Claim Missing Document
Check
Articles

Prinsip Kerja Sama dalam Film Pendek Komedi Bugis Ambo Nai Anak Jalanan: Kajian Pragmatik Saleh, Firman; Yusuf, Rudy; Wahyuni, Ian; Hermansyah, Sam; Risdayanti, Risdayanti
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i1.1868

Abstract

Dalam sebuah percakapan pasti membutuhkan suatu prinsip kerja sama, agar mitra tutur dapat memahami apa yang disampaikan oleh penutur. Namun, sering kali juga di antara penutur atau mitra tutur melakukan pelanggaran percakapan yang dapat mengakibatkan pelanggaran prinsip kerja sama. Sehingga penelitian ini dibuat dengan tujuan dapat mengetahui adanya penerapan serta pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat di dalam percakapan film pendek komedi Bugis. Penelitian ini menggunakan metode teoretis pragmatik serta metode pendekatan metodologis deskriptif kualitatif dengan menyimak tayangan ulang acara komedi tersebut, lalu melakukan teknik catat dalam proses tahap pengumpulan datanya. Hasilnya, peneliti menemukan beberapa tuturan yang melakukan penerapan atau pelanggaran dari prinsip kerja sama dalam sebuah percakapan film pendek komedi Bugis. Hasil itu berupa dua percakapan yang merupakan maksim kualitas (satu tuturan tidak melanggar dan satu tuturan melanggar maksim kualitas). Dua percakapan maksim kuantitas (satu tuturan melanggar dan satu tuturan lagi tidak melanggar maksim kuantitas). Satu percakapan yang merupakan maksim relevansi (tuturan tidak melanggar maksim relevansi). Terakhir, satu percakapan yang merupakan maksim cara (merupakan tuturan yang melanggar maksim cara).
Kegiatan Pembersihan Pantai dan Penanaman Pohon di Kawasan Teaching Factory Pasi Gusung Ecotourism serta Identifikasi Kearifan Lokal Masyarakat Pasi Gusung Kepulauan Selayar Edison; Rahmaniar; Firman Saleh
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i2.3518

Abstract

Teaching Factory Pasi Gusung Ecotourism Kepulauan Selayar adalah kawasan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, pendidikan/riset dan keberlanjutan. Teaching Factory Pasi Gusung sebagai wadah Tridarma Perguruan Tinggi dan merupakan tempat praktek bagi mahasiswa D4 prodi Destinasi Pariwisata. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dalam mengurangi sampah, dan bertujuan menambah daya tarik wisatawan serta menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, maka mahasiswa bersama tim pengabdian, dosen praktisi dan staff pengelola kawasan wisata melakukan pembersihan pantai di wilayah Pantai Pasi Gusung ecotourism. Selain itu, kegiatan penanaman pohon sukun dan kelapa juga dilakukan untuk menambah keindahan Pantai dan meningkatkan daya tahan abrasi serta gelombang pasang di pesisir pantai. Rentetan kegiatan tersebut diakhiri dengan mengidentifikasi kearifaan lokal pada 3 Dusun di Pulau Pasi Gusung. Mahasiswa terbagi atas 3 kelompok melalukan observasi pada 3 dusun tersebut dengan melihat langsung keseharian dan kebudayaan Masyarakatnya. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mendukung budaya bahari masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2024. Penanaman pohon dan pembersihan Pantai dilakukan di wilayah Pantai Pasi Gusung Ecotourism, Desa Bontolebang. Selanjutnya identifikasi kearifan lokal dilakukan pada 3 Dusun di Pulau Pasi Gusung, yaitu Dusun Gusung Barat, Dusun Gusung Lengu dan Dusun Gusung Timur. Hasil kegiatan tersebut melibatkan 28 orang peserta yang terdiri dari 2 orang dosen dan 21 orang mahasiswa
PEMBERDAYAAN POKDARWIS SEBAGAI PENGGERAK DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA BULU CINDEA BUNGORO KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Saleh, Firman; Kadir, Burhan; Latif, Aqilah Nurul Khaerani; Limola, Fajar Sidiq
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v3i2.138

