Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Self-efficacy dan Hardiness dengan Work engagement pada Anggota DPRD Kota Surakarta Nugraini Aprilia; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.86 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.78

Abstract

Hubungan antara Self-efficacy dan Hardiness dengan Work engagement pada Anggota DPRD Kota Surakarta The Relationship Between Self-efficacy and Hardiness with Work engagement on Surakarta City Council Members Nugraini Aprilia, Aditya Nanda Priyatama, Pratista Arya Satwika nugrainiaprilia@gmail.com Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Work engagement adalah suatu keadaan positif mengenai pemenuhan pekerjaan yang berupa keterlibatan secara fisik, kognitif dan emosional selama menjalankan peran kerjanya. Sumber Daya Manusia yang memiliki engagement terhadap pekerjaannya akan membantu tercapainya tujuan dari organisasi tempatnya bekerja. Pada anggota DPRD Kota Surakarta, work engagement yang tinggi akan membantu tercapainya tiga fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Work engagement pada suatu individu dipengaruhi oleh berbagai variabel, diantaranya yaitu self-efficacy dan hardiness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan hardiness dengan work engagement, hubungan antara self-efficacy dengan work engagement, dan hubungan antara hardiness dengan work engagement pada anggota DPRD Kota Surakarta. Populasi dalam penelitian ini merupakan 45 anggota DPRD Kota Surakarta periode 2014-2019. Sampling yang digunakan adalah total sampel. Sampel penelitian berjumlah 44 anggota DPRD Kota Surakarta. Instrumen yang digunakan adalah skala work engagement, skala self-efficacy, dan skala hardiness. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 3,066 (< Ftabel 3,18) dengan p > 0,05, dan nilai R = 0,361. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,130 atau 13%, dimana sumbangan efektif self-efficacy sebesar 10,49% dan sumbangan efektif hardiness sebesar 2,50%. Secara parsial, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan work engagement (rx1y = 0,276), p > 0,05; serta tidak terdapat hubungan antara hardiness dengan work engagement (rx2y = 0,108), p > 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan hardiness dengan work engagement, antara self-efficacy dengan work engagement, dan antara hardiness dengan work engagement pada anggota DPRD Kota Surakarta. Peningkatan kualitas aspek dedication dan aspek absorption akan berpengaruh terhadap tingkat work engagement yang tinggi. Kata kunci: hardiness, self-efficacy, work engagement
HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SURAKARTA Risa Suryanti; Munawir Yusuf; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.605 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.46

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai kemandirian dan pemilihan karir. Kematangan karir merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tugas perkembangan karir sesuai tahapan perkembangannya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai karirnya. Berbagai kondisi dimungkinkan berpengaruh dalam proses kematangan karir. Siswa dengan locus of control internal mempunyai kemampuan dalam evaluasi terhadap kondisi dirinya sehingga mempunyai gambaran yang realistik mengenai diri. Melalui gambaran diri yang realistik, memungkinkan siswa dapat membuat perencanaan karir yang matang. Selain itu, siswa yang mengembangkan konsep diri yang positif akan lebih melibatkan diri dalam eksplorasi karir dan mengembangkan tingkah laku yang tepat dalam menghadapi karir. Locus of control internal dan konsep diri menjadi suatu kondisi yang dapat membantu siswa dalam kematangan karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sample. Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan skala kematangan karir, skala locus of control internal dan skala konsep diri. Skala kematangan karir terdiri dari 44 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,916. Skala locus of control internal terdiri dari 40 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,905. Skala konsep diri terdiri dari 43 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,897. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F-test = 45,803; p  0,05, dan nilai R = 0,720. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,519 atau 51,9%, sumbangan efektif locus of control internal terhadap kematangan karir sebesar 42,5476% dan sumbangan efektif konsep diri terhadap kematangan karir sebesar 9,3212%.       Kata kunci : kematangan karir, locus of control internal, konsep diri
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PELATIHAN BELAJAR EFEKTIF TERHADAP PENGGUNAAN STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA Nugraha Arif Karyanta; Aditya Nanda Priyatama; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.4 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode belajar efektif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning Siswa SMA.  Self-Regulated Learner adalah siswa yang secara metakognitif, motivasional dan behavioral merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka sendiri (Zimmerman, 1989).  Menurut sudut pandang ini, siswa yang efektif menjadi sadar akan relasi fungsional antara pola pikir dan tindakan mereka (sering disebut sebagai strategi) dan hasil-hasil sosial dan lingkungan (Zimmerman & Martinez-Pons, 1988).  Winne (1997) beranggapan bahwa siswa dapat mempelajari bentuk-bentuk baru dari SRL di mana saja, termasuk dalam ruang-ruang kelas mereka.  Lebih jauh lagi, Zimmerman (1989) menyebutkan bahwa siswa dapat diajar atau disarankan untuk menjadi lebih self-regulated learners dengan mendapatkan strategi-strategi efektif dan dengan meningkatkan persepsi atas efikasi diri mereka. Modul pelatihan belajar efektif yang diberikan kepada siswa SMU yang dikembangkan oleh penulis meliputi pengembangan sikap mental positif terhadap belajar, pengembangan keterampilan dalam mengikuti pelajaran di kelas terutama kemampuan mendengarkan dan mencatat, mengembangkan kemampuan membaca efektif, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kemampun mengikuti ujian, penguasaan keterampilan manajemen waktu, dan pengaturan lingkungan belajar yang mendukung.  Pemberian pelatihan belajar efektif kepada siswa diharapkan akan menumbuhkan dan meningkatkan penggunaan strategi self regulated-learning siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pemberian perlakuan berupa penerapan model pelatihan belajar efektif.  Penerapan model pelatihan belajar efektif tersebut diharapkan dapat memiliki peran positif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning siswa.  Strategi Self-Regulated Learning di ukur dengan skala strategi Self-Regulated Learning yang diberikan sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).  Uji beda mean dilakukan dengan teknik paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 15.  Sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa SMA Negeri I Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor strategi Self-Regulated Learning sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test), thitung > ttabel (13,474 >  2,042), dengan taraf signifikansi 0,000. Kata kunci: Model Pelatihan Belajar Efektif, Strategi Self-Regulated Learning
PERBEDAAN KETIDAKPUASAN TERHADAP BENTUK TUBUH DITINJAU DARI STRATEGI KOPING PADA REMAJA WANITA DI SMA NEGERI 2 NGAWI Gannis Eka Pramita Sari; . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.921 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.51

