Claim Missing Document
Check
Articles

Diversity of Undergrowth in Teak Forest Areas as a Feed Source Bali Cattle in Watopute District Damhuri, Damhuri; Lili Darlian, Lili; Marnitasari, Marnitasari; Aku, Achmad Selamet; Auza, Fuji Astuty; Zulkarnain, Deki; Tasse, Andi Murlina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 2 (2023): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i2.32420

Abstract

ABSTRACT Indonesia has tropical rainforests that are so vast and have a diversity of plants. The study aimed to identify the diversity of undergrowth in the teak forest area as a source of fodder for Bali cattle in Watopute District, Muna Regency, to be carried out in August–December 2022 with purpose location determination and village surveys using stratified random sampling based on area criteria low, medium, and high. Data collection used the field observation method by exploring and taking samples using a 10x30 m2 transect. The research variables included observations of plant species in the teak forest area and forage plant species in the teak forest area, which were then analyzed using the summed dominance ratio formula. The results of research on plant species in the teak forest area show that there are 17 families with 43 species, and for plant species that can be used as a source of feed for breeders, there are as many as 16 species. From the research, it can be concluded that livestock looking for food in the teak forest area in Watopute District consists of 16 plant species.Keywords: plants, teak forest, bali cattle, watopute
Peningkatan Mutu Pendidikan Berkelanjutan melalui Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Siswa dengan Teknologi Adaptif Damhuri; Darlian, Lili; Sabilu, Murni; Kolaka, La; Nurrijal
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.345

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan di SMA Negeri 10 dan 11 Konawe Selatan. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa, yang berdampak pada kurang optimalnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi numerasi guru, kemampuan analisis kebutuhan belajar siswa, serta pemanfaatan teknologi adaptif dalam proses pembelajaran. Melalui pelatihan berbasis data, guru mitra dibekali keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan platform digital interaktif untuk merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung penggunaan teknologi adaptif dalam merancang pembelajaran diferensiatif berbasis data siswa. Pelaksanaan program ini menunjukkan hasil yang signifikan, di mana evaluasi mengungkapkan peningkatan pemahaman guru terhadap literasi numerasi hingga 50%. Guru juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan teknologi adaptif untuk menganalisis kebutuhan siswa dan merancang pembelajaran berbasis data. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kedua sekolah mitra. Hasil program ini menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan tambahan dan penyediaan infrastruktur teknologi untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi adaptif.
Workshop Pengembangan Pembelajaran Biologi Berbasis Aktivitas Terintegrasi Teknologi Microsite Nurrijal, Nurrijal; Damhuri, Damhuri; Darlian, Lili; Sabilu, Murni; Ede, Suriana Gende
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.59532

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan global dengan memfasilitasi pembelajaran lebih interaktif melalui platform digital. Meskipun demikian, pelaksanaannya dalam kurikulum masih terkendala seperti dialami para guru Biologi pada beberapa sekolah di luar Kota Kendari dalam menyiapkan sumber dan aktivitas belajar yang interaktif dan menarik. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterbatasan akses teknologi dan sumber informasi hasil riset terkini terkait pembelajaran modern. Sebagai solusi yang dilakukan yaitu menyelenggarakan workshop "Pengembangan Pembelajaran Biologi Berbasis Aktivitas dengan Terintegrasi Teknologi Microsite." Tujuan workshop ini adalah membagikan best practice pembelajaran dengan memperkenalkan teknologi microsite sebagai media sumber belajar interaktif. Melalui workshop ini, pendidik dapat memberdayakan diri untuk mengembangkan pembelajaran berbasis aktivitas yang lebih interaktif dengan mengintegrasikan materi terkini untuk memperkuat keterlibatan dan pengalaman siswa serta pemahaman yang lebih dalam. Metode yang diterapkan yaitu workshop dengan sesi pelatihan praktis mengenai penggunaan teknologi microsite secara blended learning. Hasil dari kegiatan workshop menunjukkan peningkatan signifikan terkait wawasan pengetahuan peserta sebesar 46%, dengan skor rata-rata pre-test 62,75 meningkat menjadi 91,86 pada post-test. Selain itu, 87% peserta berhasil memiliki keterampilan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kriteria. Melalui workshop ini, dapat mengatasi hambatan praktis dalam upaya meningkatkan kualitas para guru di sekolah untuk mengembangkan pembelajaran Biologi yang berkualitas.Kata kunci: Workshop, Pembelajaran Berbasis Aktivitas, Teknologi Microsite, Biologi
Pengenalan Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Sabilu, Murni; Amiruddin; Gende Ede, Suriana; Kolaka, La; Damhuri; Darlian, Lili; Nurhidayah Z, Dwi; Rayani, Nur; Agustan
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i2.89

Abstract

Desa Ambololi memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik termasuk lingkungan pekarangan masyarakat yang mendukung untuk ditanami berbagai tumbuhan berkhasiat obat sehingga memiliki daya guna. Beberapa tumbuhan diyakini oleh masyarakat memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pemberian edukasi kepada masyarakat menjadi penting untuk dilaksanakan sehingga masyarakat memperoleh kebenaran informasi terkait tumbuhan berkhasiat obat. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pengenalan meliputi jenis tumbuhan berkhasiat obat dan manfaatnya kepada masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi tentang tumbuhan berkhasiat obat bagi masyarakat Desa Ambololi. Pelaksanaan kegiatan inti pengabdian terdiri dari dua sesi. Sesi pertama dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Sesi kedua dilakukan dengan pembagian lembar instrumen kerja untuk peserta. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh informasi bahwa dari 26 jenis tumbuhan obat yang diperkenalkan pada masyarakat desa tersebut, 76% diantaranya telah diketahui nama dan manfaatnya. Secara umum, manfaat tumbuhan berkhasiat obat yang diketahui oleh masyarakat adalah sebagai pengobatan beberapa penyakit ringan seperti batuk, demam, hingga beberapa penyakit dalam dan dapat pula dimanfaatkan sebagai obat luar.
Pengenalan Tumbuhan Berkhasiat Obat Familia Zingiberaceae Damhuri; Darlian, Lili; Kolaka, La; Rayani, Nur
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.189

