p-Index From 2021 - 2026
5.847
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pandecta Analisis: Jurnal Studi Keislaman Irfani Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Journal of Islamic Studies and Humanities Sawwa: Jurnal Studi Gender Isamic Communication Journal JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Journal of Indonesian Legal Studies International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam At-Turats Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Kamaya: Jurnal Ilmu Agama An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Dedikasi Pendidikan Journal of Islamic Accounting and Finance Research Bulletin of Counseling and Psychotherapy Journal of Islamic Economics and Finance Studies G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Journal of Advanced Guidance and Counseling Journal of Islamic Economics, Management, and Business (JIEMB) JURNAL ECONOMINA Journal of Islamic Economics Lariba Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Journal of Law and Legal Reform FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam International Journal of Religious and Interdisciplinary Studies Eduprof Journal of Private and Commercial Law Journal of Current Research in Humanities, Social Sciences, and Business Munazzama Journal of Islamic Management and Pilgrimage Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences Istidlal: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : isamic communication journal

Da'wah in the digital era: Analysis of Husain Basyaiban's da'wah message in TikTok content Amelia, Riska; Riyadi, Agus; Murtadho, Ali
Islamic Communication Journal Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.1.18930

Abstract

This study is motivated by the development of social media as a means of preaching, including Husain Basyaiban's Tiktok. This study aims to find out what da'wah messages are contained in the TikTok content in terms of the meaning of denotation, connotation, and myth. Therefore, this study is library research with a descriptive qualitative approach. The semiotic analysis used is the Roland Barthes model, a theoretical framework that examines signs and their meanings in cultural contexts. In this analysis, we identified and interpreted the signs (visual and textual elements) in Husain Basyaiban's TikTok video, considering their cultural and social contexts. The results of the analysis show that the video contains several meanings and messages, namely: mutual respect between religious communities, not insulting other people's beliefs, respecting other people's religious rituals when religion is insulted, fighting, being careful in protecting your beliefs, the importance of conscience in maintaining tolerance, Islam is the true religion, there is no prejudice against religions other than Islam, preaching is an obligation, and Muslims carry a great trust. Then, in Husain Basyaiban's TikTok video, researchers also found the meaning of the video's denotation, connotation, and myth. With the meaning obtained, this study implies the importance of disseminating da'wah content through social media. Social media like TikTok can display short moral content but with deep meaning.*****Studi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah diantaranya adalah Tiktok Husain Basyaiban. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam konten tiktok tersebut dilihat dari makna denotasi, konotasi, dan mitos. Oleh karenanya studi ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang digunakan merupakan analisis semiotika dengan model Roland Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam video tersebut mengandung beberapa makna dan pesan, yakni: saling menghormati antar umat beragama, tidak menghina keyakinan orang lain, menghormati ritual agama orang lain, ketika agama dihina wajib dilawan, berhati-hati dalam menjaga akidah, pentingnya hati nurani dalam menjaga toleransi, Islam adalah agama yang benar, tidak berburuk sangka terhadap agama selain Islam, berdakwah merupakan suatu kewajiban dan umat Islam mengemban amanah yang besar. Kemudian dalam video tiktok Husain Basyaiban, peneliti juga menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos dari video tersebut. Dengan makna yang didapat tersebut, studi ini mengimplikasikan pentingnya diseminasi konten dakwah melalui media sosial. Media sosial seperti TikTok dapat menampilkan konten moral singkat tetapi dengan makna yang mendalam.
Da'wah in the digital era: Analysis of Husain Basyaiban's da'wah message in TikTok content Amelia, Riska; Riyadi, Agus; Murtadho, Ali
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.1.18930