Abstract

Tourism plays an important role in driving the village economy, with a focus on sustainability. One effective approach in tourism development is through the Tourism Awareness Movement. This concept involves various parties to create a favorable environment for tourism development, with an emphasis on education and awareness of the importance of preserving natural resources and local culture. The movement is realized through the formation of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), which play a role in managing tourism destinations at the village level by promoting cleanliness, safety, and environmental sustainability. Through collaboration between Pokdarwis, village governments, and local communities, village tourism can grow sustainably while providing economic and social benefits to the community. The Pangkep District Government develops tourism villages to improve economic growth, and community welfare, and preserve nature and local culture. Tourism villages not only provide tourist attractions but also integrate community life with local ordinances and traditions. Amidst challenges such as environmental management and infrastructure development, close collaboration between Pokdarwis, village governments, and local communities is key to success in optimally realizing the village's tourism potential. With the active participation of all relevant parties, village tourism can attract more tourist visits while preserving the culture and environment, by the principles of sustainable development that focus on the welfare of local communities.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN FONT DAN KARAKTER LONTARA SERTA PENGAPLIKASIANNYA DALAM PEMBUATAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL BAHASA DAERAH BAGI GURU-GURU DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Saleh, Firman; Haeruddin, Haeruddin; Agussalim, Andi
JURNAL KHAZANAH PENGABDIAN Vol 5 No 2 (2023): KHAZANAH PENGABDIAN
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya minat belajar aksara dan perangkat pembelajaran yang kurang inovatif dan menarik buat siswa. Solusi yang ditawarkan adalah guru-guru juga akan dilatih cara menggunakan font dan Karakter Lontara untuk membuat bahan ajar serta media pembelajaran muatan lokal. Dengan demikian para siswa akan termotivasi belajar karena media yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan sudah menjadi kebutuhan masa kini terciptanya strategi mengajar untuk mendapatkan referensi dalam proses belajar mengajar. Komputer dapat menjadi sumber instruksional yang baik, multimedia sebagai sumber alat motivasi mengajar yang dapat melibatkan peserta didik dan mendukung gaya pembelajaran yang modern, Sebagai sumber belajar yang inovatif dalam pengajaran, Meningkatnya kemampuan penggunaan multimedia dalam pengajaran, Para siswa lebih antusias dalam belajar. Kontribusi mendasar atau manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat terciptanya strategi mengajar untuk mendapatkan referensi dalam proses belajar mengajar, komputer dapat menjadi sumber instruksional yang baik, multimedia sebagai sumber alat motivasi mengajar yang dapat melibatkan peserta didik dan mendukung gaya pembelajaran yang modern, sebagai sumber belajar yang inovatif dalam pengajaran, meningkatnya kemampuan penggunaan multimedia dalam pengajaran, Para siswa lebih antusias dalam belajar. Luaran berupa laporan, pembagian aplikasi font Lontara, Materi Pelatihan, artikel jurnal ber-ISSN, dan Publikasi media massa cetak/online/repository.
Pengenalan Kebudayaan Tiongkok pada Anak sebagai Solusi Pengalihan dari Gawai di TK Handayani Makassar Waru, Dian Sari Unga; Saleh, Firman; Cahyati, Leni; M, Nirdayanti; Nahnu, Asmuliyati; Dendo, Yunita Tetta; Asmuliyati, SM
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i1.3171

Abstract

Kegiatan ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wadah untuk program studi melakukan sosialisasi pengenalan kebudayaan Tiongkok yang menjadi representasi dari program studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok itu sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Pengenalan Kebudayaan Tiongkok pada Anak sebagai Solusi Pengalihan dari Gawai”. Antusias siswa dalam menerima materi dengan menunjukkan dan menyampaikan kebiasaannya dalam penggunaan gawai sehari-hari. Melalui pengenalan permainan, pakaian, budaya Tiongkok memerikan kesan kepada siswa yang menyenangkan dan ketertarikannya dalam mengetahui beberapa benda dan permainan. Guru juga merasa senang mendapatkan ide dalam menerapkan metode mengajar bagi siswa TK untuk mengalihkan kebiasaan mereka dalam menggunakan gawai mulai bangun tidur hingga ditidurkan kembali dengan gawai.
Tindak Tutur Ekspresif Menurut Searle Pada Interaksi Pembelajaran Siswa SMA 2 Sidenreng Rappang Saleh, Firman; Rudy Yusuf; Ita Rosvita; Ibrahim Ibrahim
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jq.v13i1.3500

