Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI MATERI ASAM BASA UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Nanang Rahman; Sri Atun
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.02 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10098

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran kimia SMA kelas XI materi asam basa untuk meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik, (2) mengetahui kualitas dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan, dan(3) mengetahui perbedaan hasil belajar dan pembentukan karakter antara peserta didik yang diajarkan menggunakan perangkat hasil pengembangan dengan yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model 4-D yang memiliki tahapan Define, Design, Develop dan Disseminate. Namun, tahapan Disseminate tidak dilaksanakan. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang meliputi: silabus, rencanapelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan peserta didik, dan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli, pendidik, dan teman sejawat, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara umum memiliki kategori “sangat baik”. Pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan peneliti dapat membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kreatif, komunikatif dan teliti. Penggunaan perangkat pembelajaran hasil pengembangan juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Berdasarkan hasil uji-t, maka terdapat perbedaan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik yang diajarkan dengan perangkat hasil pengembangan dengan yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional.
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID BAGI GURU SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI SISTEM BELAJAR DARI RUMAH (BDR) DI SDN GUGUS II BATU KUMBUNG Nursina Sari; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Yuni Maryati; Sintayana Muhardini; Intan Dwi Hastuti; Nanang Rahman
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.131 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i2.128

Abstract

Pengabdian ini didasarkan pada permasalahan bahwa para guru belum bisa mengembangkan media video pembelajaran berbasis android dalam mengoptimalkan sistem Belajar dari Rumah (BDR) akibat dari pandemi. Hal ini terukur dari kegiatan guru yang hanya memanfaatkan buku paket guru, tanpa adanya penggunaan media pembelajaran secara daring. Adapun metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: 1) Persiapan, 2) Pendidikan dan pendampingan pembuatan video pembelajaran berbasis android 3) Tindak lanjut. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya: 1) Guru-guru memiliki wawasan mengenai macam-macam media 2) Guru-guru memiliki pemahaman mengenai media berbentuk video pembelajaran berbasis android, 3) guru-guru dapat membuat media video pembelajaran berbasis android.
Pengembangan Media Pembelajaran Box Nusantara untuk Membentuk Kemampuan Memahami Konsep Tematik pada Siswa Sekolah Dasar Sintayana Muhardini; Nanang Rahman; Mahsup Mahsup; Raden Sudarwo; Khaerul Anam; Sukron Fujiaturrahman
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.84 KB) | DOI: 10.33394/jk.v6i2.2612

Abstract

The purpose of this research is to address the problems relating to the lack of interesting and effective x thematic learning media in class so as to improve the effectiveness of learning. The development procedure refers to the Borg & Galls procedure with the development research procedure which consists of two main objectives, namely developing the product and validating the resulting product. The population of this study was SDN 1 and SDN 2 Sesela and the research samples used were SDN 1 Sesela as many as 12 students and at SDN 2 Sesela as many as 27 students. The research instruments used were questionnaires to validate and evaluate the quality of the developed products. Data analysis teschniques used qualitative descriptive and descriptive statistic analysis. The results of the research were as follows: (1) The results of expert validation and teacher assessment of media products that have been developed eligible to be used, (2) Limited trial results are known that the product development is worth use and (3) field trial results are known that the product of development that has been worthy of use affects the ability to understand the students ' thematic concept.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITE GUNA MENUNJANG PENGUASAAN TIK GURU DI MAS NURUL JANNAH AMPENAN Linda Sekar Utami; Zulkarnain Zulkarnain; M. Isnaini; Khairil Anwar; Islahudin Islahudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15837

