Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Model G-MAPS Socioedu (Gamification-Mind Mapping-STAD Social Education) Dalam Pembelajaran IPS Kelas V SDN Kelayan Selatan 10 Novi Handayani; Siti Rabbiatul Hasanah; Asniwati; Aldy Ferdiyansyah; Hayatun Syifa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.78

Abstract

The low level of student learning independence in social studies at SDN Kelayan Selatan 10 has become a major issue affecting student engagement and responsibility in learning. This study aims to describe the application of the G-MAPS Socioedu model (Gamification–Mind Mapping–STAD Social education) and analyze its impact on students' learning independence in social studies. A descriptive qualitative approach using a case study method was employed in this research involving 20 fifth-grade students at SDN Kelayan Selatan 10. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the G-MAPS Socioedu model is capable of developing various indicators of student learning independence, such as curiosity, responsibility, discipline, and intrinsic motivation. Students become more active in discussions, independent in completing assignments, and enthusiastic about following the learning process. The existing technical obstacles do not diminish the success of this model in creating a collaborative, enjoyable learning atmosphere that encourages the development of students' independent learning potential.
Identifikasi Keaktifan Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran JiGaMon Berbasis Monopoli pada Pembelajaran IPS Kelas 5 SDN Sungai Miai 5 Zahra, Siti; Rahmadati, Rahmadati; Ferdiyansyah, Aldy; Asniwati, Asniwati; Alvin Hidayat, Muhammad
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.79

Abstract

Pembelajaran IPS di kelas V SDN Sungai Miai 5 masih didominasi oleh metode ceramah yang menyebabkan rendahnya partisipasi siswa, dimana banyak siswa yang terlihat bosan, kurang fokus, dan tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan media pembelajaran yang membuat proses belajar menjadi kurang interaktif dan monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keaktifan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran JiGaMon berbasis monopoli pada pembelajaran IPS kelas 5 SDN Sungai Miai 5. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu guru kelas dan 5 siswa di kelas V SDN Sungai Miai 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model JiGaMon berhasil meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS, dimana siswa tampak lebih semangat, aktif berdiskusi, dan bekerja sama dalam kelompok. Model JiGaMon juga terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan interaktif dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang cenderung pasif, serta meningkatkan antusiasme dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS.
Studi Kasus: Implementasi Model ProTeGaTo dalam Pembelajaran IPS di Kelas V SDN Sungai Jingah 4 Nazwa, Nazwa; Ramadhani, Renasya; Ferdiyansyah, Aldy; Asniwati, Asniwati; Merliana Sari, Ruli
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.80

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan partisipasi siswa yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang monoton dan kurang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran ProTeGaTo (Project Based Learning dan Teams Games Tournament) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas V SDN Sungai Jingah 4. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru dan 28 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ProTeGaTo, yang menggabungkan kuis interaktif berbasis aplikasi ZEP Quiz dan proyek individu, mampu meningkatkan variasi pembelajaran, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman konsep IPS. Model ini menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, kolaboratif, dan kontekstual. Model pembelajaran ProTeGaTo terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar dengan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan partisipatif.
Implementasi Video Interaktif PUTAS Sebagai Media Pembelajaran IPAS Kelas 4 SDN Antasan Kecil Timur 4 Kota Banjarmasin Syafi’e, Muhammad; Yulianti, Ani; Novianti, Witha; Ferdiyansyah, Aldy; Asniwati, Asniwati
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.81

Abstract

Pembelajaran IPAS di SDN Antasan Kecil Timur 4 Kota Banjarmasin masih didominasi metode konvensional seperti ceramah dan penggunaan LKS, yang menyebabkan siswa kurang antusias dan pembelajaran terasa monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan media pembelajaran IPAS di kelas 4 serta mengimplementasikan media video interaktif PUTAS (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dan Suara) sebagai solusi inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi guru kelas dan 11 siswa kelas 4. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video interaktif PUTAS mampu meningkatkan minat, motivasi, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, video yang menampilkan fenomena pencemaran lingkungan di sekitar siswa membuat materi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Siswa menjadi lebih aktif dalam diskusi dan berpikir kritis, serta menunjukkan pemahaman konseptual yang lebih baik terhadap materi pencemaran, guru juga menyatakan bahwa media ini membantu menyampaikan konsep abstrak secara konkret dan menarik. Penggunaan video interaktif PUTAS efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar serta mendukung pembelajaran abad 21 yang menyenangkan dan bermakna.
Penerapan Nusantara Kartu Sebagai Buku Ajar IPS di Kelas 3 SDN Sungai Miai 4 Salsabela Ashlin; Ayuni Ayuni; Mina Zuyyina Ramadhani; Aldy Ferdiyansyah; Asniwati Asniwati
SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Vol 3 No 2 (2025): SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v3i2.819

Abstract

Abstract, Learning media is very useful, especially in improving students' understanding of concepts, strengthening their retention, and fostering their interest in learning. This study uses a descriptive qualitative approach to understand the problem of limited social studies learning media in grade 3 of SDN Sungai Miai 4 and find relevant solutions. Nusantara Kartu is an innovation in learning media designed to introduce and foster students' appreciation of the diversity of Indonesian culture. Nusantara Kartu media has a physical form like a medium-sized card, printed in color, and equipped with pictures and brief information about cultural elements in Indonesia. Nusantara Kartu media is able to overcome the problem of limited textbooks and student boredom in social studies learning. This media not only creates a fun and meaningful learning atmosphere, but also increases students' active participation and understanding of the diversity of Indonesian culture. Teachers can start trying to create similar media that suits the needs of each class.
BUMI PEDIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPAS KELAS 5 (STUDI KASUS DI SD ISLAM SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN) Ferdiyansyah, Aldy; Aufa, Ni’matul; Rizqi, Maulana; Ramadhayanti, Amisha
JURNAL STRATEGI PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Strategi Pembelajaran
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/jsp.v2i1.324

