Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PEMUPUKAN BOKASHI DAN Crotalaria juncea L. Yuliana, Anggi Indah; Sumarni, Titin; Fajriani, Sisca
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.618 KB) | DOI: 10.21776/5

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon tanaman jagung terhadap pemupukan bokashi dan C. juncea. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  hingga Oktober 2012 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama ialah dosis pupuk hijau  C. juncea dengan 3 taraf, yaitu: Tanpa C. juncea (C0), 10 ton ha-1 (C1) dan 20 ton ha-1 (C2). Faktor kedua ialah dosis pupuk bokashi dengan 4 taraf, yaitu: Tanpa bokashi (B0), 5 ton ha-1 (B1), 10 ton ha-1 (B2) dan 15 ton ha-1 (B3). Hasil penelitian menunjukkan penambahan bokashi sampai taraf 15 ton ha-1 belum mampu mengurangi kebutuhan C. juncea pada area penanaman jagung. Penggunaan pupuk bokashi sebanyak 15 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 23,86 % dibandingkan tanpa pupuk bokashi, hasil ini lebih besar dibandingkan peningkatan hasil jagung akibat penggunaan C. juncea 5 dan 10  ton ha-1 sebesar  11,90 % dan 18,09 %. Penggunaan pupuk hijau C. juncea sebanyak 20 ton ha-1 nyata meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 17,34 % dibandingkan tanpa C. juncea, hasil ini lebih baik dibandingkan peningkatan hasil tanaman jagung akibat penggunaan 10 ton ha-1 C. juncea yang mencapai 9,22 %.
Development of environmentally friendly urban agricultural system through household waste utilization training in Jombang Indonesia Yuliana, Anggi Indah; Ami, Mucharommah Sartika; Hariono, Tholib
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v5i1.2964

Abstract

The development of residential areas in the Jombang Regency can increase global warming, so it needs urban greening in the area. The green environment can be done by developing an environmentally friendly urban agricultural system with 3R (Reduce, Reuse, Recycle) waste management. The skills of residents must support the utilization of domestic waste, so this is required adequate training activities. This training aimed to (1) increased the knowledge and skills of the residents in processed, domestic waste into compost and liquid organic fertilizer; (2) increased the knowledge and skills of residents in processed inorganic waste as a plant's pot; and (3) increased the spirit of citizens to live clean and healthy. This community service activity was carried out from 24 to July 26, 2020, with partner residents of the Bahrul Ulum Menara Asri, Jombang Regency. The program results showed that 76 percent of residents understood how to processed waste into compost, liquid organic fertilizer, and planting pots. Eighty-six percent of participants stated that the instructor's performance was very good, 88 percent of residents admitted that this training was useful in improving their skills in processed, domestic waste, and 86 percent of the participants planned to carry out waste processing practices in their homes.
PERAKITAN SISTEM BUDIDAYA BAWANG DAUN ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Mochamad Amaludin; Muhammad Ega Saputra; Herman Siswanto; Anggi Indah Yuliana
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah percobaan untuk mendapatkan dosis optimum POC limbah kambing dalam upaya peningkatan hasil tanaman bawang daun secara organik.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang empat kali dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (POC Konsentrasi 0%), P1 (POC Konsentrasi 2,5%), P2 (POC Konsentrasi 5%), P3 (POC Konsentrasi 7,5%), P4 (POC Konsentrasi 10%), P5 (Kontrol pupuk anorganik). Pengamatan komponen pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan, sedangkan pengamatan panen diukur dengan melihat bobot segar tanaman. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair limbah kambing nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan bobot segar tanaman bawang daun. Penggunaan POC konsentrasi 10 % menghasilkan bobor segar daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan POC konsentasi 2,5 %, 5 %, dan 7,5 % serta nilainya tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol pupuk anorganik. Hasil ini berpotensi sebagai rekomendasi pemupukan organik budidaya bawang daun secara organik. Kata kunci: pupuk organik cair, bawang daun, organik
Subtitusi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) dengan Pupuk Organik Kompos dan Pupuk Hijau Anggi Indah Yuliana
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah percobaan lapang untuk mendapatkan pengaruh pupuk organik kompos dan pupuk hijau dalam meningkatkan hasil tanaman jagung dan mengurangi kebutuhan pupuk anorganik pada pertanaman jagung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk anorganik (A) yang terdiri atas pupuk NPK (15:15:15) dan pupuk urea (45% N) dengan 3 taraf yaitu: Pupuk anorganik 100 % (A1), Pupuk anorganik 75 % (A2), Pupuk anorganik 50 % (A3). Faktor kedua adalah pupuk organik (O) dengan 4 taraf yaitu: Tanpa pupuk organik (O0), Kompos 20 ton ha-1 (O1), pupuk hijau 20 ton ha-1 (O2), Kompos 10 ton ha-1 dan pupuk hijau 10 ton ha-1 (O3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos dan pupuk hijau pada kondisi pemupukan anorganik 100% nyata meningkatkan serapan N, P, K dan bobot pipilan kering tanaman jagung. Hasil pipilan kering tanaman jagung pada perlakuan tanpa pupuk organik dengan dosis pemupukan anorganik 100% tidak berbeda nyata dengan perlakuan pemberian Kompos 20 ton ha-1, Pupuk hijau 20 ton ha-1, maupun Kompos 10 ton ha-1 + Pupuk hijau 10 ton ha-1 yang disertai dengan dosis pemupukan anorganik 75% dan 50%. Dengan demikian, pupuk organik Kompos 20 ton ha-1, Pupuk hijau 20 ton ha-1, maupun kombinasi Kompos 10 ton ha-1 + Pupuk hijau 10 ton ha-1 dapat mengurangi kebutuhan pupuk anorganik hingga 50%. Kata Kunci: pupuk organik, kompos, pupuk hijau, pupuk anorganik
Kajian Hubungan Antara Kadar Nitrogen Media Tanam dan Keragaan Tanaman Bawang Daun Pada Sistem Vertikultur Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Nitrogen pada media tanam dan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Komposisi Media Tanam dengan 8 taraf yaitu : M1 (Tanah); M2 (Kompos); M3 (Arang Sekam); M4 (Tanah + Kompos (1:1)); M5 (Tanah + Arang sekam (1:1)); M6 (Kompos + Arang sekam (1:1)); M7 (Tanah + Kompos + Arang sekam (1:1:1)); dan M8 (Tanah + Kompos + Arang sekam (2:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman pupuk organik cair dengan 2 taraf yaitu: O1 (interval 4 hari) dan O2 (interval 7 hari). Dari kedua faktor perlakuan tersebut, diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Hubungan antara masing-masing perlakuan selanjutnya di analisis menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman dipengaruhi oleh kadar nitrogen media tanam. Peningkatan kadar nitrogen pada media tanam vertikultur sampai titik tertentu dapat meningkatkan keragaan tanaman bawang daun, namun selanjutnya peningkatan kadar nitrogen akan diikuti oleh penurunan keragaan tanaman bawang daun. Kata kunci: vertikultur, nitrogen, media tanam, tanaman bawang daun
Respon Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Kambing Anggi Indah Yuliana; Mucharommah Sartika Ami
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 2 (2019): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.111 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i2.354

