Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN AMPAS KELAPA PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) (Kajian Materi Pertumbuhan dan Perkembangan SMA Kelas XII) Aris Suarna; Suarna Samai; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.567 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i2.20482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan untuk mengetahui dosis ampas kelapa yang menghasilkan pertumbuhan terbaik tanaman sawi. Jenis penelitian yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 1 kontrol dan 5 ulangan yang terdiri atas 100 gram, 200 gram, 300 gram dan 400 gram. Populasi penelitian adalah semua tanaman sawi yang ada di tray semai dan sampel penelitian adalah semua tanaman sawi yang ada di polybag. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran parameter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, dan berat basah. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yang meliputi sidik ragam dan uji lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND). Hasil analisis deskriptif pertumbuhan tanaman sawi dari pengukuran ke-22 HST sampai ke-40 HST memiliki laju pertumbuhan yang meningkat. Hasil analisis inferensial pengukuran ke-40 HST menunjukkan bahwa pada semua parameter pertumbuhan diperoleh hasil Fhit > Ftab. Hasil uji BJND pengukuran ke-40 HST menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata dari setiap perlakuan. Pemberian ampas kelapa 100 gram memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun dan berat basah tanaman sawi.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamck.) DAN DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) TERHADAP Candida albicans DAN Aspergillus flavus Muh Syahruramadhan; Nur Arfa Yanti; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.966 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) dan kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Candida albicans dan Aspergilus flavus serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan kirinyuh (C. odorata L.) yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan C. albicans dan A. flavus. Metode penelitian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumur (well difusion). Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) konsentrasi 25%, 50% dan 75%, total perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan sehingga total keseluruhan perlakuan jamur indikator adalah 36 unit percobaan. Variabel terikat (Y) yaitu aktivitas antijamur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa ANAVA dan uji lanjut menggunakan uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan C. albicans dan A. flavus. Sementara, ekstrak daun kirinyuh (C. odorata) memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan A. flavus dan tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans (2) Ada pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (C. odorata) terhadap pertumbuhan A. flavus dengan konsentrasi terbaik yaitu ekstrak 75%.Kata Kunci : antijamur, Moringa oleifera Lamck, Chromolaena odorata L,
UJI TOKSISITAS LIMBAH MERKURI DI SUNGAI WATU-WATU KABUPATEN BOMBANA MENGGUNAKAN LARVA UDANG Artemia salina L. Sitti Aisyah May; La Kolaka; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.996 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas limbah merkuri yang terbawa masuk ke sungai Watu-watu terhadap larva udang  Artemia salina L. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) berupa konsentrasi merkuri yang terdapat dalam sampel air dari tiga stasiun pengambilan dan variabel terikat (Y) yaitu kematian larva udang  Artemia salina L. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan analitik dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis dekskriptif menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi yakni sebesar 0,0033 mg/L membunuh larva uji sebanyak 25 ekor  dan konsentrasi terendah 0,0001 mg/L juga dapat membunuh larva uji sebanyak 24 ekor setelah 24 jam pemaparan. Meskipun demikian, konsentrasi merkuri pada ketiga stasiun belum melampaui baku mutu kadar merkuri di air menurut Kementerian Lingkungan Hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya konsentrasi merkuri pada sampel air sungai bahkan pada konsentrasi terendah memiliki pengaruh nyata terhadap kematian larva udang Artemia salina L.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN EPIFIT DI WILAYAH LAHUNDAPE POS WATU-WATU DALAM KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA NIPA-NIPA Akmalsyah Akmalsyah; Asmawati Munir; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5044

