Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Peran Teman Sebaya, Self Esteem, dan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Fariana, Yuni Riska Nur; Novita, Astrid; Nina, Nina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2667

Abstract

Berdasarkan data dari BKKBN, di Kalsel lebih dari 2.181 remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah dengan berbagai alasan, sebanyak 26% mengatakan melakukan hubungan seksual untuk menyalurkan dorongan seksual, sebanyak 17% menyatakan kasih sayang, sebanyak 17% untuk kesenangan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku seksual pada remaja, yaitu factor dari dalam diri dan faktor dari luar diri. Tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya peran teman sebaya, self esteem, dan penggunaan media sosial dengan perilaku seks pranikah pada remaja di wilayah Kota Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 remaja sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SmartPLS 3.0 Hasil pengujian hipotesis dengan metode smart PLS didapat temuan bahwa Peran Teman Sebaya berpengaruh langsung sebesar 20%, Self Estem berpengaruh langsung sebesar 39% dan Penggunaan Media Sosial sebesar 23,8% terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Dalam penelitian ini Self esteem mempunyai pengaruh paling besar terhadap perilaku seks pranikah, kemudian peran teman sebaya dan yang mempunyai pengaruh paling kecil yaitu penggunaan media sosial terhadap perilaku seks pranikah di Wilayah Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan.
Penelitian Efektivitas Media Fasilitasi “Tangga Manis” terhadap Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Anak Usia Sekolah Dasar Nina, Nina; Kusumastuti, Istiana; Alfiah, Ratu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3012

Abstract

Anak obesitas memiliki risiko 10,25 kali lebih besar mempunyai kadar gula darah tinggi dibandingkan anak dengan status gizi normal, diketahui rata-rata konsumsi gula pada anak usai 5-12 tahun adalah 16,85 gula/orang/hari yang didapatkan dari asupan seperti gula pasir, gula merah, selai, permen, sirup, coklat, jelly/gelatin, madu dan pemanis. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi “Tangga Manis” terhadap perilaku pencegahan diabetes melitus Tipe 2 pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tapos dengan pendekatan rancangan desain one group pretest-posttest design dengan sampel penelitian berjumlah 30 orang anak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tapos-Depok. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai mean selisih antara mean pretest dengan mean posttest pada output pertama yaitu 38.0000-61.3333 = -23.33333 selisih perbedaan tersebut antara -27.04587 sampai dengan -19.62079, dengan nilai signifikansi pada ouput ke 3 sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil pretest anak anak sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media edukasi “Tangga Manis”. Media edukasi “Tangga Manis” dapat menjadi alternatif alat bantu sederhana dan dapat diterima untuk edukasi perilaku pencegahan DM tipe 2 dimana komputer atau alat pengajaran berteknologi tinggi lainnya belum tersedia.
PENGARUH ORANG TUA, TENAGA KESEHATAN, GURU, TEMAN, MOTIVASI PADA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI Sari, Putri Rian; Nina, Nina; Dewi, Nora Sukma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30932

Abstract

Tingginya angka KTD dan kehamilan usia remaja memiliki dampak peningkatan kejadian stunting, abortus, kehamilan, pre-eklamsia, anemia, bayi prematur, BBLR, kematian bayi, kanker alat reproduksi, rentan terjadi perubahan sel dalam mulut rahim serta dampak sosial ekonomi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh peran orang tua, tenaga kesehatan, guru, teman sebaya dan motivasi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dan untuk mengatahui faktor yang paling dominan mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Tahun 2023. Penelitian ini pendekatan mix-method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif meliputi; univariat, analisis bivariate dan analisis kualitatif meliputi; Reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peran orang tua (nilai sig 0.002<0,05), peran teman sebaya (nilai sig 0.020 <0,05) dan motivasi (nilai sig 0.021 <0,05) dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, sedangkan peran tenaga kesehatan (nilai  sig 0.196 >0,05) dan peran guru (nilai sig 0.796 >0,05) dinyatakan tidak memiliki pengaruh. Pada penelitian ini faktor paling dominan adalah peran orang tua. Saran pada Pemerintah Kabupaten Bangka dapat membuat kebijakan tentang kesehatan produksi remaja yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekolah Sekolah, Kecamatan, Kelurahan, KUA, BKKBN, Polres, Kodim dan Orang Tua dan Tokoh Pemuda serta Tokoh Masyarakat tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.
PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA, FASILITAS KESEHATAN, SIKAP TERHADAP PEMANFAATAN POSBINDU BAGI PENDERITA HIPERTENSI Dewi, Rinny Fitria; Novita, Astrid; Nina, Nina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31327