Abstract

Sebuah percobaan disusun untuk mengevaluasi kadar unsur hara pupuk organic cair (POC) berbahan baku limbah kambing serta mengetahui respon tanaman jagung manis terhadap aplikasi POC limbah kambing. Penelitian dilaksanakan di Green house Universitas KH. A. Hasbullah pada Bulan Agustus s/d November 2018. Penelitian disusun menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang empat kali dengan perlakuan sebagai berikut: P0 : POC Konsentrasi 0%; P1 : POC Konsentrasi 2,5%; P2 : POC Konsentrasi 5%; P3 : POC Konsentrasi 7,5%; P4 : POC Konsentrasi 10%; P5 : Kontrol pupuk anorganik. Hasil analisis kadar hara menunjukkan bahwa POC limbah kambing tidak memenuhi persyaratan teknis minimal Pupuk Organik Cair yang dipersyaratkan oleh Permentan Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah karena memiliki kadar C-organik, Total Nitrogen, Total P2O5, dan Total K2O yang lebih rendah dibandingkan standar mutu dalam peraturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan secara umum aplikasi POC limbah kambing belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis karena kadar haranya rendah sehingga tidak bisa menjadi sumber hara utama guna memperoleh hasil yang optimal.
KONSORSIUM MIKROBA DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) SEBAGAI BIOFERTILZER TERHADAP BIJI KEDELAI Mazidatul Faizah; Anggi Indah Yuliana
AGROSAINTIFIKA Vol 2 No 1 (2019): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.88 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v2i1.653