Abstract

Dalam konteks pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti di SMA 2 Sidrap, tindak tutur ekspresif memainkan peran penting dalam membangun hubungan interpersonal antara siswa dan guru. Studi mengenai tindak tutur ekspresif di lingkungan sekolah memberikan wawasan tentang bagaimana siswa mengekspresikan emosi mereka dalam berbagai situasi formal maupun informal. Tuturan merupakan kegiatan komunikasi sehari-hari yang melibatkan penerimaan dan pengiriman makna atau informasi. Tuturan, yang dalam konteks pragmatik dianggap sebagai hasil dari suatu tindakan verbal, memiliki sifat psikologis yang bergantung pada kemampuan berbahasa penutur dalam menghadapi situasi tertentu, dikenal sebagai tindak tutur. Tindak tutur dapat disampaikan melalui media lisan maupun tulisan, termasuk dalam media sosial yang memungkinkan ekspresi ide dan informasi secara luas. Teori tindak tutur pertama kali dikemukakan oleh John Langshaw Austin dan kemudian dikembangkan oleh muridnya, John Searle. Teori ini mengkaji hubungan antara bahasa dan tindakan, yang mencakup tiga tingkatan: lokusi (makna ujaran yang jelas), ilokusi (makna tersirat), dan perlokusi (dampak dari tindak tutur tersebut). Analisis ini penting untuk memahami dinamika sosial di sekolah dan bagaimana komunikasi mempengaruhi suasana belajar-mengajar. Tindak tutur ekspresif mencakup berbagai bentuk komunikasi seperti mengungkapkan kebahagiaan, kemarahan, belasungkawa, atau ucapan terima kasih, dan dapat diekspresikan melalui kata-kata, intonasi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Analisis ini juga dapat membantu mengidentifikasi masalah komunikasi yang mungkin terjadi dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas interaksi di lingkungan pendidikan.
Obstacles in The Bugis Language Learning Process in Pitu Riawa District, Sidenreng Rappang Regency Saleh, Firman
Global Synthesis in Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023): August 2023: Global Synthesis in Education
Publisher : Mutiara Intelektual Indonesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61667/1ckt7a74