Abstract

Tinginya sasaran usia produktif yang mengunjungi Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Haurwangi Cianjur rata-rata beresiko terkena penyakit tidak menular (PTM), 61% wanita kurang aktifitas fisik, obesitas 57%, obesitas sentral 69%, Hipertensi 41,99%, hiperkolesterol 53%, kadar Gula Darah di bawah normal 3%, dan sebesar 4% memiliki kadar gula darah lebih dari kadar normal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran pengaruh pengetahuan, dukungan keluarga, fasilitas kesehatan, dan sikap terhadap perilaku pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 orang penderita hipertensi usia produktif (15-59 tahun) dengan metode analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) Smart PLS 3.0 dan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan variabel perilaku pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur Tahun 2023 dipengaruhi oleh pengetahuan (32,05%), dukungan keluarga (16,87%), fasilitas kesehatan (-45,42%), dan sikap (90,46%). Pengaruh langsung perilaku pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada penderita hipertensi sebesar 93,96%, dan pengaruh tidak langsungnya sebesar 1,48%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung perilaku pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada penderita hipertensi sebesar 95,44%. Diharapkan petugas dapat melakukan sosialisasi bagi laki-laki agar lebih aktif memanfaatkan Posbindu PTM, mengintegrasikan penyelenggaraan Posbindu PTM di lingkungan kerja sehingga meningkatkan cakupan kunjungan Posbindu PTM
Rancang Bangun Prototipe Robot Pembersih Lantai 3 in 1 Berbasis Mikrokontroler Nina, Nina; Firmawati, Nini; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.2.166-172.2022

Abstract

Lantai merupakan bagian penting dalam rumah yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan maupun aktivitas sehari-hari. Ketika seseorang jarang mengepel lantai setelah menyapu lantai dengan rutin, justru debu yang menempel pada lantai belum sepenuhnya hilang. Hal inilah yang dapat menyebabkan berkembangnya berbagai macam kuman dan bakteri yang membahayakan tubuh penggunanya. Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka dirancang sebuah prototipe robot pembersih lantai 3 in 1 berbasis mikrokontroler. Prototipe ini dilengkapi dengan 3 sensor yaitu sensor debu GP2Y1010AU0F digunakan untuk mendeteksi debu sehingga vacuum akan otomatis aktif. Sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan untuk mendeteksi objek sampah, kemudian sensor DHT22 digunakan untuk mendeteksi kelembaban lantai. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja dan efektivitas dari robot. Hasil pengujian kinerja menunjukan robot mampu bergerak maju, mundur, berhenti, dan berbelok 360°. Pada pengujian kamera, kamera yang digunakan mampu menangkap objek dengan jelas. Hasil pengujian efektivitas tangan robot, robot telah berhasil mengangkat sampah hingga beban maksimal yang ditetapkan, yaitu  sebesar 150 gram. Pada pengujian penyedotan debu oleh robot, vacuum cleaner yang digunakan dapat berfungsi dengan persentase efektivitas pembersihan rata-rata sebesar 96,33%. Pada pengujian sistem pengepelan lantai, robot mampu membaca kondisi lantai basah maupun kering dengan dan basah sesuai dengan kondisi lantai tersebut. 
Pengaruh Peran Teman Sebaya, Self Esteem, dan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Fariana, Yuni Riska Nur; Novita, Astrid; Nina, Nina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2667

Abstract

Berdasarkan data dari BKKBN, di Kalsel lebih dari 2.181 remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah dengan berbagai alasan, sebanyak 26% mengatakan melakukan hubungan seksual untuk menyalurkan dorongan seksual, sebanyak 17% menyatakan kasih sayang, sebanyak 17% untuk kesenangan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku seksual pada remaja, yaitu factor dari dalam diri dan faktor dari luar diri. Tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya peran teman sebaya, self esteem, dan penggunaan media sosial dengan perilaku seks pranikah pada remaja di wilayah Kota Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 remaja sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SmartPLS 3.0 Hasil pengujian hipotesis dengan metode smart PLS didapat temuan bahwa Peran Teman Sebaya berpengaruh langsung sebesar 20%, Self Estem berpengaruh langsung sebesar 39% dan Penggunaan Media Sosial sebesar 23,8% terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Dalam penelitian ini Self esteem mempunyai pengaruh paling besar terhadap perilaku seks pranikah, kemudian peran teman sebaya dan yang mempunyai pengaruh paling kecil yaitu penggunaan media sosial terhadap perilaku seks pranikah di Wilayah Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan.
Penelitian Efektivitas Media Fasilitasi “Tangga Manis” terhadap Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Anak Usia Sekolah Dasar Nina, Nina; Kusumastuti, Istiana; Alfiah, Ratu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3012

