Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : WACANA

Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat Dyah Pratitha, Aurelia; Nanda Priyatama, Aditya; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.139 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.95

Abstract

Hubungan antara Konflik Kerja dan Perilaku Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan pada PT AG Kantor Pusat     Relationship Between Labour Conflict and Leadership Behavior with Work Performance of the Employees at the PT AG Central Office     Aurelia Dyah Pratitha, Aditya Nanda Priyatama, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK   Organisasi yang efektif adalah organisasi yang mampu mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. Organisasi efektif ditentukan oleh kinerja karyawan, yang digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pertumbuhan organisasi.Tinggi rendah kinerja ditentukan oleh kualitas interaksi antar karyawan. Kualitas interaksi akan mempengaruhi kinerja bila terjadi konflik. Sebagian besar konflik bersifat mengganggu kinerja karyawan. Adanya perilaku pemimpin yang dirasa kurang memotivasi dan tidak bisa memahami karyawan, akan semakin mengganggu kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan secara simultan dan parsial. Subjek penelitian merupakan karyawan PT AG bagian kantor pusat berjumlah 57 orang dan menggunakan total sampling. Alat ukur pengumpulan data menggunakan skala kinerja karyawan dengan reliabilitas 0,918, skala konflik kerja dengan reliabilitas 0,868 dan modifikasi Leader Behavior Description Questionnaire dengan reliabilitas 0,939.Analisis data menggunakan teknik regresi linier berganda, diperoleh signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan Fhitung= 11,608 > Ftabel= 3,17 serta R= 0,548. Pengujian secara parsial antar konflik kerja dengan kinerja mendapatkan nilai p sebesar 0,005 < 0,05 dengan  rx1y= --0,367 dan antara perilaku kepemimpinan dengan kinerja nilai p sebesar 0,022 < 0,05 serta rx2y= 0,306. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,301 artinya konflik kerja dan perilaku kepemimpinan secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 30,1% terhadap kinerja karyawan dengan sumbangan 17,27% dari konflik kerja dan 12,84% dari perilaku kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat hubungan antara konflik kerja dan perilaku kepemimpinan dengan kinerja karyawan, secara simultan maupun parsial.   Kata kunci:kinerja karyawan, konflik kerja, perilaku kepemimpinan
Hubungan antara Efikasi Diri dan Optimisme dengan Keterikatan pada Karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo Pratiwi Putri, Vicka; Nanda Priyatama, Aditya; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.943 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.77

Abstract

Hubungan antara Efikasi Diri dan Optimisme dengan Keterikatan pada Karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo Relationship between Self-Efficacy and Optimism with Engagement on The Employees of PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Branch of Solo Vicka Pratiwi Putri , Aditya Nanda Priyatama , Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Keterikatan karyawan merupakan faktor yang memainkan peran penting dalam upaya peningkatan daya saing perusahaan. Karyawan yang terikat akan secara mendalam peduli dengan apa yang dilakukannya dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaannya. Keyakinan karyawan terhadap kemampuannya untuk dapat melakukan yang terbaik (efikasi diri) akan membuat karyawan semakin terikat dengan perusahaan. Harapan karyawan yang positif terhadap hasil dari apa yang telah ia kerjakan (optimisme) juga menyebabkan peningkatan keterikatan karyawan. Oleh karena itu, setiap perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki efikasi diri dan optimisme yang tinggi agar dapat mendorong karyawan untuk lebih terikat terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan optimisme dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo, untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo dan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan keterikatan pada karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria yaitu karyawan tetap, bekerja selama minimal 2 tahun dan berusia 25-44 tahun. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen pengumpulan data antara lain skala keterikatan karyawan yang diadaptasi dari UWES dengan jumlah aitem valid sebanyak 17 aitem dan reliabilitas 0,953, skala efikasi diri yang dibuat oleh peneliti dengan jumlah aitem valid sebanyak 37 aitem dan reliabilitas 0,920 dan skala optimisme yang diadaptasi dari skala yang dibuat oleh Seligman dengan jumlah aitem valid sebanyak 18 aitem dan reliabilitas 0,779. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai F hitung 29,177 > F tabel 3,195 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R sebesar 0,744. Hal ini berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan optimisme dengan keterikatan karyawan. Nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,554 artinya efikasi diri dan optimisme memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 55,4% terhadap keterikatan karyawan. Sedangkan sumbangan masing-masing 35,84% untuk variabel efikasi diri dan 19,56% untuk optimisme. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri dan optimisme memiliki sumbangan pengaruh terhadap keterikatan karyawan. Kata kunci: keterikatan karyawan, efikasi diri, optimisme
Hubungan antara Kepemimpinan yang Melayani dan Internal Locus of Control dengan Komitmen Organisasi pada Guru di SMK Ganesha Tama Boyolali Dwi Puspa, Mita; Nanda Priyatama, Aditya; Arya Satwika, Pratista
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.97 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.100