Abstract

ABSTRAKPerkembangan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini semakin pesat. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan juga semakin digiatkan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan diantaranya dapat membantu dalam proses pembelajaran. Namun hal ini tidak berbanding lurus dengan fakta dilapangan dimana tidak sedikit guru selaku tenaga pendidik masih belum menguasai pemanfaatan TIK dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan guna membantu para guru di MAS Nurul Jannah Ampenan dalam menerapkan TIK dalam pembelajaran berupa  pemanfaatan Google Site dalam membuat media pembelajaran sehingga diharapkan para guru dapat memaksimalkan proses belajar dan mengajar di kelas. Metode kegiatan berupa ceramah, diskusi dan praktek. Mitra sasaran kegiatan yaitu para guru di MAS Nurul Jannah berjumlah 17 orang. Berdasarkan data kuesioner kepuasan peserta, diperoleh 64,7% responden menyatakan sangat setuju terkait penyampaian materi oleh narasumber. Menurut 52,9% responden menyatakan sangat setuju terkait sesi tanya jawab berjalan efektif dan narasumber dapat menjawab pertanyaan peserta. Sebanyak 70,6% responden mengakui narasumber tanggap merespon segala permasalahan yang dihadapi peserta. Menurut 41,2% responden menyatakan sangat setuju terkait pelaksanaan praktek pembuatan media pembelajaran menggunakan Google site disampaikan secara terstruktur sesuai modul, hal ini berbanding lurus dengan konten modul praktek yang dibagikan mudah dipahami menurut 58,8% responden. Kata kunci: pemanfaatan TIK; google sites; proses pembelajaran. ABSTRACTDevelopments in Information and Communication Technology (ICT) today are growing rapidly. The use of technology in the world of education is also increasingly encouraged. The use of information technology in the world of education can help in the learning process. However, this is not directly proportional to the facts on the ground, where not a few teachers as educators still have not mastered the use of ICT in optimizing the learning process. This service activity aims to help teachers at MAS Nurul Jannah Ampenan apply ICT to learning by using Google Sites to make learning media so that teachers can maximize the teaching and learning process in class. Methods of activity in the form of lectures, discussions, and practice The target partners of the activity are the teachers at MAS Nurul Jannah, totaling 17 people. Based on the participant satisfaction questionnaire, it was found that 64.7% of respondents stated that they strongly agreed regarding the delivery of material by the resource person. According to 52.9% of respondents, they strongly agreed that the question-and-answer session was effective and that the resource persons were able to answer participant questions. As many as 70.6% of respondents acknowledged that the resource persons were responsive in responding to all the problems faced by the participants. According to 41.2% of respondents, they strongly agreed regarding the implementation of the practice of making learning media using the Google site delivered in a structured manner according to modules; this was directly proportional to the practice module content, which was easily understood according to 58.8% of respondents. Keywords: utilization of ICT; google sites; learning process.
Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Melalui Penerapan Baitul Arqam Bagi Pemuda Muhammadiyah Saddam Saddam; Iskandar Iskandar; Yudhi Lestanata; Sudarta Sudarta; Rahmad Hidayat; M. Taufik Rachman; Ilham Zitri; Iwin Ardyawin; Rifaid Rifaid; M. Ulfatul Akbar Jafar; Dedi Iswanto; Abdul Sakban; Isnaini Isnaini; Nanang Rahman; Irma Setiawan; Ilham Ilham; Inka Nusamuda Pratama; Hidayatullah Hidayatullah; Adiman Fariadin
Abdimas Mandalika Vol 1, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i1.8033

Abstract

Abstract: Muhammadiyah Youth of Mataram City is committed to printing a cadre of qualified youth, which will contribute positively to the development of the advanced and independent Mataram City Region. As a youth organization, the muhammadiyah youth of Mataram City consistently control social da'wah movements based on culture, middle political movements, and humanitarian movements that touch all levels of society. The purpose of this activity is to increase the value of Al-Islam and Kemuhammadiyahan through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah Youth of Mataram City. Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram activities were held from October 3-4, 2020 at the Same Hotel Mataram and Batu Layar Hotel. Participants of this activity are 33 members of Muhammadiyah Youth of Mataram City Period 2018-2022. The success of al-Islam and Kemuhammadiyahan value improvement activities through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah youth is seen from the spirit of participants following the activities to the end, the activeness of participants in discussions during the delivery of materials, and many participants said they began to understand further the material that had been delivered in Baitul Arqam.Abstrak: Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram berkomitmen untuk mencetak kader pemuda yang berkualitas, yang akan berkontribusi positif terhadap pembangunan Daerah Kota Mataram yang maju dan mandiri. Sebagai Organisasi kepemudaan, pemuda Muhammadiyah Kota Mataram konsisten mengawal gerakan dakwah sosial yang berbasis pada kultural, gerakan politik tengahan, dan gerakan kemanusiaan yang menyentuh seluruh level masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan Baitul Arqam bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram. Kegiatan Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram dilaksanakan dari tanggal 3-4 Oktober 2020 di Same Hotel Mataram dan Hotel Batu Layar. Peserta kegiatan ini adalah 33 anggota Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Periode 2018-2022. Kegiatan telah melalui 3 tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan peningkatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan baitul arqam bagi pemuda Muhammadiyah terlihat dari semangat peserta mengikuti kegiatan hingga akhir, keaktifan peserta dalam diskusi saat penyampaian materi, dan banyak peserta mengatakan mulai memahami lebih jauh materi yang sudah disampaikan dalam Baitul Arqam.
Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa dan Upaya Peningkatannya melalui Model Project Based Learning Nanang Rahman; Muhammad Nizaar; Johri Sabaryati
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i2.16865

