, tidak mengetahui tujuan hidupnya, bahkan jika ditanya tentang tujuannya bersekolah kebanyakan menjawab “disuruh orang tua”. Oleh karena itu dibutuhkan kegiatan pelatihan atau workshop terkait dengan kemandirian dan perencanaan masa depan, sehingga mereka siap dalam menentukan langkah hidupnya dan bertanggungjawab atas konsekuensi tindakan yang dilakukan. Hal ini penting, menyadari bahwa jutaan anak Indonesia banyak yang putus sekolah sejak usia wajib belajar yang direncanakan, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan selanjutnya pada sekolah menengah atas dan yang sederajat. Termasuk didalamnya lulusan sarjana terbaik menganggur. Adapun metode pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dimulai dengan: penyampaian materi, diskusi, penugasan, FGD, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI Mujiburrahman, Mujiburrahman; Nuraeni, Nuraeni
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 3, No 1 Juni (2022): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v3i1 Juni.218

Abstract

Pendidikan karakter penting diterapkan untuk menghindarkan berbagai persoalan yang bermunculan dalam kehidupan seperti kekerasan, kejahatan seksual, tawuran pelajar, pesta pora narkotika dan ketergantungan narkoba remaja di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Untuk memberdayakan dan membentengi generasi penerus bangsa ini, pendidikan karakter kini telah diupayakan secara luas, baik formal maupun informal, dari tingkat pendidikan paling dasar hingga tertinggi. Keberadaan mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan juga dimasukkan ke dalam pendidikan karakter. Melalui kegiatan pelatihan Inklusi Pendidikan Berkarakter diharapkan guru-guru PAUD di Kota Mataram memiliki pemahaman dalam menerapkan pendidikan karakter di lembaga masing-masing sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak pada pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan langkah-langkah a. Pembukaan, b. Penyampaian materi c. Kerja kelompok d. Presentasi masing-masing kelompok e. Penguatan dan diskusi f. Refleksi dan Evaluasi.
PELATIHAN “IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK (SCIENTIFIC APPROACH) BAGI GURU DI SD NEGERI 2 SIGAR PENJALIN” Mujiburrahman, Mujiburrahman; Hartati, Aluh; Najamuddin, M.; Kartiani, Baiq Sarlita; Sutarto, Sutarto; Winata, Aliahardi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1, No 1 Juni (2020): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v1i1 Juni.56

Abstract

Dengan  sistem  pembelajaran  saintifik  yang  di dalamnya banyak terkadung berbagai metode pembelajaran yang dapat di gunakan oleh peserta didik. Di sini yang mendominasi seluruh pembelajaran adalah peserta didik, peserta didik di harapkan aktif dan bersifat memberi ilmu  pengetahuan  juga kepada teman  yang lain,  jadi tidak hanya menerima saja. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) secara utuh atau holistic, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan yang lainnya. Dalam kegiatan ini, beberapa target luaran diantaranya: (1) terlaksananya kegiatan pelatihan dengan judul “Pelatihan ImplementasiPembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) bagi guru di SD Negeri 2 Sigar Penjalin (2) peserta (guru) mampu memahami konsep, karakteristik, dan langkah-langkah/prosedur pembelajaran berbasis pendekatan saintifik (scientific Approach); (3) peningkatkan kemampuan guru dalam mengimplemenasikan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran; dan (4) menghasilkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan tahapan saintifik. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara kelompok, curah pendapat, dan partisipatif. Adapu tahapan kegiatan ini sebagai berikut: (1) persiapan dan pembekalan; (2) penyampaian materi; (3) pelaksanaan kegiatan pengabdiann dan (4) rencana keberlanjutan program. Hasil dari pengabdian diperoleh bahwa guru di SD Negeri 2 Sigar Penjalin memiliki masalah dalam memahami pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Guru hanya mengikuti panduan yang terdapat pada buku guru tanpa melakukan pengembangan secara kontekstual.