Abstract

Hubungan antara Kepemimpinan yang Melayani dan Internal Locus of Control dengan Komitmen Organisasi pada Guru di SMK Ganesha Tama Boyolali The Correlation Between Servant Leadership and Internal Locus of Control with Organizational Commitment on Teachers at SMK Ganesha Tama Boyolali Mita Dwi Puspa, Aditya Nanda Priyatama, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Guru memiliki peranan penting dalam proses belajar anak didiknya.  Dalam proses belajar tersebut dibutuhkan komitmen organisasi pada guru. Komitmen organisasi pada guru diduga terkait dengan kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali; (2) Hubungan antara kepemimpinan yang melayani dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali; (3) Hubungan antara internal locus of control dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali. Penelitian ini menggunakan studi populasi yaitu guru swasta SMK Ganesha Tama Boyolali yaitu sebanyak 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala komitmen organisasi dengan koefisien validitas 0,328 hingga 0,774 dan reliabilitas 0,859, skala kepemimpinan yang melayani koefisien validitas 0,458  hingga 0,791 dan reliabilitas 0,960, dan skala internal locus of control dengan koefisien validitas 0,273 hingga 0,679 dan reliabilitas 0,904. Teknik analisis data yangdigunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi linear berganda dan untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga adalah korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control dengan komitmen organisasi secara bersama-sama dengan kematangan karir yang ditunjukkan koefisien korelasi (R) regresi ganda sebesar 0,583, p<0,05 dan Fhitung 14,711 > Ftabel 3,15; ada hubungan positif antara kepemimpinan yang melayani dengan komitmen organisasi yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,487, p<0,05; serta tidak terdapat hubungan internal locus of control dengan komitmen organisasi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,148, p>0,05. Nilai R2 sebesar 0,340 artinya dalam penelitian ini kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 34% terhadap komitmen organisasi. Kata kunci : komitmen organisasi, kepemimpinan yang melayani, internal locus of control, guru
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 7 SURAKARTA Sebayang, Jessica; Yusuf, Munawir; Priyatama, Aditya Nanda
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.057 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.36

Abstract

Remaja merupakan salah satu target pemasaran potensial berbagai produk industri karena karakteristik remaja yang labil, spesifik, dan mudah dipengaruhi sehingga dapat mendorong munculnya perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan tindakan individu untuk membeli atau mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan yang bukan prioritas kebutuhannya dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan hasrat kesenangan semata. Individu dengan body image yang negatif dan tingkat konformitas yang tinggi dapat meningkatkan perilaku konsumtif individu tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1. Hubungan antara body image dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta; 2. Hubungan antara body image dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta; 3. Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif dengan koefisien korelasi Pearson sebesar -0,052-0,679 dan Reliabilitas Alpha 0,909; Skala Body Image dengan koefisien korelasi Pearson sebesar -0,052-0,693 dan Reliabilitas Alpha 0,902; serta Skala Konformitas dengan koefisien korelasi Pearson -0,056-0,667 dan Reliabilitas Alpha 0,738. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi ganda, dan selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,450; p = 0,000 (p<0,05) dan F hitung 9,527 > F tabel 3,12. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara body image dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,247; serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,309.   Kata Kunci: body image, konformitas, perilaku konsumtif
Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Layanan Bimbingan Karir Pada Siswa Kelas V Sdn Sanggrahan Surakarta Shofwan Muis, Ahmad; ., Machmuroch; Nanda Priyatama, Aditya
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.376 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.125