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan fisik, remaja wanita cenderung mengembangkan kepedulian yang berlebihan terhadap bentuk tubuh mereka, bahkan membuat remaja merasa tidak puas dengan bentuk tubuh apabila perubahan bentuk tubuh saat masa perkembangan tersebut tidak sesuai dengan impian. Ketidakpuasan bentuk tubuh merupakan masalah yang rumit bagi perkembangan remaja wanita, menyebabkan remaja memiliki kepercayaan diri dan harga diri yang rendah, menghalangi remaja wanita untuk bergaul dan mengembangkan diri, serta menimbulkan kecemasan, yang menuntut remaja untuk memilih dan menggunakan strategi koping yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakpuasan bentuk tubuh. Semua strategi koping merupakan cara yang efektif untuk meredakan masalah, namun strategi koping tertentu dapat memberikan hasil yang berbeda pada situasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari perbedaan strategi koping yang digunakan oleh remaja wanita. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Ngawi. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala strategi koping dan skala ketidakpuasan bentuk tubuh. Analisis data menggunakan teknik analisis independent sample t test. Hasil analisis data menghasilkan nilai rata-rata kelompok problem focused coping 53,13 dan kelompok emotional focused coping 56,18. Hal ini berarti bahwa remaja wanita yang menggunakan problem focused coping mempunyai ketidakpuasan bentuk tubuh yang lebih rendah daripada kelompok emotional focused coping. Uji independent sample t test menghasilkan t hitung = -2.383 dan t tabel = 1.984, dengan probabilitas p-value > 0,05 (0,019). Hal ini berarti hipotesis diterima, yaitu terdapat perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari strategi koping pada remaja wanita di SMA Negeri 2 Ngawi. Kata kunci: Ketidakpuasan bentuk tubuh, strategi koping, remaja wanita
Serial Kasus Gangguan Psikologis Pada Pasien Tuberkulosis Multidrug Resistant (MDR TB) Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Reviono ,; I.G.B. Indro Nugroho; Aditya Nanda Priyatama; Martha Ratnawati
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.735 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.150