Abstract

Desa Sumbersari memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik termasuk lingkungan pekarangan warga yang mendukung untuk ditanami berbagai tumbuhan berkhasiat obat. Jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan masyarakat berasal dari familia yang beragam. Tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae dikenal sebagai tumbuhan yang memiliki rimpang dengan aroma khas. Pemberian edukasi tentang tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae kepada masyarakat menjadi penting untuk dilaksanakan agar masyarakat memperoleh kebenaran informasi khasiat tumbuhan obat tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi tentang tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae bagi masyarakat Desa Sumbersari. Tahapan pengabdian terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan pengisian lembar kerja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi yang dilanjutkan dengan pengisian lembar instrumen kerja untuk peserta. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh informasi bahwa rata-rata persentase total peserta yang mengenal tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae adalah 77%. Secara umum, manfaat tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae yang diketahui oleh masyarakat adalah sebagai pengobatan beberapa penyakit ringan seperti batuk, demam, hingga beberapa penyakit dalam dan dapat pula dimanfaatkan sebagai obat luar
Pengenalan dan Pelestarian Tumbuhan Obat Bagi Masyarakat Kolaka, La; Damhuri; Darlian, Lili; Munir, Asmawati; Sabilu, Murni; Ede, Suriana G.; Nurhidayah Z., Dwi; Jumadin, La; Walukou, Maryce A.; Rayani, Nur
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.223

Abstract

Kesadaran masyarakat akan kesehatan, terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam makanan atau obat-obatan semakin meningkat. Pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penggunaan tumbuhan obat harus sesuai aturan agar aman dikonsumsi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jenis, manfaat, keberadaan dan cara pelestarian tumbuhan berkhasiat obat. Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yaitu pemberian edukasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Tahap kedua dengan pembagian instrumen (kuesioner) untuk mengetahui pengetahuan masyarakat desa tersebut terhadap tumbuhan obat yang ada di lingkungan mereka. Rata-rata persentase masyarakat yang mengetahui 16 jenis tumbuhan obat yang diperkenalkan adalah 83,13%. Beberapa khasiat/manfaat tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat sangat beragam dimulai dari pengobatan luar seperti luka hingga penyakit dalam seperti gangguan ginjal. Rata-rata terbesar keberadaan tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat adalah tumbuh secara liar dengan nilai persentase 81,25%. Selain itu, diperoleh juga informasi bahwa rata-rata terbesar cara pelestarian tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat adalah tumbuhan obat tersebut dibiarkan tumbuh di alam dengan nilai persentase 79,06%. Kegiatan pengabdian pengenalan tumbuhan berkhasiat obat mampu memberikan informasi kepada masyarakat Desa Tumbu-Tumbu Jaya pada beberapa tumbuhan yang belum diketahui termasuk manfaat atau khasiatnya
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Agustan Ahdiat Agriansyah Akhmad Sidiq Riza Akmalsyah Akmalsyah Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Andi Murlina Tasse Andri Priono Aris Suarna AS Aku, AS Asmawati Munir Asmawati Munir asmawati munir Asmawati Munir Asmawati Munir, Asmawati Astaliati Astaliati Aswan, Muhammad Aswan Balumbi, Musthamin Damhuri Damhuri Deki Zulkarnain Dian Apriani Dwi Nurhidayah Ede, Suriana G. Ede, Suriana Gende Fitrianingsih, Julia Fuji Astuty Auza Gende Ede, Suriana Handayani, Rika Harpa Pria Gawaksa Hasnawati Hasnawati Herman, Sriyana Hittah Wahi Sudrajat HM Sirih I Wayan Suama Indra Safitri, Indra Jahidin Jahidin Jumadin, La Kasman Arifin koekoeh santoso La Ino La Jumadin La Kolaka LA KOLAKA, LA M Sirih M. Sirih Marnitasari, Marnitasari Minarni Minarni Muh Syahruramadhan Muh. Sirih Muhammad Alkausar Muhammad Sirih Murni Sabilu Narsa Narsa Nirmalasari Nirmalasari Noni Andriani Nuning Martianingsih Nur Arfa Yanti Nur Arfa Yanti Nurhidayah Z, Dwi Nurhidayah Z., Dwi Nurjaya, Sri Nurrijal Nurrijal, Nurrijal Nursamdiyanti Nursamdiyanti Nurul Adha H Rahawarat, Marwia Rahmat Sewa Suraya Rayani, Nur Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra Rusli S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabilu, Murni Saprin Saprin Sarina Sarina Sirih, M Sitti Aisyah May Sri Darmianti Sri Wahyuningsi Dwi Astuti Suarna Samai Suarna Samai Suriana Gende Ede Wa Karniati Wa Karniati, Wa Karniati Wa Mirna Wa Ode Hasni Wa Ode Nur Hikmat Wa Ode Saleha Wa Ode Surianti Nur Walukou, Maryce A. Warysatul Ummah Yustira Meidhita Lestari Zulvia Maika