Abstract

ABSTRAK Hasil belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor salah satunya motivasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena di SDN Sanggrahan yang menempati peringkat akhir ujian nasional di tingkat kota yang ternyata disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa.  Melalui layanan bimbingan karir diharapkan dapat meningkatkan motviasi belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan karir yang efektif untuk meningkatka nmotivasi belajar. Subjek penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Sanggrahan Surakarta. Desain penelitian yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Layanan Bimbingan Karir dengan dua siklus. Para siswa diberikan materi, lembar kerja dan mengikuti pameran karir dengan menghadirkan inspirator berupa 5 praktisi profesi berbeda. Instrumen pelatihan yang digunakan adalah modul yang berisi arahan materi dan lembar kerja siswa. Metode pengumpulan data penelitian yaitu berupa skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan persentase dengan skala motivasi belajar untuk menunjukkan tingkat motivasi belajar siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dan perubahan positif pada siswa. Siklus 1, tingkat motivasi siswa meningkat dari 66,1% menjadi 75%. Siklus 2, tingkat motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,2%. Hasil tersebut diperkuat dengan penuturan siswa yang menyebutkan bahwa mereka menyukai layanan bimbingan karir yang digunakan.   Kata kunci : Layanan Bimbingan Karir, Motivasi Belajar, Siswa.
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK DAN LOYALITAS MEREK DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BODY LOTION PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Nurfitriana, Aan; Wijanarko, Bagus; Priyatama, Aditya Nanda
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.618 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.18

Abstract

Setiap konsumen mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pengambilan keputusan pembelian merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan dalam tercapainya kebutuhan tersebut. Banyak proses yang akan dilalui seorang konsumen dalam memenuhi kebutuhannya tersebut. Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan agar konsumen mendapatkan produk sesuai dengan harapan. Citra merek dan loyalitas merek merupakan konsep personal dalam diri seorang konsumen yang terkait dengan pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek dan loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian body lotion pada mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Psikologi UNS yang memakai body lotion. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala pengambilan keputusan pembelian, skala citra merek dan skala loyalitas merek. Analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-test=86,350, p<0,05, dan nilai R=0,787, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara citra merek dan loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian pada mahasiswi Program Studi Psikologi UNS. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rx1y = 0,251; p<0,05, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara citra merek dengan pengambilan keputusan pembelian. Nilai rx2y = 0,567; p<0,05, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian.. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,620 atau 62%, terdiri atas sumbangan efektif citra merek dengan pengambilan keputusan pembelian sebesar 15,19%, dan sumbangan efektif loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian sebesar 46,81%. Ini berarti masih terdapat 38% factor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian selain citra merek dan loyalitas merek. Kata kunci : pengambilan keputusan pembelian, citra merek, loyalitas merek, body lotion
Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta Deabeata Gena Emily; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.687 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.97

Abstract

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Correlation Between Work Motivation and Organizational Commitment With Job Involvement Among Members in AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Deabeata Gena Emily, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Tujuan organisasi dapat dicapai apabila kinerja dalam organisasi berjalan dengan efektif.Keterlibatan kerja anggota dalam suatu organisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi.Anggota yang memiliki keterlibatan kerja tinggi memiliki produktifitas yang tinggi dalam organisasi.Keterlibatan kerja anggota dalam organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dua diantaranya adalah motivasi kerja dan komitmen organisasi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja pada anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menampilkan gambaran dinamika organisasi secara kompresensif melalui organisasi non-for-profit dengan working environment dan operation yang jelas. Populasi dalam penelitian ini merupakan anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menggunakansampling jenuh dengan 82 anggota AIESEC masa jabatan 2015/2016 sebagai responden penelitian.Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi kerja, skala komitmen organisasi dan skala keterlibatan kerja. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 77,144 (< Ftabel 3,12) dengan sig. 0,000. (p> 0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja. (sig 0,014 < 0,05), rx1y = 0,277; serta terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja (sig 0,000.> 0,05), rx2y = 0,743. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja.Secara parsial, penelitian ini juga berhasil membuktikan adanya hubungan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja, serta adanya hubungan antara komitmen organisasi dan keterlibatan kerja.   Kata kunci:efektivitas organisasi, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan keterlibatan kerja
Hubungan Antara Budaya Organisasi denganCommon Ingroup Identity Pada Karyawan PT Intan Pariwara Kuzana Alpra; Aditya Nanda Priyatama; Selly Astriana
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.706 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.88