Abstract

AbstrakEfek samping obat berupa gangguan psikologis sebenarnya jarang ditemukan pada tatalaksana penyakit infeksi, misalnya kasus tuberkulosis (TB). Saat ini banyak ditemukan kasus TB resisten ganda ganda (multidrug resistant tuberculosis/ MDR TB). Kasus MDR TB ini memerlukan pengobatan jangka panjang dan ternyata banyak menimbulkan efek samping psikologis mulai dari yang ringan sampai yang berat.  Pada serial kasus ini efek samping yang ditemukan berupa gangguan halusinasi, ansietas, depresi, perubahan perilaku dan ide bunuh diri.  Efek samping psikologis mempengaruhi keberhasilan pengobatan MDR TB.Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran klinis gangguan psikologis yang berhubungan dengan kasus MDR TB.Pengumpulan kasus secara retrospektif pasien  pengobatan MDR TB dengan efek samping gangguan psikologis dari bulan Januari 2013 sampai Juni 2017 di RS dr. Moewardi. Data didapat dari rekam medis dan wawancara dalam bentuk kuesioner.Sembilan pasien dalam serial kasus ini terdiri dari 7 laki-laki dan 2 perempuan dengan keluhan terbanyak perubahan perilaku, bicara kacau, marah-marah, gangguan tidur. Keluhan lain depresi, ansietas, halusinasi dan keinginan bunuh diri. Efek samping gangguan psikologis timbul setelah pasien mendapatkan pengobatan sikloserin 2 minggu – 7 bulan.Sebagian besar kasus gangguan psikologis akibat efek samping pengobatan MDR TB tidak memiliki riwayat gangguan psikologis sebelumnya. Dukungan sosial sangat diperlukan dalam mengatasi masalah psikis pasien MDR TB baik dari keluarga maupun teman dekat Gangguan psikologis pada pengobatan MDR TB mungkin dapat tertangani dengan manajemen multimodalitas yang baik.Kata kunci: Pengobatan MDR TB, efek samping psikologis, sikloserin.
Co-Authors . Hardjono Aan Nurfitrianan Abdan Ghifari Akhyar Adhisty June Ertyastuti Afia Fitriani Akhyar, Abdan Ghifari Amalia, Zuliana Amanda Ayu L Angela Irena Sindoro Dahzuki Anik Lestari Anjini Sutampi Annisa Nursanti Ardhina Aprilia, Nugraini Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Arjuni, Rifka Fadhiilah Asra Faiza Khairunnisa Ayu Setyowati Aziza Rahma BAGUS WICAKSONO Bagus Wicaksono BAGUS WIJANARKO Dany Permana Deabeata Gena Emily Dian Kumalasari Kumalasari Dwi Puspa, Mita Dyah Pratitha, Aurelia Ekshalanty Permata Ema Rafika Rahmi Eti Poncorini Pamungkasari Fadhilah Khairunnisa Finna Okta Maulina Fithatue Amalian FA Gannis Eka Pramita Sari Habibah Nugraheni L Hapsari, Atyantari Esti Hardjono . Hentyn Drajad Rudyarwaty Hilda Rosa Ainiyah Hutami, Nindita Devirahma I Kadek Edwin Trisnapati I.G.B. Indro Nugroho Ichsan Nur Hidayat Ika Puspitasari Istar Yuliadi Istar Yuliadi Izzati, Shofia Nur Jenny Nugraheni Irawan Kadek Widya Gunawan Khabibah Solikhah Solikhah Krisna Susilowati Kusumawati, Rafika Nur Kuzana Alpra Lina Putri Rachmawati Lina Putri Rachmawati, Lina Machmuroch . Mahrorani, Siti Rizkina Martha Ratnawati Mohammad Khasan Mufna Rahmaini Millatina Muhamad Zainudin Mulia, Florine Munawir Yusuf Ni’matussholihah, Nadyah Noor Fitriana Annisa P Novia Asmaradita Novia Sari Novia Sari Nugraha Arif Karyanta Nugroho Pamungkas Nur Hafidha Hikmayani Nurasih Widyo Retno Nurfitriana, Aan Pasaribu, Aisyah Pertiwi Paulina Wijayanti Setiawan Piti Pitayani Piti Pitayani, Piti Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwi Sundari Purwoko, Agus Putri, Azzahra Nadya Putri, Nawangsari Indah Kusuma Rafika Nur Kusumawati Rafika Nur Kusumawati Ramadhanti, Hanin Dhiya Redydian Adhitya Nugraha Resta Maharani Adila Putri Retno Dewi Utami Reviono , Revka Novia Intan Putri Rini Setyowati Risa Suryanti Safira, Flaviana Ursula Nadia Gusti Yunan Salmah Lilik Sapja Anantanyu, Sapja Sebayang, Jessica Segendig Kurniawan Seger Handoyo Sekar Mayasakti Selly Astriana Selly Astriana Selly Astriana Septi Kusumadewi Setyawan, Endika Rachel Setyowati, Rini Shafira, Dona Alloydya Shofwan Muis, Ahmad Stya Wati Ningrum Suci Murti Karini Suci Murti Karini Suni, Syahrizal Rahman Tamaulina Br Sembiring Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Widhi Nugrahaningtyas Widiantama, Luhuring Budi Wiwaha, Garneta Prameswari Yoshinta Enggar Sutra Yosy Wijaya Yulia Lanti Retno Dewi Yuliana, Nada Citra Zahrina Mardhiyah