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan epifit yang terdapat di wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan teknik jelajah. Teknik analisis data secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa ditemukan 28 spesies tumbuhan epifit yang termasuk dalam 3 Divisio (Spermatophyta, Pteridophyta dan Bryophyta), 7 familia (Orchidaceae, Polypodiaceae, Moraceae, Anthocerotaceae, Acrogynaceae, Rhizoginiaceae dan Polytrichoaceae) dan 24 genus. Jenis epifit yang ditemukan antara lain Bulbophyllum lepidum (Bl.) J.J.S, Bulbophyllum binnendijkii J.J.S, Cymbidium lancifolium Hook., Cymbidium finlaysonianum Lindl., Dendrobium anosmum Lindl., Taeniophyllum tjibodasum J.J.S, Aerides Odorata Linn., Thrixpermum formosanum (Bl.) Rchb.f., Drynaria quercifolia (L.) J.Sm, Drynaria sparsisora Moore, Cyclophorus nummularifolius C.Chr., Elaphoglossum angulatum (Blume) T. Moore., Phymatodes scolopendria (Burm. F.) Ching, Humata repens (L.f.) Diels, Adiantum cuneatum Langs. & Fisch, Drymoglosum piloselloides (Linn) Pr., Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott., Antrophyum reticulatum (Forst.) Kaulf, Elaphoglossum rimbachii J., Elaphoglossum annamense C.chr., Lemmaphyllum carnosum (Hook.) C.Prest, Pyrrosia numularifolia (Sw.) Ching., Davalia denticulata (Burm.) Mett., Ficus Sundaica Bl., Ficus sp., Anthoceros fusiformis, Funaria hygrometrica, Polytrichum commune dan Plagiocila asplenioides.Kata kunci: Identifikasi, Tumbuhan Epifit, TAHURA Nipa-Nipa
PENGARUH RENTANG WAKTU CEKAMAN PANAS TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT AYAM BROILER (Gallus domesticus) Noni Andriani; M. Sirih; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 3 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.471 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i3.17094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rentang waktu cekaman panas terhadap jumlah trombosit ayam broiler. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ayam broiler berkelamin jantan. Sampel penelitian diambil dari 15 ekor ayam broiler dari populasi, dipilih secara purposive sampling dengan kriteria kondisi sehat, berkelamin jantan, bobot tubuh ±800 gram dan berumur 21 hari. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah rentang waktu cekaman panas. Variabel terikat adalah jumlah trombosit ayam broiler. Jenis penelitian ini adalah eksperiment (true-eksperiment) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA dan uji lanjut Duncan (α=0,05) menggunakan SPPS 26. Hasil analisis menujukkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel atau p<0,05 artinya bahwa rentang waktu cekaman panas berpengaruh nyata terhadap jumlah trombosit ayam broiler (Gallus demesticus). Kesimpulan bahwa semakin lama waktu cekaman panas yang diberikan maka semakin rendah jumlah trombosit ayam broiler.
FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT PULAU SIOMPU BERDASARKAN HUKUM HARDY-WEINBERG Wa Ode Nur Hikmat; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v5i4.17003

Abstract

Genetika populasi cabang ilmu genetika yang menghitung suatu Frekuensi gen yang ada dalam satu populasi menggunakan hukum persamaan hukum Hardy-Weinberg. Frekuensi gen adalah proporsi gen dalam suatu populasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Pulau Siompu berdasarkan hukum Hardy-Weinberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripskan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk grafik, tabel, persentase, dan diagram. Selanjutnya data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy Weinberg. Hasil peneltian menunjukkan ada 71 penyandang albino frekuensi alel gen albino (a) pada populasi masyarakat Pulau Siompu adalah 5,58%. Individu normal homozigot sebanyak 892 jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, individu homozigot resesif (albino) sebanyak 3 orang jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, dan individu heterozigot (tidak terekspresi namun membawa alel albino) sebanyak 105 dalam penduduk berjumlah seribu orang. Pola pewarisan albino di Pulau Siompu adalah resesif autosom dengan tipe albino oca 1
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA SISTEM PENCERNAAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) DARI KERAMB JARING 1 APUNG (KJA) DI DESA BAJO INDAH DAN DESA LEPE KECAMATAN SOROPIA SULAWESI TENGGARA Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra; HM Sirih; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.737 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5026