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer terhadap biji kedelai. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsorsium mikroba dengan 4 taraf (konsentrasi 0; 10; 20 dan 30 mL) dan faktor 2 yaitu CMA dengan 4 taraf ( 0; 10; 20 dan 30 g/tanaman). Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu Laboratorium Mikrobiologi, Dinas Pertanian jombang dan Lahan di desa denanyar jombang jawa timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 – Maret 2019. Pada penelitian ini, data produktivitas tanaman (meliputi, jumlah biji) dianalisis statistika dengan menggunakan ANOVA faktorial dengan derajat signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) untuk membandingkan antar perlakuan. Sebelum dilakukan uji ANOVA, dilakukan pengujian normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan data analisis kesuburan tanah, analisis kimia tanah, Total Plate Count (TPC) dan kadar NP daun dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk pemberian konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer berpengaruh (α<0,05) terhadap peningkatan jumlah biji (36.33±4.16) dan berat biji (7.33±0.58) yang memberikan hasil tertinggi pada dosis biofertilizer konsorsium 20 mL dan mikoriza 30mL. Perlakuan konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer menunjukkan adanya pengaruh terhadap jumlah biji dan berat biji.
Kajian Pengaruh Kombinasi Limbah Kulit Buah Pisang Raja Nangka (Musa paradisiaca L.) dan Tepung Tapioka pada Proses Pembuatan Kerupuk Kulit Buah Pisang Terhadap Uji Organoleptik Mohammad Malik Abdul Aziz; Anggi Indah Yuliana; Arifah Roosenani
AGROSAINTIFIKA Vol 2 No 1 (2019): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.303 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v2i1.658

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kulit buah pisang dan tepung tapioka yang terbaik terhadap uji organoleptik kerupuk kulit buah pisang. Penelitian dilakukan di home industy Gethuk Pisang milik Bapak Atiq yang berada di daerah Sidomulyo-Megaluh-Jombang, pada bulan Agustus-September 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf dan 4 kali ulangan, sehingga dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 20 satuan percobaan dengan kombinasi kulit buah pisang 30% dengan tepung tapioka 70% (K1), kombinasi kulit buah pisang 40% dengan tepung tapioka 60% (K2), kombinasi kulit buah pisang 50% dengan tepung tapioka 50% (K3), kombinasi kulit buah pisang 60% dengan tepung tapioka 40% (K4), kombinasi kulit buah pisang 70% dengan tepung tapioka 30% (K5). Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Organoleptik kerupuk kulit buah pisang terbaik pada perlakuan K1 yaitu memiliki nilai warna, aroma, rasa dan penerimaan yang tinggi, sedangkan pada variabel renyah tidak adanya perbedaan nyata pada semua perlakuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi tepung tapioka berpengaruh terhadap kualitas organoleptik kerupuk kulit buah pisang. Kata kunci: Kulit Buah Pisang, Tepung Tapioka dan Organoleptik.
EFEKTIVITAS PROGRAM UNIT PELAYANAN PENGEMBANGAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (UP3HP) DI DESA PULOREJO KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG Resti Dwi Yanti; Anggi Indah Yuliana; Elina Sabat
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 1 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.912 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i1.748