Abstract

Anak obesitas memiliki risiko 10,25 kali lebih besar mempunyai kadar gula darah tinggi dibandingkan anak dengan status gizi normal, diketahui rata-rata konsumsi gula pada anak usai 5-12 tahun adalah 16,85 gula/orang/hari yang didapatkan dari asupan seperti gula pasir, gula merah, selai, permen, sirup, coklat, jelly/gelatin, madu dan pemanis. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi “Tangga Manis” terhadap perilaku pencegahan diabetes melitus Tipe 2 pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tapos dengan pendekatan rancangan desain one group pretest-posttest design dengan sampel penelitian berjumlah 30 orang anak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tapos-Depok. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai mean selisih antara mean pretest dengan mean posttest pada output pertama yaitu 38.0000-61.3333 = -23.33333 selisih perbedaan tersebut antara -27.04587 sampai dengan -19.62079, dengan nilai signifikansi pada ouput ke 3 sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil pretest anak anak sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media edukasi “Tangga Manis”. Media edukasi “Tangga Manis” dapat menjadi alternatif alat bantu sederhana dan dapat diterima untuk edukasi perilaku pencegahan DM tipe 2 dimana komputer atau alat pengajaran berteknologi tinggi lainnya belum tersedia.
CERITA RAKYAT MBAH JAWER SEBAGAI LITERASI SASATRA LOKAL MASYARAKAT PURWAKARTA Nina, Nina
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.2.1.20.2020

Abstract

 Kabupaten Purwakarta salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki kebudayaan dan sejarah yang menarik. Kabupaten Purwakarta sebagai kota industri mengalami perkembangan yang pesat pada berbagai sektor tak termasuk di bidang pariwisata. Saat ini pemerintah Kabupaten Purwakarta akan resort bertaraf internasional bernama Kampung Air Mbah Jawer di Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta. Pemberian nama Mbah Jawer menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat karena nama tersebut dianggap mengerikan dan penuh mistis. Bagi masyarakat Kabupaten Purwakarta khususnya di sekitar Waduk Jatiluhur nama Mbah Jawer membuat bulu kuduk berdiri. Cerita rakyat ini berkembang turun menurun dan dipercayai oleh masyarakat tanpa tahu persis kapan dan siapa yang mengetahui awal mula cerita tersebut. Cerita ini berawal dari lahirnya seorang anak yang memiliki jengger (Bahasa Sunda: Jawer) di dahinya mirip jawer ayam. Karena malu orang tua tersebut membuang anak tersebut ke aliran sungai citarum. Sejak peristiwa tersebut masyarakat sekitar mempercayai bahwa Mbah Jawer penguasa Waduk Jatiluhur. Seiring berjalannya waktu nyatanya modernisasi tidak melekangkan mitos Mbah Jawer yang disebut penyebab tenggelamnya orang setiap tahun. Apabila ditelaah lebih lanjut dibalik cerita mistis Mbah Jawer memiliki nilai-nilai positif yang layak dijadikan literasi bahan ajar penguatan pendidikan karakter di sekolah khususnya di Kabupaten Purwakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai budaya dari segi nilai sosial dan nilai religious pada cerita rakyat Mbah Jawer di Kabupaten Purwakarta. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat Mbah Jawer memiliki nilai 
Peningkatan pengetahuan tentang diabetes mellitus dan kesadaran perilaku hidup sehat pada remaja Nina, Nina; Nursanty, Oci Etri; Anisa, Indira Tri; Kholqiyah, Esa Masyrifatul; Fikri, Muhammad; Sukmawati, Rini Eka; Melinda, Zahra Suci; Solihin, Atsalits Nurazizah; Putri , Devina Adelia; Ardia, Zahra Rima; Amry, Fauzan Muhammad
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1765

