Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Think-Aloud Protocol as a Method for Exploring and Understanding the Argumentation Skills of Pre-Service Science Teachers Ahmad Fauzi Hendratmoko; Sapti Puspitarini; Mohammad Budiyanto; Nanang Rahman; Kiki Septaria; Siti Marpuah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 13 No. 2: April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v13i2.15214

Abstract

Argumentation is a core component of critical thinking, one of the essential 21st-century skills. However, exploring this skill remains a challenge, often due to limitations in the available assessment methods. This study aims to offer a solution by utilizing the think-aloud protocol to explore and better understand the argumentation skills of Pre-Service Science Teachers (PSTs). A total of 30 PSTs from a state university in Indonesia participated in the research. Data collection and analysis through the think-aloud protocol were conducted in several stages: procedural briefing, implementation, coding and video analysis, and data interpretation. The findings revealed that the think-aloud protocol was effective in providing deeper insights into argumentation skills and yielded more detailed and accurate data across five key components: claims, evidence, reasoning, counterarguments, and rebuttals. On average, the PSTs demonstrated beginner-level argumentation skills, with the strongest performance in the claim component and weaker results in supporting aspects. Specifically, 5 participants were categorized as proficient, 9 as advanced, 6 as intermediate, and 10 as beginners. These results highlight the need for more effective learning strategies that provide PSTs with greater opportunities to practice constructing and critiquing arguments.
Penggunaan Media Diorama 3D untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Pembelajaran Peserta didik SD Nur Sholehah; Desi Zulfiana; Widya Verina Tanjung; Yuniarti Yuniarti; Sabran Sanutra; Nanang Rahman; Syamsuri Syamsuri; Syukri Sani
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i3.32097

Abstract

Abstract: Science learning in elementary schools requires innovative media that can improve learning outcomes and student activity. This study aims to analyze the effectiveness of using 3D Dioramas in improving learning outcomes and student activity at SD Negeri 1 Banyumulek. The research method uses a quantitative approach with the type of classroom action research (CAR), which is implemented in two cycles. The subjects of the study were 31 fifth grade students, with instruments in the form of multiple choice questions and activity observation sheets. Data collection techniques were test and non-test techniques. The data analysis technique was descriptive quantitative with the average and completeness of the value of the science learning outcomes of the material My Earth Loves My Earth Malang. The results showed an increase in the average score of learning outcomes from 67.74 to 80.65, and the average score of activity from 55.24 to 90.99. Correlation analysis showed that the increase was more influenced by the intervention of 3D Diorama’s media than the initial characteristics of the students. The conclusion of this study is that the use of 3D Diorama media is effective in increasing student activity and learning outcomes in science learning. The implications of this study's results recommend the use of 3D Diorama as an active learning strategy to strengthen conceptual understanding and student participation in elementary schools.Abstrak: Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan media inovatif yang mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Diorama 3D dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik di SD Negeri 1 Banyumulek. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 31 peserta didik kelas V, dengan instrumen berupa soal pilihan ganda dan lembar observasi keaktifan. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan teknik non tes. Teknik analisis data yaitu secara deskriptif kuantitatif dengan rerata dan ketuntasan nilai hasil belajar IPAS materi Bumiku Sayang Bumiku Malang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor hasil belajar dari 67,74 menjadi 80,65, dan rata-rata skor keaktifan dari 55,24 menjadi 90,99. Analisis korelasi memperlihatkan bahwa peningkatan tersebut lebih dipengaruhi oleh intervensi media Diorama 3D daripada karakteristik awal peserta didik. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media Diorama 3D efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Implikasi hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan Diorama 3D sebagai strategi pembelajaran aktif untuk memperkuat pemahaman konseptual dan partisipasi peserta didik di sekolah dasar.
PROGRAM APOTEK HIDUP UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH DAYAMA JEROWARU Nanang Rahman; Nursina Sari; Ahmad Bujang; Ratu Firna; Tri Astianingsih
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36017