Abstract

Program Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) yang dilaksanakan pemerintah di Desa Pulorejo Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang merupakan suatu mekanisme pemberdayaan pelaku usaha yang bertujuan untuk memfasilitasi tumbuhnya industri pengelolaan kecil dan kerajinan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efektivitas Program UP3HP di Desa Pulorejo dan menganalisis korelasi antara karakteristik anggota Program UP3HP dengan tingkat efektivitas Program UP3HP. Penelitian dilakukan di Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Penentuan responden dilakukan melalui teknik sensus yang disebar kepada 30 anggota peserta Program UP3HP. Tingkat efektivitas Program UP3HP di Desa Pulorejo sangat tinggi dibuktikan dengan adanya 63,33 % responden menyatakan tingkat efektivitas Program UP3HP di Desa Pulorejo tinggi. Sedangkan hasil uji korelasi antara karakteristik anggota Program UP3HP dengan tingkat efektivitas Program UP3HP secara keseluruhan menunjukkan tidak adanya korelasi.
A Tree Inventory in The Homegarden at The Tambakrejo Village, Jombang Regency Indah Fitriani; Anggi Indah Yuliana
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol 1 No 1 (2021): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiversity has many variations in shape, appearance, number and characteristics that are seen in improving ecosystems, species levels and genetic levels. The homegarden can create environmental conservation, especially local trees. Tambakrejo Village is an example of an urban area located in Jombang District with the highest population density of 6.88 people/km2 with a population of 12,279 people. This study aimed to determined the types of trees in the homegarden area of Tambakrejo Village, Jombang Regency. Data collection was carried out by observing each type of tree in 68 observation sample plots in the Tambakrejo Village homegarden area. The results of the observations found 414 tree species that belong into 26 types of families. Most of these tree species came from the Anacanrdiaceae family as many as 91 tree species.
Co-Authors Abdur Rokhim Nurhadi Achmad Agus Athok Miftachuddin Afdholi, Zakiyuddin Al Afif Kholisun Nashoih Afif, Muh Abdurrosyid Agus Suhadi Ahmad Chaerrurriziq Ahmad Faizin, Ahmad Ahmad Nurfaizin Aini Nurul Ainul Muarofati Zahro Aji, Rois Sekti Akbar Akbar Al Faqih, Muhammad Al Hasan, Said Rian Alifadeyana, Laily Amaliyah, Sinta Ilmi Ambar Susanti Ami, Mucharommah Sartika Amrini Shofiani Ana Mariatul Khiftiyah Ardiansya, Widi Ardy Ansyah Arfa'i, Irfan Arifah Roosenani Ario Wibowo, Rendy Arivatu Ni’mati Rahmatika ashar, salim Astiti, Lidya Dwi Aviv, Romadhon Luqman Ayu Mahdalena Aziz, Andreas Abdul Azizah Azizah Azizah, Umi Nur Bekti Widyaningsih Candra Fatmawati Firdaus Chasib, Nur Chusna, Miftachul Chusnah, Miftachul Cristina Siti Rhomadhoni Defi Kartika Dlorifatul Jauhariyah Dyah Ayu Sri Hartanti Dyah Ayu Sri Hartanti Dyah Ayu Sri Hartanti Elda Inia Agustin Elina Sabat Erfan Nur Huda Fachry Abda El Rahman Fadhli, Khotim Faizah, Mazidatul Fajriyah, Dessy Nur Fany Yustian Kristiyanto Fatin Nur Azimah Fauziah, Annisa’ Khurun Ain Fibrianti, Rindhi Dwi Fingky Zulias Tari Firmansya, Yoga Fithriah, Zuhriatul Fitra, Ziyyana Fitria, Lailatul Fitriana, Dista Hamidah, Syukriyana Fikri Hanif Mustopa Hardyanto, Mohamad David Wahyu Hardyanto, Mohamad David Wahyu Hardyanto Hari Winarno, Dwi Hariono, Tholib Hartanti, Dyah Ayu Sri Hawa Auliya Rofendi Herman Siswanto Hilyah Ashoumi Huda, Erfan Nur Inayah Maulidiya Wulandari MZ Indah Fitriani Izzudin, M. Husam Kartika, Defi Khotim Fadhli Khudzefi, Azam Kresnanto, Hadi Asih Kustia Eka Pratama Lukmana, Lutfi Fahmi M Afim Ihza Fernanda M Ainul Yaqin M Amir Ma'sum M Isa Hilalurochmafa M Maulana Asaduddin M Ryan Hidayatulloh M Yoga Hadi Maf'ulah, Siti Mahendri, Wisnu Mahfudin, Sayyid Maria Ulfa Maria ulfa Masykuro, Dewi Mathoriyah, Lailatul Mazidatul Faizah Mazidatul Faizah Ma’ruf, Muhammad Aminuddin Mei Listikawati Meiliawati, Wanda Miftachuddin, Achmad Agus Athok Miftachul Chusnah Mochamad Amaludin Mochamad Chumaidi Mochammad Chumaidi Mohamad Nasiruddin Mohammad Malik Abdul Aziz Mucharommah Sartika Ami Mufidah, Khusna Niswatul Muhammad Ega Saputra Muhibuddin, Anton Munir, Mohammad Mishbahul Nasirudin, Mohamad Nerisa Agnesia Widiyanto Nur Amala Nur Cahaya , Fitria Nur Faisal Andani Nur Ihsan Nudin Nur Khafidhoh, Nur Nurul 'Aini Nurul Aini Pangesti, Meligia Diage Primaadi Airlangga QOMARIYAH, SITI NUR Qomariyah, Umi Kulsum Nur Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma Cahya Ningrum Resti Dwi Yanti Ridwan, Farid Ahmad Rindhi Dwi Fibrianti Rinto Siswantoro Risma Ardiyanti Rizka Mudyanti Robithotul Ummah Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Ro’ikhatul Miskiyah RR. Ella Evrita Hestiandari Ryvaldi Prasdianto Salsa, Nirmala Faradisa Satiti, Wisnu Siwi Seken, Ido Adimas Sifaunajah, Agus Sisca Fajriani Siti Nur Fadhilah Siti Nur Qomariyah Siti Nur Qomariyah Sofia, Siti Sudarso Sudarso Suhadi, Agus Sujono Sujono, Sujono Susanti, Ambar Syatirrodhiatin, Putri Alfi Thohirin Thohirin Titin Sumarni Umi Kulsum Umi Kulsum Nur Qomariah Vindia Nur Azlina Vindia Nur Azlina Putri Syabila Wafi Abdulloh, Muhammad Khafid Wardhani, Yudhy Yanuardi, Harris Yessita Puspaningrum Yessita Puspaningrum Yessita Puspaningrum Yoga Firmansya Yudhy Wardhani Yuhdi, Mohammad Hanif Yusron Rosyadi Ziyyana Fitra Zuhria, Siti Aminatuz Zulfikar