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion and function, with increasing prevalence in young people, particularly adolescents. Key risk factors include unhealthy diets, obesity, physical inactivity, and a habitual consumption of foods high in sugar and fat. This condition impacts not only physical health but also adolescents' quality of life and psychosocial development, increasing the risk of long-term complications. Prevention and early detection efforts through interactive health education have proven effective in increasing adolescents' knowledge and awareness of diabetes, including the importance of checking random blood glucose levels. Observations at Karya Bakti Senior High School in Cianjur Regency revealed low levels of understanding among adolescents about diabetes prevention, making educational interventions urgent to foster healthy lifestyle behaviors from an early age. Purpose: To increase knowledge about diabetes mellitus and awareness of healthy lifestyles among adolescents. Method: The activity was conducted from July to August 2025 at Karya Bakti Senior High School, Beber Village, Kemang Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency. Twenty-five students participated in the study. The educational material covered diabetes mellitus (DM), aspects related to its occurrence, and identifying the causes of DM. Respondents' knowledge levels were measured using a questionnaire with a one-group pre-test and post-test design. A pre-test was administered before the educational activity and a post-test after the educational activity. Results: There was a significant increase in adolescents' knowledge about diabetes mellitus, with an average pre-test score of 50.40 increasing to 77.60 in the post-test, with a p-value of 0.00. The low initial score reflects limited understanding before the intervention, while the increased score after the education program indicates that respondents received and understood the material well. Conclusion: This activity demonstrates that educational interventions through health counseling are effective in increasing students' knowledge about diabetes mellitus (DM). Increasing knowledge about diabetes mellitus (DM) in adolescents can contribute positively to diabetes prevention strategies from adolescence. Suggestion: This activity can be continued and is expected to encourage changes in healthy behaviors among adolescents as an effort to prevent diabetes early on and reduce future prevalence. Follow-up monitoring through post-counseling evaluations encourages adolescents to share experiences and make healthy lifestyle changes. Keywords: Adolescents; Diabetes mellitus; Health counseling; Healthy lifestyle Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin, dengan prevalensi yang semakin meningkat pada kelompok usia muda, khususnya remaja. Faktor risiko utama meliputi pola makan tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kualitas hidup dan perkembangan psikososial remaja, serta meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Upaya pencegahan dan deteksi dini melalui penyuluhan kesehatan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai DM, termasuk pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Observasi di SMAS Karya Bakti, Kabupaten Cianjur, menunjukkan rendahnya pemahaman remaja tentang pencegahan DM, sehingga intervensi edukatif menjadi urgensi untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak dini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit diabetes mellitus dan kesadaran untuk berpola hidup sehat pada remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada periode bulan Juli - Agustus 2025 di SMAS Karya Bakti, Kampung Beber Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini melibatkan 25 siswa/ siswi menjadi responden. Pelaksanaan edukasi dengan penyampaian materi mencakup tentang penyakit DM, aspek yang terkait dengan kejadian DM, dan mengidentifikasi penyebab terjadinya DM. Pengukuran tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner dengan one group pre-test & post-test design, yaitu dengan memberikan tes awal (pre-test) sebelum kegiatan edukasi dan tes akhir (post-test) setelah edukasi. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus, dengan rata-rata skor pre-test 50.40 meningkat menjadi 77.60 pada post-test dengan pValue=0.00. Nilai awal yang rendah mencerminkan keterbatasan pemahaman sebelum intervensi, sedangkan peningkatan skor setelah edukasi menunjukkan bahwa responden menerima dan memahami materi dengan baik. Simpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi melalui penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa/siswi mengenai diabetes melitus (DM). Meningkatnya tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus (DM) pada remaja, dapat memberikan kontribusi positif sebagai strategi pencegahan diabetes sejak usia remaja. Saran: Kegiatan dapat dilanjutkan dan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku sehat remaja sebagai upaya pencegahan diabetes sejak dini guna menurunkan prevalensi di masa depan, dengan pemantauan tindak lanjut melalui evaluasi pasca-penyuluhan yang mendorong remaja untuk berbagi pengalaman serta melakukan perubahan gaya hidup dengan pola hidup sehat.  
EVALUASI MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT, JAMBI Astriana, Meira; Nina, Nina; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52211