Abstract

Identifikasi Endoparasit Pada Sistem Pencernaan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dari Keramba Jaring Apung (KJA) di desa Bajo Indah dan desa Lepe Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit yang terdapat dalam organ pencernaan meliputi rongga mulut, tenggorokan, lambung, usus, anus ikan kerapu macan dan untuk mengetahui jenis endoparasit yang dominan ditemukan pada organ pencernaan ikan kerapu macan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai April 2016. Jenis metode yang digunakan adalah observasional dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yaitu dengan mengambil sampel secara acak. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor ikan kerapu macan yang berasal dari 2 lokasi pengambilan yaitu 12 ekor dari desa Bajo Indah dan 12 ekor dari desa Lepe.Pemeriksaan endoparasit dilakukan di Laboratorium Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 sampel ikan dari desa Bajo Indah terinfeksi dan 8 sampel ikan dari desa Lepe terinfeksi cacing endoparasit. Infeksi cacing endoparasit pada organ pencernaan ikan kerapu macan yang diidentifikasi dari dua jenis cacing endoparasit yaitu dari kelas Palaenthocephala yaitu Acanthocephalus sp. yang ditemukan di usus dan dari kelas Trematoda yaitu Prosorhynchus sp. yang ditemukan di lambung. Terdapatnya endoparasit pada lambung dan usus disebabkan karena pada lambung dan usus terdapat bahan organik atau nutrisi yang merupakan bahan makanan dari parasit. Jenis cacing yang dominan ditemukan adalah jenis Prosorhynchus sp.dengan jumlah 174 individu dari 15 ekor sampel kemudian Acanthocephalus sp. dengan 30 individu dari 5 ekor sampel. Hal ini disebabkan karena siklus hidup Prosorhynchus sp. yang kompleks melalui perantara inang I dan inang II, dimana infeksi terhadap inang I lebih bervariasi meliputi ikan-ikan kecil, bivalvia atau gastropoda dibanding cacing Acanthocephalus sp. yang umumnya hanya menginfeksi crustacea dan copepoda. Kata Kunci : endoparasit, sistem pencernaan, ikan kerapu macan
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PALEM DI KAWASAN HUTAN LINDUNG WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurul Adha H; Asmawati Munir; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.825 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5056

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis tumbuhan palem di Hutan Lindung Wolasi. Jenis penelitian berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Objek penelitian meliputi perwakilan dari tiap spesies tumbuhan palem (termasuk rotan) yang ditemukan selama penjelajahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan Palem (Arecaceae) yang ditemukan di Kawasan Hutan Wolasi sebanyak 13 jenis, yang terdiri atas 11 marga dari 4 subfamili. Jenis tumbuhan Palem yang dijumpai meliputi: Arecacatechu L., Chrysalidocarpus lutescens, dan Pinanga kuhlii KI. (subfamili Arecoideae), Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Caryota maxima BI., dan Caryota mitis Lour. (subfamili Caryotoideae), Licuala spinosa Thumb. (subfamili Coryphoideae), Plectocomia elongate Mart. ex BI., Calamus adspersus (Blume), Korthalsia celebica Becc., Metroxylon sagu Rottb., Calamus ciliaris BI., dan Salacca edulis Reinw (subfamili Lepidocaryoideae).Kata kunci: Identifikasi, Palem (Arecaceae)
POLIMORFISME WARNA DAN PERSEBARAN MIKROHABITAT KETAM KENARI (Birgus latro L.) DI PULAU KADATUA Narsa Narsa; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.456 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i4.23830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme warna dan persebaran mikrohabitat Ketam Kenari (Birgus latro L.) di Pulau Kadatua Kabupaten Buton Selatan Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksplorasi yaitu mengeksplor lokasi penelitian. Data polimorfisme warna dan persebaran mikrohabitat Ketam Kenari dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, polimorfisme warna Ketam Kenari (Birgus latro L.) yang ditemukan di Pulau Kadatua terdapat tiga pola warna yaitu cokelat-biru, biru-cokelat dan cokelat. Persebaran mikrohabitat Ketam Kenari di Pulau Kadatua tersebar di empat titik, yaitu di Desa Kapoa, Desa Waonu, Desa Kaofe, dan Desa Banabungi. Mikrohabitat Ketam Kenari di Pulau Kadatua memiliki tipologi pantai yang curam, berbatu karang, memiliki gua-gua atau celah batu dan vegetasinya didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), bambu (Bambusa sp.) dan semak belukar
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERHADAP VARIASI WAKTU PERKECAMBAHAN Nuning Martianingsih; Hittah Wahi Sudrajat; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.904 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5036