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kreatif mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Mataram dan melakukan kajian literature untuk menentukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mix methode), dimana pendekatan kuantitatif dilakukan dengan memberikan tes keterampilan berpikir dan upaya peningkatan keterampilan berpikir kreatif melalui pendekatan kualitatif kajian literatur. Subject penelitian menggunakan 30 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang diberikan tes keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif mahasiswa sebanyak 23,34% kategori kreatif, sebanyak 66,66% kategori cukup kreatif dan sebanyak 10,00% kategori kurang kreatif. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa keterampilan berpikir kreatif pada indikator elaboration mendapatkan nilai rata-rata tertinggi sebesar 73,33, sementara itu untuk nilai rata-rata terendah pada indikator flexibility dengan nilai 39,44. Berdasarkan hasil kajian teoritis dan empiris didapatkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa dengan menggunakan model Project Based Learning.Abstract: This study aims to determine the profile of students' creative thinking skills at University of Muhammadiyah Mataram and conduct a literature review to determine learning models that can improve these skills. The type of research used is a mixed method (mix method), where a quantitative approach is carried out by giving tests of thinking skills and efforts to improve creative thinking skills through a qualitative approach to literature review. The research subject used 30 students at Muhammadiyah University of Mataram who were given a test of creative thinking skills. The results showed that the creative thinking skills of students were 23.34% in the creative category, 66.66% in the moderately creative category and 10.00% in the less creative category. Based on the data obtained, it is known that creative thinking skills on the elaboration indicator get the highest average score of 73.33, while the lowest average score is on the flexibility indicator with a value of 39.44. Based on the results of theoretical and empirical studies it was found that to improve students' creative thinking skills using the Project Based Learning model.
PEMBIASAAN PERMAINAN TRADISIONAL SELODOR UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Rahman, Nanang; Maryati, Yuni; Liswijaya, Liswijaya
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i1.20422

Abstract

Abstrak: Penggunaan gadget yang berlebihan ini dapat membawa dampak negatif pada perkembangan anak, karena kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan secara terus-menerus. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan aktivitas untuk dapat mengurangi dari pengaruh ketergantungan anak terhadap gadget. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk berupa pembiasaan permainan tradisional selodor terhadap siswa di SDN 2 Batunyala sehingga meningkatkan kemampuan softskill dan hardskill siswa. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu kegiatan sosialisasi, praktik pembiasaan dan evaluasi pada siswa SDN 2 Batunyala. Pembiasaan permainan selodor kepada siswa dapat mengurangi dampak negatif kecanduan gadget yang terus dilakukan oleh anak-anak. Dampak positif dari permainan selodor yang telah dilakukan adalah meningkatkan kemampuan motorik, kognitif dan sosial yang dimiliki oleh siswa. Melalui permainan selodor, siswa dapat meningkatkan interaksi dengan teman sebaya, menggerakkan anggota tubuh, serta memiliki kemampuan untuk menyusun strategi dan menanamkan nilai kerjasama.Abstract: Excessive use of gadgets can have a negative impact on children's development, due to the lack of continuous physical activity. To overcome this, activities need to be carried out to reduce the influence of children's dependence on gadgets. The aim of the service activity is to familiarize students with the traditional game of selodor at SDN 2 Batunyala through 2 stages, namely socialization activities and habituation practices. Getting students used to playing cellodor games can reduce the negative impacts of gadget addiction that children continue to have. The positive impact of the selodor game that has been carried out is improving the motoric, cognitive and social abilities of students. Through playing selodor, students can increase interaction with peers, move their body parts, and have the ability to develop strategies and instill the value of cooperation. 
Model Project Based Entrepreneuruial Science Thinking Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa dengan Menggunakan Blanded Learning Rahman, Nanang; Liswijaya, Liswijaya
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20000