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pembentukan karakter peduli lingkungan masih menjadi tantangan serius di banyak lembaga pendidikan, khususnya diwilayah pedesaan. Sebagian besar siswa di madrasah ini menunjukkan tingkat kepedulian yang rendah terhadap lingkungan sekolah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan karakter tanggung jawab dan kepedulian lingkungan siswa melalui kegiatan apotek hidup di MTs Dayama Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Community-Based Participatory Approach dan Experiential Learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Program ini dilaksanakan mulai bulan Agustus-September 2025 yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan 68 siswa kelas VII–IX dalam enam tahapan: sosialisasi nilai karakter, pelatihan, penanaman tanaman obat, pembentukan kelompok piket, serta refleksi dan evaluasi karakter. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator karakter siswa, yaitu kepedulian lingkungan meningkat dari 28% menjadi 86%, tanggung jawab dari 32% menjadi 90%, disiplin dari 45% menjadi 88%, dan kerja sama dari 40% menjadi 92%. Selain perubahan perilaku, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai Islam seperti amanah dan kebersihan sebagai bagian dari iman serta menghidupkan kembali kearifan lokal Jerowaru dalam pemanfaatan tanaman herbal. Program ini terbukti efektif membentuk karakter peduli lingkungan melalui pengalaman langsung dan kolaborasi sekolah dengan masyarakat.Kata kunci: Apotek Hidup; Karakter Siswa; MTs Dayama Jerowaru. ABSTRACTDeveloping an environmentally conscious character remains a serious challenge in many educational institutions, particularly in rural areas. Most students at this madrasah demonstrate a low level of concern for the school environment. Community service program aims to foster students’ sense of responsibility and environmental awareness through a living pharmacy activity at MTs Dayama Jerowaru, East Lombok Regency. The program was implemented using a Community-Based Participatory Approach and Experiential Learning, positioning students as active agents in Project-Based Learning activities. This program was implemented from August to September 2025, involving the madrasah principal, teachers, and 68 students in grades VII–IX in six stages: character value socialization, training, planting medicinal plants, forming duty groups, and character reflection and evaluation. The results demonstrated a significant improvement in students’ character indicators: environmental awareness increased from 28% to 86%, responsibility from 32% to 90%, discipline from 45% to 88%, and cooperation from 40% to 92%. Beyond behavioral changes, the program also reinforced Islamic values such as trustworthiness and cleanliness as part of faith, while revitalizing Jerowaru’s local wisdom in the use of herbal plants. Overall, this program proved effective in cultivating environmental care and responsibility through direct experience and collaborative engagement between the school and the community. Keywords: Living Pharmacy; Students’ Character; MTs Dayama Jerowaru.
PELATIHAN GENDANG BELEQ UNTUK MENINGKATKAN CINTA BUDAYA DAERAH SASAK TERHADAP SISWA SDN 1 SUKARAJA Nanang Rahman; Zaenul Ikhwan; Syafruddin Muhdar; Sukron Fujiaturrahmah; Yuni Mariyati; Sintayana Muhardini; Nursina Sari; Putri Maya Masyitah
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28418