Abstract

Hubungan Antara Budaya Organisasi  denganCommon Ingroup Identity Pada Karyawan PT Intan Pariwara   The Correlation Between Organizational Culture And Common Ingroup Identity On Employee Of PT.  Intan Pariwara Kuzana Alpra, Aditya Nanda Priyatama, Selly Astriana   Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     ABSTRAK Common ingroup identity adalah perubahan representasi kognitif dari yang semula berorientasi “kami” versus “mereka” menjadi lebih inklusif yaitu “kita”. Strategi ini menekankan proses rekategorisasi dimana anggota kelompok dari  kelompok yang berbeda diinduksi untuk menerima diri mereka sebagai satu kesatuan, lebih inklusif menjadi grup superordinat dibandingkan dengan sebagai dua grup yang terpisah.Common ingroup identity memiliki dampak positif bagi anggota organisasi. Dampak positif yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan proses dalam perusahaan sehingga semua karyawan dapat terintegrasi dengan baik. Common ingroup identity pada individu dipengaruhi oleh berbagai variabel, salah satunya adalah budaya organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan common ingroup identity pada karyawan PT. Intan Pariwara. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 91 karyawan PT Intan Pariwara menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala budaya organisasi dan skala common ingroup identity.Skala budaya organisasi terdiri dari 23 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,814, skala common ingroup identity terdiri dari 18 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,799. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment dan diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,848 dan p=0,00 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan common ingroup identity yang signifikan dan positif. Nilai R square atau koefisien determinasi sebesar 0,719 yang berarti dalam penelitian ini budaya organisasi memberikan kontribusi sebesar 71,9 % dan 28,1% dijelaskan oleh faktor lain. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan common ingroup identity pada karyawan PT. Intan Pariwara.   Kata kunci : Budaya organisasi, common ingroup identity
Pengaruh Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Kematangan Emosi Remaja Kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Hilda Rosa Ainiyah; Aditya Nanda Priyatama; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.46 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.107

Abstract

Pengaruh Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Kematangan Emosi Remaja Kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang     The Effect Of Assertive Training To Increase Emotional Maturity Of Adolesence In X Grades Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang   Hilda Rosa Ainiyah, Aditya Nanda Priyatama, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai kematangan emosional. Apabila remaja tidak mampu mengontrol emosinya maka akan sulit untuk menghadapi permasalahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Diperlukan adanya intervensi yang dapat membantu remaja untuk meningkatkan kematangan emosinya. Pelatihan Asertif merupakan salah satu upaya yang dapat membantu meningkatkan kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertif terhadap peningkatan kematangan emosi remaja putri kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum. Subjek penelitian ini adalah remaja putri yang pertama kali tinggal di pondok pesantren berumur 14-17 tahun di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak sembilan orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan cara undian disesuaikan dengan kriteria subjek penelitian. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan asertif selama tiga hari dengan menggunakan  metode kuliah, games, video, lembar kerja dan diskusi. Penelitian menggunakan modul pelatihan asertif adaptasi dari jurnal Amanatullah (2010) yang berjudul Negotiating gender roles: Gender differences in assertive negotiating are mediated by women’s fear of backlash and attenuated when negotiating on behalf of others. Pengumpulan data penelitian dengan skala kematangan emosi yang disusun oleh Vidianti (2011). Hasil analisis kuantitatif uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney untuk peningkatan kematangan emosi diperoleh nilai Z -2, 712 dan p 0.030 > 0.05,Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan asertif terhadap peningkatan kematangan emosi remaja putri kelas X Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.   Kata kunci:Kematangan emosi,pelatihan asertif,remaja, pondok pesantren
PENGARUH PELATIHAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP ASERTIVITAS REMAJA PANTI ASUHAN Adhisty June Ertyastuti; Tri Rejeki Andayani; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.48 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.25