Abstract

Salah satu permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar berupa kurangnya konsentrasi dan rendahnya motivasi siswa, yang dipengaruhi oleh penggunaan media yang bersifat konvensional dan minim interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran interaktif Bumi Pedia sebagai upaya strategis untuk meningkatkan ketertiban suasana pembelajaran serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi visual dan naratif. Media Bumi Pedia dirancang memuat beragam komponen seperti materi ajar berbasis visual, tayangan video edukatif, permainan interaktif berbasis platform digital, dan asesmen formatif yang responsif, yang secara signifikan menciptakan iklim pembelajaran yang lebih atraktif, kondusif, serta memfasilitasi keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Penerapan media ini terbukti dapat membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih konkret sekaligus membangun partisipasi aktif sepanjang proses pembelajaran berlangsung.
Penerapan Model Flipped Learning Berbantuan PPT Interaktif di Kelas 4 SDN Sungai Miai 5 Fidya Aisyah Asyifa; Ifanda Rahmadani; Shofiatun Najiah; Aldy Ferdiyansyah; Asniwati Asniwati
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i3.945

Abstract

Students are individuals who are in the process of learning and developing themselves through formal and non-formal education. There are still teachers who do not pay attention to the initial conditions of students before learning begins, so that it has an impact on the learning outcomes obtained. This article aims to explain the application of flipped learning model assisted by interactive PowerPoint media in improving learning effectiveness in class IV SDN Sungai Miai 5. This research uses descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted with four informants, namely homeroom teachers and three students. Observations were conducted in a participatory manner, while documentation included classroom learning activities and teacher teaching styles. The data obtained were analyzed in depth. The results showed that grade IV students expect fun, interesting, and active learning. The flipped learning model assisted by interactive PowerPoint is proven to help create a more effective learning atmosphere. Future research is suggested to examine the application of this model in other grade levels or subjects to broaden the understanding of its effectiveness in various learning contexts.
Implementasi Media ULAFANA Sebagai Media Pembelajaran IPS di Kelas 5 SDN Kelayan Dalam 5 Najlaa Annisa Faadiyah; Hana, Najla; Zaliha; Ferdiyansyah, Aldy; Asniwati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.1363

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang inovatif berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penyampaian materi dan keterlibatan peserta didik, khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Realitas di lapangan menunjukkan keterbatasan variasi media dan dominasi metode konvensional yang berdampak pada rendahnya motivasi serta pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan media ULAFANA (Ular Tangga Flora dan Fauna) sebagai solusi kreatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan guru wali kelas dan siswa kelas 5 SDN Kelayan Dalam 5. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ULAFANA mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi keberagaman flora dan fauna di Indonesia. Media ini juga memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menyenangkan serta menjadi alternatif efektif bagi keterbatasan media pembelajaran konvensional. Disarankan agar guru memanfaatkan media inovatif serupa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Implementasi Pendidikan Humanistik Melalui Pembelajaran Active Learning di Sekolah Dasar Aldy Ferdiyansyah; Mubarok
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i2.198

Abstract

Active Learning as one of the humanistic learning models has great potential to improve the quality of learning by activating students and optimizing their potential, so that they can achieve satisfactory learning outcomes according to their characteristics. This study uses a descriptive qualitative approach with the aim of describing the application of the Active Learning model as a humanistic learning model at SDN Tulusrejo 2 with 5th grade students as the research sample. Research data were collected through observation, interviews, and documentation which were analyzed using triangulation techniques. The results of the study showed that the level of student activity was clearly depicted through the role of students as active participants in learning which was seen through question and challenge activities, role reversal questions, peer lessons, team quizzes, and kreasi ceria activities. A series of these activities also had a positive impact on understanding the concept of the material and developing skills such as cooperation, communication, and problem solving. Thus, this study can provide an overview of the application of Active Learning that can be applied through various methods and supporting activities. The implementation of Active Learning in elementary schools shows many benefits and positive impacts on student activity during the learning process so that it can create a humanistic learning climate.
STUDI KASUS SDN SUNGAI MIAI 4 BANJARMASIN: IMPLEMENTASI MEDIA DIORAMA LETAK WILAYAH DALAM PEMBELAJARAN IPAS Ferdiyansyah, Aldy; Nafisah, Ainun; Erisa, Nurul; Sari Pera Ayu, Eka; Alviannor, Muhammad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34364

Abstract

This research is motivated by the limited use of concrete and interactive learning media in IPAS (Natural and Social Sciences) instruction, which has led to low student understanding of the concept of administrative region levels in grade 3. Therefore, this study aims to examine the implementation of concrete media in the form of a territorial diorama at SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin. The research uses a qualitative descriptive approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that the diorama media effectively enhances student engagement and comprehension by providing a concrete and contextual visualization of regional structures from the neighborhood (RT) level up to the provincial level . Students became more enthusiastic, actively engaged in discussions, and were able to explain the concepts more accurately. Challenges identified include space limitations and the maintenance of physical media. Nonetheless, the diorama proved to be an effective solution for meaningful IPAS learning, especially for lower-grade students who require concrete approaches suited to their cognitive development stage