Abstract

This study is motivated by the development of social media as a means of preaching, including Husain Basyaiban's Tiktok. This study aims to find out what da'wah messages are contained in the TikTok content in terms of the meaning of denotation, connotation, and myth. Therefore, this study is library research with a descriptive qualitative approach. The semiotic analysis used is the Roland Barthes model, a theoretical framework that examines signs and their meanings in cultural contexts. In this analysis, we identified and interpreted the signs (visual and textual elements) in Husain Basyaiban's TikTok video, considering their cultural and social contexts. The results of the analysis show that the video contains several meanings and messages, namely: mutual respect between religious communities, not insulting other people's beliefs, respecting other people's religious rituals when religion is insulted, fighting, being careful in protecting your beliefs, the importance of conscience in maintaining tolerance, Islam is the true religion, there is no prejudice against religions other than Islam, preaching is an obligation, and Muslims carry a great trust. Then, in Husain Basyaiban's TikTok video, researchers also found the meaning of the video's denotation, connotation, and myth. With the meaning obtained, this study implies the importance of disseminating da'wah content through social media. Social media like TikTok can display short moral content but with deep meaning.*****Studi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai sarana dalam berdakwah diantaranya adalah Tiktok Husain Basyaiban. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam konten tiktok tersebut dilihat dari makna denotasi, konotasi, dan mitos. Oleh karenanya studi ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang digunakan merupakan analisis semiotika dengan model Roland Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam video tersebut mengandung beberapa makna dan pesan, yakni: saling menghormati antar umat beragama, tidak menghina keyakinan orang lain, menghormati ritual agama orang lain, ketika agama dihina wajib dilawan, berhati-hati dalam menjaga akidah, pentingnya hati nurani dalam menjaga toleransi, Islam adalah agama yang benar, tidak berburuk sangka terhadap agama selain Islam, berdakwah merupakan suatu kewajiban dan umat Islam mengemban amanah yang besar. Kemudian dalam video tiktok Husain Basyaiban, peneliti juga menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos dari video tersebut. Dengan makna yang didapat tersebut, studi ini mengimplikasikan pentingnya diseminasi konten dakwah melalui media sosial. Media sosial seperti TikTok dapat menampilkan konten moral singkat tetapi dengan makna yang mendalam.
Co-Authors Abdillah Nurul Bahri Abdul Ghofur Abdul Rohman Abdulhamid Ali Abukil Abdulhamid Ali Abukil Abdullah Hadziq Agus Nurhadi Agus Nurhadi, Agus Agus Riyadi Ahmad Furqon Ahmad Rofiq Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri Alaydrus, M. Zidane Yusva Ali Masyhar Ali Masyhar Ali Murtadho Ana Zahrotun Nihayah Ana Anggraini, Weni Anila Umriana Annisa, Aulia Anwar Sutoyo Anwar, Muhammad Choirul Astuti, Vidy Azna, Tiwi Fadlilatul Baharuddin Baharuddin Baharudin Baidhowi Baidhowi Baidi Bukhori Barokah, Sulih Nur Budiman, Rahmad Busmayaril Busmayaril Darma Sena de Cómputo, Escuela Superior Defriyanto Defriyanto, Defriyanto Diyah Palupi, Elvia Purwaningrum Edy Purwanto Edy Purwanto Ema Hidayanti Endang Supriyati Ependi, Asip Ernaeny, Windy Fadli, Ahmad Ilham Fadlilah, Ainun Famelia, Zella Fatah Syukur, Fatah Firdaus, Danang Fita Nurotul Faizah Fita Nurotul Faizah Fuadi, Nasrul Fahmi Zaki Husnul Khotimah Ibrahim Bin Ahmad Ikhsan Mustofa Is Haque, Aptaarkhan Aurell Kartika Marella Vanni Lathif Hanafir Rifqi M. Asasul Muttaqin Mardianingsih, Agustin Yahya Misbah Zulfa Elizabeth Mohammad Fahmi Muchlis Yahya Muchlis Yahya Muhammad Azmi Syafiq Muhammad Saifullah Muhammad Taufik Hilmawan Mulawarman Mulawarman mungin eddy wibowo, mungin eddy Mursidah, Siti Muttaqin, M. Asasul Nabila Fuadina Nasikhin, Nasikhin Nisa, Ainun Nugraheni, Edwindha Prafitra Nur Arofah Tis'ina Shofiyur Nurul Fajriatussaadah Nurul Huda Oktavia, Thia Pandu Winata, Ade Vinna Raba Pramodana, Dimas Raden Arfan Rifqiawan Raden Azamry Raden Perhan Rahman El Junusi Ratno Agriyanto Ratno Agriyanto Ratno Agriyanto Rayi Kharisma Rajib reri eriyana Riska Amelia Rohadhatul Aisy Romadhona, Rizkika Roya, Abdul Roziya Abu Siti Mujibatun Sri Murniasih Sugiyo Sugiyo Sugiyo, - Sukma, Hayu Nabila Ma’al Sulistio Sulistio Sumarno . Sunawan Sunawan Sunawan Sunawan Supriyono - Supriyono, Widodo Susana Aditiya Wangsanata Susana Aditiya Wangsanata Syafiq, Muhammad Azmi Syed Muzaffar Hussain Uswatun Chasanah Wahab Zaenuri Wahab Zaenuri Wangsanata, Susana Aditiya Warno dan Sri Wiranti Setiyanti, Warno Wati, Levinia Dian Kristina Weni Anggraini Widayanti Widayanti Widayanti, - Widayat Mintarsih Yulikhah, Safitri Zulhanan Zulhanan