Abstract

Remaja sebagai salah satu tahap dalam perkembangan manusia, memiliki tugas perkembangan yang berfokus pada upaya untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab dalam lingkungannya. Remaja memerlukan dukungan dan pengarahan dari keluarga untuk menyelesaikan tugas perkembangannya. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak setiap remaja dilindungi dalam satu keutuhan keluarga sehingga menyebabkan remaja harus berada di panti asuhan. Keberadaan panti asuhan berperan penting sebagai lembaga yang menangani anak-anak terlantar untuk memenuhi kebutuhan anak asuhnya baik dari segi fisik maupun psikis tetapi panti asuhan tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan anak asuhnya terutama kebutuhan psikis. Masalah psikologis yang sering dialami oleh remaja panti asuhan, diantaranya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain (kompetensi interpersonal), salah satunya dalam asertivitas yang menjadi fokus penelitian ini. Asertivitas merupakan suatu perilaku yang dapat dipelajari sehingga perilaku asertif dapat ditingkatkan melalui serangkaian latihan. Latihan untuk meningkatkan asertivitas dapat dilakukan dengan menekankan pada proses kognitif. Salah satu pengembangan latihan dengan proses kognitif adalah berpikir positif. Pelatihan berpikir positif ini dimaksudkan untuk meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap asertivitas remaja panti asuhan di Panti Asuhan Yatim (PAY) Mardhatilah Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan Non-Randomized Pretest-Posttest Control-Group Design dengan subjek penelitian sebanyak 10 remaja panti asuhan di PAY Mardhatilah Sukoharjo dengan tingkat asertivitas sedang yaitu lima remaja Kelompok Eksperimen dan lima remaja Kelompok Kontrol. Pelatihan ini menggunakan pendekatan experiential learning dengan metode communication activities, games, role play, sharing, relaksasi, dan pemutaran film serta materi pelatihan yang telah disusun dalam modul. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Asertivitas dengan daya beda item 0,302 - 0,642 dan koefisien reliabilitas (α) 0,883. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U, diketahui besarnya nilai Zhitung = -2,627 (Ztabel = -2,409; Zhitung<Ztabel) dan p 0,008 (p<0,05). Hal ini berarti ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap asertivitas remaja panti asuhan. Selanjutnya, hasil uji menggunakan Wilcoxon T, diketahui besarnya nilai Zhitung = -2,032 (Ztabel = -1,728; Zhitung<Ztabel) dan p 0,042 (p< 0,05). Hal ini berarti bahwa pelatihan berpikir positif efektif dalam meningkatkan asertivitas remaja panti asuhan. Kata Kunci : Pelatihan Berpikir Positif, Asertivitas, Remaja Panti Asuhan
Co-Authors . Hardjono Aan Nurfitrianan Abdan Ghifari Akhyar Adhisty June Ertyastuti Afia Fitriani Akhyar, Abdan Ghifari Amalia, Zuliana Amanda Ayu L Angela Irena Sindoro Dahzuki Anik Lestari Anjini Sutampi Annisa Nursanti Ardhina Aprilia, Nugraini Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Arjuni, Rifka Fadhiilah Asra Faiza Khairunnisa Ayu Setyowati Aziza Rahma BAGUS WICAKSONO Bagus Wicaksono BAGUS WIJANARKO Dany Permana Deabeata Gena Emily Dian Kumalasari Kumalasari Dwi Puspa, Mita Dyah Pratitha, Aurelia Ekshalanty Permata Ema Rafika Rahmi Eti Poncorini Pamungkasari Fadhilah Khairunnisa Finna Okta Maulina Fithatue Amalian FA Gannis Eka Pramita Sari Habibah Nugraheni L Hapsari, Atyantari Esti Hardjono . Hentyn Drajad Rudyarwaty Hilda Rosa Ainiyah Hutami, Nindita Devirahma I Kadek Edwin Trisnapati I.G.B. Indro Nugroho Ichsan Nur Hidayat Ika Puspitasari Istar Yuliadi Istar Yuliadi Izzati, Shofia Nur Jenny Nugraheni Irawan Kadek Widya Gunawan Khabibah Solikhah Solikhah Krisna Susilowati Kusumawati, Rafika Nur Kuzana Alpra Lina Putri Rachmawati Lina Putri Rachmawati, Lina Machmuroch . Mahrorani, Siti Rizkina Martha Ratnawati Mohammad Khasan Mufna Rahmaini Millatina Muhamad Zainudin Mulia, Florine Munawir Yusuf Ni’matussholihah, Nadyah Noor Fitriana Annisa P Novia Asmaradita Novia Sari Novia Sari Nugraha Arif Karyanta Nugroho Pamungkas Nur Hafidha Hikmayani Nurasih Widyo Retno Nurfitriana, Aan Pasaribu, Aisyah Pertiwi Paulina Wijayanti Setiawan Piti Pitayani Piti Pitayani, Piti Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwi Sundari Purwoko, Agus Putri, Azzahra Nadya Putri, Nawangsari Indah Kusuma Rafika Nur Kusumawati Rafika Nur Kusumawati Ramadhanti, Hanin Dhiya Redydian Adhitya Nugraha Resta Maharani Adila Putri Retno Dewi Utami Reviono , Revka Novia Intan Putri Rini Setyowati Risa Suryanti Safira, Flaviana Ursula Nadia Gusti Yunan Salmah Lilik Sapja Anantanyu, Sapja Sebayang, Jessica Segendig Kurniawan Seger Handoyo Sekar Mayasakti Selly Astriana Selly Astriana Selly Astriana Septi Kusumadewi Setyawan, Endika Rachel Setyowati, Rini Shafira, Dona Alloydya Shofwan Muis, Ahmad Stya Wati Ningrum Suci Murti Karini Suci Murti Karini Suni, Syahrizal Rahman Tamaulina Br Sembiring Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Widhi Nugrahaningtyas Widiantama, Luhuring Budi Wiwaha, Garneta Prameswari Yoshinta Enggar Sutra Yosy Wijaya Yulia Lanti Retno Dewi Yuliana, Nada Citra Zahrina Mardhiyah