Abstract

Abstrak:Teknologi dalam pembelajaran sangat bermanfaat ketika masa pandemic covid 19. Dosen dapat memilih metode pembelajaran dengan mengabungkan pembelajaran secara offline dan online yang dikenal dengan istilah blanded learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model project based entrepreneurial science thinking terhadap pemikiran kreatif calon mahasiswa PGSD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan subjek penelitian sebanyak 72 mahasiswa PGSD. Dalam pelaksanaannya, kelas eksperimen diajar dengan menggunakan model project based entrepreneurial science thinking, kelas kontrol adalah kelas konvensional. Parameternya adalah berpikir kreatif dengan 4 indikator, yaitu fluency, flexibility, originality and elaborative. Pengumpulan data menggunakan penilaian pretest dan posttest. Data disajikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian secara keseluruhan rata-rata skor berpikir kreatif mahasiswa PGSD pada kelas eksperimen adalah 83,50 dengan indeks N-gain sebesar 0,58, lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol 71,25 dengan indeks N-gain sebesar 0,28. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model project based entrepreneurial science thinking berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD, lebih efektif dibandingkan konvensional dalam meningkatkan berpikir kreatif guru dalam pembelajaran.Abstract: Technology in learning is very useful during the Covid 19 pandemic. Lecturers can choose learning methods by combining offline and online learning, known as blended learning. The aim of this research is to analyze the influence of the project based entrepreneurial science thinking model on the creative thinking of prospective elementary school teacher students. This type of research is quasi-experimental research with research subjects as many as 72 PGSD students. In its implementation, the experimental class was taught using a project based entrepreneurial science thinking model, the control class was a conventional class. The parameters are creative thinking with 4 indicators, namely fluency, flexibility, originality and elaborative. Data collection uses pretest and posttest assessments. Data is presented and analyzed descriptively. Overall research results, the average creative thinking score of elementary school teacher students in the experimental class was 83.50 with an N-gain index of 0.58, higher than in the control class of 71.25 with an N-gain index of 0.28. From the research results, it can be concluded that the project based entrepreneurial science thinking model has an effect on improving the creative thinking abilities of elementary school teacher students, and is more effective than conventional ones in improving teachers' creative thinking in learning.
Sistem Informasi Penjualan Produk Pertanian pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sinar Bulan Fajrian Noor, Muhammad; Rahman, Nanang; Sofyar
Indonesian Journal of Applied Accounting and Finance Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments that are increasingly advanced and developing can be utilized to support human work, including in the government sector. One form of good government can be seen from the services provided to the public which have been carried out effectively and efficiently. In the business world, the role of information technology and reliable application programs is no longer in doubt in supporting the ability of business units to win business competition. BUMDes Sinar Bulan Village has several business units that have been developed, one of which is the sale of agricultural products, because almost all of the people of Sinar Bulan Village are farmers, so agricultural products can be used as an opportunity by the village government to increase BUMDes income. In terms of recording buying and selling transactions, it is still done manually and does not comply with the rules in the accounting application program, resulting in an ineffective and inefficient recording system. Therefore, this research aims to create a Sinar Bulan village-owned enterprise (BUMDES) application program for WEB-based sales of agricultural products.
PELATIHAN GENDANG BELEQ UNTUK MENINGKATKAN CINTA BUDAYA DAERAH SASAK TERHADAP SISWA SDN 1 SUKARAJA Rahman, Nanang; Ikhwan, Zaenul; Muhdar, Syafruddin; Fujiaturrahmah, Sukron; Mariyati, Yuni; Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Masyitah, Putri Maya
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28418

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi menjadi tantangan utama, terutama dalam mempertahankan eksistensi gendang beleq sebagai warisan budaya Sasak. Generasi muda cenderung kurang mengenal dan mencintai budaya tradisional, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk memperkenalkannya sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan siswa SDN 1 Sukaraja terhadap budaya Sasak melalui pelatihan gendang beleq. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 4 hingga 6 sebagai peserta dengan jumlah 24 siswa pada bulan Agustus dan 26 siswa pada bulan September, dengan bimbingan guru seni dan pelatih profesional dari komunitas seni lokal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, mencakup aspek keterampilan teknis, pemahaman budaya, serta perubahan karakter siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek: 70% siswa menjadi sangat tertarik terhadap budaya lokal (sebelumnya hanya 40%), 60% siswa menguasai teknik dasar gendang beleq, dan 50% memahami filosofi budaya Sasak. Selain itu, 85% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa sekaligus menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya Sasak. Kata kunci: Gendang beleq; budaya Sasak; pelestarian budaya. ABSTRACTPreservation of local culture amidst the strong currents of globalization poses a significant challenge, particularly in maintaining the existence of gendang beleq as a cultural heritage of the Sasak people. The younger generation tends to have limited knowledge and appreciation of traditional culture, necessitating systematic efforts to introduce it from an early age. This activity aims to enhance the appreciation of Sasak culture among students of SDN 1 Sukaraja through gendang beleq training. The implementation methods include socialization and hands-on practice. This activity involves students from grades 4 to 6 as participants with a total of 24 students in August and 26 students in September 2024, under the guidance of art teachers and professional trainers from the local art community. Evaluation was conducted through observations, interviews, and questionnaires administered before and after the training, covering aspects of technical skills, cultural understanding, and changes in students' character. The training results showed significant improvements in several aspects: 70% of students developed a strong interest in local culture (up from 40%), 60% mastered the basic techniques of gendang beleq, and 50% gained an understanding of Sasak cultural philosophy. Furthermore, 85% of students demonstrated increased discipline, teamwork, and self-confidence. This program successfully sparked students' enthusiasm and served as a strategic step toward preserving the cultural heritage of the Sasak people. Keywords: Gendang beleq Sasak culture; cultural preservation