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi menjadi tantangan utama, terutama dalam mempertahankan eksistensi gendang beleq sebagai warisan budaya Sasak. Generasi muda cenderung kurang mengenal dan mencintai budaya tradisional, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk memperkenalkannya sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan siswa SDN 1 Sukaraja terhadap budaya Sasak melalui pelatihan gendang beleq. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 4 hingga 6 sebagai peserta dengan jumlah 24 siswa pada bulan Agustus dan 26 siswa pada bulan September, dengan bimbingan guru seni dan pelatih profesional dari komunitas seni lokal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, mencakup aspek keterampilan teknis, pemahaman budaya, serta perubahan karakter siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek: 70% siswa menjadi sangat tertarik terhadap budaya lokal (sebelumnya hanya 40%), 60% siswa menguasai teknik dasar gendang beleq, dan 50% memahami filosofi budaya Sasak. Selain itu, 85% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa sekaligus menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya Sasak. Kata kunci: Gendang beleq; budaya Sasak; pelestarian budaya. ABSTRACTPreservation of local culture amidst the strong currents of globalization poses a significant challenge, particularly in maintaining the existence of gendang beleq as a cultural heritage of the Sasak people. The younger generation tends to have limited knowledge and appreciation of traditional culture, necessitating systematic efforts to introduce it from an early age. This activity aims to enhance the appreciation of Sasak culture among students of SDN 1 Sukaraja through gendang beleq training. The implementation methods include socialization and hands-on practice. This activity involves students from grades 4 to 6 as participants with a total of 24 students in August and 26 students in September 2024, under the guidance of art teachers and professional trainers from the local art community. Evaluation was conducted through observations, interviews, and questionnaires administered before and after the training, covering aspects of technical skills, cultural understanding, and changes in students' character. The training results showed significant improvements in several aspects: 70% of students developed a strong interest in local culture (up from 40%), 60% mastered the basic techniques of gendang beleq, and 50% gained an understanding of Sasak cultural philosophy. Furthermore, 85% of students demonstrated increased discipline, teamwork, and self-confidence. This program successfully sparked students' enthusiasm and served as a strategic step toward preserving the cultural heritage of the Sasak people. Keywords: Gendang beleq Sasak culture; cultural preservation
Co-Authors Abdul Sakban Abdul Sakban Adiman Fariadin Agus Herianto Ahmad Bujang Ahmad Fauzi Hendratmoko Alfian Qori Irsandi Amelia, Sherly Dwi Ardyawin, Iwin Bilal, Arpan Islami Budiman Budiman Desi Zulfiana Fajrian Noor, Muhammad Fujiaturrahman, Sukron Haifaturahmah Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hidayatullah Hidayatullah Hilatul Jannah Ilham Ilham Ilham Zitri Imam Sofian Inka Nusamuda Pratama Intan Dwi Hastuti Intan Dwi Hastuti Irma Setiawan, Irma irwand irwandi Iskandar Iskandar Islahudin Isnaini Isnaini Jannatul Annisa Jumhatun Jumhatun Khaerul Anam Khaerunnisa Khaerunnisa, Khaerunnisa Khairil Anwar KIKI SEPTARIA Leny Anugra Safutri Linda Sekar Utami Liswijaya liswijaya, liswijaya M Taufik Rachman M. Isnaini M. Ulfatul Akbar Jafar Maemunah Maemunah Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mariyati, Yuni Maryati, Yuni Milandari, Baiq Desi MOHAMMAD BUDIYANTO Monika Handayani, Monika Muhammad Furqon Muhammad Nizaar Muhammad Nizar Muhammad Nizar Muhdar, Syafruddin Nagy, Emese K. Ningsih, Astria Nur Sholehah Nurrauhil Aulia Nursina Oktiani Pertiwi Putri Maya Masyitah Rahmad Hidayat Ratu Firna Ratu, Tursina Rifaid Rifaid Sabaryati, Johri Sabran Sanutra Saddam Saddam Sapti Puspitarini Sari, Nursina Saskia Syalsa Zabillah JR Sintayana Muhardini Sintia Khairani Siska Marthaleza Siti Marpuah Siti Marpuah, Siti SRI ATUN Sri Rejeki Sudarta Sudarta Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sukaesi Sukaesi Sukron Fujiaturahmah Sukron Fujiaturrahmah Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syamsuri Syamsuri Syukri Sani Taufik Hidatyat Tri Astianingsih Vera Mandailina, Vera Widya Verina Tanjung Wiranata, Sandra Yudhi Lestanata Yuni Maryati Yuniarti Yuniarti Zaenul Ikhwan Zedi Muttaqin Zulkarnain, Zulkarnain