Abstract

This research aims to explain the problems in regional language learning in schools. This type of research uses a qualitative descriptive approach in the form of a case study using data collection methods, observation, interviews and distributing questionnaires.The results of the research show that there are learning problems in the teaching and learning process, namely teacher problems, learning equipment problems, curriculum problems, and student problems. Teacher problems, namely teachers who teach not in accordance with their educational background, curriculum problems, namely the absence of a regional language curriculum, learning device problems, namely the absence of adequate learning devices, student problems, namely the emergence of student ideologies that consider the Bugis regional language as a backward subject, and consider regional languages as a frightening specter
Interpretasi Makna Lagu Bugis “Alosi Ripolo Dua”: Analisis Semiotika Roland Barthes Saleh, Firman; Aras, Nur Azizah M.; Wahyudi, Fitrawahyudi
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i2.2115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna denotatif dan konotatif dari simbol-simbol yang terdapat dalam lagu “Alosi Ripolo Dua” karya Bugis. Oleh karena itu, metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari interpretasi teks dan lirik, didukung dengan ulasan untuk dianalisis. Selain itu, teori Barthes tentang hubungan antara penanda dan petanda yang disebut “hierarki” juga berlaku dalam hal ini. Menurut Barthes, dua tingkatan itu adalah denotasi dan konotasi. Konotasi didefinisikan sebagai makna yang diberikan pada suatu gambar di luar tingkat representasi eksplisit, sedangkan denotasi didefinisikan sebagai tingkat makna gambar yang pertama dan paling sederhana. Makna denotasi lagu ini adalah dua orang yang terlihat serupa, kembar, mirip, bak pinang dibelah dua. Makna konotasi lagu ini adalah jodoh yang akan seperti cerminan diri. Seperti pinang dibagi dua, kedua sisi akan terlihat sama, meskipun terdapat celah atau perbedaan ketika buah itu dibelah. Sama seperti jodoh yang akan terlihat sama, walau begitu pasti terdapat perbedaan yang mencirikan keduanya, seperti sifat dan lain-lain. Mitos dari lagu ini adalah ketika dua orang, perempuan dan laki-laki terlihat mirip, maka keduanya akan berjodoh. Apalagi keduanya memang berpacaran. Juga mengenai jodoh yang tak akan lari, bahkan ke ujung dunia pun ketika ditakdirkan bersama, keduanya akan bertemu dan merajut kasih dalam benang yang sama
Implementasi Tindak Tutur Direktif Memerintah dalam Bahasa Bugis Pada Keluarga Penutur Bugis Di Kota Makassar Saleh, Firman; Muri, Abdul Rauf; Rosvita, Ita; Fitrawahyudi, Fitrawahyudi
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v7i1.2302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi tindak tutur direktif, khususnya bentuk perintah dalam bahasa Bugis dan beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur tersebut. Adapun data dalam penelitian ini berasal dari percakapan sehari-hari sebuah keluarga penutur Bahasa Bugis yang diambil dengan mencatat percakapan yang terjadi. Hasil dari penelitian menunjukkan tindak tutur direktif memerintah dalam bahasa Bugis yang digunakan keluarga dilakukan dengan dua cara, yakni langsung dan tidak langsung. Adapun penggunaan tindak tutur tidak langsung memerintah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah usia, situasi dan status sosial. Dalam penggunaan tindak tutur direktif memerintah, tuturan ditandai dengan perangkat linguistik dan pragmatik.
Co-Authors Ahmad Nasir Ari Bowo Ahmad, Nini Alwiyati Ali Akib, Muhaiminah Alfian Mahajir Alfian Alfian Muhajir Andi Agussalim Andi Agussalim Andi Agussalim, Andi Andi Fadlan Sukmal Andi Ihzar Batarauleng Andi Rika Putri Aras, Nur Azizah M. Asma Asma Asmuliyati, SM Asrifan, Andi Asrul Nazar Astinah, Andi Aswadi Aswadi Buhari Buhari Burhan Kadir Cahyati, Leni Candra Audy Dendo, Yunita Tetta Dian Sari Unga Waru Ecca, Suleha Edison Ery Iswary Ery Iswary Eva Fadilah Lebeharia Fatahuddin Burhanuddin Fatahuddin Fatahuddin Fatimah . Fitrahwahyudi Fitrahwahyudi Fitrawahyudi, Fitrawahyudi Haeruddin Haeruddin Hamsfita Hamsfita Hardianti Hasyim Harist Satria HERU SISWANTO Ian Wahyuni Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ika Rama Suhandra Ikbal Usman Ilham Ilham Ince Nasrullah Irwani Irwani Ita Rosvita jamaluddin . Kadir, Burhan Kamsinah Kamsinah Kamsinah Kamsinah Lababa Lababa Latif, Aqilah Nurul Khaerani Lebeharia, Eva Fadilah Limola, Fajar Sidiq Lukman Lukman Lukman M Ramli Sahur M, Nirdayanti M. Dalyan Tahir M.Aras, Nur Azizah Maharida Mahmud, Nurlaelah Muh. Rafli Irfandi Muhammad Hanafi Muri, Abdul Rauf Muslim Muslim Nadir La Djamudi Nadir La Djamudi Nadirah . Nadjih, Difla Nahnu, Asmuliyati Nur Fadhillah Nur Kamila Saleh Nurkamila Suriadi S Rahmaniar Reni Indrayani Riduan Harahap Risdayanti Risdayanti Risdayanti, Risdayanti Riska yulfiana Rosvita, Ita Rudy Yusuf Rudy Yusuf Said, Darwis Saidi Yako Sainab Salamudin Salamudin Sam Hermansyah Sapri Sayuti Sayuti Siti Utami Suhaimi Suhaimi Sulfiani Sulfiani Susiati Susiati Tadjuddin Maknun Tajuddin Maknun Usman M Vieriawan, Andi Wahyudi, Fitrawahyudi Wahyuni Wahyuni, Ian Waru, Dian Sari Unga Yuliana mansyur Yusmah Yusmah Yusuf Yusuf Yusuf Yusuf Yusuf, Rudy