Abstract

Manajemen pengelolaan obat berperan penting dalam menjamin ketersediaan dan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manajemen pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi berdasarkan instrumen Self Assessment Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan RI. Evaluasi pada aspek Context menunjukkan bahwa program pengelolaan obat mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan, namun masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Pada aspek Input, ditemukan penurunan kualitas sumber daya, termasuk kurangnya tenaga teknis terlatih serta sarana prasarana yang belum memenuhi standar, terutama ruang penyimpanan dan peralatan distribusi. Aspek Process menunjukkan adanya perbaikan pada sistem manajemen, seperti perencanaan dan pencatatan yang semakin sesuai standar. Pada aspek Product, skor Self Assessment tahun 2023 mencapai 84,13% dan sedikit menurun menjadi 83,70% di tahun 2024, tetap berada di atas ambang batas standar nasional (>80%). Pengelolaan obat secara umum telah berjalan sesuai standar, khususnya dari sisi proses manajemen. Namun, penurunan pada komponen sumber daya perlu menjadi fokus perbaikan. Rekomendasi strategis diperlukan dalam penguatan SDM, peningkatan sarana penyimpanan, serta pembentukan sistem evaluasi berkelanjutan guna menjamin keberlangsungan pelayanan farmasi yang efektif dan efisien.
Co-Authors Achmad Lukman Hakim, Achmad Lukman Adiyaksa, Rahma Adzidzah, Herlingga Zahra Nurul Affan Ahmad Afifah, Faidah Agusman Sahari Alfia, Barkatun Nisa Alfiah, Ratu Alpiah, Siti Amalia Sapriati Amry, Fauzan Muhammad Andoyo Sastromiharjo Anisa, Indira Tri Apriani, Salamah Aranda, Rizky Ardia, Zahra Rima Arianto Arianto Asri, Intan Puspita Astriana, Meira Astrid Novita, Astrid Blandin Laleda, Miranti Bujaya, Muhammad Criony, James Darmadja, Sobar Darmayanti, Etta Dewi, Nora Sukma Dewi, Rinny Fitria Dewi, Risma Dianti, Anggi Risma Faradilla, Intan Tita Fariana, Yuni Riska Nur Fathan, Fadhillah Firgiawan, Wawan Fitri Yanti Fitriadi, Rahmat Gian Purnama, Muhammad Gutama, Septari Rahma Putri Handayani, Sri Haryanto, Yusuf Hera Ramadhani, Alicia Hidayani, Hidayani Hidayat Hidayat Intan Sari Jenal Abidin, Jenal Karsiwan, Wawan Kholisoh, Siti Kholqiyah, Esa Masyrifatul Kurniasih, Rahmah Kustina, Rika Kusumah, Eva Nurhasanah Kusumastuti, Istiana Marhaeningsih, Marhaeningsih Maryani, Riza Marzuki Marzuki Maspupah, Tari Melinda, Zahra Suci Muhammad Fikri Mukarromah, Umniyyatul Mulyani, Detty Siti Naila R., Zahira Hananda Nandya, Lita Nini Firmawati Nissa, Barkatun Nurjam’an, Muhammad Ichsan Nurlaeli, Leli Nursanty, Oci Etri Nuryani, Rina Octavianie, Gina Pakhpahan, Judika Paulina, Agnes Nissa Pradana, Hermawan Andi Pratama, Rangga Adliano Pujiati, Purwani Putri , Devina Adelia Putri, Sinta Amalia PUTU LUSITA NATI INDRIANI Rachma Pramudita, Widya Ratih Purnamasari, Ratih Resnawati Salamah, Nurul Pitriani Sansuwito, Tukimin bin Sari, Agustina Sari, Putri Rian Septriani, Meti Siagian, Trinita Debora Sihaloho, Sumihar Sitanggang, Beta Yusnita Elparida Solihat, Melisa Solihin, Atsalits Nurazizah Sri Dewi Nirmala Stella Talitha Sukmawati, Rini Eka Sulfayanti, Sulfayanti Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Sunengsih, Kanah Suprihatin, Erni Syatria Adymas Pranajaya Syihabuddi, Syihabuddi Syihabuddin Syihabuddin Trisnawati Trisnawati Trisnawati Trisnawati Widyoningsih, Sri Yaser, Mohammad Yuel, Yuel Yunita, Melva Zaharudin, Zaharudin