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kandungan protein pada berbagai umur kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas (X) berupa lama perkecambahan dengan variasi waktu yaitu biji sebelum direndam (X0), biji setelah direndam 0 jam (X1), 24 jam (X2), 48 jam (X3), 72 jam (X4), dan 96 jam(X5), sedangkan variabel terikat (Y) yaitu kandungan protein. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui kandungan protein dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis kadar protein menggunakan metoe biuret. Nilai rerata kandungan protein varietas I (kacang hijau abu-abu) secara berturut-turut sebelum direndam, 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam yaitu 17.18%, 15.85%, 12.04%, 9.05%, 6.85% dan 3.54%, sedangkan rerata kandungan protein varietas II (kacang hijau nilon) secara berturut-turut yaitu 17.56%, 16.09%, 13.20%, 8.99%, 6.26% dan 4.14%. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa varietas I Fhitung > Ftabel yaitu 597,97>4,56 dan varietas II Fhitung> Ftabel yaitu 1886,45>4,56, menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Lama perkecambahan kacang hijau berpengaruh negatif terhadap kandungan protein baik pada varietas I maupun varietas II.Kata Kunci: Kadar Protein, Kecambah, Phaseolus radiatus L., Metode Biuret
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Agustan Ahdiat Agriansyah Akhmad Sidiq Riza Akmalsyah Akmalsyah Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Andi Murlina Tasse Andri Priono Aris Suarna AS Aku, AS Asmawati Munir Asmawati Munir Asmawati Munir asmawati munir Asmawati Munir, Asmawati Astaliati Astaliati Aswan, Muhammad Aswan Balumbi, Musthamin Damhuri Damhuri Deki Zulkarnain Dian Apriani Dwi Nurhidayah Ede, Suriana G. Ede, Suriana Gende Fitrianingsih, Julia Fuji Astuty Auza Gende Ede, Suriana Handayani, Rika Harpa Pria Gawaksa Hasnawati Hasnawati Herman, Sriyana Hittah Wahi Sudrajat HM Sirih I Wayan Suama Indra Safitri, Indra Jahidin Jahidin Jumadin, La Kasman Arifin koekoeh santoso La Ino La Jumadin La Kolaka LA KOLAKA, LA M Sirih M. Sirih Marnitasari, Marnitasari Minarni Minarni Muh Syahruramadhan Muh. Sirih Muhammad Alkausar Muhammad Sirih Murni Sabilu Narsa Narsa Nirmalasari Nirmalasari Noni Andriani Nuning Martianingsih Nur Arfa Yanti Nur Arfa Yanti Nurhidayah Z, Dwi Nurhidayah Z., Dwi Nurjaya, Sri Nurrijal Nurrijal, Nurrijal Nursamdiyanti Nursamdiyanti Nurul Adha H Rahawarat, Marwia Rahmat Sewa Suraya Rayani, Nur Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra Rusli S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabilu, Murni Saprin Saprin Sarina Sarina Sirih, M Sitti Aisyah May Sri Darmianti Sri Wahyuningsi Dwi Astuti Suarna Samai Suarna Samai Suriana Gende Ede Wa Karniati Wa Karniati, Wa Karniati Wa Mirna Wa Ode Hasni Wa Ode Nur Hikmat Wa Ode Saleha Wa Ode Surianti Nur Walukou, Maryce A. Warysatul Ummah Yustira Meidhita Lestari Zulvia Maika